JALAN TERJAL

Minggu, 27 Januari 2013

Bacaan: Yesaya 55:1-13

55:1. Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!

55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;

55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

 

55:6. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

55:12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.

55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

 

JALAN TERJAL

Saya membaca kisah menggelitik ini di blog seorang teman. Ia menuturkan bahwa dulu ketika jalan trans Kalimantan sedang dibangun dan kondisinya masih berantarakan, nyaris tidak pernah terdengar adanya kasus kecelakaan di situ. Namun kini, ketika jalan tersebut mulus tanpa lubang, ia kerap mendengar kabar tentang orang yang meninggal sia-sia karena kecelakaan di jalan raya tersebut. Kenyamanan yang tersedia bisa jadi justru membuat pengemudi lengah, mengantuk, atau kurang berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraan.

Saya kadang-kadang secara diam-diam menganggap Tuhan kejam karena Dia menuntun saya melewati jalan yang sama sekali tidak menyenangkan. Jalan yang terjal, penuh lubang, kelokan, dan kerikil tajam. Tidak jarang saya berharap agar Tuhan menuntun kita melalui hamparan rumput dengan bebungaan yang elok dan pepohonan yang teduh, namun Tuhan justru membawa saya melalui jalur yang tandus dan gersang. Dan, saya mengeluh karena tidak mengerti maksud-Nya di balik perjalanan tersebut. Pernahkah Anda merasakan apa yang pernah saya rasakan?

Tuhan memiliki jutaan misteri yang tak terselami dalam karya dan pemikiran-Nya. Namun, kita dapat meyakini, yaitu bahwa segala perbuatan-Nya tentu berdasar pada kasih-Nya dan demi kebaikan kita. Melindungi kita dari kelengahan, mencegah kita melakukan kebodohan, juga menyiapkan berkat yang dapat kita nikmati dengan penuh kepuasan. Dan, Tuhan menyertai kita sepanjang perjalanan, menghibur dan menguatkan kita dalam menghadapi tantangan. –RE

MESKIPUN HARUS MENGHADAPI PERJALANAN YANG SUKAR

 PENYERTAAN TUHAN MEMBUAT HATI KITA TIDAK TAWAR

Dikutip : www.sabda.org

LONCENG DAN KERETA SALJU

Senin, 17 Desember 2012

Bacaan: Mazmur 100:1-5

100:1. Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

100:3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

 

LONCENG DAN KERETA SALJU

Apa lagu Natal favorit Anda? Banyak orang senang menyanyikan lagu Jingle Bells, bahkan menjadikannya bagian dari ibadah perayaan Natal. Tahukah Anda bahwa lirik asli lagu ini bercerita tentang asyiknya naik kereta salju dengan lonceng yang berdentang sepanjang jalan? Sama sekali tak berkaitan dengan kelahiran Yesus. Memang dalam bahasa Indonesia liriknya diubah, tetapi, entah berapa banyak orang yang menyadarinya. Kerap sesudah menyanyikan lirik bahasa Indonesia, orang menyambungnya dengan lirik bahasa Inggris.

Bukan hanya saat Natal, mungkin saja kita memang jarang berpikir panjang tentang apa yang kita nyanyikan saat ibadah. Tidak demikian halnya dengan pemazmur. Ia menasihati jemaat yang datang beribadah: Ketahuilah siapa Tuhan yang kamu sembah dan siapa kamu di hadapan-Nya! (ayat 3). “Ketahuilah” di sini bukan sekadar mengetahui informasi tentang Tuhan, tetapi mengenal Dia dengan karib, sehingga ketika ada pernyataan-pernyataan yang keliru tentang Dia, kita dapat segera meluruskannya. Jemaat harus tahu jelas kepada siapa penyembahan mereka ditujukan. Penghormatan, rasa syukur, dan pujian sejati lahir dari pengenalan yang karib akan Pribadi dan karya Tuhan.

Tanpa pikir panjang, kita bisa memiliki cara pandang atau membuat pernyataan yang keliru tentang Tuhan. Mempersiapkan Natal di tempat kita masing-masing, mari pikirkan baik-baik acara-acara perayaan yang diadakan, serta lagu-lagu yang diperdengarkan. Apakah Pribadi dan karya Tuhan dinyatakan dengan benar di sana? Apakah melaluinya orang akan dibawa untuk mengakui kebesaran Tuhan, makin mengasihi dan menghormati-Nya? –LIT

APA YANG KITA NYATAKAN TENTANG TUHAN

 MENGGAMBARKAN APA YANG KITA PIKIRKAN TENTANG DIA.

Dikutip : www.sabda.org

KESEDIHAN ROH KUDUS

Minggu, 14 Oktober 2012

Bacaan : Yesaya 63:7-14

63:7. Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.

63:8 Bukankah Ia berfirman: “Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,” maka Ia menjadi Juruselamat mereka

63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.

63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.

63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;

63:12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;

63:13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,

63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

 

KESEDIHAN ROH KUDUS

Francis Chan, penulis buku Forgotten God mengakui bahwa untuk waktu yang lama, ia merasa agak berlebihan jika ia sebagai manusia yang lemah bisa mendukakan Roh Kudus yang begitu hebat. Ia mengevaluasi bahwa dalam budayanya, memiliki perasaan atau emosi adalah sebuah kelemahan, sehingga ia seolah-olah mengecilkan sosok Roh Kudus ketika berkata bahwa Roh Kudus bisa berduka

Namun, kenyataannya Alkitab jelas mengatakan bahwa Roh Kudus memang bisa berduka. Yesaya berdoa mengakui dan mohon pengampunan Tuhan atas perilaku umat Israel yang mendukakan Roh Kudus (ayat 10). Perilaku mereka itu telah membuat Tuhan murka. Kita juga diperingatkan dalam Perjanjian Baru untuk tidak menentang dan membuat Roh Kudus berduka (Matius 12:32). Allah memberikan Roh-Nya dalam hati umat-Nya untuk menginsafkan mereka akan dosa dan hidup baru seturut kehendak-Nya (ayat 11, bandingkan dengan Yehezkiel 36:27). Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus hadir dengan kerinduan agar orang berdosa bertobat. Menolak untuk mendengarkan Roh Kudus berarti menolak untuk sungguh-sungguh bertobat dari kelakuan kita yang jahat dan menerima anugerah Allah. Betapa ini menyedihkan hati-Nya!

Dalam perenungannya akan hal ini, Francis menulis, “Saya yakin jika kita benar-benar memedulikan kesedihan Roh Kudus, perkelahian, perceraian, dan perpecahan dalam gereja kita akan berkurang…. Saya berdoa agar beberapa dari Anda, pembaca, akan merasa begitu hancur karena telah membuat Roh Kudus berduka … sehingga Anda berusaha menyelesaikan setiap konflik yang Anda miliki….” Apakah Anda salah satunya? –ELS

AMPUNILAH AKU YANG MENDUKAKAN HATI-MU, YA ROH KUDUS

 LEMBUTKANLAH HATIKU UNTUK TIDAK MELAKUKANNYA LAGI

Dikutip : www.sabda.org

 

ESTER AHN KIM

Jumat, 5 Oktober 2012

Bacaan : Mazmur 119:41-56

119:41. Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

119:42 supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.

 

119:43. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

119:44 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

 

119:45. Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

119:46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.

119:47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.

119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

 

119:49. Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.

119:50. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.

119:51. Orang-orang yang kurang ajar sangat mencemoohkan aku, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu.

119:52. Aku ingat kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku.

 

119:53. Aku menjadi gusar terhadap orang-orang fasik, yang meninggalkan Taurat-Mu.

119:54. Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing.

119:55. Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu.

119:56 Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu.

