MAKNA NATAL

PESAN GEMBALA

12 DESEMBER 2010

EDISI156 TAHUN 3

 

MAKNA NATAL

Shallom…salam miracle

Jemaat Tuhan, hari-hari ini kita sudah mulai sibuk untuk merayakan Natal tahun ini, namun banyak diantara umat Kristen yang belum mengerti sebenarnya makna natal. Dalam Yesaya 9:5-6 mengatakan “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena Ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya…” Nabi Yesaya melihat suatu musim yang baru yaitu datangnya seorang Juruselamat, Mesias, Raja ke dalam dunia. Allah yang perkasa akan ada bersama umat-Nya.

Natal memiliki arti dan makna yang berbeda-beda satu dengan yang lain, tergantung perspektif masing-masing dalam memandangya. Bagi anak-anak, natal berarti mendapatkan banyak hadiah. Bagi anak muda, natal berarti pesta dan makan enak dan tukar kado. Bagi pegawai kantor, natal berarti ada THR dan bonus akhir tahun dan belanja. Bagi ibu-ibu, natal berarti masak-masak merapikan rumah. Bagi pengusaha, natal adalah omzet penjualan meningkat. Bagi pekerja gereja, natal adalah bertambahnya kesibukan kegiatan gerejawi.

Bagi saudara apa arti dan makna Natal?

Di dalam Lukas 1:30-32 dikatakan “Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan Seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi.” Di ayat itu, Malaikat menunjukkan kepada Maria tujuan Allah dengan kelahiran Yesus, yaitu bahwa ANAK ALLAH ITU AKAN MENJADI BESAR DAN PERKASA. Lalu kata Malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa, Tuhan: hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.”

Natal bukan sekedar perayaan setahun sekali. Natal adalah mengenai kepercayaan saudara kepada Allah yang perkasa. Saudara harus melihat Tuhan seperti nabi Yesaya melihat. Para nabi Perjanjian Lama dan Yohanes Pembaptis, juga Rasul Paulus meihat Dia yaitu sebagai ANAK ALLAH. Ketika malaikat menemui para gembala di padang penggembalaan, kemudian menyampaikan firman Allah (Lukas 2:15-17) SEGERA para gemabala pergi menemui Yusuf dan Maria. Selanjutnya memberitakan kelahiran Yesus Kristus. Ketika bertemu dengan Tuhan, maka kehidupan kita akan berubah, seperti yang dialami oleh para gembala, keadaan dan pengharapan berubah. Yang dialami oleh para gembala adalah mereka memiliki sukacita, damai sejahtera, dan memiliki suatu tujuan. Mereka tetap sebagai gembala, namun mereka menyadari bahwa tujuan hidup mereka adalah membagikan Firman Allah.

Lukas 2:43 “Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.” Maria dan Yesus tidak mengetahui dimana Yesus berada karena mereka melakukan hal-hal rutnitas seperti yang biasa mereka lakukan. Demikian pula yang terjadi dengan kebanyakan orang Kristen. Ada yang melihat Tuhan Yesus, mereka diberkati dan dijamah Tuhan, tetapi ada juga yang melihat Tuhan tapi tidak melihat apa-apa. Mereka tidak mengalaminya karena kehilangan tujuan sehingga melakukan hal-hal sebagai rutinitas.

Tuhan mau kita bertindak atas firman-Nya. Tidak hanya ritual, rutinitas, dan sekedar program Gereja, tetapi percaya pada Dia bahwa Tuhan adalah Penyelamat, penyembuh, Raja, dan Tuhan semesta alam.”

Dua hal yang harus diperhatikan

APA YANG ANDA LIHAT

Apa dan bagaimana saudara melihat adalah sesuatu yang sangat penting. Adalah hal yang baik kalau kita sering membicarakan hal-hal yang baik seperti system yang baru, tahun ajaran baru bagi anak sekolah, pengalaman baru, kemenangan dalam pertandingan olahraga, dan lain sebagainya, hal ini sangat penting sebab bisa menggairahkan kehidupan kita. Apabila kita sering membicarakan perkara-perkara negatif, maka akan semakin menambah masalah yang sudah ada. Memang sering kita mendengar berita atau informasi yang negatif dari televisi, koran yang bisa membawa kemerosotan moral, keputusasaan, dan lainnya, namun akan lebih baik kita sering membicarakan sesuatu yang positif terutama bicarakan kebaikan dan kebesaran Tuhan.

