MENABURKAN KEBAIKAN

Senin, 11 Februari 2013

Bacaan: Galatia 6:1-10

6:1. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.

6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

MENABURKAN KEBAIKAN

Dalam sebuah rapat, ketika berbicara tentang program sosial yang akan dilakukan oleh gereja kami, seorang majelis bertanya, “Apa untungnya kegiatan ini bagi gereja kita?” Lalu pendeta menjelaskan bahwa salah satu tujuan kehadiran gereja di dunia adalah menjadi berkat bagi orang lain, khususnya bagi orang-orang miskin. Kita tidak memikirkan keuntungan pribadi ketika melakukan pelayanan.

Banyak orang Kristen yang terperangkap dalam pemikiran “memberi dan menerima”. Orang tergoda untuk memikirkan apa yang akan ia peroleh jika melakukan suatu kebaikan kepada orang lain. Akibatnya, jika ia tidak melihat adanya keuntungan yang akan ia dapatkan, ia urung bertindak. Ia menahan kebaikan dari orang yang memerlukan. Padahal, menabur kebaikan tidak sama dengan berinvestasi dalam dunia bisnis. Kita tidak selalu menerima balasan dari orang yang kita bantu, namun tidak jarang kita “menuai” kebaikan di tempat lain. Tidak dapat diprediksi, dan karena itu malah berpotensi mendatangkan kejutan yangmenyenangkan.

Paulus mendorong jemaat di Galatia untuk saling menolong dan saling menanggung beban. Itu suatu cara praktis bagi orang percaya untuk menggenapi hukum Kristus, yaitu hukum kasih. Kasih seharusnya memancar kepada semua orang. Apakah Anda tergoda menahan kasih dari orang yang memerlukannya, hanya karena mereka berbeda dari Anda? Atau, karena Anda merasa tak akan mendapatkan keuntungan dari perbuatan baik itu? Penuhilah hukum Kristus dengan menabur kebaikan kepada semua orang. –HEM

MENABURKAN KEBAIKAN DALAM KASIH

 BERARTI BERBUAT BAIK TANPA PILIH KASIH

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

SEMANGAT KERDAINO

Sabtu, 29 September 2012

Bacaan : 1 Korintus 9:19-23

9:19. Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.

9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.

9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

 

SEMANGAT KERDAINO

Jakarta. Macet. Keras. Rawan kejahatan. Ada banyak alasan logis untuk hidup individualis. Namun beberapa perempuan muda melihat para pengemis, pengamen, dan anak-anak jalanan dengan mata Yesus. Mereka sadar, orang-orang ini bukan saja butuh makanan untuk bertahan hidup tetapi juga Juru Selamat yang memberi hidup. Tiap usai kantor, mereka membagikan roti di daerah-daerah kumuh sebagai jembatan untuk memperkenalkan Yesus, Sang Roti Hidup. Mereka bisa beristirahat dan makan enak di rumah sendiri. Tapi mereka memilih untuk peduli.

Cerita pelayanan Rumah Roti ini terlintas saat saya sedang merenungkan pernyataan Paulus dalam 1 Korintus 9. Sikapnya luar biasa dalam memberitakan Injil: “menjadikan diriku hamba dari semua orang”. Maksudnya jelas bukan menjual diri sebagai budak, tetapi mengambil sikap memperhatikan orang lain, menyesuaikan diri dengan mereka selama itu tidak bertentangan dengan hukum Tuhan (ayat 20-21). Tujuan Paulus diulang-ulang dalam ayat 19- 22: untuk “memenangkan/menyelamatkan mereka”. Kerdaino, dalam bahasa Yunaninya. Paulus tidak sedang berbuat baik karena ia sekadar ingin berbuat baik saja. Ia melakukannya dengan tujuan agar orang mendengar Injil dan mengenal Juru Selamat (ayat 23).

