OBSERVASI DALAM IMAN

Kamis, 14 Maret 2013

Bacaan: Amsal 9:1-10 

9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

9:2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.

9:3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:

9:4 “Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari”; dan kepada yang tidak berakal budi katanya:

9:5 “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;

9:6 buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.”

9:7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.

9:8 Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,

9:9 berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.

9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

 

OBSERVASI DALAM IMAN

Banyak dari kita yang dididik dengan sistem yang memisahkan antara observasi ilmiah dan iman. Kita diajarkan bahwa planet bergerak karena gaya gravitasi. Titik! Tidak diajarkan bahwa pergerakan planet tersebut berlangsung karena ada Pribadi Ilahi yang mengatur alam semesta.

Pola pikir semacam ini selanjutnya membentuk cara pandang kita terhadap hal-hal di sekitar kita. Kita terbiasa mengobservasi kejadian di sekitar kita hanya berdasarkan pada apa yang terlihat, tanpa mengkaitkannya dengan iman.

Sikap ini sebetulnya tidak sesuai dengan apa yang kita baca dalam perikop Alkitab hari ini. Di situ dikatakan bahwa untuk memperoleh pengetahuan dan hikmat, takut akan Tuhan adalah syarat mutlaknya (ay. 10). Ini berarti pengetahuan yang benar sebetulnya hanya bisa didapatkan di dalam iman. Ketika sebuah fakta diobservasi terlepas dari iman, banyak hikmat dan pengetahuan yang hilang begitu saja.

Mari kita ambil contoh proses penerbitan RH yang sedang Anda baca ini. Sepintas lalu tampaknya tidak ada yang spesial di sana. Tetapi, kalau kita observasi proses tersebut dalam iman, kita menemukan bagaimana Allah menginspirasi para penulis, memberi hikmat bagi redaksi dalam penyuntingan, menyediakan penerbit, menjaga selama proses pengiriman sampai renungan ini tiba di tangan Anda. Kita mendapati betapa Allah bekerja dalam segala hal dan betapa kita bergantung satu sama lain. Kita juga melihat betapa banyak hikmat yang bisa kita peroleh ketika kita mengobservasi sesuatu dalam iman. –ALS

MENGOBSERVASI DALAM IMAN MENELURKAN HIKMAT
DAN PENGETAHUAN YANG MELIMPAH

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

KARENA MENGHORMATI TUHAN

Sabtu, 15 Desember 2012

Bacaan: Amsal 14:1-9

14:1. Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

14:2. Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

14:3. Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.

14:4. Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

14:5. Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.

14:6. Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.

14:7. Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.

14:8. Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.

14:9. Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

 

KARENA MENGHORMATI TUHAN

Alkisah seorang raja mencari pengawas kebun kerajaan dengan cara yang unik. Tiap pelamar diberikan sekantong biji untuk ditanam selama waktu tertentu. Seorang pemudi ikut mendaftar dengan semangat. Biji dari raja ditanamnya hati-hati, disiramnya tiap hari. Namun, betapa sedih hatinya melihat biji itu tak kunjung tumbuh. Ketika tiba batas waktu untuk melapor ke istana, ia melihat orang-orang membawa tanaman yang indah-indah. Setengah menangis ia mohon ampun pada raja, karena biji itu tidak mau tumbuh sekalipun ia telah merawatnya tiap hari. Raja menepuk pundaknya dan berkata, “Semua biji yang kuberikan sebenarnya sudah dipanggang, jadi tidak mungkin tumbuh. Entah dari mana tanaman-tanaman yang mereka bawa. Terima kasih sudah membawa kejujuranmu. Hari ini juga kamu resmi menjadi pengawas kebun kerajaanku.”

Kejujuran tak hanya menunjukkan ketulusan hati, tetapi juga sikap yang menghormati orang lain. Karena hormat, kita tidak mau menipu orang itu. Lebih dari menghormati sesama, Amsal berkata bahwa sikap yang jujur menghormati Tuhan sendiri (ayat 2). Ketika seseorang berdusta, ia sebenarnya sedang menghina Tuhan Yang Mahatahu. Memang bersikap jujur di tengah dunia yang sarat ketidakjujuran bisa dipandang sebagai suatu kebodohan di mata manusia. Namun tidak di mata Tuhan. Orang yang jujur justru menunjukkan kesetiaan dan kebaikan di hadapan-Nya (ayat 5, 9).

Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk jujur atau tidak, ingatlah bahwa kita tidak saja sedang berurusan dengan manusia, tetapi juga dengan Tuhan. Manusia tidak serbatahu, tetapi Tuhan tahu apakah kita sedang menghormati-Nya atau tidak. –ELS

JUJUR ITU MENGHORMATI TUHAN.

MENYATAKAN BAHWA DIA MAHATAHU DAN MENYUKAI KEBENARAN.

Dikutip : www.sabda.org

MARI BERENCANA

Senin, 18 Juni 2012

Bacaan : Amsal 24:1-7

24:1. Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka.

24:2 Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.

 

24:3. Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,

24:4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.

24:5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.

24:6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.

 

24:7. Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

 

MARI BERENCANA

Grusah-grusuh adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan seseorang yang bertindak tanpa pertimbangan matang; serba terburu-buru; bertindak seketika. Akibatnya, yang dikerjakan tentu tidak maksimal, bahkan sangat mungkin banyak keputusan yang kemudian disesali.

Salomo, menasihati kita dengan sebuah analogi militer: “hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang” (ayat 6). Tentara yang banyak tidak cukup, perlu perhitungan yang matang untuk mengarahkan mereka. Analogi lain adalah dalam membangun rumah, memilih benda berharga, dan memiliki wibawa (ayat 3-5). Perencanaan menunjukkan adanya hikmat, kepandaian, pengertian, dan kebijaksanaan. Salomo melanjutkan, “kemenangan tergantung kepada penasihat yang banyak.” Banyak mendengar nasihat akan memampukan seseorang membuat sebuah rencana yang baik dan matang. Salomo sendiri dikenal sebagai tokoh yang dikaruniai hikmat melebihi segala manusia yang pernah ada (lihat 1 Raja-raja 3:12). Namun rupanya, hikmat luar biasa yang diberikan Tuhan tidak membuatnya menjadi sombong dan keras kepala. Sebaliknya, hikmat memberikannya kesadaran dan kerendahan hati untuk mendengar banyak nasihat.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita hidup dengan semangat grusah-grusuh atau penuh perencanaan? Jangan biarkan hidup berlalu sia-sia karena kita lalai atau malas berencana. Rencana lahir dari hikmat, dan hikmat berasal dari takut akan Tuhan (lihat Amsal 1:7). Tuhan merindukan kehidupan kita memuliakan-Nya. Sebab itu mari mohon hikmat Tuhan untuk berencana serta kerendahan hati untuk mendengar banyak nasihat. –CAP

HIDUP BERSAMA TUHAN BUKANLAH HIDUP TANPA RENCANA,

MELAINKAN BERENCANA SESUAI KEHENDAK ALLAH.

Dikutip : www.sabda.org

INDAHNYA TEGURAN

Senin, 20 Februari 2012

Bacaan : Amsal 13:14-24

13:14. Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.

13:15. Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan pengkhianat-pengkh mencelakakan mereka.

13:16. Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.

13:17. Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka, tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.

13:18. Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

13:19. Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati, menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.

13:20. Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

13:21. Orang berdosa dikejar oleh malapetaka, tetapi Ia membalas orang benar dengan kebahagiaan.

13:22. Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

13:23. Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan, tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.

13:24. Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

INDAHNYA TEGURAN

Dalam audisi American Idol, tampillah seorang kontestan yang begitu percaya diri. Ia meyakinkan para juri bahwa ia adalah bintang masa depan. Namun, sewaktu ia mulai bernyanyi, suaranya sedemikian buruk sehingga selang beberapa detik para juri terpaksa menghentikannya. Ia berkata dengan marah, “Bagaimana bisa kalian tidak melihat talenta saya? Selama ini tidak pernah ada yang mengkritik suara saya!” Saya membayangkan, seandai nya sejak awal ada yang berani memberitahu dengan tegas bahwa ia tidak cocok menjadi penyanyi, ia pasti akan mengenal dirinya dengan lebih tepat dan tidak dipermalukan di ajang ini.

Teguran atau kritik tidak selalu buruk. Bahkan, teguran dapat menjadi sarana Tuhan untuk membentuk kita. Kritik bisa mencegah kita terjerumus ke dalam kesalahan yang memalukan di kemudian hari (ayat 14, 17). Menurut penulis Amsal, orang yang terhormat adalah mereka yang tidak pantang terhadap kritik. Mengabaikan kritik sama saja dengan mengabaikan didikan (ayat 18). Bahkan, kritik yang keras bisa jadi adalah bentuk kasih terbaik dari seseorang kepada kita (ayat 24).

Apakah pada waktu-waktu ini Anda sedang mendapat teguran atau kritikan? Bagaimana Anda menanggapinya? Kerap reaksi kita adalah menolak, menjadi tersinggung atau marah, karena yang namanya kritik pasti tidak enak didengar. Mari mengingat keindahan dan keuntungan dari teguran yang baik. Jangan terlalu cepat menutup diri dari teguran. Terimalah dengan rendah hati. Cernalah dengan bijaksana. Bersyukurlah bahwa Tuhan membentuk kita melalui teguran kasih sesama. –JIM

Ketika kita menolak teguran yang baik

kita juga menolak pembentukan dari Tuhan

Dikutip : www.sabda.org

Doa Puasa Raya Hari Ke-39 Jumat, 2 September 2011

yang bisa memperdamaikan kita yang berdosa ini, darah ini menebus saudara

sehingga bisa masuk ke ruang Maha Kudus.

Kisah Rasul 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia,

sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada

manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Satu-satunya jalan untuk kita bisa bergaul dengan Allah kembali adalah

Yesus. Kadang kita sering meremehkan korban Kristus. Jangan remehkan

korban Kristus. ( Ibrani 6:4-6 )

Maria yang di Bethany adalah Maria yang selalu memperhatikan Firman

Tuhan, Maria memberikan minyak mur jauh sebelum Dia disalibkan. Maria

memberi minyak tidak hanya satu kali (Yohanes 11:1-2)

Pada waktu Maria mememinyaki dengan minyak mur, Simon yang

disembuhkan Tuhan, Simon yang farisi ini merasa hutangnya lebih kecil

daripada Maria. Nilai pengorbanan Kristus lebih dihargai oleh Maria (Lukas

7:48-50)

Yesus belum disalibkan, 6 hari sebelum Yesus disalibkan, Maria memberikan

korban lebih lagi. Maria menilai lebih lagi tapi karena iman dosanya diampuni,

iman mendahului waktu, dia menilai korban Kristus sangat precious. Sebingga

dosanya diampuni. Saudara tidak hidup 2000 tahun lalu, kejadian penyaliban

sudah jauh sebelumnya. Tapi bersyukur hari ini engkau percaya Yesus juru

selamat, dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan.

Menghormati korban Kristus lagi lebih perlu, persembahkan hidup kita,

harta kita, waktu kita. Menilai korban Kristus itu lebih luar biasa.

Orang yang hidupnya melecehkan korban Kristus hidupnya sembarangan

seperti pada Ibrani “menghinaNya dimuka umum”, tidak menghormati korban

Kristus. Sengaja berbuat dosa, mempermalukan Yesus dimuka umum.

Dengan darah Kristus kita dapat bergaul dengan Tuhan, seperti Maria yang

tidak takut, setiap saat Tuhan mampir, meskipun di Bethany ada musibah,

ada dead lock, tapi jika Tuhan mampir, mengunjungi hidupmu, yang mustahil

dihadapan manusia tidak ada yang mustahil bagiNya, selalu ada kebangkitan,

jalan keluar. Injil penting sekali. Gereja Bethany Indonesia |91|

Suatu kali Sodom akan dihancurkan lalu Abraham tawar menawar dengan

Tuhan, 10 pun tidak ada yang mau diselamatkan, sehingga tidak ada seorangpun

yang menghormati kasih Allah. Sebenarnya keinginan Tuhan untuk bergaul

dengan kita tidak ada yang berubah, tetapi seperti di Sodom tidak ada yang

menghormati, maka siapa yang tidak percaya tidak diselamatkan. Hatimu

jangan tertutup dari Kristus

Kalau saudara dalam keadaan tertutup oleh kemurahan Tuhan, menolak,

saya kuatirkan hukuman ini datang.

Darah Kristus yang kemudian menyucikan ditambah Roh Kudus dalam

hidup kita

Lebih baik kita mengakui kesalahan kita, dihadapan Tuhan kita lemah, tapi

kalau kita menutup diri, itu dosa yang mendatangkan maut. Tidak ada yang

suci, itu sebabnya kita bisa mati, jika tidak ada dosa sama sekali kita diangkat

hidup-hidup seperti elia dan Henokh. Tapi kita, dosa kita ditimpakan pada Dia,

kemudian Dia dikuburkan, syukur Dia bangkit. Mari kita saling mendoakan.

Pengakuan dosa tidak hanya waktu bertobat saja, kita harus tetap

periksa diri, dan Tuhan akan tetap mau mengampuni kita dan akan terjadi

pelepasan,pelepasan dari iri hati dll dan urapan Tuhan turun tanda Ia berkenan

kepada umatNya.

Tuhan mau bergaul dengan kita. Maria dan Martha adalah suatu pelajaran,

di Yohanes pasal 15 bisa duduk bersama, ini passion dan compassion.

Menghormati korban Kristus, dan compasion penghormatan kepada sesama.

Ada macam-macam posisi, tapi syukur namamu sudah tercatat di Kerajaan

Allah. Saudara adalah keluarga yang dicintai Tuhan.

HIKMAT

Amsal 9 : 10

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,

dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian

Fear God is wisdom. Disini saudara sering mendengar kata hikmat. Hikmat

terkadang disebut kepandaian. Dalam bahasa Alkitab, wisdom tidak cukup

dikatakan dengan kepandaian, namun kepandaian + revelation.

Orang yang berjalan setelah lahir baru dan dipilih Tuhan, dia berjalan

dengan wahyu dan kepandaian. Perlu ada wahyu dan kepandaian. Revelation

dan kepandaian menjadi wisdom. Itulah yang menghantar hamba-hamba

Tuhan sukses. Disini ada unsur wahyu dan kepandaian Tuhan.

Abraham mendengar Firman Tuhan dan lakukan, memanage kekayaannya,

dia sungguh-sungguh mengatur bisnisnya. Musa juga belajar di Mesir, dan

dididik Firaun, pimpin bangsanya, tidak cukup, disisihkan Tuhan selama 40

tahun di padang gurun, dan saat itu bertemu Tuhan, mendengar Firman Tuhan

ditambah pengetahuannya di Mesir sehingga dapat menuntun bangsa tersebut

keluar dari Mesir.

Anjurkan anak anakmu sekolah sampai yang tertinggi Ajar anak anakmu

selain belajar juga bertemu Tuhan,beribadah maka mereka akan bahagia

dan sukses, dan mengalami damai sejahtera di dalam Yesus Kristus. Untuk

menggapai sukses, bahagia dan damai sejahtera, perlu fear of God.

Alam Roh bekerja dengan otak kanan, dan pelajaran berhubungan dengan

pengetahuan. Yang satu menerima pengatahuan dan yang satu akan menerima

revelation, dan mempengaruhi jiwa kita, pribadi kita, maka orang itu akan

berjalan dengan wisdom.

Berjalan bersama wahyu Tuhan, sehingga saudara dipimpinnya menuju

sukses, bahagia dan damai sejahtera. Revelation dan pengetahuan harus

berjalan seimbang.

Wahyu Tuhan dan kepandaian itu sejalan.

Amsal 24:3-5 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu

ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacammacam harta benda yang berharga dan menarik. Orang yang bijak lebih

berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada

orang yang tegap kuat. Saudara tidak miskin lagi, karena engkau dapat

 

DITOLAK KARENA CEROBOH

Selasa, 18 Januari 2011

Bacaan : Amsal 6:6-11

6Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

7biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

8ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

9Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

10″Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” —

11maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

DITOLAK KARENA CEROBOH

Salah ketik dalam surat lamaran dapat menghilangkan kesempatan memperoleh pekerjaan. Orang yang salah ketik dianggap ceroboh dan dikhawatirkan akan melakukan kecerobohan jika diterima bekerja. Itu hasil survei terhadap 100 eksekutif senior di Kanada pada 2009. Lebih dari separuh responden menyatakan, satu salah ketik saja dalam daftar riwayat hidup sudah cukup membuat pelamar tersingkir. Sebanyak 28 persen menolak pelamar yang membuat dua kesalahan, dan hanya 19 persen yang masih mau mempertimbangkan lamaran orang yang membuat empat atau lebih kesalahan. Salah ketik yang sering dilakukan, antara lain “Dear Sir and Madman” (seharusnya Madam, sedangkan madman berarti orang gila).

Salomo menegaskan fatalnya konsekuensi yang harus ditanggung oleh orang ceroboh. Orang yang ceroboh dipandang cenderung bekerja tergesa-gesa. Ia bertindak tanpa kecermatan, tanpa perhitungan yang matang, suka mencari jalan pintas, mengabaikan pertimbangan benar atau salah atas cara-cara yang ditempuhnya. Akibatnya, ia mendatangkan kerugian, bagi dirinya dan bagi orang yang mengandalkan pekerjaannya. Dan, biaya untuk menutupi kerugian ini cenderung lebih mahal daripada jika tugas itu dikerjakan secara cermat sejak awal.

Tuntutan kerja bisa jadi menggoda kita untuk bertindak secara ceroboh. Untuk mengatasinya, Salomo mengajak kita belajar dari semut. Mereka pekerja yang rajin dan tekun, penuh inisiatif, tahu apa yang mesti dilakukan tanpa harus disuruh-suruh. Mereka menggunakan sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada, penuh pertimbangan, siap mengantisipasi kebutuhan masa depan –ARS

KECEROBOHAN ITU LEBIH MAHAL

DAN LEBIH MENGURAS ENERGI DARIPADA KECERMATAN

Sumber : www.sabda.org

MISKOMUNIKASI

Rabu, 14 April 2010

Bacaan : Kejadian 11:1-9

11:1. Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.

11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.

11:4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

11:5. Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,

11:6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”

11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

MISKOMUNIKASI

Kini orang makin sering berkomunikasi lewat SMS, e-mail, atau chatting. Media komunikasi canggih ini memungkinkan kita menyampaikan pesan dengan cepat dan murah. Namun, para pakar mengingatkan: alat komunikasi berbasis teks ini sering menimbulkan miskomunikasi! Mengapa? Karena penerima pesan tidak bisa melihat ekspresi wajah maupun suara pengirim. Lagipula, karena dituntut menjawab dengan cepat, orang cenderung ceroboh memilih kata. Alhasil, pesan berupa teks sangat mudah disalahartikan dan memicu konflik.

Teknologi diciptakan untuk memudahkan hidup, tetapi jika tidak dipakai secara bijak, teknologi bisa merusak. Kisah Menara Babel dimulai dengan ditemukannya teknologi pembuatan batu bata. Teknologi ini memungkinkan orang membangun kota dan menara yang tinggi. Muncullah rencana ambisius: menyatukan tempat tinggal seluruh manusia. Penguasaan teknologi membuat manusia begitu percaya diri, hingga tak lagi bertanya apakah rencana itu selaras dengan maksud Tuhan. Akibatnya Tuhan murka dan rencana mereka pun dibubarkan. Manusia yang tadinya diharapkan bersatu malah menjadi tercerai-berai.

Sudahkah Anda bijak memakai teknologi komunikasi? Saat ingin menyampaikan pesan penting atau mengungkapkan rasa marah, sedih, dan lain-lain, hindarilah pemakaian SMS atau e-mail. Lebih baik bertemu langsung atau menelepon. Sebaliknya, jika Anda menerima pesan e-mail atau SMS yang tidak enak dibaca, jangan buru-buru marah. Telepon atau temuilah si pengirim pesan. Tanyakan dulu apa maksudnya. Jangan percaya pada tiap perkataan, sebab bisa saja kita salah menafsirkan! –JTI

BIJAK BERKOMUNIKASI ADALAH BAGIAN

DARI GAYA HIDUP ORANG BERIMAN

Sumber : www.sabda.org