FACE THE BOOK

Jumat, 3 Februari 2012
Bacaan : Mazmur 119:1-24
119:1. Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.
119:2 Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,
119:3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.

119:4. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh.
119:5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu!
119:6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.

119:7. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.
119:8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

119:10. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

119:11. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

119:12. Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

119:13. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
119:16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

119:17. Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.

119:18. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

119:19. Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.

119:20. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.

119:21. Engkau menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

119:22. Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu.

119:23. Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

119:24. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.

FACE THE BOOK

Jonathan Edwards mencatat bagaimana ia face the Book, memandang Alkitab: “Di dalam diri saya tumbuh kesukaan yang sangat besar akan Alkitab, lebih dari buku apa pun. Seringkali ketika membacanya, setiap kata terasa menyentuh hati saya. Saya merasakan harmoni antara sesuatu di hati saya dengan kata-kata yang indah dan kuat dari Alkitab. Saya sering seperti melihat begitu banyak terang yang dipancarkan oleh setiap kalimat, seperti menikmati makanan lezat yang disajikan, sehingga saya terhenti melanjutkan pembacaan saya. Sering saya sampai lama merenung kan satu kalimat Alkitab, untuk melihat keajaiban di dalamnya; namun hampir semua kalimat tampaknya penuh dengan keajaiban.”
Mazmur 119 juga dipenuhi gairah kecintaan yang besar dari penulisnya dalam face the Book. Perhatikan pilihan kata-katanya: “Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta … firman-Mu tidak akan kulupakan … Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu … aku merenungkannya sepanjang hari … semuanya itu kegirangan hatiku … perintah-perintah-Mu lebih daripada emas, bahkan daripada emas tua … Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. (ayat 14, 16, 20, 97, 111, 127, 167).
Becermin pada pemazmur dan Edwards, kita mendapati kerohanian kita yang pucat, disiplin rohani yang tertatih, dan kerinduan yang kerontang. Mari meminta Tuhan memenuhi kita dengan cinta pada penyataan-penyataan Diri-Nya, kerinduan dan sukacita untuk face the Book setiap hari. –JOO

Hati yang mencintai Tuhan meluap
merindukan penyataan-penyataan-Nya
Dikutip : http://www.sabda.org

Iklan

MERENDA

Selasa, 1 Februari 2011

Bacaan : Mazmur 119:41-50

41Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

42supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.

43Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

44Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

45Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

46Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.

47Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.

48Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

49Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.

50Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.

MERENDA

Saat merenda (bahasa Inggris: crochet) satu karya, saya selalu harus mulai merenda baris yang paling bawah. Saat sampai pada baris kedua, keindahan pola tusukan belum terlihat. Ketika saya meneruskan ke baris-baris berikutnya, keindahannya baru mulai terlihat. Setiap tusukan yang terlihat seder0-hana akan tersusun menjadi karya yang indah. Itu sebabnya saya tak henti meneruskannya sampai selesai, karena keindahan hasil merenda itu belum bisa dinikmati ketika baru jadi sebagian, tetapi ketika sudah utuh.

Rasanya, proses merenda nyaris serupa dengan memulai kebiasaan berwaktu teduh. Ada kalanya kita merasa berat, seakan-akan sulit untuk mempertahankan ketekunan. Apalagi karena hasil akhirnya tak segera tampak ketika kita baru “memulai baris-baris pertama”. Padahal kita ingin menik-mati janji-janji Tuhan nyata di hidup kita: merasakan kasih setia-Nya (ayat 41), hidup dengan bijak (ayat 42), hidup dalam kelegaan (ayat 45), bahkan tetap kuat meski didera oleh kesengsaraan (ayat 50). Betapa indahnya hasil akhir yang dijanjikan itu! Namun, hasil akhir itu hanya akan dinikmati oleh mereka yang mau bertekun. Ya, janji-janji Tuhan itu pasti akan diberikan kepada mereka yang mau bergemar dalam perintah-perintah-Nya (ayat 47, 48).

Mungkin kita masih kesulitan memelihara disiplin berwaktu teduh. Seperti merenda yang harus dimulai dari tusukan pertama, dan selanjutnya terus dilakukan dengan tekun hingga selesai; kita perlu tekun membaca firman-Nya dari hari ke hari di sepanjang hidup kita. Maka pada waktunya nanti, kita akan menikmati janji-Nya dinyatakan –GP

BERWAKTU TEDUH ADALAH SUATU CARA BAGI KITA

UNTUK SEMAKIN MENGENAL PRIBADI ALLAH YANG LUAR BIASA

Sumber : www.sabda.org

 

BUKU PANDUAN

Senin, 28 Desember 2009

Bacaan : Mazmur 119:88-105

119:88. Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya aku berpegang pada peringatan yang Kauberikan.

119:89. Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.

119:90 Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada.

119:91 Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau.

119:92. Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.

119:93. Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.

119:94. Aku kepunyaan-Mu, selamatkanlah aku, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

119:95. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.

119:96. Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali.

119:97. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

119:98. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

119:101. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

119:102. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

119:103. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

BUKU PANDUAN

Belum lama saya membeli handphone baru. Saya merasa begitu kesulitan saat pertama kali memakainya karena tidak mengerti cara menggunakannya. Lalu saya membaca buku panduan penggunaannya. Dan terperangah mendapati begitu banyak fasilitas yang tersedia dan dapat dipergunakan. Namun, ada juga banyak larangan dan peringatan, demi keamanan saya dan orang-orang yang berkomunikasi dengan saya. Sayangnya, banyak orang tidak mematuhi peringatan itu, sehingga terjadi kecelakaan yang tak diinginkan. Ada juga yang enggan membaca buku panduan, sehingga tak maksimal memakai fitur yang ada.

Demikian juga Tuhan sudah memberi kita buku panduan hidup, yaitu firman Tuhan agar kita hidup dengan baik, sesuai maksud dan rencana-Nya mencipta kita. Namun, kita kerap kali malas membaca firman Tuhan, dan hidup semau kita seperti orang bebal. Karena itu jangan heran jika hidup kita terasa kacau dan tidak efektif. Bahkan, menjadi malapetaka bagi orang lain. Kita membaca bahwa pemazmur terus merenungkan firman Tuhan dalam hari-harinya. Itulah yang menjadikannya lebih bijak daripada musuh, pengajar, dan bahkan orangtua. Hidupnya pun tidak menyimpang dari hukum-hukum Tuhan. Firman Tuhan pula yang menjadi kekuatannya saat mengalami kesengsaraan. Firman Tuhan begitu penting baginya seperti pelita yang menerangi jalannya yang gelap (ayat 105).

Sebab Tuhan yang menciptakan kita, Dia pula yang paling tahu bagaimana kita harus menjalani hidup ini. Jika kita mau hidup maksimal seperti yang Tuhan inginkan, tak ada jalan lain kecuali setia merenungkan dan melakukan firman-Nya –VT

FIRMAN TUHAN ADALAH PETUNJUK MENJALANI HIDUP

MENGABAIKANNYA BERARTI MENYIA-NYIAKAN HIDUP

Sumber : www.sabda.org