KETETAPAN ALLAH

Senin, 9 Juli 2012

Bacaan : Yesaya 46:9-13

46:9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

46:10 yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,

46:11 yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.

46:12 Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran:

46:13 Keselamatan yang dari pada-Ku tidak jauh lagi, sebab Aku telah mendekatkannya dan kelepasan yang Kuberikan tidak bertangguh lagi; Aku akan memberikan kelepasan di Sion dan keagungan-Ku kepada Israel.”

 

KETETAPAN ALLAH

Pernahkah Anda berjumpa dengan orang yang plin plan? Pada saat tertentu, ia berkata dengan penuh keyakinan bahwa ia hendak melakukan sesuatu. Kesempatan lainnya, ia mengurungkan niatnya sendiri. Pepatah “bagai air di daun talas” tepat untuk menggambarkan orang plin plan. Butir air di daun talas bisa bergerak kemana-mana karena tidak bisa menempel di permukaan daun yang licin itu. Demikianlah orang plin plan yang terus berubah-ubah dalam pendirian dan perkataannya.

Allah kita bukanlah Pribadi yang plin plan. Firman Tuhan hari ini mengajarkan doktrin tentang ketetapan Allah (God’s decree). Ketetapan Allah tidak berubah sepanjang waktu. Allah tidak pernah membetulkan atau membatalkan ketetapan-Nya. Ketetapan Allah pasti terlaksana sesuai dengan kedaulatan-Nya (ayat 10- 11). Ketetapan Allah juga termasuk hal-hal tidak menyenangkan yang ditujukan untuk mendisiplin umat-Nya (ayat 11). Akhirnya, keselamatan umat-Nya adalah bagian dari ketetapan-Nya (ayat 13). Kebenaran yang terakhir ini sangat menguatkan karena artinya keselamatan kita bersifat pasti. Tidak ada yang dapat menghilangkan anugerah keselamatan dari Allah bagi kita.

Apakah saat ini Anda sedang dirundung keraguan atas rencana- Nya dalam hidup Anda? Apakah Anda sedang mengalami kehilangan keyakinan atas keselamatan Anda? Firman Tuhan hari ini kiranya meneguhkan Anda lagi. Allah yang mengasihi kita bukanlah Allah yang plin plan. Ketetapan Allah sesungguhnya mencerminkan karakter Allah sendiri. Ketetapan Allah sepasti karakter Allah! Dalam keteguhan itu, kita pun beroleh keberanian untuk terus menaati firman-Nya dalam situasi yang paling tidak pasti. –JIM

KETETAPAN ALLAH ADALAH JANGKAR YANG KUAT BAGI PERAHU IMAN KITA

DI TENGAH SERANGAN OMBAK KERAGUAN.

Iklan

“TETAPI” YANG KUDUS

Senin, 7 Mei 2012  

Bacaan : Habakuk 3

3:1. Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan.

3:2 TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang!

 

3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.

3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.

3:5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.

3:6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.

3:7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar.

3:8 Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?

3:9 Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;

3:10 melihat Engkau, gunung-gunung gemetar, air bah menderu lalu, samudera raya memperdengarkan suaranya dan mengangkat tangannya.

3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

3:12 Dalam kegeraman Engkau melangkah melintasi bumi, dalam murka Engkau menggasak bangsa-bangsa.

3:13 Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kauurapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan. Sela.

3:14 Engkau menusuk dengan anak panahnya sendiri kepala lasykarnya, yang mengamuk untuk menyerakkan aku dengan sorak-sorai, seolah-olah mereka menelan orang tertindas secara tersembunyi.

3:15 Dengan kuda-Mu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membuih.

 

3:16. Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

 

 

“TETAPI” YANG KUDUS

Rasanya kita kerap mendengar pernyataan seperti ini, “Pak Pendeta A itu sebenarnya pintar, tetapi khotbahnya sulit dimengerti.” Awalnya pujian, ujungnya kritikan, dijembatani kata sambung tetapi. Orang itu bermaksud mengkritik, tetapi menghaluskannya dengan melontarkan pujian dulu. Maksud utamanya ya pernyataan sesudah kata tetapi itu: kritikan.

Alkitab juga banyak memuat “jembatan “tetapi”, namun dengan maksud yang sama sekali berbeda. Ratapan Habakuk, misalnya. Nabi ini meratapi kondisi bangsanya yang memprihatinkan. Ia tidak menyanggah kenyataan kasat mata yang memilukan dan mengecewakan di sekitarnya. Pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang (ayat 17). Hanya saja, ia tidak berkutat di situ. Dengan meniti “jembatan tetapi”, ia mengarahkan pandangan pada penyelamatan dan pemeliharaan Allah: “… namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan” (ayat 18). Kita dapat menyebutnya sebagai “tetapi yang kudus” dan kita dapat menerapkannya dalam keseharian kita.

