ALLAH YANG AJAIB

Sabtu, 17 September 2011

Bacaan : Yunus 1 

1:1. Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

1:2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”

1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

1:4. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”

1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

1:8 Berkatalah mereka kepadanya: “Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?”

1:9 Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”

1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” –sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

1:11. Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.”

1:12 Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”

1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.”

1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.

1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

ALLAH YANG AJAIB

Saya pernah melakukan sebuah kesalahan fatal: mengisikan solar ke mobil berbahan bakar premium. Akibat kesalahan tersebut, tangki bahan bakar mobil itu harus dikuras dan dicuci. Sejak pengalaman tak menyenangkan tadi, saya lebih berhati-hati ketika mengisi bahan bakar.

Manusia memang tidak luput dari kesalahan-entah itu sepele atau fatal. Dan, kesalahan-kesalahan yang kita lakukan dalam hidup kita bisa mengakibatkan kegagalan, bahkan kehancuran. Ajaibnya, di tangan Allah, keadaan bisa menjadi sangat berbeda. Sebab, apabila Allah berkehendak, Dia bahkan sanggup mengubah sebuah kesalahan menjadi berkat. Seperti yang terjadi dalam kehidupan Yunus. Yunus telah bersalah kepada Tuhan saat ia lari dari perintah Allah. Akibatnya, saat mengarungi samudera, ia dikejar oleh badai gelombang yang menakutkan. Akan tetapi, dalam langkah salah Yunus tersebut, Allah sanggup berbuat sesuatu.

Selain memberi teguran bagi Yunus, Allah pun membukakan mata awak kapal yang lain sehingga mereka percaya kepada Allah yang hidup dan benar.

Allah sanggup mengubah kesalahan menjadi berkat. Bahkan tak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Namun demikian, ini bukan berarti kita boleh seenaknya berbuat kesalahan di hadapan Tuhan. Justru pada saat-saat demikian, kita mesti mengakui dan menyerahkan segala kesalahan kita kepada Allah. Lalu tidak mengulang kesalahan itu dan tidak berkubang dalam penyesalan berkepanjangan. Bertindaklah. Ambil langkah untuk berani hidup benar, sehingga bahkan orang lain dapat melihat Allah yang bekerja melalui kelemahan-kelemahan kita –RY

BAWA DAN AKUI KESALAHAN KITA KEPADA ALLAH

APABILA MAU, DIA SANGGUP MENGUBAH KESALAHAN MENJADI BERKAT

Dikutip : www.sabda.org


Iklan

TIGA BEKAL

Senin, 12 September 2011

Bacaan : Mazmur 5:1-13 

5:1. Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud. (5-2) Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.

5:2 (5-3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

5:3 (5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

5:4 (5-5) Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.

5:5 (5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.

5:6 (5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

5:7. (5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

5:8 (5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.

5:9 (5-10) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.

5:10 (5-11) Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.

5:11 (5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

5:12 (5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

TIGA BEKAL

Ada sebuah lagu Sekolah Minggu yang liriknya berisi demikian: Selamat pagi Tuhan, tak lupa terima kasih/Tuhan telah pelihara kami tiap hari/Matahari bersinar, burung-burung bernyanyi/Bertambah, tambah, tambah indahnya. Lagu ini selalu membuat saya dan anak-anak saya sangat bersemangat ketika menyambut datangnya hari baru.

Pemazmur mengawali doa paginya dengan mengatur persembahan bagi Tuhan (ayat 4) sebagai bentuk ucapan syukur atas perlindungan uang Tuhan berikan (ayat 12-13), yang membuat pemazmur bersukacita (ayat 12). Sang pemazmur memastikan bahwa ia telah menjalani hidup dengan benar. Ia bukan pembual, bukan pelaku kejahatan, bukan pembohong, bukan pula penumpah darah (ayat 6-7). Maka, Tuhan akan memberkati dan memagarinya dengan anugerah-Nya sebagaimana perisai melindungi seseorang dari senjata lawan (ayat 13). Dari bacaan hari ini kita menemukan tiga titik segitiga: doa ucapan syukur, hidup benar, dan perlindungan Tuhan. Ketiganya saling menjalin. Ketiganya adalah bekal penting menghadapi tantangan yang ada hari demi hari.

Setiap hari punya kesulitannya sendiri-sendiri, tetapi itu tak harus membuat Anda takut menjalani hari demi hari, bukan? Pemazmur memberi petunjuk bagaimana menghadapi kesulitan dan kesukaran hidup, yakni dengan membawa tiga bekal penting tadi. Doa, hidup benar, dan kepercayaan akan perlindungan Tuhan. Gunakanlah tiga bekal tersebut untuk menghadapi pergumulan hari ini. Lihatlah, betapa hari ini akan menjadi hari yang penuh makna. Anda akan mendapati pemeliharaan Tuhan di sepanjang waktu –DKL

APABILA KITA SADAR TUHAN SENANTIASA MEMELIHARA

PASTI TAK ADA HARI TANPA SUKARIA

Dikutip : www.sabda.org

HIDUP BENAR

Sabtu, 18 Desember 2010

Bacaan : Mazmur 20:1-10

(1) Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (20-2) Kiranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau!

(2) (20-3) Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokong-Nya engkau dari Sion.

(3) (20-4) Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu, dan disukai-Nya korban bakaranmu. Sela

(4) (20-5) Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.

(5) (20-6) Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

(6) (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

(7) (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

(8) (20-9) Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.

(9) (20-10) Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

HIDUP BENAR

Harold Kushner, seorang penulis ternama, pernah mengemukakan sebuah hukum yang berbunyi: “Anything that should be set right sooner or later will”, artinya: Apa pun yang dikerjakan dengan benar, cepat atau lambat akan terbukti benar”. Ketika saya mencoba menghayatinya dalam relasi saya dengan Tuhan, maka hukum ini dapat diungkap kembali sebagai berikut: tak ada yang dapat menghalangi Allah untuk mengerjakan kebaikan bagi mereka yang dikasihi-Nya.

Hidup dan perjuangan manusia memang bisa jadi penuh lika-liku dan sarat onak duri. Namun suatu saat, semuanya akan jelas dan bermakna. Semuanya akan mengarahkan mata orang beriman untuk melihat kebaikan Tuhan. Di ayat 7, Daud berefleksi demikian: “Sekarang aku tahu …”. Ini mengisyaratkan bahwa sebelumnya Daud pernah merasa tidak tahu, pernah bingung melihat “peta hidup” yang ia jalani. Namun, akhirnya ia tahu sesuatu dan memahami apa yang Tuhan kerjakan di hidupnya. Apakah itu? “Bahwa Tuhan memberikan kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya”. Itulah pengalaman iman Daud dalam lika-liku hidupnya-dari sebagai seorang gembala, menjadi seorang pejuang, dan akhirnya menjadi raja.

Apakah hidup Anda sedang mengalami kesukaran dan perjuangan yang berat? Saking beratnya, Anda tidak mengerti apa maksud Tuhan di balik semua peristiwa yang dialami. Jika demikian, jangan tawar hati dan putus asa. Tetapkan hati dan yakinlah pada janji Tuhan yang akan memberi kemenangan. Asal Anda hidup dengan benar. Melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Maka, hidup benar itu akan Tuhan ganjar –DKL

TUHAN HANYA MEMINTA KITA UNTUK HIDUP BENAR

MAKA DIA AKAN MENGUBAH MASALAH MENJADI JALAN KELUAR

Sumber : www.sabda.org