APA YANG ALLAH LIHAT

Yesus datang ke bumi untuk membawa sesuatu yang baru, pengharapan baru, masa depan baru, dan musim yang baru. Apa yang Allah lihat hari ini? Mata Tuhan mencari tempat dimana Dia bisa menyatakan diri-Nya. Dia mencari kesempatan untuk menyatakan kasih karunia-Nya, memberikan kemurahan dan kebaikan-Nya.

SELAMAT NATAL 2010…

TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA.

AMIEN

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA



Iklan

TERUS BERLATIH

Senin, 22 November 2010

Bacaan : 1 Timotius 4:6-16

6Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

7Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

8Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

9Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

10Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

11Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

12Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

13Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. 14Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

15Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

16Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

TERUS BERLATIH

Ketika masih batita, anak bungsu saya kerap salah mengucap kosakata yang sedang ia pelajari. Misalnya, ia mengucap “ilkan” untuk kata “iklan”. Atau “korden”, saat seharusnya ia mengungkap ingin makan dengan “korned”. Atau juga “lobong” untuk kata “bolong”. Kesalahan anak saya mengeja kata, bisa terdengar menggelikan. Itu bukan kesalahan yang sengaja dibuatnya agar orang tertawa. Itu kega-galannya untuk berucap saat ia berharap bisa berkata benar. Saya bersyukur ia tidak takut berlatih untuk mengulang-ulang lagi kata-kata itu. Dari latihan yang terus-menerus, akhirnya ia bisa mengeja dengan benar.

Berlatih adalah aktivitas yang perlu terus kita lakukan, agar tercapai kemajuan. Dalam segala bidang, di segala usia. Bahkan, dalam hidup kerohanian kita. Perlu ada latihan, agar kita tak “salah-salah” mengerti atau memahami, sehingga tak “salah-salah” juga menafsir atau menyampaikan kebenaran yang kita terima pada orang lain. “Latihlah dirimu beribadah, ” kata Paulus (ayat 7). Latihan ini penting, agar kita “terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat” (ayat 6). Caranya, dengan “bertekun … membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar … dalam mem-pergunakan karunia yang ada” (ayat 13, 14). Mempelajari firman, mendalaminya, lalu membagikannya lewat bersaksi atau mengajar, adalah latihan rohani yang sangat penting kita lakukan sepanjang hidup.

Dunia berkembang dengan segala tipu muslihatnya. Namun, iman yang terlatih akan menolong kita memiliki pemahaman iman yang benar dan tak tergoyahkan. Maka, tak ada cara lain kecuali terus berlatih mengenal Tuhan dan segala kebenaran-Nya –AW

DUNIA BISA PUNYA SERIBU SATU CARA UNTUK MENYESATKAN

NAMUN KEBENARAN ABADI KRISTUS AKAN SELALU MEMBENTENGI

Sumber : www.sabda.org

 

TERLALU BETAH

Selasa, 31 Agustus 2010

Bacaan : Filipi 3:17-4:1

3:17. Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

4:1. Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

TERLALU BETAH

Merhan Karimi Nasseri, warga Iran, dicabut kewarganegaraannya ketika menaiki pesawat terbang menuju Paris. Paspornya diambil. Tanpa bukti kewarganegaraan, setiba di Paris ia tidak diizinkan meninggalkan bandara. Selama sebelas tahun ia tinggal di Terminal 1; mandi di toilet bandara, dan hidup dari bantuan staf bandara. Pada 1999, pemerintah Prancis akhirnya memberinya izin untuk tinggal dan bekerja. Sekarang ia bebas pergi kemana pun. Anehnya, ia memilih tetap tinggal di bandara-sudah telanjur betah. Setelah dibujuk beberapa hari, baru ia mau pergi.

Sebuah bandara, sebesar dan sebagus apa pun, bukan rumah. Begitu juga dunia ini bukan rumah sejati kita. Rasul Paulus mengingatkan, kita adalah warga surga. Kita tinggal di dunia hanya sementara. Maka, jangan sampai terlalu lekat dengan daya tarik dan kenikmatannya. Paulus prihatin melihat orang kristiani yang hidup “sebagai seteru salib Kristus” (ayat 18). Gaya hidupnya masih mementingkan perkara duniawi. Yang dikejar melulu soal makanan, kenikmatan, kemewahan, kehormatan, dan keuntungan. Sebagai warga surga, cara hidup kristiani seharusnya berbeda-mengejar hal yang bernilai kekal, seperti kasih, keadilan, dan kebenaran.

Orang yang terlalu lekat pada dunia akan takut meninggalkan dunia ini apabila saatnya tiba. Segala hal yang telah telanjur digenggam erat biasanya sangat sulit dilepaskan. Maka, bersyukurlah jika terkadang Tuhan mengizinkan kita mengalami kehilangan, baik benda, kuasa, maupun kekasih tercinta. Semuanya menyadarkan bahwa dunia bukan rumah kita. Semuanya fana dan akan lenyap –JTI

SAAT HATI TERPIKAT OLEH SILAUNYA DUNIA

SURGA TIDAK LAGI TAMPAK MEMESONA

Sumber : www.sabda.org

MEMBUAT PENGARUH TERHADAP KEKEKALAN

Shallom…Salam mujizat!

Jemaat yang dikasihi Tuhan, setiap hari dalam kehidupan kita dihadapkan kepada pilihan-pilihan dan itu menentukan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Apa yang kita kerjakan di dunia ini seharusnya bermakna untuk kekekalan.

Sering terdengar ungkapan bahwa hidup di dunia ini hanya sekali, dan itu memang sesuai dengan Firman Allah:”Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Setelah kehidupan kita di dunia berakhir, kita tidak pernah lagi memiliki kesempatan untuk menggerakkan tangan Allah melalui doa, untuk membagikan Kristus dengan seseorang yang tidak mengenal Sang Juruselamat,untuk memberikan uang bagi pelebaran Kerajaan Allah, atau untuk membagi dengan yang membutuhkan.

Alfred Nobel adalah seorang ahli kimia berkebangsaan Swedia yang memperoleh banyak uang dengan menemukan dinamit serta bahan peledak untuk senjata. Ketika saudara laki-laki Alfred meninggal, sebuah Koran secara tidak sengaja memberitakan kematian Alfred dan bukan saudaranya.

Dalam tulisan itu dikatakan bahwa Alfred diceritakan sebagai seorang yang menjadi kaya lewat memampukan orang-orang untuk membunuh satu sama lain dengan senjata-senjata yang kuat. Maka Alfred terguncang dengan berita itu akhirnya memutuskan dalam sisa hidupnya dia akanmenggunakan kekayaannya untuk memberikan penghargaan kepada prestasi-prestasi yang bermanfaat bagi umat manusia, termasuk apa yang kita kenal dengan Penghargaan Nobel Perdamaian.

Dari peristiwa yang dialami Alfred Nobel yang diberitakan meninggal tersebut, mari kita melihat diri kita pribadi, kemudian marilah kita gunakan sisa hidup kita untuk memperbaiki kehidupan kita sesuai dengan keinginan Tuhan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Dalam masa kehidupan Musa, Firaun adalah orang yang paling berkuasa di muka bumi. Anak perempuan Firauan mengangkat Musa sebagai anaknya ketika ia masih bayi, dan Musa memiliki kesempatan untuk menikmati kekayaan serta kehormatan sebagai seorang anggota keluarga kerajaan.

Dalam Ibrani 11:24-26 mengatakan kepada kita apa yang kemudian menjadi pilihan Musa dan mengapa ia memilih hal tersebut. “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. ” Karena Musa mengarahkan pandangannya kepadasatu-satunya upah sebenarnya yang kekal. Musa memilih untuk menjadi budak (orang Ibrani) dan dipakai oleh Allah melalui cara yang luar biasa.

Apakah pilihan-pilihan yang harus saudara hadapi saat ini?

Bagaimana pandangan saudara terhadap kekekalan mempengaruhi keputusan-keputusan saudara?

Marthin Luther mengatakan bahwa dalam kalendernya hanya terdapat dua hari yaitu: hari ini dan hari terakhir.

Marilah kita menginvestasikan diri kita sepenuhnya serta segala sesuatu yang kita miliki pada saat ini berdasarkan keyakinan akan hari terakhir.

Jangan sia-siakan hidup kita dengan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Allah.

Puji Tuhan…TuhanYesus memberkati kita semua.

Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Setiap Hari Menjadi Berkat

PESAN GEMBALA

24 JANUARI 2010

EDISI 110 TAHUN 3

Shallom… Salam Miracle…

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati, suatu kebahagiaan yang sangat besar ketika kita bisa membawa seseorang datang kepada Tuhan, dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dan tidak hanya sekedar menjadi orang Kristen. Namun bagi orang yang telah kita bawa untuk mengenal kebenaran yang sejati, kebahagiaannya adalah ketika bisa bertemu muka dengan muka secara pribadi dengan Tuhan, bukan melalui orang yang menuntunnya atau yang mengajarnya, tetapi ketemu secara pribadi dan memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan.

