KISAH TEBOW

Jumat, 8 Februari 2013

Bacaan: 1 Timotius 4:11-16

4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

KISAH TEBOW

Pada 2011, Tim Tebow menjadi ikon fenomenal di dunia American football, dengan banyak kemenangan gemilang bersama timnya, Denver Broncos. Yang menarik, ia menjadi buah bibir bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga keberaniannya menyatakan iman kepada Kristus. Ia selalu berdoa dengan berlutut di lapangan sebelum bertanding. Ia juga sengaja mengecat wajah dengan sebuah alamat ayat di bawah kedua mata, misalnya Yoh 3:16 dan Ef 2:8-10. Ini terekam oleh liputan TV dan membuat banyak penonton penasaran akan isinya.

Pendidikan rohani yang kuat dari orangtuanya sejak kecil adalah dasar kuat yang menolong Tim bertumbuh mencintai Yesus dan pelayanan. Di luar lapangan, ia aktif dalam pelayanan mahasiswa dan mendirikan Yayasan Tim Tebow sejak 2010. Yayasan ini menolong banyak anak yang mengalami sakit berat dan sedang membangun sebuah rumah sakit anak di Filipina. Tebow, yang baru berusia 25 tahun, berusaha menjadi teladan bagi para penggemarnya. Termasuk dalam menjaga kekudusan.

Sebagai pemimpin yang masih muda, Timotius dinasihati Paulus untuk menjaga hidupnya agar tidak menjadi sandungan, sebaliknya menjadi teladan. Caranya, dengan terus tekun mempelajari Kitab Suci (ay. 13) dan mempergunakan karunia rohaninya (ay. 14). Tujuannya agar Timotius semakin dewasa rohani (ay. 15) dan dapat menjadi teladan. Tebow dan Timotius berhasil melaksanakan pesan ini selagi mereka muda. Mari ikuti nasihat Paulus ini. Berapa pun usia kita sekarang, Tuhan akan menolong kita melakukannya. –AW

DALAM SEGALA MUSIM HIDUP KITA

 BIARLAH HIDUP KRISTUS NYATA DALAM HIDUP KITA

Dikutip : www.sabda.org

PENGAJAR YANG BELAJAR

Jumat, 26 Oktober 2012

Bacaan : 1 Timotius 4:11-16

4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.

4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.

4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

 

PENGAJAR YANG BELAJAR

Ada ungkapan “guru itu hanya menang semalam dari muridnya”. Artinya, guru hanya perlu belajar sehari sebelum ia mengajar dan itu cukup untuk menjadi bekal mengajar keesokan harinya. Akibatnya banyak pengajar yang sekadar menghafal ulang materi yang pernah diketahui sebelumnya. Mereka merasa bahwa tugas mereka sekarang hanyalah membagi ilmu yang pernah didapat. Bagi mereka, belajar dan menimba ilmu adalah pengalaman dan kegiatan masa lalu. Menyedihkan bukan?

Timotius diminta untuk membenahi pengajaran yang melenceng di tengah-tengah jemaat (ayat 1-5). Untuk itu ia sendiri haruslah menguasai pokok-pokok pengajaran yang sehat (ayat 6). Paulus mengingatkan agar Timotius terus bertekun mempelajari Kitab Suci dan mengawasi pengajarannya. Hanya dengan mengetahui yang benar maka ia akan mampu meluruskan kesalahan. Dengan terus belajar maka ia akan mengalami kemajuan dalam pemahaman dan akan mampu menjawab pergumulan jemaat yang tentunya akan selalu ada. Timotius diingatkan bahwa sebagai pengajar, ia tidak boleh berhenti belajar

Kita mungkin diberi kesempatan untuk mengajar atau membimbing orang lain, entah itu sebagai orangtua, guru, gembala jemaat, pembimbing kelompok kecil, atau melalui peran lainnya. Masihkah kita terus belajar sampai hari ini? Apakah kita menginginkan untuk semakin memperdalam dan memperluas hal-hal yang selama ini sudah sering kita ajarkan? Apakah kita berharap bahwa setiap nasihat kita mampu menjawab persoalan nyata dari mereka yang kita tolong? Kalau kita ingin kedapatan bertanggung jawab dengan tugas yang Tuhan telah percayakan, maka tidak ada jalan lain selain: teruslah belajar! –PBS