Banyak orang tidak mendengar Injil karena umat kristiani terjebak dalam dua ekstrem. Cuek karena berbagai kesibukan, termasuk kegiatan berlabel rohani. Atau, sangat aktif terlibat dalam kegiatan sosial tanpa tujuan rohani. Keduanya kehilangan semangat kerdaino yang dulu menebar Injil ke seluruh dunia. Satu tindakan kasih apa yang dapat kita lakukan dengan semangat kerdaino hari ini? –ELS

PERHATIAN DAN PERBUATAN BAIK ADALAH JEMBATAN

UNTUK MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS.

Dikutip : www.sabda.org

SENTUHAN KASIH

Kamis, 31 Mei 2012

Bacaan : Galatia 6:1-10

6:1. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.

6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

 

SENTUHAN KASIH

Anda pernah terpeleset dan jatuh? Saat menyusuri rawa untuk suatu tugas, tanpa sengaja saya menginjak batu yang licin. Keseimbangan saya goyah dan jatuh terpeleset. Tangan dan kaki lecet; badan basah penuh lumpur. Kala itu, ada rekan yang tertawa; ada yang “berkhotbah” panjang; ada pula yang tak peduli dan memaksa melanjutkan perjalanan–membuat saya tak nyaman. Namun, ada juga rekan yang mengulurkan tangan; menawari untuk membawa sebagian perlengkapan saya; atau berhenti menemani sampai saya siap melanjutkan perjalanan. Mereka meringankan beban saya dan membuat saya berbesar hati.

Bagaimana sikap yang benar saat menjumpai orang yang terpeleset, jatuh dalam dosa? Paulus menasihati jemaat Galatia agar dengan lemah lembut mereka membimbing orang-orang yang “terpeleset” kembali ke jalan yang benar (ayat 1) dan bertolong-tolongan menanggung beban (ayat 2). Menariknya, Alkitab versi Firman Allah Yang Hidup (FAYH) menuliskan: “Ikutlah merasakan kesukaran dan kesulitan orang lain (ayat 2a). Kehadiran dan pertolongan kita merupakan sarana sentuhan kasih yang nyata bagi orang lain yang tengah jatuh. Sebab itu, kita tak boleh jemu melakukannya (ayat 9).

Respons kita terkadang menunjukkan tingkat kepedulian kita pada orang lain. Ada orang, sengaja atau tidak, pernah “terpeleset” ke rawa dosa. Dan, itu membuat terluka. Bukan cemoohan, khotbah panjang, atau membiarkan mereka seorang diri, melainkan uluran tangan penuh kasih. Kiranya Roh Kudus memberi kepekaan akan kebutuhan orang lain serta kelemahlembutan untuk “mengangkat” dari kejatuhan–lewat sentuhan kasih kita kepada mereka. –SCL

ULURAN KASIH KITA KEPADA SAUDARA YANG MENGALAMI KEJATUHAN

AKAN MENOLONGNYA BANGKIT DARI KETERPURUKAN.

Dikutip : www.sabda.org

ULAR DAN KATAK

Senin, 31 Oktober 2011

Bacaan : Galatia 5:1-6:2 

5:1. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.

5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.

5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.

5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

5:13. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

6:1. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

ULAR DAN KATAK

Pada saat bencana banjir di Brisbane Queensland akhir tahun 2010 lalu, Armin Gerlach seorang teknisi kantor berita berhasil mengabadikan sebuah momen langka. Yakni rekaman foto tentang persahabatan seekor katak hijau yang mendapat tumpangan di punggung seekor ular coklat yang berenang melintasi genangan air akibat banjir. Bukankah seekor ular biasanya melahap katak yang lemah sebagai mangsanya? Namun, ketika bencana menimpa, dua hewan itu mampu mengesampingkan segala perbedaan di antara keduanya hingga si kuat memberi diri menyelamatkan si lemah.

