BEBAS ATAU DIPERHAMBA

Kamis, 19 April 2012

Bacaan : 1 Korintus 6:12-20

6:12. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

 

BEBAS ATAU DIPERHAMBA

Salah satu pandangan yang banyak saya dengar dari rekan nonkristiani adalah: “Enak ya, jadi orang kristiani itu tidak banyak aturannya, bebas.” Di sisi lain, tak jarang “ketidakbebasan” dari orang nonkristiani terdengar dijadikan lelucon oleh saudara-saudara kristiani. Apa kata Alkitab tentang kebebasan ini?

Pengikut Kristus diselamatkan karena anugerah, bukan karena memenuhi aturan tertentu. Jadi, benar bahwa kita memiliki kebebasan dalam Kristus. Akan tetapi, ketika kebebasan itu digunakan sekehendak hati manusia yang berdosa, kita justru akan diperhamba oleh hal lain. Beberapa jemaat di Korintus, misalnya, telah memperhambakan tubuh mereka pada hasrat seksual sehingga rusaklah pernikahan yang seharusnya menjadi cerminan hubungan Tuhan dengan jemaat-Nya (ayat 15-20, lihat juga pasal 5:1). Paulus menegur mereka: Jangan diperhamba oleh suatu apa pun. Muliakan Allah dengan tubuhmu! (ayat 12, 20).

Adakah kita juga sedang diperhamba oleh sesuatu? Saya terkesan dengan sebuah jemaat di Minneapolis. Tadinya sederetan larangan mengatur kehidupan jemaat itu. Namun, kemudian mere-ka memutuskan mengganti komitmen mereka: “Kami bertekad untuk menjauhi segala obat-obatan, makanan, minuman, dan praktik-praktik lain yang dapat membahayakan tubuh, atau yang dapat melemahkan iman kami atau iman saudara-saudara kami.” Mereka menolak diperhamba oleh apa pun, tetapi menggunakan kebebasan mereka di dalam Kristus untuk memilih tindakan yang mempermuliakan Dia di antara jemaat dan di tengah masyarakat yang memperhatikan mereka. Bagaimana dengan Anda dan saya? –ELS

KITA DIPERHAMBA DOSA KARENA MENURUTI KEHENDAK DIRI.

KITA BEBAS BERBUAT BENAR KARENA MENURUTI KEHENDAK TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org

 

IKATAN DOSA

Minggu, 28 Agustus 2011

Bacaan : Lukas 4:16-21

4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

 

IKATAN DOSA

Iblis memang sudah tidak memiliki kuasa lagi. Semua senjatanya sudah dilucuti di atas kayu salib. Ia sudah dikalahkan. Namun, iblis masih punya satu senjata yang berbahaya, yakni tipu daya! Inilah yang berhasil mengecoh Adam dan Hawa sehingga mereka jatuh dalam dosa. Inilah pula yang membuat jutaan manusia terikat dengan dosa. Iblis takkan pernah memberi manusia kebebasan, ia hanya akan mengikat dan membelenggu dengan dosa.

Di sekitar kita, jutaan orang terikat pada obat bius. Setiap hari mereka merasa harus mengkonsumsinya. Bila berhenti, mereka akan ketagihan luar biasa. Maka, mereka sungguh-sungguh terikat. Tak hanya obat bius. Namun juga alkohol, minuman keras, rokok, pornografi. Jauh di dalam hati, sebenarnya mereka ingin lepas dari ikatan itu. Mereka ingin hidup normal. Namun mereka tidak bisa lepas. Bukannya bertambah baik, kadang yang terjadi justru sebaliknya. Ikatan-ikatan itu semakin kuat. Ini tidak hanya terjadi di luar gereja. Waspadalah, banyak anak Tuhan juga terpedaya oleh iblis dan terjerat ikatan dosa.

Selama ini mungkin kita sudah berusaha agar bisa lepas dari ikatan dosa, tetapi kita selalu gagal dan gagal. Rasanya mustahil untuk bisa lepas dan hidup normal lagi. Jika demikian keadaan Anda, ada kabar baik: Yesus datang untuk mematahkan semua belenggu dosa dan membebaskan kita dari semua ikatan! Apa pun dosa yang mengikat kita, jika kita mau percaya Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, maka Dia akan membebaskan kita. Bukankah salah satu misi Yesus datang ke dunia ini adalah untuk membebaskan “tawanan” yang terikat? –PK

DENGAN KEKUATAN SENDIRI KITA TAK MUNGKIN

LEPAS DARI IKATAN DOSA

ITU SEBABNYA KITA PERLU

YESUS UNTUK MEMBEBASKAN KITA