KURBAN PENGGANTI

Minggu, 11 Desember 2011

Bacaan : Ibrani 10:1-18

10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

10:2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.

10:3 Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.

10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki–tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku–.

10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

10:7. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

10:8 Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” –meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–.

KURBAN PENGGANTI

Dalam Perjanjian Lama, apabila seseorang ingin beribadah kepada Tuhan, ia harus membawa korban persembahan sebagai pengganti dosanya. Orang itu dianggap tidak layak menghadap Tuhan tanpa ada korban yang dibawa untuk dipersembahkan. Korban yang digunakan harus berupa ternak, seperti lembu, sapi, kambing, domba, burung tekukur atau merpati (Imamat 1:2, 14).

Alkitab berkata bahwa tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22). Untuk itulah perlu korban pengganti dosa. Korban yang digunakan harus sempurna, tak bercacat. Imam tidak akan memeriksa orang yang membawa persembahan, tetapi ia akan melihat dan memeriksa korban yang dipersembahkan. Jadi, orang itu dilayakkan menghadap Tuhan bukan karena dirinya, melainkan karena korban penggantinya!

Segala korban itu sudah disempurnakan Yesus di kayu salib. Dia tidak hanya bertindak sebagai Imam Besar untuk menjadi perantara Allah dan manusia, tetapi juga menjadi kurban pengganti. Saat kita menghampiri Allah, Dia tidak melihat diri kita yang berdosa. Dia melihat Yesus yang menjadi kurban penebus dosa. Jika kita bisa layak memiliki hubungan dengan Allah, itu semata karena kurban Yesus bagi kita. Itu sebabnya keselamatan yang kita dapat bukan hasil usaha sendiri, melainkan kasih karunia Allah.

Milikilah kesadaran bahwa kita berkenan di hadapan Tuhan semata-mata oleh karena darah Yesus, bukan karena siapa kita atau segala hal yang kita kerjakan. Dengan demikian, setiap pelayanan kita akan dilandasi oleh motivasi yang benar: kita adalah orang-orang yang dibenarkan oleh darah Kristus –PK

TUHAN TIDAK MELIHAT MANUSIA BERDOSA DIA HANYA MELIHAT KURBAN PENGGANTI!

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-39 Jumat, 2 September 2011

yang bisa memperdamaikan kita yang berdosa ini, darah ini menebus saudara

sehingga bisa masuk ke ruang Maha Kudus.

Kisah Rasul 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia,

sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada

manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Satu-satunya jalan untuk kita bisa bergaul dengan Allah kembali adalah

Yesus. Kadang kita sering meremehkan korban Kristus. Jangan remehkan

korban Kristus. ( Ibrani 6:4-6 )

Maria yang di Bethany adalah Maria yang selalu memperhatikan Firman

Tuhan, Maria memberikan minyak mur jauh sebelum Dia disalibkan. Maria

memberi minyak tidak hanya satu kali (Yohanes 11:1-2)

Pada waktu Maria mememinyaki dengan minyak mur, Simon yang

disembuhkan Tuhan, Simon yang farisi ini merasa hutangnya lebih kecil

daripada Maria. Nilai pengorbanan Kristus lebih dihargai oleh Maria (Lukas

7:48-50)

Yesus belum disalibkan, 6 hari sebelum Yesus disalibkan, Maria memberikan

korban lebih lagi. Maria menilai lebih lagi tapi karena iman dosanya diampuni,

iman mendahului waktu, dia menilai korban Kristus sangat precious. Sebingga

dosanya diampuni. Saudara tidak hidup 2000 tahun lalu, kejadian penyaliban

sudah jauh sebelumnya. Tapi bersyukur hari ini engkau percaya Yesus juru

selamat, dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan.

Menghormati korban Kristus lagi lebih perlu, persembahkan hidup kita,

harta kita, waktu kita. Menilai korban Kristus itu lebih luar biasa.

Orang yang hidupnya melecehkan korban Kristus hidupnya sembarangan

seperti pada Ibrani “menghinaNya dimuka umum”, tidak menghormati korban

Kristus. Sengaja berbuat dosa, mempermalukan Yesus dimuka umum.