HANYA PENGAJAR YANG TERUS BELAJAR

 YANG LAYAK UNTUK TERUS MENGAJAR

Dikutip : www.sabda.org

MEMBERI PERHATIAN

Senin, 22 Oktober 2012

Bacaan : 1 Korintus 12:12-31

12:12. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

12:15 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:16 Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

12:24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

 

12:27. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

 

MEMBERI PERHATIAN

Apa yang dapat dilakukan oleh seorang penderita gangguan jiwa? Mungkin banyak yang mengabaikan mereka, karena dianggap tidak berguna. Namun tahukah Anda bahwa William Cowper, pencipta lagu himne terkenal, There Is A Fountain Filled With Blood (Kidung Jemaat No. 35: Tercurah Darah Tuhanku), adalah seorang yang pernah menderita depresi berat? Berkali-kali ia mencoba bunuh diri hingga ia pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Di sanalah ia membaca Alkitab dan bertobat. Semasa hidup, Cowper menulis 68 syair lagu rohani, banyak di antaranya masih dinyanyikan gereja hingga hari ini. Salah satu yang memengaruhi pertumbuhannya adalah kasih John Newton, gembala di gerejanya, yang terus memberi dorongan, dan mengajaknya melayani Tuhan

Apa yang dilakukan Newton merupakan contoh konkret sikap saling menolong dalam tubuh Kristus, seperti yang diilustrasikan Paulus. Tiap anggota tubuh telah ditentukan Allah memiliki fungsi dan tempatnya masing-masing (ayat 18). Tak ada yang dapat berdiri sendiri. Bagian yang tampak paling lemah bahkan punya peran yang sangat penting (ayat 22). Yang tampak tidak elok, justru harus lebih diperhatikan, bukan diabaikan, apalagi disingkirkan. Dengan saling memperhatikan, masalah dalam tubuh dapat dihindari, karena tiap anggota dapat memenuhi fungsinya dengan baik (ayat 25)

Memberi perhatian, mengasihi dan menghormati mereka yang tampaknya lemah; yang kurang terampil dan tidak pandai, merupakan kehendak Kristus bagi anggota-anggota tubuh-Nya. Alangkah indah dan eratnya persekutuan umat percaya jika setiap kita melakukannya. Kita bisa memulainya hari ini. –HEM

PERSAUDARAAN DI DALAM KRISTUS AKAN MAKIN TANGGUH

JIKA KITA SEDIA MENOLONG SAUDARA YANG LEMAH DAN RAPUH

Dikutip : www.sabda.org

PERTAMBAHAN

PERTAMBAHAN          

Shalom..salam miracle

Jemaat yang dikasihi Tuhan di bulan Mei 2012, gereja kita mendapatkan tema KEBAHAGIAAN, dan pada kenyataannya, banyak di antara kita yang menyaksikan tentang pemahaman kebahagiaan dan mendapatkannya, terlebih kita melakukan ibadah pencurahan Roh Kudus selama 10 hari. Kebahagiaan itu semakin dirasakan setiap kita yang bisa menangkap pesan tersebut.

Diakhir bulan Mei, dalam pertemuan ibadah doa malam, saya sampaikan bahwa bulan Juni 2012 merupakan bulan PERTAMBAHAN. Mari kita membaca Kisah Para Rasul 6:7-8 “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda diantara orang banyak.” Dari ayat ini, kita ketahui bahwa jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami pertambahan jumlah (kuantitatif) artinya secara korporat mereka makin bertambah kebersamaan, kesehatian, bertambah baik dalam kekeluargaan, bertambah sumber daya dan kemampuan, sehingga semakin menarik perhatian banyak pihak.