Suatu peristiwa yang sangat jelas dan menarik terjadi pada kisah seorang wanita Samaria di sumur Yakub. Kisah ini menceritakan bahwa Yesus harus melintasi Samaria, padahal ada jalur lain yang mudah ditempuh dan lebih aman secara manusia sebab terjadi pertentangan eksistensi antara orang Yahudi dengan orang Samaria, namun Yesus melalui jalur Samaria ini walau beresiko.

Ia telah mengetahui bahwa ada seorang wanita yang sangat membutuhkan pertolongan kasih-Nya, sebab ia memiliki sejarah yang gelap dengan segala kekurangan-kekurangan di masa lalu dalam hidup wanita itu.

Wanita itu memberikan air minum kepada  Yesus, sehingga Yesus meresponi demikian “jikalau engkau tahu tentang karunia Allah, dan siapa Dia yang berkata kepadamu, “berilah Aku minum!” niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” (Yohanes 4:10).

Yesus tahu masalahnya bukan terletak pada banyaknya ia mempunyai suami atau hubungan-hubungannya, yang sesungguhnya itu hanya gejala-gejala dari kerinduannya yang tidak ia sadari akan suatu hubungan kekal dengan satu-satunya Allah yang mampu memberikan. Suatu keputusan yang luar biasa sebab wanita Samaria itu mengambil air hidup yang ditawarkan oleh Yesus, dan akhirnya menjadi seorang pembawa berita kebenaran/keselamatan kepada kerabatnya dan tetangga-tetangganya.

Dia memberitakan “datang dan lihatlah orang ini dan terus mengatakan kepada setiap orang yang ditemuinya dalam setiap kesempatan, dia menjadi BERKAT. Semua orang di kota Samaria mengetahui siapa wanita ini yang sudah banyak berhubungan dengan banyak pria (hubungan yang negatif). Namun ketika wanita itu mengatakan tentang Yesus, maka ada keseriusan dalam perkataan wanita itu.

Saudara, setiap orang yang bertemu secara pribadi dengan Tuhan, maka akan ada sesuatu yang berbeda sebab telah diubahkan oleh Tuhan, dari kehidupan gelap menjadi terang, dari orang yang tidak dipercaya menjadi orang yang dipercaya, dari tidak dihiraukan menjadi perhatian yang baik dari banyak orang. Sehingga kerabat dan tetangga-tetangganya berdatangan untuk mengetahui apa yang telah terjadi dengan wanita tersebut dan akhirnya menjadi percaya kepada Yesus. Melalui perkataan wanita itu menjadikan banyak orang menjadi bertobat.

Yohanes menuliskannya sebagai berikut “banyak orang menjadi percaya karena perkataannya”. Mereka percaya apa yang telah didengar dari perkataan wanita itu. Namun dikonfirmasikan lewat pengalaman pribadi bersama Yesus “dan mereka berkata kepada perempuan itu, kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia” (Yohanes 4:42).

Bagi saudara yang membaca warta ini, apakah saudara mengalami perubahan ketika pertama kali bertemu Tuhan Yesus atau tidak merasakan sama sekali sesuatu yang harusnya berbeda, kalau tidak mengalami perubahan ketika pertama kali bertemu Tuhan Yesus atau tidak merasakan sama sekali sesuatu yang harusnya berbeda, kalau tidak mengalami sesuatu yang berbeda maka tidak mungkin membawa orang lain kepada Yesus Kristus .

Bagi kita yang mengalami pengalaman pribadi dengan Tuhan dan pengalaman itu adalah yang menyenangkan maka kita bisa membawa orang lain datang kepada Kristus, ketika kita menuntun orang-orang kepada Kristus, adalah penting bahwa mereka bisa melihat Dia muka dengan muka. Dan kita mengambil waktu bersama-sama dengan Dia sehingga orang-orang tahu bahwa kita telah bersama dengan Tuhan. Bersama dengan Tuhan segala sesuatu menjadi mungkin.