Sebagai makhluk yang lebih mulia, seharusnya manusia bisa bersikap lebih dari itu. Namun kenyataannya, banyak orang hidup dengan memuaskan nafsu dagingnya sampai saling menggigit, menelan, dan membinasakan (ayat 15). Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan bahwa kita telah dimerdekakan dari perbudakan dosa oleh penebusan Kristus (5:1). Maka, jangan sampai kita berbalik lagi ke dalam kehidupan lama (ayat 16-21). Setiap orang beriman harus menghidupi hakikat hidup barunya, yaitu hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh (ayat 25) agar menghasilkan buah Roh (ayat 22-23). Bagaimana hidup oleh Roh itu diwujudkan dalam relasi antar orang beriman, agar hidup ini menghasilkan buah Roh yang memberkati sesama dan memuliakan Tuhan?

Ingat dan terapkan firman ini sebagai petunjuk praktis hidup sehari-hari: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia 6:2). Sebagai orang yang sudah dibebaskan Kristus dari dosa, kiranya hidup kita jauh dari sikap egois, penuh dengki, saling menggigit dan menelan –SST

TUHAN MENYELAMATKAN KITA DENGAN KASIH YANG TIDAK EGOIS

MAKA BETAPA TAK TAHU MALUNYA KITA APABILA HIDUP EGOIS

Dikutip : www.sabda.org

Membangun dan Menolong

Pesan Gembala

 

2 November 2008

Edisi 47 Tahun 1

 

Membangun dan Menolong

Shallom… Salam Miracle…

 

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati Tuhan, Galatia 6:2 mengajarkan prinsip tentang membangun dan menolong atau dengan kata lain dengan saling menanggung beban, “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. Dalam terjemahan Amplified Bible dikatakan demikian “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu serta kesalahan moral yang menganggu. Dengan demikian kamu memenuhi dan menjalankan secara sempurna hukum Kristus, yang adalah Mesias, dan melengkapi apa yang kurang”. Kata menanggung berarti juga memikul, maksud ayat ini tidak lain adalah saling menolong.

 

Sementara dalam Roma 14:19 berbunyi: “sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Kata membangun adalah bagian dari menolong yang berarti menyokong atau meningkatkan pertumbuhan dalam hal ini pertumbuhan dalam hal kekudusan, kebajikan, kasih karunia, dan hikmat Kristiani.

 

Sedangkan menolong berarti membantu seseorang melakukan sesuatu perbaikan keadaannya. Kita harus bertanya kepada diri kita,”apakah hal yang saya lakukan terhadap orang lain ini akan membuat kristianinya/kerohaniannya bertumbuh dan menolong dia menjadi kuat?” Kalau mengacu dari ayat-ayat di atas maka seharusnya apa yang kita lakukan bisa membawa orang lain untuk bertumbuh.

 

Sekali waktu, datang seseorang kepada saudara dan berkata “saya ingin Anda membantu saya”, seringkali yang dimaksudkan oleh orang tersebut bahwa ia ingin Saudara menyetujui sudut pandangnya, maka kita perlu membantunya.

 

Bentuk lain menolong orang lain adalah dengan membesarkan hatinya. Amsal 12:25 “kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan orang”.

 

Dalam Tesalonika 5:11 dinyatakan bahwa karena itu besarkanlah hati seorang akan yang lain dan saling membangunlah (saling menguatkan) kamu.

 

Membesarkan hati bersamaan dengan tindakan mendengarkan, merupakan salah satu teknik paling penting dalam menolong seorang yang sedang menghadapi masalah, tekanan, dan krisis, membesarkan hati artinya mendorong untuk maju, membangitkan semangat seseorang untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Membesarkan hati juga mempunyai arti membantu seseorang untuk mempercayai nilai pribadinya sendiri.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Kiranya di bulan November ini kita semakin saling membantu dan menolong maka akan terasa kesatuan kita itulah yang menyenangkan  Tuhan.   

 

Kesempatan ini juga saya mengajak jemaat Tuhan untuk tetap mendoakan kebutuhan gereja kita yaitu tanah/lahan untuk membangun gedung Gereja, kita berdoa kiranya sebelum akhir tahun Allah menjawab doa kita, dan tahun depan pembangunan gereja dapat dimulai. Untuk itu marilah kita tetap mengandalkan Tuhan dan juga tetap dalam kesatuan iman.

 

Tuhan Yesus memberkati… Amien.

 

Gembala Sidang

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA