GAJAH YATIM PIATU

Sabtu, 23 Februari 2013

 Bacaan: Efesus 6:1-4

6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

GAJAH YATIM PIATU

Pada akhir 1990-an, terjadi keanehan di beberapa taman nasional di Afrika. Beberapa ekor gajah tiba-tiba menjadi buas, padahal gajah tergolong binatang yang jinak. Mereka menyerang ternak, badak, bahkan manusia. Selidik punya selidik, ternyata mereka adalah gajah yatim piatu yang sedang puber. Biasanya induk mereka akan mendidik dan mengendalikan tingkah laku mereka. Tetapi, karena mereka sudah kehilangan induk sejak kecil akibat perburuan liar atau mendapatkan perlakuan yang salah, gajah-gajah tersebut bertumbuh secara liar.

Bukan hanya bagi gajah, peran orangtua dalam pembentukan karakter seorang anak sangatlah krusial. Tidak sedikit orang yang memiliki karakter buruk karena tidak mendapatkan didikan yang tepat dan memadai pada masa kecilnya. Orang yang rendah diri mungkin sewaktu kecilnya sering menerima hinaan dari orangtuanya. Orang yang kejam mungkin semasa kecilnya sering dipukuli oleh orangtuanya. Tidaklah mengherankan, Alkitab mengingatkan orangtua untuk mendidik anak-anak dengan benar (ay. 4). Di sisi lain, anak-anak juga diingatkan untuk menghormati orangtua mereka dengan semestinya (ay. 1-3).

Jika Anda orangtua, asuhlah anak Anda dengan penuh tanggungjawab. Pastikan Anda mendidik dan membentuk karakternya dengan baik. Jika Anda seorang anak, hormatilah orangtua atau wali Anda. Pastikan Anda belajar dari mereka yang dipercayakan oleh Tuhan untuk merawat Anda dan memiliki pengalaman hidup yang jauh lebih kaya dari Anda. –ALS

WARISAN TERBAIK ORANGTUA KEPADA ANAK

 ADALAH TELADAN KEBAJIKAN DAN KARAKTER

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

MENJADI CERMIN BAPA

Minggu, 24 Juni 2012

Bacaan : Efesus 6:1-4

6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

 

MENJADI CERMIN BAPA

Kita diciptakan oleh Tuhan Yang Agung dan Besar agar kita hidup untuk kemuliaan-Nya. Inilah salah satu pengajaran yang melekat kuat di benak John Piper melalui kehidupan bapaknya. Saat ibunya meninggal karena kecelakaan, John menemani sang bapak yang luka parah di ambulans. Di sela tangis menahan rasa sakit, ia berbicara tentang Roma 8:28 dan mengajar John bahwa Tuhan memegang kendali atas segala situasi. Tak malu dengan tubuhnya yang pendek, sang bapak juga mengajar John mensyukuri dan tidak menyia-nyiakan rancangan Tuhan atas dirinya.

Sesuai Efesus 6:1, John memberi penghormatan publik kepada bapaknya dengan menceritakan teladan-teladan imannya di tengah jemaat yang ia gembalakan. Melalui hal itu ia menginspirasi banyak bapak untuk menjalani hidup yang layak dihormati oleh anak-anaknya, dan mengajak orang untuk memandang Pribadi Tuhan sebagai Bapak yang sempurna. Ya, menjadi bapak adalah sebuah panggilan yang indah, karena status tersebut mencerminkan Pribadi Tuhan sebagai Bapak di surga. Itu sebabnya setiap bapak diminta mendidik anak-anaknya “di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (ayat 4), bukan ajaran dan nasihatnya sendiri.

Memperingati Hari Ayah, marilah kembali bersyukur kepada Tuhan yang berkenan menjadi Bapak kita. Bapak-bapak di dunia barangkali mengecewakan, tetapi tidak dengan Bapa di surga. Dia menerima dan mengasihi kita sepenuhnya, ajaran dan nasihat-Nya sempurna. Mari mendoakan para bapak yang kita kenal, agar dapat mendidik keluarganya dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Dan, mari memberikan penghormatan kepada mereka yang telah memberkati kita dengan hidup sebagai cerminan Bapa di surga. –ELS

GENERASI YANG MENGASIHI DAN MENGHORMATI TUHAN

DIBENTUK OLEH PARA ORANGTUA YANG MENCERMINKAN-NYA.

Dikutip : www.sabda.org