Dari kisah tersebut dapat kita pelajari bahwa wanita Samaria menjadi berkat bagi orang lain dan setiap orang yang telah mengenal Yesus melalui perkataan wanita itu juga menjadi berkat bagi orang lain sebab telah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Mereka menjadikan setiap hari bergairah dan penuh dengan karya agung Tuhan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, jadikanlah setiap hari dalam bulan ini dalam tahun ini menjadi berkat bagi orang lain. Seperti perempuan Samaria bertemu dengan Tuhan dan menjadikan orang lain untuk bertemu dengan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua..amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

BINTANG DI JENDELA

Jumat, 25 Desember 2009

Bacaan : 1Yohanes 4:10-15

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

4:14. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

BINTANG DI JENDELA

Pada masa Perang Dunia I, keluarga-keluarga yang mengirim putranya untuk berperang akan memasang sebuah tanda bintang di salah satu jendela rumah mereka. Seorang kakek sedang berjalan-jalan dengan cucunya ketika sang cucu menanyakan apa arti tanda bintang di jendela itu. Setelah dijelaskan, si anak selalu tersenyum dan bertepuk tangan setiap kali menjumpai sebuah rumah dengan tanda bintang di jendela. Beberapa saat kemudian, si cucu tiba-tiba menunjuk ke langit dan menuding sebuah bintang besar. “Kek, lihat! Allah juga mengirimkan Putra-Nya, ya?”

Pemberian Allah yang terbesar telah direncanakan dengan sempurna. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah sudah membuat sebuah rancangan luar biasa agar manusia dilepaskan dari hukuman atas dosanya itu (Kejadian 3:15). Dan, tak ada pemberian lain yang cukup untuk menebus manusia-manusia itu, kecuali Sang Putra sendiri. Inilah inisiatif Allah. “Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (ayat 10).

Natal mengusung sebuah pengingat bahwa Allah sungguh-sungguh mewujudkan rancangan besar-Nya, dengan menghadirkan Bayi Yesus ke dunia. Tak ada omong besar. Yang ada hanya insiatif kasih kepada kita, manusia. Dia memberikan milik-Nya yang terbesar. Maka, jika begitu besar kasih Allah kepada kita, apakah respons kita? “Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita saling mengasihi” (ayat 11). Adakah kita sungguh-sungguh berdamai dengan semua orang? Hanya kita dan Tuhan yang tahu –AW

KELAHIRAN KRISTUS BERAWAL DARI IDE PENDAMAIAN

MAKA MASIH LAYAKKAH KITA TAK BERDAMAI DENGAN SAUDARA?

Sumber : www.sabda.org

PELATIHAN HIDUP

Rabu, 4 November 2009

Bacaan : 1Timotius 4:1-11
4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

4:6. Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.

4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

PELATIHAN HIDUP

Ketika atlet Dean Karnazes menyelesaikan Maraton New York sejauh 42 kilometer pada bulan November 2006, hal itu menjadi tanda berakhirnya sebuah pertunjukan daya tahan tubuh yang hampir tidak mungkin terjadi. Karnazes telah mengikuti 50 lari maraton di 50 negara bagian dalam waktu 50 hari. Pertunjukan daya tahan ultra para atlet yang sangat langka ini mencakup: lari sejauh 563 kilometer tanpa henti, bersepeda gunung selama 24 jam tanpa henti, dan berenang menyeberangi Teluk San Francisco. Tingkat kebugaran tubuh semacam ini menuntut disiplin latihan yang harus dilakukan terus menerus.

Kebugaran rohani, demikian kata Paulus kepada Timotius, juga menuntut lebih daripada sekadar melakukan pendekatan yang santai untuk menjalani hidup yang menghormati Allah. Dalam budaya yang ditandai dengan pengajaran palsu dan disertai bentuk-bentuk ekstrem pemuasan dan penyangkalan diri, Paulus menulis, “Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1 Timotius 4:7,8).

Tubuh dan pikiran kita harus diarahkan kepada Allah serta disiapkan untuk melayani-Nya (Roma 12:1,2). Tujuannya bukan kehebatan rohani, melainkan ibadah, hidup yang menyukakan Tuhan. Mempelajari firman dengan giat, doa yang terfokus, dan disiplin tubuh menjadi bagian proses ini.

Seberapa baik latihan kita sangat menentukan seberapa baik kita menjalani arena kehidupan ini –DCM

LATIHAN YANG SESUAI KEHENDAK ALLAH
ADALAH KUNCI MENUJU KARAKTER YANG SALEH

Sumber : www.sabda.org