 

ESTER AHN KIM

Jika Anda sudah tahu akan dijebloskan ke dalam penjara untuk waktu yang lama, apakah yang akan Anda lakukan? Sebagian orang mungkin ingin memaksimalkan waktu yang tersisa untuk menikmati hal-hal yang disenangi. Ester Ahn Kim, seorang kristiani di Korea, tahu bahwa ia pasti dipenjara karena ia menolak bersujud dalam kuil yang dibangun penjajah di negaranya. Menariknya, sebagai persiapan, ia melatih diri untuk menghafal lebih dari seratus pasal Alkitab, karena tahu ia tak akan diizinkan menyimpan Alkitabnya. Tuhan memakai kesiapannya untuk membawa banyak orang mengenal Juru Selamat dan mengalami hidup yang diubahkan selama ia hidup di balik terali besi

Persiapan Ester menunjukkan di mana hatinya berada. Ia tak mungkin bersusah payah menghafalkan isi Alkitab jika ia tidak menganggapnya cukup penting dan berharga. Ia tak ingin berpisah dengan Firman Tuhan. Kecintaan yang juga kita baca dari Mazmur 119. Pemazmur tak ingin berhenti memperkatakan Firman Tuhan, baik bagi dirinya sendiri (ayat 43-45), maupun bagi orang-orang di sekitarnya (ayat 42, 46). Firman Tuhan menjadi sumber pengharapan (ayat 50), sukacita (ayat 47), tuntunan (ayat 51), penghiburan (ayat 52), nyanyian (ayat 54), dan upahnya (ayat 56)

Kecintaan Ester dan pemazmur terhadap firman Tuhan membuat saya menginginkan keintiman yang lebih lagi dengan Tuhan. Dan jujur, disiplin yang lebih lagi. Bukan supaya dapat bermegah dengan banyaknya Firman Tuhan yang saya hafal, tetapi supaya saya makin peka mendengarkan suara Roh-Nya, dan hidup saya makin mengalirkan kasih-Nya. Adakah Anda juga memiliki kerinduan yang sama? –MEL

KETIKA FIRMAN TUHAN MELEKAT DALAM INGATAN,

MASALAH KITA HADAPI DENGAN PENUH KESIAPAN

Dikutip : www.sabda.org

BUKAN MAKANAN

Sabtu, 4 Agustus 2012

Bacaan : Yesaya 55:1-13

55:1. Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!

55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;

55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

 

55:6. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,

55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

55:12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.

55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

 

BUKAN MAKANAN

Mungkin Anda suka gemas melihat tingkah anak kecil. Saya juga. Pernah suatu kali saya membantu teman saya menyuapi anaknya. Sudah susah disuapi, lari ke sana ke mari, anak itu malah meraup mainan yang tergeletak di lantai dan memasukkannya ke dalam mulut. “Itu bukan makanan!” seru saya khawatir dan merebut mainan itu. Anda bisa tebak yang terjadi selanjutnya. Ya, ia pun menangis hebat.

Teguran Tuhan melalui nabi Yesaya ibarat orangtua yang prihatin melihat kebodohan anaknya. Mereka tidak mendengarkan Tuhan, mengandalkan pemikiran mereka sendiri, tak menyadari bahwa yang mereka upayakan itu sia-sia belaka (ayat 3). Padahal, Tuhan sudah menyediakan segala yang baik bagi umat-Nya, jika saja mereka mau datang dan menaati perkataan-Nya. Ada pemeliharaan hari lepas hari, bahkan janji keselamatan melalui Mesias yang akan diberikan atas seluruh bumi melalui Israel (ayat 3-5). Kasih dan pengampunan tersedia bagi orang yang mencari-Nya, rancangan-Nya sempurna (ayat 6-9). Firman-Nya memberi kehidupan dan pertumbuhan (ayat 10- 11). Seharusnya ini menjadi jaminan bagi Israel untuk senantiasa berpaut kepada Tuhan.

Sayangnya umat Israel lebih sering lari ke sana ke mari, menjauh dari Tuhan, mengejar apa yang dipandang mereka baik. Seperti banyak dari kita juga, bukan? Kita meraup hal-hal yang tidak seharusnya mengisi hidup kita. Kita pikir itu tidak berbahaya. Kita sangka itu lebih baik dari Tuhan. Hari ini, mari kembali mendengarkan Tuhan. Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, jangan abaikan teguran-Nya. Berhentilah mencari kepuasan di luar Tuhan. Datanglah pada-Nya sekarang juga! –ELS

MENGAPA MENCARI KEPUASAN YANG SIA-SIA

JIKA TUHAN SUDAH MENYEDIAKAN YANG SEJATI.

Dikutip : www.sabda.org

TIDAK TERHINGGA

Kamis, 2 Agustus 2012

Bacaan : Mazmur 147:1-11

147:1. Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.

147:2 TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai;

147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

147:4 Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.

147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

147:6 TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.

147:7 Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!

147:8 Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput.

147:9 Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil.

147:10 Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki;

147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

 

TIDAK TERHINGGA

Hang (baca: heng). Itu istilah yang sering terlontar ketika komputer macet, tidak bisa lagi memberi respons apa-apa. Mungkin program yang dijalankan terlalu banyak atau berat. Atau, ada virus yang menghambat kerjanya. Istilah ini juga dipakai sebagian orang untuk menggambarkan bahwa mereka sedang tidak bisa berpikir lebih jauh. Mungkin karena terlalu penat atau kurang istirahat. Kondisi hang mengingatkan kita bahwa teknologi dan manusia, secanggih apa pun, sepintar apa pun, ada batasnya.

Sebaliknya, Tuhan tidak terbatas. Perenungan pemazmur melambungkan imajinasi kita untuk memahami Dia yang “tidak terhingga”. Mengumpulkan kembali umat Israel yang tercerai berai di seluruh penjuru dunia bukan hal sulit bagi-Nya (ayat 2). Memulihkan orang yang sudah tidak punya harapan hidup adalah keahlian- Nya (ayat 3). Menghitung bintang di galaksi terjauh pun mudah saja bagi-Nya (ayat 4). Menyelimuti langit dengan awan, menurunkan hujan di tempat tertentu dan menahannya di belahan bumi lainnya, membuat gunung, menumbuhkan rerumputan, memberi makan hewan-hewan di padang, semua bisa dilakukan-Nya sekaligus! (ayat 8-9). Kehebatan manusia maupun sarana-sarana yang digunakan manusia dalam berkarya tidak mengesankan-Nya (ayat 11).

Kita kerap frustrasi dengan waktu yang sempit dan tanggung jawab yang banyak. Kita tidak tahu bagaimana menyikapi relasi yang rusak sementara kasih dan kesabaran kita terbatas. Kita tidak mahahadir, otak kita tidak mahatahu. Namun, mana yang lebih sering kita andalkan? Diri kita, sesama manusia, teknologi, atau … Tuhan yang tak terhingga? Sungguh, kita perlu senantiasa diingatkan betapa hebat dan tidak terbatasnya Tuhan kita! –MEL

FRUSTRASI HADIR KETIKA KITA MENGANDALKAN SUMBER-SUMBER

YANG TERBATAS, DAN MENGABAIKAN DIA YANG TAK TERBATAS.

Dikutip : www.sabda.org

MANDIRI ATAU BERGANTUNG?

Kamis, 5 Juli 2012

Bacaan : 2 Samuel 22

22:1. Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

22:2. Ia berkata: “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

22:3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

22:4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.

22:5 Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,

22:6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.

22:7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.

22:8 Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya.

22:9 Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya.

22:10 Ia menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kaki-Nya.

22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.

22:12 Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal.

22:13 Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala.

22:14 TUHAN mengguntur dari langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

22:15 Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka, yakni kilat-kilat, sehingga dikacaukan-Nya mereka.

22:16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.

22:17 Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir.

22:18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku.

22:19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku;

22:20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.

22:21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,

22:22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik.

22:23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang;

22:24 aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan.

22:25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.

22:26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,

22:27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.

22:28 Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.

22:29 Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku.

22:30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok.

22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?

22:33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata;

22:34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;

22:35 yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.

22:36 Juga Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, dan kebaikan-Mu telah membuat aku besar.

22:37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah.

22:38 Aku mengejar musuhku sampai mereka kupunahkan, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan;

22:39 aku menghabiskan dan meremukkan mereka, sehingga mereka tidak bangkit lagi, dan mereka rebah di bawah kakiku.

22:40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang, Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.

22:41 Kaubuat musuhku lari dari padaku, orang-orang yang membenci aku, mereka kubinasakan.

22:42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka.

22:43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu tanah, aku menumbuk mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.

22:44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku;

22:45 orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku.

22:46 Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar.

22:47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku,

22:48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,

22:49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas.

22:50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

22:51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya.” 22:1. Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

 

22:2. Ia berkata: “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,

22:3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

22:4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.

22:5 Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,

22:6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.

22:7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.

22:8 Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya.

22:9 Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya.

22:10 Ia menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kaki-Nya.

22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.

22:12 Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal.

22:13 Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala.

22:14 TUHAN mengguntur dari langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

22:15 Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka, yakni kilat-kilat, sehingga dikacaukan-Nya mereka.

22:16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.

22:17 Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir.

22:18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku.

22:19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku;

22:20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.

22:21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,

22:22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik.

22:23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang;

22:24 aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan.

22:25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.

22:26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,

22:27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.

22:28 Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.

22:29 Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku.

22:30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok.

22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?

22:33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata;

22:34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;

22:35 yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.

22:36 Juga Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, dan kebaikan-Mu telah membuat aku besar.

22:37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah.

22:38 Aku mengejar musuhku sampai mereka kupunahkan, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan;

22:39 aku menghabiskan dan meremukkan mereka, sehingga mereka tidak bangkit lagi, dan mereka rebah di bawah kakiku.

22:40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang, Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.

22:41 Kaubuat musuhku lari dari padaku, orang-orang yang membenci aku, mereka kubinasakan.

22:42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka.

22:43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu tanah, aku menumbuk mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.

22:44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku;

22:45 orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku.

22:46 Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar.

22:47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku,

22:48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,

22:49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas.

22:50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

22:51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya.”

 

MANDIRI ATAU BERGANTUNG?

Hari itu tak seperti biasanya. Sam kecil berlari dengan air mata berderai saat kami muncul di kelompok bermainnya. Ia mendekap erat ayahnya. Rupanya, seorang teman telah merebut pisangnya. Ia meminta sang ayah mengambilnya kembali. Ia tahu kepada siapa ia mendapatkan rasa aman dan pertolongan.

Daud mengalami Tuhan yang melepaskannya dari musuhserta dari tangan Saul. Bagian firman Tuhan yang kita baca ialah gelora syukur yang memenuhi hati Daud, yang kemudian digubah dalam Mazmur 18. Pengalamannya dengan Tuhan memperdalam pengenalannya akan Dia, tempat berlindung yang dapat diandalkan (ayat 2-3). Saat dalam kesesakan dan sepertinya tak ada jalan keluar, Daud berseru kepada Tuhan (ayat 6-7). Sebagaimana Daud, tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham, Musa, Yosua, Daniel, Nehemia, Maria, dan Paulus dicirikan dengan kebergantungan mereka yang radikal kepada Tuhan.

Sebagaimana seorang balita bergantung pada ayah dan ibunya dalam segala hal, kita juga bergantung pada Tuhan dalam segala sesuatu. Beberapa orang berpikir bahwa kita seharusnya bertumbuh dari “masa balita” dalam hal kebergantungan pada Tuhan ini, menjadi lebih mandiri. Kebenarannya adalah bahwa kita selalu memerlukan Tuhan. Kita mengawali kehidupan kristiani dengan kebergantungan pada kasih karunia yang tidak layak kita terima. Kita juga melanjutkan kehidupan kristiani dengan kebergantungan pada Tuhan yang terus berkarya memulihkan, memimpin, mengasihi, menyediakan, memuaskan, dan memindahkan gunung. Ketika kita bergantung pada Tuhan, kita akan mendapati Dia dapat diandalkan dan bersuka memuliakan-Nya. –SWS

TUHAN DIMULIAKAN

KETIKA KITA MENARUH KEBERGANTUNGAN KITA

SECARA PENUH KEPADA-NYA.