Dengan darah Kristus kita dapat bergaul dengan Tuhan, seperti Maria yang

tidak takut, setiap saat Tuhan mampir, meskipun di Bethany ada musibah,

ada dead lock, tapi jika Tuhan mampir, mengunjungi hidupmu, yang mustahil

dihadapan manusia tidak ada yang mustahil bagiNya, selalu ada kebangkitan,

jalan keluar. Injil penting sekali. Gereja Bethany Indonesia |91|

Suatu kali Sodom akan dihancurkan lalu Abraham tawar menawar dengan

Tuhan, 10 pun tidak ada yang mau diselamatkan, sehingga tidak ada seorangpun

yang menghormati kasih Allah. Sebenarnya keinginan Tuhan untuk bergaul

dengan kita tidak ada yang berubah, tetapi seperti di Sodom tidak ada yang

menghormati, maka siapa yang tidak percaya tidak diselamatkan. Hatimu

jangan tertutup dari Kristus

Kalau saudara dalam keadaan tertutup oleh kemurahan Tuhan, menolak,

saya kuatirkan hukuman ini datang.

Darah Kristus yang kemudian menyucikan ditambah Roh Kudus dalam

hidup kita

Lebih baik kita mengakui kesalahan kita, dihadapan Tuhan kita lemah, tapi

kalau kita menutup diri, itu dosa yang mendatangkan maut. Tidak ada yang

suci, itu sebabnya kita bisa mati, jika tidak ada dosa sama sekali kita diangkat

hidup-hidup seperti elia dan Henokh. Tapi kita, dosa kita ditimpakan pada Dia,

kemudian Dia dikuburkan, syukur Dia bangkit. Mari kita saling mendoakan.

Pengakuan dosa tidak hanya waktu bertobat saja, kita harus tetap

periksa diri, dan Tuhan akan tetap mau mengampuni kita dan akan terjadi

pelepasan,pelepasan dari iri hati dll dan urapan Tuhan turun tanda Ia berkenan

kepada umatNya.

Tuhan mau bergaul dengan kita. Maria dan Martha adalah suatu pelajaran,

di Yohanes pasal 15 bisa duduk bersama, ini passion dan compassion.

Menghormati korban Kristus, dan compasion penghormatan kepada sesama.

Ada macam-macam posisi, tapi syukur namamu sudah tercatat di Kerajaan

Allah. Saudara adalah keluarga yang dicintai Tuhan.

HIKMAT

Amsal 9 : 10

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,

dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian

Fear God is wisdom. Disini saudara sering mendengar kata hikmat. Hikmat

terkadang disebut kepandaian. Dalam bahasa Alkitab, wisdom tidak cukup

dikatakan dengan kepandaian, namun kepandaian + revelation.

Orang yang berjalan setelah lahir baru dan dipilih Tuhan, dia berjalan

dengan wahyu dan kepandaian. Perlu ada wahyu dan kepandaian. Revelation

dan kepandaian menjadi wisdom. Itulah yang menghantar hamba-hamba

Tuhan sukses. Disini ada unsur wahyu dan kepandaian Tuhan.

Abraham mendengar Firman Tuhan dan lakukan, memanage kekayaannya,

dia sungguh-sungguh mengatur bisnisnya. Musa juga belajar di Mesir, dan

dididik Firaun, pimpin bangsanya, tidak cukup, disisihkan Tuhan selama 40

tahun di padang gurun, dan saat itu bertemu Tuhan, mendengar Firman Tuhan

ditambah pengetahuannya di Mesir sehingga dapat menuntun bangsa tersebut

keluar dari Mesir.

Anjurkan anak anakmu sekolah sampai yang tertinggi Ajar anak anakmu

selain belajar juga bertemu Tuhan,beribadah maka mereka akan bahagia

dan sukses, dan mengalami damai sejahtera di dalam Yesus Kristus. Untuk

menggapai sukses, bahagia dan damai sejahtera, perlu fear of God.

Alam Roh bekerja dengan otak kanan, dan pelajaran berhubungan dengan

pengetahuan. Yang satu menerima pengatahuan dan yang satu akan menerima

revelation, dan mempengaruhi jiwa kita, pribadi kita, maka orang itu akan

berjalan dengan wisdom.

Berjalan bersama wahyu Tuhan, sehingga saudara dipimpinnya menuju

sukses, bahagia dan damai sejahtera. Revelation dan pengetahuan harus

berjalan seimbang.

Wahyu Tuhan dan kepandaian itu sejalan.

