SENINYA SAKIT

Jumat, 11 Desember 2009

Bacaan : Yesaya 38:1-5, 9-20

38:1. Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

38:3 Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

38:4 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya:

38:5 “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,

38:9. Karangan Hizkia, raja Yehuda, sesudah ia sakit dan sembuh dari penyakitnya:

38:10 Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.

38:11 Aku berkata: aku tidak akan melihat TUHAN lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak akan melihat seorangpun lagi di antara penduduk dunia.

38:12 Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala; seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku; TUHAN memutus nyawaku dari benang hidup. Dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja,

38:13 aku berteriak minta tolong sampai pagi; seperti singa demikianlah TUHAN menghancurkan segala tulang-tulangku; dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja.

38:14 Seperti burung layang-layang demikianlah aku menciap-ciap, suaraku redup seperti suara merpati. Mataku habis menengadah ke atas, ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; jadilah jaminan bagiku!

38:15 Apakah yang akan kukatakan dan kuucapkan kepada TUHAN; bukankah Dia yang telah melakukannya? Aku sama sekali tidak dapat tidur karena pahit pedihnya perasaanku.

38:16 Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

38:17 Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.

38:18 Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.

38:19 Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya.

38:20 TUHAN telah datang menyelamatkan aku! Kami hendak main kecapi, seumur hidup kami di rumah TUHAN.

SENINYA SAKIT

Sony Snow, seorang jurnalis, berjuang melawan kanker selama tiga tahun. Sebelum meninggal tahun 2008, ia menulis: “Sebagian penderita kanker sembuh, sebagian tidak. Menghadapi kefanaan dan keringkihan tubuh, cara Anda memandang hidup akan makin bijak. Anda bisa membedakan mana yang benar-benar penting, mana yang tidak. Anda lebih menghargai hal-hal kecil, menyadari pentingnya iman dan mengalami betapa besarnya kuasa kasih. Itulah karunia unik yang tidak dimiliki orang sehat. Itu seninya sakit. Menurutku ada hal yang jauh lebih parah daripada sakit, yaitu hidup sehat, tetapi hampa.”

Raja Hizkia pernah jatuh sakit. Tuhan memberinya vonis mati. Betapa terpukulnya Hizkia! Ia merasa harus pergi sebelum waktunya. Hatinya terasa pedih. Namun, pergumulan itu membuahkan hikmat. Ia mulai menyadari betapa fananya hidup dan betapa ringkih tubuhnya. Sekalipun ia adalah Raja yang berkuasa, di hadapan Tuhan, ia hanya seperti “burung layang-layang yang menciap-ciap” (ayat 14). Hizkia lantas menyadari keberdosaannya (ayat 17). Akhirnya, ia tahu bahwa yang terpenting dalam hidup adalah bersyukur kepada Tuhan dan memperkenalkan kebaikan Tuhan kepada anak-anaknya (ayat 19,20). Tidak seperti Tony Snow, Tuhan memberi Raja Hizkia tambahan umur. Ia disembuhkan dan pengalaman sakit itu memperkaya hidupnya.

Ada berkat khusus yang Tuhan berikan waktu kita sakit. Sungguh! Sakit itu ada seninya. Melaluinya kita bisa belajar banyak tentang hidup. Jika Anda sakit, jangan terlalu banyak mengeluh. Pakai kesempatan itu untuk berbenah diri –JTI

DI DALAM KESAKITAN

KITA MENEMUKAN SIAPA DIRI KITA DI HADAPAN TUHAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan

PERLINDUNGAN DAN KEKUATAN

Sabtu, 7 November 2009

Bacaan : Yesaya 31

31:1. Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

31:2 Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan orang-orang lalim.

31:3 Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.

31:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.

31:5 Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.

31:6. Bertobatlah, hai orang Israel, kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh!

31:7 Sungguh pada hari itu kamu masing-masing akan membuang berhala-berhala peraknya dan berhala-berhala emasnya yang dibuat oleh tanganmu sendiri dengan penuh dosa.

31:8 Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia; mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi.

31:9 Pelindung mereka akan lenyap karena gentar, dan panglimanya akan lari terkejut meninggalkan panji-panji, demikianlah firman TUHAN yang mempunyai api di Sion dan dapur perapian di Yerusalem.

PERLINDUNGAN DAN

KEKUATAN

Pada bulan Agustus 2004, Badai Charley mengakibatkan kehancuran hebat di wilayah Florida, Amerika Serikat. Selama badai berlangsung, Danny Williams yang berusia 25 tahun pergi ke luar untuk mencari perlindungan di salah satu tempat kesukaannya, yaitu sebuah lumbung yang berada di bawah naungan cabang-cabang pohon beringin yang rindang. Akan tetapi, ternyata pohon beringin itu tumbang, lalu menimpa lumbung dan menewaskan Williams. Kadang kala, tempat yang kita datangi untuk berlindung justru dapat menjadi tempat yang paling berbahaya bagi kita.

Nabi Yesaya mengingatkan Raja Hizkia dari Yehuda akan kebenaran ini. Hizkia adalah raja yang baik, tetapi ia mengulang dosa ayahnya, Ahaz, yaitu mencari perlindungan dan bersekutu dengan kekuatan asing (2 Raja-Raja 16:7; Yesaya 36:6). Seharusnya, ia mendorong rakyatnya untuk menaruh kepercayaan kepada Tuhan.

Dengan mencari bantuan dari Mesir, Hizkia menunjukkan bahwa ia gagal belajar dari sejarah. Mesir tidak boleh dijadikan sekutu oleh Israel. Hizkia juga telah melupakan Kitab Suci. Mengumpulkan kuda untuk dijadikan kavaleri adalah melawan hukum ilahi bagi raja (Ulangan 17:16).

Akhirnya, Hizkia mencari bantuan dari Tuhan (Yesaya 37:1-6,14-20). Dan, Allah secara ajaib melenyapkan bangsa Asyur yang menyerang (ayat 36-38).

Yehuda melakukan kesalahan dengan menilai kekuatan Mesir melebihi Allah yang hidup. Semoga kepercayaan kita selalu dalam nama Tuhan Allah kita (Mazmur 20:8) –MLW

TIDAK ADA KEHIDUPAN YANG LEBIH AMAN
DARIPADA KEHIDUPAN YANG BERSERAH KEPADA ALLAH

Sumber : www.sabda.org