DIHIBUR UNTUK MENGHIBUR

Sabtu, 11 Desember 2010

Bacaan : 2 Korintus 1:1-10

1Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.

2Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

3Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

4yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

5Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

6Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

7Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

8Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.

9Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

10Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,

 

DIHIBUR UNTUK MENGHIBUR

Dua belas tahun yang lalu, saya bergabung dengan sekelompok relawan yang menolong para korban kerusuhan Mei 1998. Sejarah mencatat lembaran gelap ketika kerusuhan itu menyebabkan banyak rumah dibakar, banyak orang kehilangan anggota keluarga, dan banyak kaum wanita yang juga dinista.

Di tengah interaksi dengan para korban, seorang rohaniwan dalam kelompok kami terus mendorong para korban agar tidak terus menutup diri dalam ketakutan, keputusasaan, dan kekhawatiran. Sebaliknya, ia meminta mereka untuk bangkit, ikut menolong korban yang lain, ikut menyaksikan suara kebenaran, dan dengan demikian menunjukkan kekuatan mereka. Sebab jika tidak, mereka hanya akan terus terpuruk dan tenggelam dalam sikap mengasihani diri sendiri.

Surat Paulus kepada jemaat Korintus memberi contoh sikap positif kepada jemaat di tengah situasi yang sangat negatif. Dalam pelayanannya, Paulus telah mengalami banyak penderitaan (2 Korin-tus 11:24-27). Apakah kemudian Paulus mengeluh dan menjadi lemah karenanya? Tidak. Ia terus berharap kepada Tuhan dan meminta penghiburan dari Allah sendiri. Ia pun bangkit untuk tidak menga-sihani diri, bahkan dikuatkan Tuhan untuk dapat menghibur orang lain.

Apabila kita ada dalam masalah, janganlah kita larut dan semakin terpuruk dalam masalah. Baiklah kita tidak mengeluh. Bahkan, alangkah baik jika kita pun membuka diri terhadap masalah yang dialami orang lain. Dan, meminta Tuhan memampukan kita untuk dapat pula menolong orang lain yang tengah berada dalam masalah –HSL

WALAU KITA TERJEPIT DAN TERPURUK

PENGHIBURAN ALLAH MEMAMPUKAN KITA MENGHIBUR ORANG LAIN

Sumber : www.sabda.org

Iklan