Amsal 24:3-5 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu

ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacammacam harta benda yang berharga dan menarik. Orang yang bijak lebih

berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada

orang yang tegap kuat. Saudara tidak miskin lagi, karena engkau dapat

 

Doa Puasa Raya Hari Ke-38 Kamis, 1 September 2011

22 tahun. Untung saya bodoh, Roh Kudus yang penuh hikmat muncul. Pada

akhirnya pengetahuan itu muncul. Itu tambang.

Pengetahuan dunia itu sejajar dengan pengetahuan Tuhan, anak2

disekolahkan ke Amerika, Sidney. Saya membuat sebuah tesis, similiar dengan

Ps.D. Hikmat Tuhan diakui dunia. Dengan itu, saya dapat gelar Professor.

Roh Kudus menjadi tambang pengetahuan, jika Roh Kudus ada dalam

diri saudara, maka engkau akan menjadi pintar. Dengan adanya hikmat dan

pengetahuan.

Dengan pengalaman yang saya alami, jika Roh Kudus tidak memenuhi

saya, hak tersebut tidak mungkin.

How to pray? Hormati Roh Kudus!

II Samuel 6:11

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang

Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.”

Jika engkau dan seisi rumah saudara menghormati Roh Kudus, maka

engkau diberkati, apa saja yang engkau lakukan akan diberkati. Apa yang

dekat padamu, kerjakan, maka engkau diberkati, karena Roh Kudus menyertai.

Perkataan Immanuel itu benar benar terjadi dalam saudara. Berhati-hati agar

posisi saudara tidak dimurkai Tuhan.

Iman

Iman adalah tambang emas, mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Iman itu tambang, Roh Kudus bukan hanya membuat engkau pandai,

tambang pengetahuan, tapi juga tambang iman.

Jangan kuatir, hormati Roh Kudus, engkau menjadi orang yang diberkati.

Karunia Menyembuhkan

Memang ada tantangan, kemenangan kita adalah penguasaan diri, make

decision. Menyembuhkan ini adalah transformasi, dari jahat menjadi baik,

keluarga yang tidak baik menjadi baik. Jika engkau mengalami mujizat,

saksikan.

Karunia nubuatan

Banyak orang mengartikan menyampaiakan hari depan, dalam bahasa

aslinya adalah special view. Itu nabi nabi. Kita diberikan special view.

Seperti saat membangun Menara Jakarta dengan biaya 2,5 T. Dengan special 

view, saya melihat 2,5 T itu disediakan Tuhan. Jika engkau punya special view,

itu luar biasa. Kadang special view itu bertentangan dengan mata jasmani kita.

Ingat dalam dirimu ada tambang yang selalu diisi.

Orang yang berharap pada Tuhan atau berharap pada mamon. Seperti

pemuda yang kaya itu, diberi pilihan, ikut Yesus atau harta. Pengharapan kita

jangan pada mamon. Seperti Perempuan Sunem, karena dia menghormati,

eliza ada pada rumahnya. Orang yang menghormati Roh Kudus, selalu ada

janji Tuhan yang luar biasa. eliza bilang, tahun depan akan datang membawa

anak.

Iman itu mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Pada akhirnya perempuan

ini punya anak dan makin diberkati.

Pengharapan itu anak, anak harus dipelihara well, tapi jangan menjadi

berhala. Waktu panen, pegawai menyabit, anak itu tiba tiba sakit kepala dan

mati. Karena kaya, pengharapannya pada mamon. Berbahaya. Tapi perempuan

ini sungguh sungguh, dia memeninta eliza datang ke rumah, dan eliza datang,

kemudian anak itu hidup. Itu pengharapan intim dengan Tuhan, mata dengan

mata, mulut dengan mulut, maka pengharapanan itu bangkit.

Gereja yang kaya itu warningnya lebih. Jika kita diberkati secara fisik, tipis

sekali pengharapan pada Tuhan atau mamon.

Gereja yang diberkati juga berbahaya, pengharapannya pada Tuhan atau

mamon. Mari kita bergantung pada Tuhan sampai pada akhir jaman.

KORBAN KRISTUS

Kita masuk tahun ini dengan satu pengertian, kita belajar bergaul dengan

Tuhan.

Kejadian 3:8-10

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan

isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di

manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau

ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku

bersembunyi.”

Keinginan Tuhan untuk bergaul dengan manusia sejak di taman eden.

