JANGAN TAKUT GAGAL

Sabtu, 11 September 2010

Bacaan : Kisah Para Rasul 15:35-41
15:35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.

15:36. Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.”

15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;

15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan

15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

JANGAN TAKUT GAGAL

Michael Jordan, bintang NBA yang pernah paling populer berkata, “Saya bisa menerima kegagalan karena setiap orang bisa gagal menyelesaikan pekerjaan. Namun, saya tidak bisa menerima mereka yang tidak mau mencoba.” Sekali gagal, tidak berarti Anda telah mati. Akan tetapi, Anda dianggap mati jika telah putus asa. Tak seorang pun mau menerima dan mengharapkan kegagalan terjadi dalam hidupnya. Walau demikian, pada akhirnya kita akan mengalami kegagalan. Sebagian orang menjadi putus asa dan me-nyerah kalah, sementara sebagian orang lagi bersikap tegar dan melihat kegagalan sebagai proses yang mesti terjadi di hidupnya.

Takut mengalami kegagalan hanya akan membuat jiwa kita kerdil dan tak pernah mengalami terobosan-terobosan baru yang dikerjakan Allah dalam hidup kita. Dalam Alkitab, kita menjumpai seorang muda bernama Markus. Ia mengalami kegagalan saat membantu pelayanan Paulus dan Barnabas. Namun, sekalipun ia gagal dan menyebabkan retaknya hubungan Paulus dan Barnabas (ayat 39), ia tak mau berlarut-larut dalam kegagalan itu. Sebaliknya, ia mencoba bangkit dan melihat kegagalan sebagai proses pendewasaan. Itu sebabnya, Markus yang pernah gagal itu dipakai Tuhan untuk menulis salah satu kitab Injil.

Sebagai orang percaya, kita harus melihat kegagalan dengan kacamata positif. Sehingga, kita menjadi optimis dan berani mengadakan perubahan demi kemajuan diri. Mencoba lalu mengalami kegagalan jauh lebih baik daripada seolah-olah tidak pernah gagal karena tidak berani mengambil risiko untuk mencoba. Apakah Anda sedang mengalami kegagalan? Bangkit dan jangan menyerah! –PK

ORANG YANG OPTIMIS SELALU BISA

MELIHAT KESEMPATAN BELAJAR

BAHKAN DARI KESALAHAN DAN KEGAGALAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan

PENGARUH TEMAN

Jumat, 10 September 2010

Bacaan : 1 Korintus 15:31-34

15:31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.

15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”.

15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

15:34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

PENGARUH TEMAN

Seorang tentara Inggris akhirnya divonis bersalah setelah terbukti memperlakukan tahanan perang Irak dengan keji di penjara Abu Graib. Barang buktinya? Sebuah foto ketika dirinya berpose sedang tersenyum sambil mengacungkan jempol, sementara di sebelahnya para tahanan tengah dianiaya. Dalam persidangan, hakim bertanya, bagaimana ia sanggup berpose sambil tersenyum tanpa rasa perikemanusiaan. Sang tentara menjawab, “Mulanya aku sudah menolak untuk difoto, tetapi teman-teman membujuk terus. Sekarang aku menyesal. Aku punya pilihan, tetapi aku memilih untuk melakukan apa yang teman-temanku ingin aku lakukan.”

Dalam bergaul, kita bisa terkena pengaruh buruk. Di jemaat Korintus, misalnya, ada sekelompok kecil orang tidak memercayai kebangkitan Kristus. Dengan gencar mereka tularkan ajaran ini kepada jemaat, sehingga banyak yang terpengaruh. Rasul Paulus mengingatkan supaya jemaat berhati-hati. Ajaran tentang kebangkitan Kristus adalah inti iman kristiani. Paulus sendiri berani mati mengabarkan Injil, tegar menghadapi “binatang buas”, karena yakin akan kebangkitan. Jika ia terpengaruh oleh ajaran sesat itu, pe-layanannya akan terhenti. Apa yang bisa diberitakan jika Yesus mati dan tak bangkit?

Kita perlu bergaul dengan semua orang, bukan hanya dengan teman seiman. Namun, bersikaplah kritis terhadap pendapat teman. Uji kembali dengan firman Tuhan. Jangan sampai kita dipengaruhi nasihat yang menyesatkan. Apa yang baik bagi mereka belum tentu baik juga buat kita. Jangan demi solidaritas, kita kehilangan prinsip. Bukankah kita dipanggil untuk menjadi terang? –JTI

BERSAHABATLAH DENGAN ORANG DI SELURUH DUNIA

NAMUN JANGAN BERSAHABAT DENGAN DUNIA

Sumber : www.sabda.org

TERJUN BEBAS

Senin, 28 Juni 2010

Bacaan : Ratapan 3:19-27

3:19 “Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.”

3:20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.

3:21. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:

3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,

3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

3:24 “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

3:26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

3:27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.

TERJUN BEBAS

Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman nyaris sempurna. Ia lulus dari salah satu universitas terbaik di Amerika dan menikah dengan gadis impiannya. Kariernya sebagai pialang saham terus menanjak dan memberinya penghasilan hingga Rp8, 8 miliar per tahun. Lalu tibalah saat itu. Tahun 2008 resesi menghantam perekonomian Amerika. Hidup Karpman pun “terjun bebas” dalam sekejap. Ia kehilangan pekerjaan, tabungan, dan hartanya.

Guna menghidupi keluarga, Karpman mengambil langkah drastis. Ia melamar pekerjaan sebagai pengantar piza dengan penghasilan yang amat pas-pasan, bahkan untuk orang kebanyakan. Kehidupannya pun berubah 180 derajat, tetapi ia tidak menyesalinya, “Ini hanya sebuah proses. Saya mensyukuri tiap sen yang saya dapat. Ada pelajaran berharga dari setiap potong piza yang saya antar, yaitu kerendahan hati.”

Yeremia juga pernah merasakan perubahan drastis ketika bangsa Israel ditaklukkan Babel. Yerusalem hancur. Semua berubah dalam sekejap. Dari bangsa merdeka, menjadi bangsa terjajah. Patah arangkah Yeremia? Tidak. Ia sungguh percaya Tuhan tidak pernah meninggalkan bangsanya. Karena itu ia tetap bisa melihat karya Tuhan, “Tak berkesudahan kasih Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, ” begitu ia berkata.

Hidup di dunia ini memang serba tidak pasti. Apa yang ada kini, bisa tiba-tiba hilang tak berbekas. Hari ini kita berhasil, besok gagal. Usaha yang semula maju mendadak bangkrut. Kita semula sehat, tiba-tiba sakit. Namun, tak usah khawatir. Sejauh kita berjalan bersama Tuhan, semua itu takkan “melumpuhkan” kita. Bersama Tuhan, kita akan siap menghadapi perubahan apa pun yang terjadi –AYA

KETIKA MENGALAMI PERUBAHAN DRASTIS DALAM HIDUP

INGATLAH KASIH SETIA TUHAN TAK PERNAH BERUBAH

Sumber : www.sabda.org

KERANGKA YANG HIDUP LAGI

Kamis, 20 Mei 2010

Bacaan : Yehezkiel 37:1-14

37:1. Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.

37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.

37:3 Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”

37:4 Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

37:5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

37:6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

37:7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

37:8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

37:9 Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”

37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

37:11 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.

37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.

37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”

KERANGKA YANG HIDUP LAGI

Kepada Yehezkiel, nabi Allah pada masa pembuangan ke Babel, Tuhan memberi penglihatan penting. Ia dibawa ke lembah yang penuh tulang belulang kering. Tiba-tiba saja, tulang belulang itu bergerak-gerak. Apa yang terjadi? Tulang-tulang itu menyatu, membentuk kerangka-kerangka manusia. Jaringan tubuh dan urat-urat mereka terbentuk lagi, kulit baru pun menutup tubuh mereka lagi. Dan dengan paru-paru yang kembali terisi oksigen, mayat-mayat itu bangkit lagi.

“Tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel, ” kata Tuhan (ayat 11). Ketika itu Israel ada dalam pembuangan yang pahit di Babel. Mereka tercerai berai. Kota mereka tinggal reruntuhan. Seolah-olah tak ada harapan bangsa mereka dapat pulih lagi. Namun penglihatan kepada Yehezkiel, memberi pengharapan akan pemulihan. Yakni, bahwa Tuhan tidak selamanya menghukum. Allah menghukum agar Israel bertobat. Namun, Dia tidak berhenti mengasihi mereka. Dan ketika Israel mau berpaling kembali serta memperbarui hati dan hidup mereka (36:26, 27), Tuhan dapat memulihkan keadaan mereka (39:27)!