Dari perkembangan jemaat mula-mula tersebut, kekeristenan semakin maju sampai sekarang ini. Jadi jemaat mula-mula setelah menerima pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) semakin hari semakin menjadi berkat dan bertambah-tambah jumlahnya karena Tuhan yang menambahkannya, kita juga merindukan ada PERTAMBAHAN dari segi kuantitas, namun kiranya Tuhan sendiri yang menambahkannya. Menjadi tanggungjawab kita untuk senantiasa mendapatkan perkenanan dari Tuhan, sebab kita tahu dengan perkenanan Tuhan, maka Tuhan yang menambah-nambahkannya. Kunci utama untuk mendapatkan perkenanan Tuhan adalah ketika didiami dan dipakai oleh Roh Kudus, untuk itu ijinkan Roh Kudus senantiasa memenuhi kebutuhan saudara. Selain mendapatkan pertambahan kuantitas, mereka juga mengalami pertambahan kualitas, diwakili oleh Stefanus, yang semula bukan bagian dari Rasul-rasul atau 12 murid Tuhan, tetapi ketika diurapi Roh Kudus, maka kehidupannya semakin luar biasa yakni dengan bertambahnya KARUNIA dan KUASA.

KARUNIA merupakan pemberian Allah (Cuma-Cuma) kepada umat-Nya yang berkenan. Dari hal itu, kehidupan Stefanus mendapatkan pelbagai kecakapan, kemampuan, keahlian dan sebagainya, sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat ketika itu khususnya kepada jemaat mula-mula. Baik tua maupun muda senantiasa menantikan kecakapan Stefanus untuk dapat membantu mereka, itulah karunia yang semakin ditambahkan oleh Tuhan. Dalam gereja kita juga sangat memerlukan pelbagai macam-macam karunia, sehingga semakin lengkap dalam gereja ini. Setiap jemaat merindukan untuk mendapatkan pertambahan karunia-karunia, dengan hal itu semakin melengkapi pelayanan, dengan tujuan utama segalanya kemuliaan bagi Allah.

Berikutnya Stefanus juga mengalami pertambahan KUASA. Apa yang dilakukan oleh ROH KUDUS kepada rasul-rasul, juga terjadi dalam kehidupan Stefanus, dia melakukan banyak mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Bisa kita telaah bahwa Stefanus juga dipakai untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kerasukan setan, terbelunggu kuasa kegelapan. Hal itu sekali lagi kuncinya adalah Roh Kudus. Gereja kita juga merindukan banyak diantara jemaat yang dipenuhi dengan kuasa Allah. Menurut kamus bahasa Indonesia, kuasa adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dan wewenang atas sesuatu, juga memerintah. Mereka mendapatkan pertambahan kualitas. Jadi mendapatkan pertambahan kuantitas dan kualitas.

Bagaimana dapat memperoleh PERTAMBAHAN?

Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” Setiap orang percaya  yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka Roh Kudus masuk dalam kehidupannya dan apabila seseorang semakin terbuka untuk karya Roh Kudus, maka Dia semakin mencurahkan/mengalirkan deras Roh Kudus, sehingga semakin dipenuhi, maka kehidupan orang percaya tersebut akan mengalirkan aliran-aliran air hidup. Menjadi berkat bagi orang lain, semakin mengasihi orang lain, semakin menunjukkan buah-buah dari Allah.

Dalam Mazmur 1:3 dikatakan “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Setiap tanah dan tanaman yang ditanam dan mendapatkan kecukupan kebutuhan air, maka tanah tersebut akan menjadi subur begitu pula tanamannya dan menghasilkan buah yang baik. Begitu pula dalam hal kekristenan, akan semakin berbuah dan buahnya baik, apabila mendapatkan aliran Roh Kudus senantiasa. Menjadi perenungan kita, apakah kita sudah mendapatkan kecukupan AIR HIDUP? Apakah kita sudah menghasilkan buah? Apakah buah Roh itu ada dalam kehidupan kita?.