Anda menghadapi kondisi yang mengecewakan, tidak sesuai dengan harapan Anda? Anda tidak perlu melarikan diri dari kenyataan ini; Anda hanya perlu meniti “jembatan tetapi” untuk mengarahkan pandangan pada kebenaran Allah. Misalnya, “Tuhan, aku sulit mengampuni si A dan aku tahu aku tidak mampu mengampuninya dengan kekuatanku sendiri. Tetapi, kasih-Mu begitu besar dan tidak terbatas. Alirkanlah kasih-Mu itu melalui diriku.” Maka, seperti terang mengusir kegelapan, kebenaran Allah yang kekal pada akhirnya akan menelan kenyataan yang fana. –ARS

HADAPI KENYATAAN HIDUP DENGAN BERFOKUS PADA KEBENARAN TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org

LANGIT

Jumat, 30 Juli 2010

Bacaan : Mazmur 8

8:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

8:3. (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

8:4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

8:5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

8:6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8:7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

8:8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

8:9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

LANGIT

Langit dan benda-benda langit telah memukau manusia sejak dulu. Entah mungkin karena sinarnya yang tampak misterius; karena jaraknya yang sangat jauh; atau pergerakannya yang begitu konsisten. Tak heran jika banyak peradaban kuno percaya bahwa langit adalah tempat tinggal para dewa, dan benda-benda langit itu adalah para dewa sendiri.

Ilmu pengetahuan modern pun menunjukkan bahwa benda-benda langit memang mengagumkan. Coba bandingkan. Bumi kita ini sudah sangat besar dan bisa menampung enam miliar manusia. Namun, volume planet Yupiter ternyata lebih dari seribu kali bumi. Sementara, volume matahari lebih dari satu juta kali bumi. Belum lagi kalau kita bandingkan dengan seluruh jagad raya. Betapa besar dan mengagumkan!

Kekaguman serupa juga pernah dialami Daud. Ia memandangi langit dan menyadari betapa megahnya jagad raya dan betapa kecilnya manusia di hadapan semua itu (ayat 4, 5). Meski demikian, Sang Pencipta mau memperhatikan manusia bahkan mengangkatnya menjadi ciptaan yang utama, mengatasi segala ciptaan lain (ayat 6-9). Fakta ini membuat Daud takjub dan memuji kebesaran Tuhan.

Pengalaman Daud ini dapat kita ikuti untuk menyegarkan iman kita. Apalagi jika hati gundah, jika diri merasa lelah dan tak berdaya, jika beban hidup berat menggayuti. Tataplah langit ketika malam cerah. Pandanglah bulan dan bintang-bintang yang ada di sana. Biarkan diri Anda terhanyut dalam keindahan dan kemegahannya. Sadarilah kebesaran Sang Pencipta yang telah menciptakan semuanya itu, dan betapa Dia yang besar itu sesungguhnya tiada henti memperhatikan kita yang begitu kecil ini –ALS

SAYA PASTI KUAT MENJALANI HIDUP INI

SEBAB SAYA DITUNTUN OLEH

TANGAN YANG MENCIPTA JAGAD INI

Sumber : www.sabda.org

NYANYIKANLAH!

Kamis, 1 Oktober 2009

Bacaan : 1Tawarikh 16:23-27

16:23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

16:24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.

16:25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.

16:26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

16:27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

 

NYANYIKANLAH!

Hampir setiap hari saya berolahraga jalan pagi di taman dekat rumah kami di Boise. Pada saat yang sama, seorang wanita tua juga berjalan pagi di sana. Ia selalu berjalan searah jarum jam, sedangkan saya berjalan berlawanan dengan arah jarum jam, sehingga kami berpapasan dua kali untuk setiap putaran yang kami lalui.

Ia memiliki mata yang sangat indah dan wajah keriput yang semakin berkerut setiap kali ia tersenyum. Saat ia tersenyum, seluruh wajahnya ikut tersenyum! Ia mengidap Alzheimer.

Saat kami bertemu pertama kali, ia bertanya, “Apakah saya sudah menyanyikan lagu saya?” Saya berkata, “Belum, Bu.” Maka ia menyanyikan sebuah lagu pendek tentang matahari: “Selamat pagi, Pak Matahari. …” Lalu ia tersenyum, mengangkat tangan seperti sedang memberikan berkat, kemudian melanjutkan perjalanannya.

Kami pun berpisah, mengitari lapangan 180 derajat, sampai berpapasan kembali. Ia bertanya, “Apakah saya sudah menyanyikan lagu saya?” Saya berkata, “Nyanyikan lagi!” Dan ia pun bernyanyi kembali. Saya tidak dapat mengenyahkan lagunya yang ceria itu dari pikiran saya.

Saya ingin menjadi seperti wanita itu, yang menjalani hidup di dunia sambil bernyanyi dan bersenandung di dalam hati, menyanyikan Surya Kebenaran yang terbit dengan kesembuhan pada sayap-Nya (Maleakhi 4:2), serta meninggalkan kenangan yang kuat tentang kasih-Nya.

Semoga lagu-Nya senantiasa tinggal di hati dan bibir Anda hari ini. Dan, kiranya banyak orang mendengarnya serta menjadi percaya kepada Tuhan –DHR

LAGU DI HATI ANDA MEMBUAT WAJAH ANDA
SENANTIASA TERSENYUM

Sumber : www.sabda.org