HARKAT SEJATI

Sabtu, 21 April 2012

Bacaan : Matius 5:27-30

5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

 

 

HARKAT SEJATI

Apa yang kita ingat dari hari Kartini? Kebaya dan sanggul klasik? Atau perjuangannya mengangkat harkat perempuan, yang pada zamannya dianggap lebih rendah daripada laki-laki? Ya, Kartini gemas karena perempuan di zamannya dianggap sebagai makhluk lemah, kodratnya hanya untuk melayani laki-laki dan mengerjakan urusan remeh-temeh di rumah. Sebab itu, perempuan tak perlu berpendidikan tinggi. Cukup laki-laki saja.

Alkitab mengajar kita bahwa laki-laki dan perempuan memiliki harkat yang sama, karena keduanya diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). Kita tentu berharap Israel, umat pilihan Allah, menjunjung tinggi nilai ini. Namun, peringatan keras Yesus kepada mereka yang memandang perempuan serta menginginkannya (maksudnya, memandang dengan nafsu berahi) memberi indikasi bahwa ada kecenderungan tersebut dalam masyarakat pada zaman-Nya.

Kini perempuan tak lagi direndahkan dalam pendidikan dan karier. Namun, benarkah harkat perempuan masa kini lebih dihargai dibanding zaman Kartini? Apakah sosok perempuan yang diangkat berbagai industri media dan hiburan di sekitar kita menunjukkan harkat perempuan sebagai gambar Allah yang terhormat; atau justru mendorong lebih banyak orang memandang perempuan dengan cara yang tak pantas? Bagaimana kita menyikapinya? Pikirkan prinsip seorang pemimpin kristiani berikut ini: “Para laki-laki yang mengikut Yesus menjaga mata mereka demi kebaikan para perempuan dan kemuliaan Tuhan yang menciptakannya. Para perempuan yang mengikut Yesus memperlakukan tubuhnya menurut nilai-nilai Yesus, bukan nilai-nilai dunia.” –ELS

MENJUNJUNG KESAMAAN HARKAT ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

BERARTI SALING MENGHORMATI SEBAGAI SESAMA GAMBAR ALLAH.

Dikutip : www.sabda.org