Alangkah indahnya selalu bergaul dengan Tuhan. Kehendak Tuhan untuk

bergaul dengan Tuhan selalu tetap, tidak berubah, tetapi manusia yang jatuh

dalam dosa sehingga akhirnya Adam dan Hawa terpaksa terusir, ada suatu tirai

tebal yang menghalangi ( Kejadian 3:22-24 )

DitempatkanNYA malaikat dan kerub, sehingga antara Allah dengan

manusia ada batas, tapi kehendak Allah untuk bergaul dengan manusia tetap

sehingga ada suatu jalan, manusia yang pertama (Adam dan Hawa telanjang),

memalukan, dan ada kulit tersembelih untuk menjadi pakaian. Darah adalah

korban, darah yang “cry out,” untuk menutupi aib Adam dan Hawa secara

jasmani. Korban Darah Domba, bukan kulitnya. Dan dinubuatkan suatu hari

Tuhan akan menolong umatnya. ( Ibrani 9:13-14 )

Jika darah anak domba mensucikan secara lahiriah, maka darah Kristus

mensucikan sampai hati nurani kita. (Ibrani 10:19-20 )

Antara Adam Hawa dan Allah ada sekat yang digambarkan blue print,

ada ruang Maha Kudus disitu terdapat tirai yang tebal, walaupun diwakili

oleh imam-imam tapi tetap tidak ada hubungan antara Allah dan manusia,

tetapi tabir ini pecah, ada Allah yang jd manusia, Mesias yang menerjang

keruk, disalibkan. Son of Man, juga Son of God, Yesus Kristus menembus

tirai tersebut. Dia membawa darahNYA sendiri, yang pertama masuk ruang

Maha Kudus, untuk kita bisa bergaul kembali dengan Allah. Darah Kristus

mengembalikan pergaulan kita dengan Allah. Hanya darah Yesus Kristus 

TERTUTUP DARAH

Jumat, 22 April 2011

Bacaan : Keluaran 12:1-28

1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:

2″Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

3Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.

4Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.

5Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

6Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

7Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

8Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

9Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.

10Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.

11Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.

12Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.

13Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

14Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

15Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.

16Kamu adakanlah pertemuan yang kudus, baik pada hari yang pertama maupun pada hari yang ketujuh; pada hari-hari itu tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun; hanya apa yang perlu dimakan setiap orang, itu sajalah yang boleh kamu sediakan.

17Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.

18Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang.

19Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.

20Sesuatu apapun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu.”

21Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: “Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.

22Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.

23Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

24Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu.

25Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini.

26Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini?

27maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.

28Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

TERTUTUP DARAH

Pada 26 November 2008 segerombolan teroris menyerbu Taj Mahal Palace di Mumbai, India. Korban mencapai 200 jiwa, tetapi ada seorang tamu hotel yang selamat secara ajaib. Ia dan teman-temannya sedang makan malam ketika terdengar suara tembakan. Seseorang merenggutnya dan menyeretnya ke bawah meja. Teroris memasuki restoran, menembak ke segala arah, sampai setiap orang (menurut perkiraan mereka) tewas. Ternyata, pria tadi terluput. Ketika diwawancarai wartawan, ia menjelaskan, “Karena saya tertutupi oleh darah orang lain, mereka mengira saya sudah mati.”

Bangsa Israel memiliki kesan yang amat mendalam terhadap darah. Menjelang Tuhan menimpakan tulah kesepuluh ke atas Mesir, Dia memerintahkan bangsa Israel untuk mengadakan persiapan untuk meninggalkan negeri yang memperbudak mereka itu. Antara lain, mereka harus menyembelih domba dan menyapukan darahnya pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu. Setiap rumah yang ditandai dengan darah akan terluput dari tulah, dan bangsa Israel pun terbebas dari Mesir.

Pengalaman bangsa Israel merupakan simbol dari karunia Allah melalui Yesus Kristus bagi kita semua.

Karena Dia sudah membayar hukuman atas dosa kita karena kita ditutupi oleh darah pengorbanan-Nya kita diselamatkan dan memperoleh kehidupan kekal. Kita mungkin sulit memahami bagaimana darah-Nya “menutupi” kita, tetapi kita dapat menerima dan mengalaminya oleh iman. Hari ini, bagaimana kalau kita meluangkan waktu secara khusus untuk merenungkan suatu ayat atau menyanyikan lagu tentang darah Kristus? –ARS

YESUS MENCURAHKAN DARAH DAN MENGALAMI KEMATIAN

AGAR KITA TERBEBAS DARI DOSA DAN MENGALAMI KEHIDUPAN

Dikutip dari : www.sabda.org

MEMBAWA DARAH

Jumat, 21 Mei 2010

Bacaan : 1 Petrus 1:17-21

1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

1:20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

MEMBAWA DARAH

Pengurus pendonoran darah ternyata cukup rumit. Ketika istri saya memerlukan transfusi darah, empat teman menyediakan diri menjadi donor. Yang pertama batal karena sedang sakit gigi. Yang kedua tidak lolos karena berat badan tidak cukup. Yang lain harus mengisi dulu sederet riwayat kesehatan, baru golongan darahnya dicocokkan. Setelah darah diambil di PMI, dilakukan uji laboratorium untuk memastikan darah dalam kondisi sehat. Sampai di rumah sakit, darah masih diuji silang sebelum ditransfusikan. Semua itu demi kebaikan dan keamanan si penerima. Ketika membawa dua kantong darah dari PMI ke rumah sakit, saya berkata kepada teman yang memboncengkan saya, “Kawan, kita ini membawa kehidupan.”

Pengalaman itu menolong saya semakin menghargai nilai darah Kristus. Yesus Kristus sungguh-sungguh telah mencurahkan darah-Nya di Golgota. Darah-Nya itu sangat mahal, tidak mungkin dibeli dengan emas atau perak. Darah-Nya tak bernoda dan tak bercacat, tak tercemar oleh kuman, bakteri, atau virus, tetapi malah mendatangkan penebusan dan penyelamatan. Syukurlah, darah yang tak terukur harganya itu tersedia bagi semua orang berdosa dan cocok bagi setiap orang yang menerima-Nya oleh iman. Dan, darah-Nya itu mendatangkan kehidupan baru, kehidupan yang diwarnai oleh kekudusan dan takut akan Tuhan.

Sebagai salah satu bentuk ungkapan rasa syukur, jika tubuh Anda dalam kondisi bugar, kenapa tidak mendatangi PMI terdekat dan mengajukan diri sebagai donor sukarela? Atau, jika karena alasan tertentu Anda tak bisa menjadi donor, mungkin Anda bisa menjadi penghubung dari orang-orang yang membutuhkan darah. –ARS

DI SALIB ALLAH MEMBUNGKUS HATI-NYA DALAM DAGING DAN DARAH

DAN MEMBIARKAN-NYA DIPAKU BAGI PENEBUSAN KITA –E. Stanley Jones

Sumber : www.sabda.org

SATU IDENTITAS

Minggu, 23 Agustus 2009

Bacaan : Efesus 2:11-22

2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, —

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

 

2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,

2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.

2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

 

SATU IDENTITAS

Pengalaman ikut acara “nonton bareng” selama Olimpiade 2008 yang lalu adalah pengalaman menarik bagi saya. Sebab, di situ berbagai macam orang dengan beragam latar belakang dan status sosial dipersatukan oleh satu identitas yang sama, yaitu kebangsaan mereka dan keinginan supaya atlet negara mereka meraih kesuksesan. Orang-orang ini, yang mungkin biasanya tidak saling peduli atau bahkan bermusuhan, saat itu bisa duduk dan bersorak bersama.

Keberagaman serupa juga terdapat dalam jemaat Allah sejak awal berdiri. Di dalamnya ada orang-orang Yahudi dan non Yahudi, orang kaya dan miskin, orang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, orang tua dan kanak-kanak. Namun, mereka semua dipersatukan oleh satu identitas yang sama, yaitu anggota keluarga Allah oleh karya Yesus Kristus.

Jemaat Tuhan yang ada pada zaman sekarang pun tidak kalah beragamnya. Namun sedihnya, kerap kali keragaman ini memunculkan tembok pemisah yang memecahbelah umat Allah. Sebagai contoh, orang-orang kaya di gereja yang tidak mau bergaul dengan orang yang tidak sekaya mereka. Sebaliknya, mereka yang ekonomi atau pendidikannya pas-pasan terkadang merasa rendah diri dan malu untuk melayani bersama dengan mereka yang lebih kaya atau terpandang. Atau, seorang dari suku tertentu merasa tidak pantas untuk duduk berdampingan dengan jemaat dari suku lainnya dalam ibadah.

Sudah saatnya itu semua diubah. Caranya? Dengan berhenti memperhatikan perbedaan yang ada dan lebih mengingat kesamaan identitas kita semua, yaitu anggota keluarga Allah -ALS

WALAU TERDIRI DARI BERBAGAI STATUS DAN LATAR BELAKANG

JEMAAT ALLAH TETAPLAH SATU KELUARGA

Sumber : www.sabda.org