Kiranya bulan Juni ini setiap jemaat mengalami PERTAMBAHAN sesuai dengan kebutuhan pribadi dalam hal mana mendapatkannya, dan juga sesuai dengan iman percayanya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.


BERDOA SESUAI KEHENDAK-NYA

Senin, 14 Mei 2012

Bacaan : Roma 8:18-30

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

 

8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

8:29. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

 

 

BERDOA SESUAI KEHENDAK-NYA

Pernahkah Anda bingung saat hendak berdoa? Misalnya saja saat menghadapi penyakit. Haruskah berdoa minta kesembuhan atau mohon kekuatan untuk menanggungnya? Permintaan mana yang akan didengar Tuhan? Haruskah berdoa untuk keluar dari sebuah tempat yang sulit atau mohon kasih karunia untuk bertahan? Pada satu titik, saya sempat berhenti berdoa karena merasa tidak yakin apakah saya berdoa sesuai kehendak Tuhan.

Bacaan hari ini memberi penghiburan luar biasa: “Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan kita”. Paulus mengingatkan jemaat di Roma bahwa sebagai anak-anak Tuhan, mereka memiliki pengharapan yang mulia, sekalipun mereka masih hidup di tengah berbagai penderitaan, keluhan, dan kesakitan di dunia ini (18-25). Dalam kelemahan itu, kita yang rindu berdoa dengan penuh iman pun acap kali tidak tahu pasti apa yang Tuhan mau. Syukur kepada Tuhan, ketika kita mengeluh dengan kerinduan bahwa kemuliaan Tuhan akan dinyatakan (ayat 18-19), Roh Kudus membantu kita berdoa sesuai kehendak-Nya (ayat 27). Dan, ketika Roh Tuhan sendiri yang berdoa, bukankah Dia pasti mendengarkan?

Ada hal-hal yang jelas kita kenali sebagai kehendak Tuhan, misalnya hidup dalam iman, kasih, dan kekudusan. Namun, kita tidak diminta mengetahui tiap detail kehendak-Nya. Dia memahami ketidaktahuan kita, dan karena itu Roh-Nya berdoa bagi kita. Yang diperhatikan-Nya bukan ketepatan kata, melainkan kesungguhan hati yang merindukan kemuliaan-Nya dinyatakan. Bersyukurlah bahwa karya Tuhan tidak dibatasi oleh kelemahan kita. Tetaplah datang kepada-Nya di tengah situasi sesulit apa pun. –ELS

KETIKA KITA MERINDUKAN KEMULIAAN TUHAN DINYATAKAN,

TIAP PERMOHONAN DISEMPURNAKAN-NYA JADI DOA YANG DIPERKENAN.

Dikutip : www.sabda.org

PENGHALANG CINTA

Kamis, 26 April 2012

Bacaan : Kisah Para Rasul 10:1-48

10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.

10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!”

10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

10:5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus.

10:6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.”

10:7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.

10:8 Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope.

 

10:9. Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.

10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.

10:11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.

10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.

10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”

10:14 Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.”

10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”

10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.

10:17 Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Petrus.

10:18 Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu.

 

10:19. Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: “Ada tiga orang mencari engkau.

10:20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.”

10:21 Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: “Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?”

10:22 Jawab mereka: “Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan.”

10:23 Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ. Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.

10:24 Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.

10:25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.

10:26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.”

10:27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.

10:28 Ia berkata kepada mereka: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku.”

10:30 Jawab Kornelius: “Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan

10:31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.

10:32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.

10:33 Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu.”

 

10:34. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.

10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

10:36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.

10:37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,

10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

10:39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.

10:40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,

10:41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

10:42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

 

10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.

10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:

10:47 “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?”

10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

 

 

PENGHALANG CINTA

Konflik horizontal, baik yang berlatar belakang agama atau suku di berbagai tempat, menyisakan banyak cerita pilu dan menyedihkan. Luka-luka batin menggores hati dan perasaan pihak-pihak yang berseteru. Dan, luka yang muncul tidak mudah untuk dipulihkan. Tidak jarang kemudian muncul kebencian yang mendalam terhadap kelompok lain. Kalaupun tidak ingin membalas dendam, paling tidak mereka tidak akan lagi mau bersentuhan dengan kelompok yang mereka anggap sebagai musuh.

