KASIH YANG SEMPURNA

Minggu, 16 September 2012

Bacaan : Matius 5:38-48

5:38. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

 

5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

 

KASIH YANG SEMPURNA

Araham Staines bersama keluarganya meninggalkan Australia untuk hidup sebagai misionaris di India. Mereka melayani penderita penyakit kusta di daerah terpencil. Namun, peristiwa tragis menimpanya setelah 35 tahun ia melayani. Pada 1999, ia dan kedua putranya dibakar hidup-hidup dalam mobil mereka oleh sekelompok orang yang menentang pelayanannya. Istrinya berkata, “Saya kadang bertanya-tanya mengapa Graham tewas dan pembunuhnya bertindak begitu brutal…. Saya tidak berniat menghukum mereka…. Saya ingin dan berharap mereka bertobat dan berubah.”

Ucapan istri Graham melukiskan dengan indah konsep kasih baru yang diajarkan Yesus. Jika hukum Taurat memastikan orang jahat menerima ganjaran setimpal (ayat 38, 43b); Yesus mengajarkan bahwa yang jahat juga perlu dikasihi dan didoakan (ayat 39-44). Sikap ini mencerminkan karakter Bapa yang mengasihi semua orang (ayat 45). Kesempurnaan kasih Bapa merupakan tolok ukur kasih anak-anak-Nya (ayat 48). Kata “sempurna” di sini diterjemahkan dari kata Yunani teleios. Artinya bukan keadaan tanpa cela, melainkan kematangan rohani. Mengasihi semua orang, termasuk musuh sekalipun merupakan salah satu tanda kedewasaan rohani.

Bagaimana dengan kasih kita? Tidak jarang kita berpikir kita sudah cukup mengasihi sesama. Tetapi, sebenarnya itu terbatas pada mereka yang baik terhadap kita. Bagaimana sikap kita ketika disakiti, difitnah, atau diperlakukan sewenang-wenang oleh orang lain? Mari mohon agar melalui situasi tersebut Allah menolong kita belajar mengasihi sama seperti Bapa mengasihi. –YBP

MEMBALAS KEBENCIAN DENGAN KASIH ADALAH BUKTI KEDEWASAAN ROHANI.

Dikutip : www.sabda.org

KEPRIBADIAN

Selasa, 25 Oktober 2011

Bacaan : Kolose 2:6-15 

2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,

2:10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

2:13. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,

2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:

2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

KEPRIBADIAN

Melankolik, kolerik, sanguin, dan plegmatik. Teori penggolongan manusia menjadi empat tipe kepribadian ini lahir dari kepercayaan orang Yunani kuno bahwa tubuh manusia tersusun oleh empat macam cairan, yang dalam bahasa Yunani disebut melanchole (cairan empedu hitam), chole (cairan empedu kuning), phlegm (lendir), dan sanguis (bahasa Latin: darah). Menurut mereka, setiap orang memiliki kecenderungan kepribadian tertentu sejak lahir karena perbedaan komposisi cairan-cairan ini.

Kepercayaan ini sendiri sudah dibantah oleh para ilmuwan modern. Namun, sistem penggolongannya masih populer, terutama di kalangan awam. Sekadar sebagai bahan diskusi, tak menjadi masalah. Sayangnya, klasifikasi ini kerap dijadikan alasan orang untuk tidak mau memperbaiki diri. “Saya lahir dengan kepribadian begini, jadi memang saya lemah di hal-hal ini, ” begitu kilah sebagian orang. Seakan-akan kepribadian dan karakternya tidak mungkin lagi berubah. Padahal, setiap manusia terus berubah sepanjang hidupnya. Masalahnya, ke arah manakah ia berubah?

Alkitab mengajarkan bahwa kita sebagai umat Allah harus berubah semakin sempurna. Sebab, setelah Kristus menebus kita, kita dipanggil untuk “dibangun di atas Dia” (ayat 7). Untuk semakin berpusat dan semakin sempurna di dalam Dia. Jadi, selama kita belum memiliki “kepribadian seperti Dia”, kita harus terus memperbaiki diri. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita tekun mengejar kesempurnaan. Membangun karakter mulia, meninggalkan kecenderungan-kecenderungan yang kurang mulia, menjadi dewasa rohani dan menjadi saluran berkat bagi orang lain –ALS

KITA DIPANGGIL UNTUK TERUS MEMBANGUN DIRI

AGAR OLEH KASIH TUHAN KITA MENJADI SEPERTI KRISTUS

Dikutip : www.sabda.org

Perpuluhan

Shallom…Salam Miracle!

