LEBIH DARI SEKADAR UCAPAN

Sabtu, 3 November 2012

Bacaan : Yohanes 21:15-19

21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

 

LEBIH DARI SEKADAR UCAPAN

Bagaimana perasaan Anda jika orang yang Anda kasihi berulang kali bertanya, “Apakah kamu mengasihiku?” Mungkin Anda sedih, merasa tidak dipercaya. Mungkin Anda jengkel, orang ini harus diyakinkan dengan cara apa lagi. Pertanyaan yang diajukan berulang-ulang jelas menunjukkan jawaban yang diharapkan bukanlah jawaban sekadarnya.

Petrus juga merasa sedih. Mungkin juga separuh jengkel dan putus asa. Tiga kali Yesus bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Tampaknya Yesus tidak puas dengan jawaban Petrus. Ia harus menjawab bagaimana lagi? Tidakkah Yesus mengenal hatinya? Bukankah Dia adalah Tuhan Yang Mahatahu? Lalu, untuk ketiga kalinya pula Yesus berkata, “Peliharalah domba-domba-Ku” (ayat 15, 16, 17). Mungkin kali ini perkataan itu membuat Petrus tersentak, karena Yesus menambahkan penjelasan panjang di belakangnya. Dari tadi ia berfokus pada diri sendiri, sedih karena Yesus seolah meragukan kasihnya. Kini ia diarahkan pada fokus yang berbeda: apa yang harus ia lakukan sebagai orang yang mengasihi Yesus. Seakan Yesus hendak berkata: Kamu mengasihi-Ku, Petrus? Lakukanlah apa yang kutugaskan dan ikutilah teladan-Ku.

Apakah artinya “mengasihi Tuhan” bagi Anda? Bisa jadi frase ini tidak lagi berarti apa-apa dalam hidup kita selain sebuah ungkapan yang indah untuk didengarkan atau dinyanyikan. Bukankah kita cenderung lebih suka dikasihi daripada mengasihi? Apalagi jika mengasihi itu melibatkan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman, seperti yang diminta Yesus dari Petrus (ayat 18-19). “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku, ” kata Yesus. Sungguhkah kita mengasihi Tuhan? –MEL

KETIKA KITA MENGASIHI TUHAN,

KITA SENANG MELAKUKAN APA YANG DIA INGINKAN.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

KAPAL DOULOS

Rabu, 5 Mei 2010

Bacaan : Matius 4:18-25

4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka

4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

4:23. Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

4:24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

4:25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

KAPAL DOULOS

Kapal Doulos dibuat pada 1914. Pada 2009, kapal ini tercatat sebagai kapal tertua yang masih aktif berlayar. Dalam sejarahnya, kapal ini telah dipakai untuk berbagai fungsi. Untuk mengangkut barang dan imigran, juga sebagai kapal pesiar. Namun sejak 1977, kapal ini dikhususkan untuk melayani Tuhan dengan menyalurkan buku-buku dan ilmu pengetahuan ke berbagai daerah di dunia. Melaluinya, banyak hidup yang telah disentuh dan diubahkan. Tak heran, ketika kapal ini akhirnya dipensiunkan pada akhir 2009 lalu, banyak kenangan indah yang bisa diceritakan seputar kapal tersebut.

Sepanjang masa hidup-Nya di dunia, Yesus juga menyentuh dan mengubah hidup banyak orang. Baik para rasul yang selalu mengikuti-Nya, juga semua orang yang pernah bertemu dan dilayani-Nya. Melalui ucapan, perbuatan, maupun mukjizat-Nya; hidup mereka diubahkan, pengharapan mereka dikukuhkan, iman mereka dikuatkan. Sedemikian luar biasa hidup Yesus, sampai-sampai ketika Rasul Yohanes mengenang-Nya, ia mengakui tidak mampu mencatat semua karya-Nya itu.

Kenangan apa yang akan kita tinggalkan ketika kelak meninggalkan dunia ini? Akan sangat indah kalau kenangan yang ada di benak orang-orang adalah bahwa hidup kita telah menjadi berkat bagi orang lain. Bahwa hidup kita telah menyentuh dan mengubah hidup banyak orang. Karena itu, arahkan hidup kita ke sana. Segera! Sebelum terlambat. Jangan sampai akhirnya kita menutup hidup ini dalam penyesalan, karena sadar bahwa ternyata hidup kita tidak berdampak. Bahwa tidak ada orang yang pernah kita sentuh dan ubah. –ALS

KENANGAN APA YANG AKAN ORANG INGAT TENTANG HIDUP KITA

KELAK SESUDAH KITA MENINGGAL?

Sumber : www.sabda.org