Jangan ngomporin!

Jumat, 30 Januari 2009

Bacaan : Ester 5:9-14

5:9. Pada hari itu keluarlah Haman dengan hati riang dan gembira; tetapi ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana raja, tidak bangkit dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai.

 

5:10 Tetapi Haman menahan hatinya, lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan Zeresh, isterinya.

 

5:11 Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja.

 

5:12 Lagi kata Haman: “Tambahan pula tiada seorangpun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan untuk besokpun aku diundangnya bersama-sama dengan raja.

 

5:13 Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja.”

 

5:14 Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: “Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu.” Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.

 

Jangan Ngomporin!

candle

Ngomporin adalah istilah lain dari memanas-manasi. Sesuai asal katanya, kompor, benda dapur yang fungsinya memanaskan atau memasak. Misalnya, Pak Kutut jengkel sekali dengan pendeta di gereja. Ia bercerita kepada Pak Towil, teman main tenisnya. Respon Pak Towil, “Iya tuh, memang pendetamu itu begitu. Payah. Gila hormat. Kamu sih masih baik, masih mau menyapa. Kalau aku, melihatnya saja sudah ingin muntah!” Di sini Pak Towil sudah ngomporin Pak Kutut.

Sikap suka ngomporin ini berbahaya karena bisa mendatangkan celaka. Hal inilah yang terjadi pada Haman. Haman jengkel sekali dengan Mordekhai. Penyebabnya sebetulnya sepele, yaitu karena Mordekhai tidak mau berlutut dan sujud kepada Haman (Ester 3:5). Celakanya, istri dan para sahabatnya bukannya meredakan panas hati Haman, melainkan malah ngomporin. “Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu” (ayat 14). Pada akhirnya, justru Haman sendiri yang mati digantung, bukan Mordekhai (Ester 7:1-10). Istri dan para sahabat Haman, bisa dibilang punya andil dalam tragedi yang menimpa Haman itu.

Maka, jauhkanlah dari kita sikap suka ngomporin. Sebaliknya, berusahalah menjadi orang yang mengademkan, menenangkan, sehingga orang lain bisa berpikir jernih dan tidak salah mengambil keputusan. Kita ikut bertanggung jawab, apabila ada orang lain yang celaka karena kita telah ngomporin -AYA

JANGAN JADI KOMPOR

JADILAH LILIN YANG MENERANGI KEGELAPAN HATI

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan