DI BALIK KETAATAN

Jumat, 1 Februari 2013

Bacaan: Ibrani 11:8-19

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

11:18 walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.”

11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

DI BALIK KETAATAN

Beberapa tahun lalu, seorang pendeta senior di gereja kami dipindahkan dari Medan ke Lampung. Mutasi ini terjadi secara mendadak. Ia bergumul karena, dari segi materi, jemaat yang dilayaninya di Medan lebih kaya daripada jemaat di Lampung. Apalagi, saat itu salah seorang anaknya sedang kuliah di jurusan kedokteran di Medan, yang tentu saja membutuhkan banyak biaya. Setelah berserah dalam doa, Pak Pendeta taat pada penunjukan pemimpin gereja. Rupanya, hanya dalam beberapa bulan kemudian, seorang jemaatnya di Lampung bersedia menanggung seluruh biaya kuliah anak pendeta tersebut sampai tamat.

Ketika Tuhan memanggil Abraham, semua masih tidak jelas. Bahkan tempat tujuannya saja ia belum tahu. Banyak alasan baginya untuk tidak menaati Tuhan. Ia sudah memiliki kehidupan yang mapan di antara sanak saudaranya. Ia hanya belum punya anak. Tetapi, Abraham taat. Ia tidak selalu berhasil dengan mulus, tetapi imannya terus bertumbuh sehingga ia nantinya menjadi bapa dari semua orang beriman. Ketaatannya juga berdampak pada keselamatan dunia karena keturunannya -Yesus Kristus -menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi ini.

Apakah yang membuat Anda ragu menaati Allah? Ketika Anda taat, Dia akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah. Jalan-Nya tidak selalu mudah dan menyenangkan, namun Dia pasti menyertai dan menguatkan Anda dalam menghadapi rintangan apa pun yang muncul. Menaati Dia tidak akan membuat Anda menyesal; sebaliknya, Anda akan mengalami sukacita yang besar. –HEM

MENAATI PANGGILAN ALLAH YANG PENUH KASIH

 ADALAH SUMBER SUKACITA YANG SEJATI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

DIA PASTI DATANG

Selasa, 13 Maret 2012

Bacaan : 1 Tesalonika 5:1-11

5:1. Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,

5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput.

5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,

5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

 

5:6. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

5:7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,

5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

 

5:11. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

 

DIA PASTI DATANG

Dalam kaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, ada kelompok orang kristiani yang disebut eschatomania atau mereka yang sangat gemar membicarakan bahkan sampai meramal kedatangan-Nya. Namun, ada juga kelompok eschatophobia, yaitu mereka yang tidak suka membahas topik ini. Mereka tidak peduli dan mengabaikan setiap kebenaran yang berkenaan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali.

Namun, dengan jelas Alkitab menandaskan bahwa suka atau tidak suka, Kristus akan datang untuk yang kedua kalinya. Setiap kita pasti akan berhadapan dengan hari istmewa itu, entah semasa kita masih hidup atau ketika kita sudah meninggal. Akan tetapi, kedatanganNya juga tidak dapat ditentukan karena sifatnya seperti pencuri di malam hari (ayat 2). Kebenaran ini mendorong setiap kita untuk memiliki pandangan dan sikap yang tepat terhadap topik ini. Yang pertama berkenaan dengan nasib kita di hari penghakiman kelak. Dikatakan dengan jelas bahwa kelak, hanya mereka yang sungguh percaya kepada Kristus yang akan luput dari murka Allah (ayat 9). Yang kedua adalah sikap hidup yang sewajarnya kita tampakkan dalam menantikan perjumpaan dengan-Nya. Dalam kedua hal inilah kita pantas mawas diri.

Apakah Anda telah memiliki kepastian bahwa Anda akan hidup bersama Dia kelak? Dari mana Anda mengetahuinya? Kemudian, jikalau kita mengaku sebagai anak terang dan anak siang (ayat 5), cara hidup seperti apakah yang selama ini kita tampakkan? Kiranya kepastian keselamatan kita memiliki tumpuan yang kuat dan cara hidup kita memperlihatkan kepastian yang kita miliki itu. –PBS

TERHADAP JANJI KEDATANGAN-NYA, TAK PERNAH SAYA RAGU;

HIDUP SAYA SEKARANG MENUNJUKKAN KEYAKINAN ITU.

Dikutip : www.sabda.org

 

MERENDA

Selasa, 1 Februari 2011

Bacaan : Mazmur 119:41-50

41Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

42supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.

43Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

44Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

45Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

46Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.

47Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.

48Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

49Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.

50Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.

MERENDA

Saat merenda (bahasa Inggris: crochet) satu karya, saya selalu harus mulai merenda baris yang paling bawah. Saat sampai pada baris kedua, keindahan pola tusukan belum terlihat. Ketika saya meneruskan ke baris-baris berikutnya, keindahannya baru mulai terlihat. Setiap tusukan yang terlihat seder0-hana akan tersusun menjadi karya yang indah. Itu sebabnya saya tak henti meneruskannya sampai selesai, karena keindahan hasil merenda itu belum bisa dinikmati ketika baru jadi sebagian, tetapi ketika sudah utuh.

Rasanya, proses merenda nyaris serupa dengan memulai kebiasaan berwaktu teduh. Ada kalanya kita merasa berat, seakan-akan sulit untuk mempertahankan ketekunan. Apalagi karena hasil akhirnya tak segera tampak ketika kita baru “memulai baris-baris pertama”. Padahal kita ingin menik-mati janji-janji Tuhan nyata di hidup kita: merasakan kasih setia-Nya (ayat 41), hidup dengan bijak (ayat 42), hidup dalam kelegaan (ayat 45), bahkan tetap kuat meski didera oleh kesengsaraan (ayat 50). Betapa indahnya hasil akhir yang dijanjikan itu! Namun, hasil akhir itu hanya akan dinikmati oleh mereka yang mau bertekun. Ya, janji-janji Tuhan itu pasti akan diberikan kepada mereka yang mau bergemar dalam perintah-perintah-Nya (ayat 47, 48).

Mungkin kita masih kesulitan memelihara disiplin berwaktu teduh. Seperti merenda yang harus dimulai dari tusukan pertama, dan selanjutnya terus dilakukan dengan tekun hingga selesai; kita perlu tekun membaca firman-Nya dari hari ke hari di sepanjang hidup kita. Maka pada waktunya nanti, kita akan menikmati janji-Nya dinyatakan –GP

BERWAKTU TEDUH ADALAH SUATU CARA BAGI KITA

UNTUK SEMAKIN MENGENAL PRIBADI ALLAH YANG LUAR BIASA

Sumber : www.sabda.org

 

BERJALAN DALAM PERJANJIAN ALLAH

PESAN GEMBALA

31 MEI 2009

Edisi 76 Tahun 2

 

BERJALAN DALAM PERJANJIAN ALLAH

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, firman Allah dalam Ulangan 8:18 mengatakan demikian “Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan KEKUATAN untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan adalah demi peneguhan perjanjian-Nya. Allah telah membuat perjanjian dengan nenek moyang orang Israel (Abraham). Dan, untuk meneguhkannya ia memberikan kekuatan kepada setiap orang Israel untuk memperoleh kekayaan / berkat. Ada beberapa hal yang senantiasa membuat kita bisa memperoleh berkat atau janji dari Tuhan, yaitu:

 

  1. ALLAH INGIN MEM BERKATI KITA

Dia sangat ingin membuat anak-anak-Nya bersukacita dan berbahagia. Dengan penuh kasih Dia ingin merasakan kasih-Nya, seperti orang tua ketika memberikan hadiah ulang tahun kepada anaknya dan ingin melihat anak-anaknya membuka hadiah-hadiah dengan sukacita.

 

  1. PERJUMPAAN DENGAN ALLAH ADALAH HAL YANG TERINDAH

Allah senantiasa melakukan hal yang terbaik bagi kita dengan menyediakan diriNya untuk dapat dinikmati oleh anak-anak-Nya, dan Allah mengusahakan supaya kita berusaha menjumpai-Nya dengan lebih banyak waktu dan tenaga daripada yang kita gunakan untuk mencari hal-hal yang lain.

 

  1. ROH KUDUS MEMAMPUKAN KEINGINAN KITA UNTUK DEKAT DENGAN TUHAN

Roh Kudus sebagai Roh Penolong senantiasa memberikan anugerah-Nya kepada kita semua.

 

Mari kita melihat bagaimana Allah dengan setia menggenapi janji-Nya. Dalam Kejadian 12:1-2 dapat kita pelajari bahwa ketika Abraham membuat perjanjian dengan Allah, Allah berjanji bahwa Ia akan memberkati Abraham, tetapi apa yang terjadi setelah Abraham keluar dari negeri bapa leluhurnya? Ketika tiba di Mesir, di sana dan negeri sekitarnya justru ada kelaparan yang hebat (Kejadian 12:9-10). Tetapi, apakah yang terjadi setelah itu? Abraham justru menjadi sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

 

Kita juga melihat apa yang terjadi dengan Ishak. Allah mengingatkan kepada Ishak supaya ia juga berjalan di dalam perjanjian berkat yang dibuat Allah dengan ayahnya. Ketika Ishak tahu  bahwa Allah ingin memberkati dan ia berusaha untuk berjumpa dengan DIA, maka ia menuai 100 kali lipat di tengah-tengah masa kelaparan, Ishak ber tambah kaya, bahkan sangat kaya sampai orang Filistin menjadi cemburu, sehingga mereka menutup sumur-sumur Ishak. Maka Ishak membuat kemah dan menggali sumur baru. Setiap kali ia menggali sumur, ia merasakan campur tangan Allah sebab Tuhan memberkatinya dengan mata air yang baru. Betapa besar penyertaan Tuhan kepada umat-Nya.

 

Kita juga melihat apa yang dilakukan Allah terhadap Yakub, seperti kepada Abraham dan Ishak Allah juga memberkati Yakub di tengah-tengah msa kelaparan yang hebat. Yaitu dengan cara Allah memakai Yusuf untuk memberkati keluarganya, suatu cara atau skenario Allah yang luar biasa, bahkan bangsa Mesir pun diselamatkan dari kelaparan karena terimbas pengaruh penyertaan Tuhan atas umat pilihan-Nya. Allah senantiasa mengganpai perjanjian berkat-Nya kepada setiap orang-orang benar. Perjanjian Allah adalah kekal dan tidak berubah. Di dalam Yesus Kristus tidak akan berubah, itulah sebabnya sejak Kristus membuat perjanjian dengan Allah, perjanjian tersebut tidak akan berubah selama-lamanya. Jadi, barangsiapa di dalam Kristus, ia telah berada di dalam perjanjian baru. Sebagai ciptaan baru, sekarang tidak ada lagi penghukuman karena pelanggaran Hukum Taurat, sebab semua akibat pelanggaran telah ditanggung oleh Kristus. Apa yang menjadi bagian kita? Sekarang kita tinggal menjalaninya dengan iman. Iman bahwa didalam Kristus, segala janji-janji Allah digenapi (2 Korintus 1:20) dan mentaati perintah Tuhan dengan iman, betapa indahnya kalau kit berjalan dengan ketaatan di dalam Kristus, maka Allah PASTI meneguhkan perjanjian-Nya dengan memberikan berkat-berkat-Nya.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien.

 

 

Gembala Sidang

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA