MERAYAKAN KASIH?

Selasa, 14 Februari 2012

Bacaan : 1 Yohanes 4:7-21

4:7. Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

4:14. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

4:17. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

MERAYAKAN KASIH?

Asosiasi kartu ucapan AS memperkirakan satu miliar kartu Valentine dikirim tiap tahun di seluruh dunia. Hanya Natal yang menandinginya. Tahukah Anda bahwa 14 Februari sebenarnya sudah dihapus dari kalender gerejawi? Ini karena latar belakang sejarahnya sangat diragukan. Kemungkinan perayaan ini berkaitan dengan Lupercalia, festival kesuburan dengan ritual penghormatan dewa-dewi dan lotere pasangan lawan jenis. Identitas St. Valentinus yang nama nya dipakai untuk perayaan ini juga kurang jelas. Pastur dari Roma, uskup dari Terni, atau martir di Afrika? 14 Februari adalah tanggal kematian mereka sebagai martir. Jauh dari konotasi cinta romantis.

Hiruk pikuk perayaan bisa jadi justru membuat kasih makin dangkal dimaknai. Padahal, kasih adalah hal yang esensial dalam iman kristiani. Firman Tuhan menyatakannya dengan ringkas dan gamblang: Allah adalah kasih; kasih berasal dari Allah (ayat 7-8). Jadi, bagi anak-anak Allah, kasih semestinya merupakan identitas keluarga. Dari bacaan Alkitab hari ini kita mendapati bahwa kasih diperintahkan, diteladankan, disempurnakan oleh Allah bagi kita (ayat 11, 17). Kasih dimungkinkan melalui pengalaman kita menerima kasih Allah (ayat 10, 19) dan ditumbuhkan melalui pengenalan kita akan Dia (ayat 16-18).

Kekristenan tanpa kasih adalah sebuah omong kosong. Hari ini, mintalah Tuhan menyelidiki hati kita: Bagaimana kasih saya kepada Allah? Kepada sesama? Dunia membutuhkan dan menanti kan anak-anak Allah mencerminkan dan menceritakan tentang kasih-Nya yang mulia. Pertumbuhan kita dalam kasih merupakan tanda bahwa kita tinggal di dalam Allah. –JOO

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa

kita menuruti perintah-perintah-Nya (1 Yohanes 5:3)

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

EFATA – TERBUKALAH

Shalom…salam miracle

Puji Tuhan, kita sudah memasuki bulan Desember 2011, berarti sebentar lagi segera meninggalkan banyak kenangan, dan mempersiapkan diri memasuki babak baru di tahun 2012. Di bulan Desember ini nuansa kekristenan sangat terasa dimana-mana, di rumah tangga, perkantoran, pusat perbelanjaan, terlebih di gereja-gereja. Banyak aktifitas kegiatan gerejawi meningkat, dan berharap juga semakin meningkatkan hubungan secara pribadi kepada Tuhan Yesus Kristus. Imanuel yang berarti Allah menyertai kita, kiranya senantiasa terjadi dalam kehidupan umat Tuhan.

Pesan gembala hari ini didasari peristiwa yang luar biasa yang terdapat dalam Markus 7:33-35 “Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu, kemudian sambil menengadah ke langit, Yesus menarik nafas dan berkata kepada: “Efata!”, artinya: terbukalah!. Maka terbukalah telinga itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.” Kita dapat mempelajari peristiwa tersebut sebagai berikut:

1. KONDISI MANUSIA

Ada dua kelompok manusia yang akan kita bahasa yaitu kondisi yang terdapat dalam jumlah yang besar, yakni mereka yang masih dan tinggal dalam kegelapan, sehingga mengalami hal-hal yang berhubungan dengan kegelapan, diwakili oleh seseorang yang menderita bisu dan tuli tersebut. Jadi mereka mengalami ketulian, tidak mampu mendengar, sehingga tidak mengalami perkembangan, dan terjadilah keterbelakangan dalam banyak hal.

Firman Allah mengatakan…” Iman timbul dari PENDENGARAN, dan PENDENGARAN akan FIRMAN KRISTUS. Maka bagi orang yang mengalami ketulian harus ada sesuatu keajaiban, dan itu hanya dalam Tuhan Yesus. Selain tuli, orang yang tinggal di luar kebenaran, juga mengalami kebisuan. Orang-orang demikian kurang pandai berkomunikasi, suatu perkataan sangat menentukan keberadaan orang tersebut, sehingga apabila mengalami kebisuan, mempengaruhi respek orang lain kepadanya. Kondisi yang kedua adalah kondisi yang sudah dikhususkan, yaitu yang telah menerima dan merasakan kasih karunia Tuhan. Dengan demikian mereka mengerti kasih dan kebenaran, dalam bacaan diatas diwakili orang-orang yang membawa orang yang tuli dan bisu itu kepada Tuhan Yesus, kepedulian dan perhatian itu terjadi ketika seseorang yang sudah mengenal kebenaran membawa saudara yang lain untuk memperoleh kasih karunia yang sudah mereka terima. Jadilah seperti hal yang demikian.

2. ALLAH PUNYA BANYAK CARA DAN UNIK

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Setiap tindakan Allah terhadap umat-Nya, pasti dalam pelaksanaan rancangan besar bagi umat Tuhan itu. Dan mari kita mempercayai bahwa tindakan dalam rancangan Allah itu semuanya BAIK. Meskipun pada kenyataannya apa yang kita alami terasa menyedihkan, memprihatinkan, terjadinya peristiwa yang tidak kita inginkan. Seperti apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus terhadap orang yang mengalami tuli dan bisu gagap ini. Tindakan Allah yang pertama adalah memisahkan diri dari orang banyak, dengan arti Tuhan menghendaki hubungan yang hanya Dia dengan orang tersebut dan tidak diganggu oleh orang lain. Seringkali opini dan pandangan orang lain bisa mempengaruhi hubungan pribadi dengan Tuhan, pada akhirnya mempengaruhi iman percayanya kepada Tuhan, dari hal itu Dia menghendaki supaya orang yang menderita tuli dan bisu tersebut, tidak dipengaruhi oleh tindakan dan pendapat orang lain.

Penting bagi kita untuk meluangkan waktu yang khusus untuk membangun hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Yang kedua Tuhan memasukkan jarinya ke telinga orang tersebut, kemudian Dia meludah dan meraba lidah orang tersebut. Dari kejauhan banyak orang melihat tindakan Allah itu. Mari kita renungkan apabila ketika itu kita ada disana dan melihat peristiwa itu, pasti ada komentar dan pendapat. Kira-kira apa yang akan saudara katakan ketika melihat peristiwa tersebut? Saya percaya banyak diantara kerumunan massa ketika itu yang berkomentar negative dengan tindakan MELUDAH dan MERABA LIDAH…, bahkan mungkin ada yang menertawakannya sebagai sesuatu lelucon. Mungkin ada juga yang menghujat Yesus. Namun apapun komentar-komentar tersebut tidak mempengaruhi kepada orang yang tuli dan bisu, sebab yang terjadi adalah keseriusan hubungan pribadinya dengan Yesus. Semua yang dilakukan Allah senantiasa membawa kebaikan, itulah yang dipercayai oleh orang-orang tuli bisu itu, yang terpenting adalah percaya kepada Tuhan, apapun tindakan Allah…(Bersambung..!!!)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

LALANG DAN GANDUM

Shalom…salam miracle, jemaat yang diberkati Tuhan.

Cerita mengenai panen akhir tidak lepas dari perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Matius 13:24-30, yaitu tentang gandum dan lalang. Bagian menarik dapat saudara temukan dalam ayat 29-30 “tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berbekas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. Ayat-ayat ini berbicara mengenai panen akbar yang akan terjadi pada akhir zaman.

 

Tetapi sebelum panen itu terjadi, terjadi pemisahan antara lalang dan gandum, kedua jenis tanaman itu sama-sama bertumbuh di tempat yang sama. Jadi kedua tanaman ini berbicara mengenai orang benar dan orang fasik yang dibiarkan hidup berdampingan bersama-sama atau orang yang tinggal dalam kegelapan dengan kita yang telah menjadi anak terang. Lalu apa dampaknya? Yang jelas keduanya mempunyai cara dan gaya hidup sendiri-sendiri.

 

Tuhan sengaja membiarkan kita berada di tengah-tengah tetangga yang mungkin setiap hari mengolok karena kekristenan kita. Atau mungkin juga seseorang yang menyebalkan dengan tingkah lakunya, mungkin teman-teman kerja atau bahkan sahabat yang setiap hari menjebak saudara untuk berbuat dosa dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hati Tuhan, atau saudara kecewa dengan arus informasi negatif melalui media massa, tontonan televisi atau internet yang mempengaruhi kejiwaan atau mental anak-anak. Saudara tidak bisa berdoa meminta supaya mereka disingkirkan, dipindahkan dari sekitar saudara atau “diangkat” Tuhan, sebab Tuhan izinkan ilalang itu tumbuh.

 

Yang penting disini adalah menjaga status saudara sebagai “gandum”. Perbuatan-perbuatan gandum itu terang dan memuliakan Bapa di Surga, senantiasa ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan, juga penguasaan diri. Dan perbuatan-perbuatan terang dari gandum itu membuat heran kelompok ilalang. Seperti yang dikatakan Rasul Petrus dalam 1 Petrus 4:4 “sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka dalam kubangan  ketidaksenonohan yang sama, dan mereka menfitnah kamu.”

Sementara Rasul Yohanes menyampaikan nasehat terhadap mereka yang menutup hati, tidak menjadi terang terhadap saudaranya yang mungkin menyebalkan (1 Yohanes 3:17) dengan teguran, apakah ada kasih dalam orang tersebut? Untuk itu biarlah “terang” senantiasa ada dalam kehidupan kita semua sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Saudara dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain dengan apa yang saudara miliki sekarang ini.

 

Saya mau sampaikan kepada jemaat Tuhan semua sebagai “warga gandum” bahwa saudara mempunyai harga diri sebagai gandum, saudara bukan ilalang!! Bahkan kewargaan saudara disebutkan ada di dalam Surga (Filipi 3:20). Kalau saudara melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dan senatiasa berbuat dosa, yang sebenarnya saudara sudah mengetahui bahwa itu perkara DOSA, itu berarti saudara menjerumuskan diri sendiri dan masuk dalam kubangan atau comberan. Saya percaya kita semua tidak mau tinggal dan diam dalam kubangan dosa, sebab betapa menyedihkan hal tersebut

Untuk itu pastikan bahwa saudara adalah gandum.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…!!

 

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang

BERBUAH!

Senin, 9 Mei 2011

Bacaan : Yohanes 15:1-8

1″Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

2Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

3Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

4Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

6Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

7Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

8Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

BERBUAH!

Apa yang paling dinanti-nantikan oleh seorang pengusaha kebun anggur? Buah! Tak ada yang lain! Tidak ada pengusaha yang menanam anggur hanya sebagai tanaman hias. Pengusaha tidak mengharap tanaman anggurnya berdaun lebat, beranting banyak dan memiliki bentuk indah, tetapi tidak berbuah. Yesus berkata berulang kali bahwa Dia adalah pokok anggur dan kita ini carang-carang-Nya. Pengusaha kebun anggur-yakni Bapa di surga-hanya mencari satu hal yang terpenting dari hidup kita, yakni kehidupan yang berbuah! Sebagai carang dan menjadi bagian dari tanaman anggur, kita dituntut untuk berbuah.

 

Sayangnya, kita kerap tidak berorientasi pada kekristenan yang menghasilkan buah. Kita lebih suka menciptakan tanaman anggur yang memiliki bentuk indah, layaknya tanaman hias. Kerajinan kita di gereja bisa membuat banyak orang kagum. Pelayanan kita di gereja juga bisa membuat banyak orang salut. Belum lagi bahasa rohani yang kita pakai-sangat alkitabiah. Sungguh, tanaman anggur yang tampak indah. Berdaun lebat dan memiliki penampilan yang mem-banggakan! Sayang, tanaman anggur yang indah belum tentu menghasilkan buah.

 

Dengan kekristenan seperti ini, sia-sia seseorang mengikut Yesus. Tuhan lebih memperhatikan, adakah kita selama menjadi pengikut-Nya, menghasilkan buah? Adakah mulut dan sikap kita sehari-hari memuliakan Tuhan dan memberkati sesama? Adakah hidup kita menjadi kesaksian nyata berjalan bersama Kristus? Adakah jiwa-jiwa yang kita bimbing dengan kasih untuk mengenal dan setia kepada Kristus? –PK

YANG TERPENTING DARI TANAMAN ANGGUR BUKAN PENAMPILANNYA

 MELAINKAN BUAH-BUAHNYA

Dikutip : http://www.sabda.org

Hujan Dari Allah

Pesan Gembala

8 Februari 2009

Edisi 61 Tahun 2

 

Hujan Dari Allah

Shallom…

Salam Miracle…

Jemaat yang dikasihi Tuhan, beberapa minggu yang telah kita lalui banyak terdengar terjadinya banjir hampir di seluruh Indonesia, hal ini tentunya berkaitan dengan tingginya curah hujan. Di Tarakan, akhir-akhir ini juga sering (hampir setiap hari) mengalami “hujan” yang terdapat dalam Alkitab:

1.    Hujan kedatangan Mesias

Hosea 6:3. “Marilah kita mengenal dan berusaha bersungguh-sungguh mengenal Tuhan; ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita, seperti hujan, seperti hujan akhir musim yang mengairi bumi”.

Fajar akan muncul jika setelah lewat malam hari, dan kita akan melihat fajar berupa:

·        Hujan awal, yaitu benih yang ditabur oleh murid-murid Yesus dan rasul-rasul pada waktu gereja mula-mula. Dasar-dasar pondasi kekristenan mulai dibangun.

·        Hujan akhir, sangat deras, akan terjadi kebangunan rohani yang besar. Semua pondasi kekristenan akan dikembangkan secara luar biasa.

 

2.    Hujan Pencurahan Roh Kudus

Yehezkiel 39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Wajah Allah berbicara tentang kemuliaan hadirat Allah bukan hanya aturan-aturan agamawi, dalam hal ini pujian dan penyembahan akan mewarnai hati setiap generasi. Ada masanya orang bertobat bukan lagi karena khotbah, tetapi pada saat memuji dan menyembah Tuhan.

 

3.    Hujan Berkat

Mazmur 84:6 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Artinya adalah orang-orang percaya akan melintasi dan mengubah lembah baja menjadi berkat. Masalah,pergumulan dan tantangan Saudara akan diubah menjadi berkat bagi Saudara. Bahkan dalam Yehezkiel 34:26 mengatakan, “Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; ITU ADALAH HUJAN YANG MEMBAWA BERKAT.”

Saudara yang akan menjadi berkat bagi sekitar Saudara. Bukan karena shio, garis tangan, atau ramalan-ramalan paranormal, tetapi kehadiran orang-orang percaya di sekeliling mereka, itulah yang akan membawa hujan berkat.  

 

4.    Hujan Pengajaran

Ulangan 32:2,”Mudah-mudahan pengajaran-Ku menitik laksana hujan, perkataan-Ku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan”. Mengimbangi hujan kuasa dan hujan berkat, Tuhan akan membangkitkan pula rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya untuk menyampaikan pengajaran yang hidup dan benar. Untuk mengalahkan ajaran-ajaran dari guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu.

 

5.    Hujan Kebenaran dan Keadilan

Hosea 10:12, “Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.  

Di tengah-tengah dunia yang cenderung menggunakan ketidakadilan atau ketidakbenaran, maka sebaliknya kita makin setia dalam menabur kebenaran dan keadilan. Maka Saudara akan menuai kasih setia, sehingga seisi rumah tangga Saudara akan disebut keluarga bahagia.

 

Marilah kita takut akan Tuhan yang memberi hujan pada waktunya dan yang menjamin kehidupan kita pada minggu-minggu yang tetap untuk panen.

 

Tuhan Yesus memberkati…amien

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA