ROSA KUTTY

Jumat, 8 Maret 2013

Bacaan: Daniel 1:1-6

1:1. Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.

1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

 

ROSA KUTTY

Rosa Kutty adalah pelari jarak menengah top India pada era 1990-an. Sempat mengalami patah tulang pada 1992, ia meraih medali emas pada Kejuaraan Federasi Asia Selatan 1996. Pada 1997, ia memecahkan rekor nasional 400 m dan 800 m. Hebatnya, ketika ditawari untuk memakai obat perangsang, ia menolak. “Aku percaya pada Yesus sejak kecil dan Dia senantiasa memberkatiku, ” katanya. “Aku tidak ingin berkhianat pada Yesus.”

Prestasinya terasah secara unik. Rosa kecil setiap pagi harus berlari ke pasar sejauh 5 km untuk menjual buah. Keluarganya yang miskin mengharuskannya membantu keuangan keluarga. Nyatanya, itu cara Tuhan mempersiapkannya menjadi atlet yang dapat bersaksi tentang kebesaran Yesus. Pembentukan Tuhan tidak mudah. Banyak orang mengalami tempaan yang keras. Kadang hikmat Tuhan baru muncul dalam situasi yang sukar dan penuh kepahitan. Kita tidak selalu tahu apakah pengalaman menyakitkan yang kita alami merupakan pencobaan, kesalahan, atau pembentukan untuk memunculkan permata dalam hidup kita. Apakah Daniel muda berpikir akan menjadi orang ketiga dari kerajaan adidaya pada waktu itu? Apakah Daniel melihat pembuangannya adalah jembatan menuju promosinya?

Penderitaan nyatanya tidak sesederhana yang kita perkirakan. Begitu juga kesuksesan dan semua pengalaman hidup kita. Begitu banyak jalan Allah yang tak terselami. Ada waktunya kita berdiam diri sejenak, merenungkan jalan Allah dalam hidup kita, untuk memetik hikmah dan mengucap syukur atas penyertaan-Nya. –MRT

TIAP PENGALAMAN AKAN BERHARGA
SAAT DIMAKNAI BERSAMA TUHAN YANG TERCINTA

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

WES MOORE

Selasa, 27 September 2011

Bacaan : Ulangan 30:15-20 

30:15. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

30:16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

30:17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

30:18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

WES MOORE

Pada Desember 2000, surat kabar Baltimore Sun memuat berita tentang Wes Moore, siswa teladan penerima beasiswa Rhodes. Uniknya, dalam koran yang sama, termuat pula berita lain tentang anak-anak muda yang menjadi buronan karena membunuh polisi. Dan, salah satu pemuda pembunuh itu juga bernama Wes Moore sama namanya, tetapi beda orangnya. Kini Wes Moore yang pertama terus berprestasi di masyarakat dan menjadi pemimpin bisnis yang berhasil. Tragisnya, Wes Moore yang kedua kini menjalani hukuman seumur hidup karena kejahatannya. Nama dua orang ini persis sama; mereka berasal dari kota yang sama, lingkungan yang sama kerasnya, dan sama-sama kehilangan ayah sejak kecil.

Dua kehidupan yang sangat mirip ketika muda, tetapi bisa sangat berbeda di masa depan. Ini karena keluarga Wes Moore yang pertama berusaha memilihkan “jalan kehidupan” baginya. Kakek-neneknya merelakan rumah mereka dijual agar Moore dapat disekolahkan di sekolah militer yang mengasah karakter dan kepribadiannya.

Tragedi dalam kehidupan bisa terjadi ketika orang mengabaikan hikmat dari Tuhan tentang bagaimana menjalani hidup. Ketika orang “berpaling dan tidak mau mendengar” Tuhan, bahkan “mau disesatkan” untuk mengikut jalan yang di luar kehendak Tuhan (ayat 17). Sebab di hidup ini ada dua pilihan besar yang harus diputuskan: kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan (ayat 15). Orang yang memilih untuk mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya, sudah jelas masa depannya: “supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” (ayat 19). Mari memilih jalan kehidupan! –AW

HIDUP MANUSIA BUKAN BERGANTUNG PADA NASIB

TETAPI PADA PILIHANNYA UNTUK BERPAUT KEPADA TUHAN ATAU TIDAK

Dikutip : www.sabda.org