Mungkin Indonesia tak seterpuruk Israel saat itu. Namun, barangkali ada aspek-aspek kehidupan yang seolah-olah tak dapat dipulihkan lagi. Seperti tulang yang sudah mengering. Walau demikian, Tuhan menunjukkan sekali lagi bahwa tak ada yang mustahil bagi-Nya. Selalu ada pengharapan dalam Dia, yang tidak berhenti mengasihi. Bangsa kita pun dapat kembali mengalami pemulihan dan kebangkitan secara nasional. Yakni, ketika kita sebagai umat-Nya, menjadi agen perubahan yang menularkan pertobatan di berbagai aspek kehidupan. –AW

KEBANGKITAN BARU AKAN TERJADI DI NUSANTARA

KETIKA UMAT-NYA KEMBALI MEMILIKI HATI YANG TAAT

Sumber : www.sabda.org

ITULAH KEHIDUPAN

Senin, 3 Mei 2010

Bacaan : Matius 28:11-15

28:11. Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.

28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu

28:13 dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”

28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

ITULAH KEHIDUPAN

Sesudah kebangkitan-Nya, terdapat banyak kisah tentang penampakan Yesus kepada para murid. Semuanya bermaksud menegaskan sebuah kebenaran: Kristus sudah bangkit! Semuanya adalah cerita yang membawa berita kebenaran. Namun, di antara kisah-kisah penampakan di dalam Injil tersebut, Matius mencatat satu kisah dusta. Satu saja! Mengapa? Mengapa satu kisah dusta ini “menyelip” dan mengusik agungnya kesaksian tentang Yesus yang bangkit?

Pertama, “selipan” ini mau mengatakan bahwa serentak dengan berkumandangnya sebuah berita kebenaran, akan selalu ada suara yang melawannya. Suara yang menganggapnya sebagai kebohongan. Suara yang menentang dengan menciptakan dusta. Perkataan yang benar diputarbalikkan. Orang benar difitnah. Tindakan yang benar dipersalahkan. Apabila kita melihat atau mengalami hal demikian, tak usah heran. Yesus pun diperlakukan demikian. Itulah kehidupan.

Kedua, “selipan” ini mau mengingatkan bahwa suara kebenaran harus digemakan berulang kali hingga terserap sampai ke hati. Sebaliknya, sebuah dusta cukup dinyatakan satu kali untuk menyelewengkan kebenaran. Perlu empat puluh hari untuk menegaskan kebenaran kebangkitan Tuhan lewat penampakan dan pengajaran (Kisah Para Rasul 1:3). Sebaliknya, hanya perlu satu keputusan rapat Mahkamah Agama untuk menyiarkan kebohongan pencurian jasad-Nya. Kebaikan harus diajarkan berulang-ulang, sedangkan kejahatan cukup ditularkan sekali saja. Kebiasaan baik dibangun bertahun-tahun; kebiasaan buruk mengancamnya runtuh dalam sehari. Itulah kehidupan ini. –PAD

KEBENARAN HARUS DIIRINGI DENGAN PENDIDIKAN BERULANG KALI UNTUK MENANGKAL RACUN KEBOHONGAN YANG HANYA SEKALI

Sumber : www.sabda.org

KARYA YANG SEMPURNA

PESAN GEMBALA

11 APRIL 2010

EDISI 121 TAHUN 3

KARYA YANG SEMPURNA

Shallom… Salam Miracle!

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Dia memberikan otoritas untuk menguasai bumi ini. Melalui dosa, mereka telah kehilangan otoritas ini. Lalu Yesus, manusia yang sempurna itu, Adam yang terakhir hidup dalam segala hal, tepat seperti yang diciptakan Allah di dalam manusia. Yesus mengambil dosa seluruh manusia di atas diriNya dan mati di kayu salib untuk membayar hukuman atas dosa-dosa itu. Dia menderita kematian bagi seluruh umat manusia. Dia telah melepaskan dosa-dosa itu sampai kedalamannya, lalu kuasa Allah sendiri turun atas Yesus. Dia telah mengalahkan Setan dan semua roh-roh jahat pada pintu gerbang Neraka.

Yesus mengambil kembali kunci otoritas itu. Yesus mengambil segala sesuatu yang telah dicuri dari manusia. Segala sesuatu yang tadinya telah diciptakan Allah untuk dimiliki Adam dan Hawa diperoleh kembali dan dierikan kembali kepada manusia oleh Yesus. Ketika Yesus pertama kali berbicara tentang Gereja yang akan dibangun, Dia berkata: “…di atas Batu Karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak menguasainya. Kepada-Mu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga.” Matius 16:18-19.

Penulis kitab Ibrani menyampaikan kedudukan Yesus pada hari ini: “… tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, dimana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Daud juga menubuatkan kedudukan Yesus sebagai berikut: “…Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Jadi disini sangat jelas bahwa Daud menubuatkan Yesus akan duduk di sisi kanan Bapa. Daud dan penulis kitab Ibrani memberitahu kepada kita bahwa Yesus melakukan lebih daripada duduk di sisi kanan Bapa. Yesus sedang menunggu sampai semua musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya.

Siapa yang akan membuat musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya? Yesus sedang menunggu umat tebusan untuk menemukan kembali otoritas mereka dan untuk menunjukkan bahwa Setan adalah musuh yang telah dikalahkan. Karya Yesus adalah sempurna. Dia sedang menunggu musuh-musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya. Yesus telah melakukan segala sesuatu yang Dia harus lakukan, karya-Nya sempurna. Sekarang tanggungjawab ada pada kita.

Kita adalah tubuh-Nya di bumi ini. Kita adalah tangan-Nya dan kaki-Nya, kita adalah orang-orang yang berotoritas di dunia sekarang ini. Rasul Paulus menyampaikan suatu doa yang sangat penting dan berkuasa bagi semua orang kudus. Doanya mencakup posisi Yesus di sisi kanan Bapa, posisi kita dan tanggung jawab kita. Dalam Efesus 1:18-23, “dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

Jadi menurut Rasul Paulus kedudukan Yesus sebagai berikut:

Yesus dibangkitkan dari antara orang mati

Duduk di sisi kanan Bapa di Surga

Jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, penguasa, kerajaan dan kekuasaan

Di atas tiap-tiap nama yang dapat disebut

Segala sesuatu ada di bawah kaki-Nya

Ditetapkan menjadi kepala

Dengan karya Yesus di kayu salib dan oleh peristiwa-peristiwa yang mengikutinya, Setan telah dikalahkan. Setiap roh-roh jahat telah dikalahkan. Yesus mengalahkan mereka dan membawa mereka ke dalam kekosongan. Lukas memberi gambaran kepada kita dengan jelas tentang posisi setan. Dia harus terinjak-injak di bawah kaki kita. Kita juga dijanjikan, bahwa tidak ada sesuatupun yang akan melukai kita dengan cara apapun.

Dalam Lukas 10:19,”Sesungguhnya Aku teah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”. Manusia telah diselamatkan, dibawa masuk, ditebus, diampuni dan dipulihkan secara sempurna ke dalam gambar Allah di bumi ini.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kiranya kasih Allah memenuhi kita semua, dan tetap dukung dalam doa untuk PEMBANGUNAN GEREJA kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua….Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

JANGAN SIMPAN

Rabu, 7 April 2010

Bacaan : Roma 10:8-17

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

JANGAN SIMPAN

John Geddie, misionaris dari Kanada, memberi diri untuk memberitakan Injil di Kepulauan Vanuatu, Samudra Pasifik bagian selatan. Sejak ia datang, hanya satu hal yang dilakukannya setiap hari: berbagi tentang Kristus yang telah mati dan bangkit kepada orang-orang Vanuatu yang belum pernah mendengarnya! Perjuangannya berpuluh-puluh tahun di sana berbuah nyata. Geddie yang mempelajari bahasa mereka dari nol, akhirnya berhasil menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Vanuatu. Dengan itu, ia telah membawa ribuan orang untuk mengenal, percaya, serta mengikut Kristus.

Geddie setia melayani di pulau itu hingga akhir hayatnya. Saat ia meninggal, orang-orang memasang plakat peringatan bagi Geddie di gereja mereka, yang bertuliskan: “Ketika Geddie datang dan mendarat pada tahun 1848, di sini tidak ada orang kristiani. Ketika ia berpulang pada tahun 1872, di sini tak ada lagi orang yang tidak mengenal Kristus”.

Percaya bahwa Kristus menyelamatkan kita lewat pengurbanan-Nya, adalah langkah penting yang pertama (ayat 9). Lalu, bila jiwa kita sudah diselamatkan, pantaskah kita berdiam diri? Paulus dan Geddie telah merasakan anugerah yang tak terukur melimpahi dan memperbarui hidup mereka. Itu sebabnya dengan yakin mereka mengambil langkah kedua: menceritakan kebangkitan Kristus kepada mereka yang belum mendengar tentang Kristus (ayat 14,15), agar mereka menemukan pengharapan bagi jiwa. Setiap hari, pasti ada seseorang yang perlu mendengar kabar baik tentang Kristus. Yesus telah mati untuk semua orang (ayat 12). Adakah kita hendak menyimpannya untuk diri sendiri? -AW

ADA BANYAK KESEMPATAN UNTUK BERTEMU SESEORANG HARI INI
BERAPA BANYAK YANG KITA PAKAI UNTUK BERCERITA TENTANG YESUS?

Sumber : www.sabda.org