Allah bermaksud mengutus Petrus untuk menyampaikan Injil kepada Kornelius, seorang non-Yahudi yang takut akan Allah. Petrus pernah menerima pesan Tuhan Yesus untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya. Namun, ketika kesempatan untuk menjangkau bangsa lain itu ada di depan mata, Petrus memiliki keberatan pribadi. Darah Yahudi dan rasa bangga yang salah membuat ia sulit untuk mengasihi orang-orang non-Yahudi. Kendati Petrus tahu Kornelius sangat membutuhkan Injil, hatinya belum mampu menuruti keyakinannya itu. Maka melalui penglihatan, Allah membenahi konsep Petrus. Allah ingin menggarisbawahi Amanat Agung-Nya dengan memperlihatkan kasih dan kepedulian-Nya kepada segala bangsa.

Apakah kendala kita memberitakan Injil? Apakah kita punya daftar orang-orang yang tidak kita sukai dan karenanya kita anggap “tidak layak” mendengar Injil? Ataukah kita merasa ada sekelompok orang yang “lebih pantas” didahulukan untuk diselamatkan? Kalau kita percaya bahwa Injil diperuntukkan bagi semua orang, mari buktikan dengan memberikan cinta yang sama kepada setiap manusia, siapa pun mereka. –PBS

BUKALAH MATA, SADARILAH BAHWA SETIAP JIWA DI SEKELILING KITA,

SIAPA PUN MEREKA, AMATLAH BERHARGA.

Dikutip : www.sabda.org

BONGKAR MUATAN

Selasa, 27 Maret 2012

Bacaan : 1 Korintus 12:1-11

12:1. Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.

12:2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.

12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

 

 

BONGKAR MUATAN

Sebuah gambar mengilustrasikan gereja seperti gerobak yang ditarik susah payah oleh seorang pemimpin di depan dan didorong beberapa orang dari belakang. Roda gerobak itu terbuat dari kayu berbentuk kotak. Sementara, muatan gerobak ini adalah roda-roda karet yang bundar. Seperti gerobak itu, banyak gereja “dijalankan susah payah” oleh beberapa pemimpin dan aktivis. Sebagian besar jemaat mungkin seperti “roda-roda karet bundar” itu, tidak memahami di mana dan bagaimana harus melayani. Lalu, bagaimana kita dapat mengenali tempat dan panggilan pelayanan kita?

Paulus memberitahu jemaat di Korintus bahwa tiap anggota tubuh Kristus telah diberi beragam karunia (ayat 11), untuk dipakai bagi kepentingan bersama (ayat 7). Perhatikan tiga kalimat dengan struktur yang sama dalam ayat 4-6, tiap kali dengan perbedaan kata: karunia (kharisma), pelayanan (diakonia), dan perbuatan ajaib (energema). Kharisma merupakan kemampuan istimewa dari Tuhan untuk melayani-Nya. Diakonia tak hanya berarti pelayanan secara umum, tetapi juga bidang pelayanan di mana kemampuan tersebut paling baik digunakan. Energema adalah pengalaman akan pemberdayaan dan kuasa Roh Tuhan ketika kita melayani.

Tiap jemaat dapat terlibat melayani di tempat yang tepat dengan mengenali kemampuan yang Tuhan berikan, bidang keterbebanan di mana karunia tersebut paling baik digunakan, dan mengalami kuasa dari Tuhan ketika melakukannya. Mari kita bongkar muatan: temukan, kembangkan, dan pergunakan anugerah Tuhan yang disediakan bagi kita untuk terlibat dalam karya-Nya, di tengah tubuh Kristus dan di tengah dunia. –JOO

KENALI APA YANG TUHAN INGIN KITA KERJAKAN MELALUI KEBERADAAN KITA

DI TENGAH JEMAAT-NYA, DI TENGAH DUNIA MILIK-NYA.

Dikutip : www.sabda.org