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, kali ini kita belajar tentang perpuluhan, ada beberapa di antara kita, khususnya mereka yang rindu mengetahui kebenaran Alkitab menanyakan seputar perpuluhan, terlebih materi FA terakhir membicarakan tentang pemberian yang terbaik (termasuk pengembalian perpuluhan), sehingga saya ingin menyampaikan melalui warta jemaat kali ini.

Kebenaran tentang perpuluhan seringkali diabaikan bahkan kurang dimengerti oleh sebagian jemaat Tuhan, maka perlu penjelasan-penjelasan dari Firman Allah sehingga menunjukkan pentingnya kebenaran perpuluhan ini dalam membawa jemaat kepada kedewasaan rohani. Apabila seorang anak Tuhan mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, maka tentang perpuluhan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan atau dikerjakan, namun bagi seseorang yang meragukan bahkan tawar hati dan belum memiliki pengajaran tentang perpuluhan, maka untuk mengerjakannya akan menjadi sulit.

Ada beberapa pandangan yang mengatakan bahwa tidak perlu memberikan perpuluhan sebab Tuhan Yesus telah meniadakan hukum Taurat, karena perpuluhan tersebut bagian dari Taurat. Pendapat tersebut kurang benar sebab persepuluhan tidak berasal dari Taurat, melainkan berasal dari Perjanjian Anugrah yang diberikan kepada Abraham yang dilayani oleh Imam Besar Melkisedek, 430 tahun sebelum hukum Taurat (baca Galatia 3 dan Ibrani 7).

Kejadian 14:18-20 “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang Imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya <span>sepersepuluh dari semuanya.” Dari sini sangat menarik untuk disimak, sebab sangat erat hubungannya antara perjamuan suci dengan persepuluhan. Perjanjian Abram dengan Imam Melkisedek yang menyatakan kebenaran persepuluhan adalah Perjanjian dan Imamat yang diteguhkan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru, sehingga persepuluhan adalah hal yang penting bagi kita semua.

Mengapa persepuluhan itu penting? Sebab…

  1. PERSEPULUHAN ADALAH MILIK ALLAH

Bilangan 18:24 “Sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada Tuhan…” Kalau kita tidak memberikan persepuluhan dengan kata lain mengambil milik Tuhan. Maleakhi 3:8 “Bolehkah manusia menipu (dalam bahasa Inggris diartikan: MENCURI) Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata “Dengan bagaimana cara kami meipu Engkau? Mengenai PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN KHUSUS.” Kalau kita mengasihi Tuhan Yesus, maka tidak mungkin kita menipu atau mencuri dari DIA.

  1. SUPAYA ADA MAKANAN DALAM RUMAH TUHAN

    Malekahi 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu…” kata “MAKANAN DI RUMAHKU” mempunyai arti:

    a. Supaya ada makanan jasmani untuk para pekerja Tuhan/hamba Tuhan, sehingga hamba-hamba Tuhan lebih memfokuskan diri dalam menggali Firman Allah, berdoa, dan erat hubungannya dengan Allah, sehingga pesan-pesan dari Tuhan lebih peka dan tajam disampaikan kepada jemaat untuk membangunkan, memelihara, memperbaiki, bahkan menegor umat Tuhan, sehingga membawa Tuhan semakin berkenan kepada-Nya.

    b. Supaya ada makanan rohani untuk jemaat yang dilayani oleh hamba Tuhan.

  2. SUPAYA UMAT TUHAN DIBERKATI

    Maleakhi 3:10 … dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Bahkan setelah membawa persepuluhan dinyatakan dalam 2 Tawarikh 31:10 “…Sejak persembahan khusus mulai dibawa ke rumah Tuhan, kami telah makan sekenyang-kenyangnya, namun sisanya masih banyak. Sebab Tuhan telah memberkati umat-Nya…” Inilah janji Tuhan kepada kita semua, bahwa setiap orang yang setia dengan persepuluhan pasti diberkati, bandingkan dengan prinsip dalam Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan dan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.” Jadi Tuhan tidak akan berhutang kepada seorangpun.

  3. SUPAYA GEREJA DAPAT DISEMPURNAKAN

    Ibrani 7 menyatakan bahwa member persepuluhan merupakan bagian peraturan Melkisedek yang membawa gereja umat Tuhan menuju kesempurnaan. Memberi persepuluhan juga akan memperkenan hati Allah (Amsal 3:9).

(…BERSAMBUNG…)

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA