TERLALU TUA?

Rabu, 25 November 2009

Bacaan : Roma 1:14-17

1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

1:15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

1:16. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

TERLALU TUA?

Allah tidak kehabisan cara untuk menjangkau manusia. Jadi, jika Anda merasa bahwa Anda tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau jiwa bagi Kristus, ingatlah Ethel Hatfield yang berusia 76 tahun. Karena ingin melayani Tuhan, ia bertanya kepada pendeta di gerejanya, apakah ia boleh mengajar Sekolah Minggu. Akan tetapi, pendeta tersebut berkata bahwa Ethel mungkin sudah terlalu tua! Ia pulang ke rumah dengan hati sedih dan kecewa.

Kemudian suatu hari, ketika Ethel sedang merawat kebun mawarnya, seorang mahasiswa keturunan Cina dari kampus yang ada di dekat situ berhenti untuk mengomentari keindahan bunga-bunga mawarnya. Ethel menawarkan secangkir teh. Ketika mereka sedang bercakap-cakap, Ethel berkesempatan untuk bercerita mengenai Yesus dan kasih-Nya. Keesokan harinya mahasiswa tadi datang bersama mahasiswa lain, dan itulah awal pelayanan Ethel.

Ethel merasa sangat senang dapat membagikan Injil Kristus kepada mahasiswa-mahasiswa tersebut, karena ia tahu bahwa Dia memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan. Injil-Nya adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” (Roma 1:16).

Justru karena Ethel sudah tua, para mahasiswa keturunan Cina itu mendengarkannya dengan rasa hormat dan penghargaan. Ketika ia meninggal, sekitar 70 orang keturunan Cina yang sudah menjadi orang percaya berkumpul di upacara pemakamannya. Mereka telah dimenangkan bagi Kristus oleh seorang wanita yang dianggap terlalu tua untuk mengajar kelas Sekolah Minggu! –VCG

TAK SEORANG PUN TERLALU TUA
UNTUK MENJADI SAKSI KRISTUS

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Sekantung Uang Jatuh

Selasa, 20 Januari 2009

Bacaan : 2Korintus 9:6-15

9:6. Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

 

9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

 

9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

 

9:9 Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”

 

9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

 

9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

 

9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

 

9:13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,

 

9:14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.

9:15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

 

Sekantung Uang Jatuh

Sekantung besar uang jatuh-benar-benar jatuh-ke pangkuan Damian, bocah berumur delapan tahun. Karena menganggap uang itu dikirim oleh Tuhan, Damian, yang akrab dengan sejarah para santo, berupaya menggunakan uang itu untuk memberkati sesama, terutama menolong orang-orang miskin. Anthony, kakaknya yang berusia sepuluh tahun, menganggap uang itu sekadar sebagai durian runtuh; suatu keberuntungan yang tak terduga. Ia hanya ingin berfoya-foya dengan uang itu, antara lain dengan menawar apartemen dan membayar sejumlah anak nakal di sekolah untuk menjadi pelindungnya.

Perbedaan sikap kakak adik itu menjadi benang merah film Millions karya Danny Boyle. Film itu dengan jujur memperlihatkan bahwa mempergunakan uang secara murah hati tak jarang malah lebih pelik daripada menghambur-hamburkannya secara tidak bertanggung jawab. Bukankah memang demikian tantangan yang kita hadapi?

Kalau kita meneliti Alkitab, akan jelas bahwa Tuhan tidak menghendaki kita menghambur-hamburkan uang. Dia juga tidak mau kita menimbun harta dan mengandalkan banyaknya kekayaan sebagai penopang rasa aman. Yang satu menunjukkan kesembronoan, yang lain mengisyaratkan ketamakan dan penyembahan berhala.

Alkitab-sebaliknya-justru lebih banyak berbicara tentang perlunya membagikan kekayaan kita dengan mereka yang kurang beruntung. Tuhan mau kita belajar mengembangkan kedermawanan. Seperti dikatakan John Wesley, “Dapatkan uang sebanyak-banyaknya, tabunglah sebanyak-banyaknya, berikan sebanyak-banyaknya” -ARS

SEMAKIN BESAR JUMLAH UANG YANG KITA TERIMA

SEMAKIN BESAR TANGGUNG JAWAB UNTUK MEMAKAINYA

DENGAN BIJAK

Sumber : http://www.sabda.org

Saksi Diam

Jumat, 9 Januari 2009

Bacaan : Filipi 1:21-27

1:21. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

 

1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

 

1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus–itu memang jauh lebih baik;

 

1:24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

 

1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,

 

1:26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

 

1:27. Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

 

Saksi Diam

wanitaalkitab

Pada suatu pagi yang indah dan hangat di bulan Januari, saya bersama seorang rekan kerja sedang menikmati sarapan di sebuah kedai kopi terbuka di MacRitchie Reservoir Park, Singapura. Danau yang indah dan taman-taman yang sangat bersih mengelilingi kami. Suasananya sunyi, tenang, dan permai dengan angin sepoi-sepoi yang berembus melintasi permukaan air.

Di sebuah meja tak jauh dari tempat duduk kami , seorang wanita muda duduk tenang sambil membaca Alkitabnya. Ia asyik membaca, sambil sekali-kali mengangkat kepala untuk merenungkan apa yang telah dibacanya. Ia tidak mengeluarkan satu kata pun, namun setiap orang di kedai kopi itu dapat melihat hati dan prioritasnya. Itu merupakan sebuah kesaksian yang lembut, meyakinkan, dan diam.

Wanita itu tidak malu terhadap Kristus atau kitab-Nya. Ia memang tidak berkhotbah atau bernyanyi. Ia bersedia dikenal sebagai pengikut Sang Juru Selamat, namun ia tidak perlu mengumumkan kesetiaan itu.

Dalam usaha membagikan pesan tentang Yesus, kita pada akhirnya harus menggunakan kata-kata, karena kata-kata diperlukan untuk menyampaikan Injil. Akan tetapi, kita pun dapat belajar dari teladan wanita ini.

Kadang-kadang kesunyian dari tindakan kita sehari-hari berbicara dengan lantang, mengungkapkan kasih kita kepada Tuhan. Dalam kerinduan kita untuk membagikan Kristus kepada dunia yang telah rusak ini, janganlah kita mengabaikan kuasa kesaksian diam kita –WEC

Sumber : http://www.sabda.org

BERSAKSILAH BAGI KRISTUS MELALUI HIDUP
DAN BIBIR ANDA