TAK PERNAH MELUPAKAN

Kamis, 11 Agustus 2011

Bacaan : Yesaya 49:1-26

49:1. Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

49:2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

49:3 Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

49:4 Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”

49:5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya–maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku–,firman-Nya:

49:6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

 

49:7. Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: “Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau.”

49:8 Beginilah firman TUHAN: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,

49:9 untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundulpun tersedia rumput bagi mereka.

49:10 Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.

49:11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.

49:12 Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim.”

 

49:13. Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.

49:14 Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.”

49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

49:17 Orang-orang yang membangun engkau datang bersegera, tetapi orang-orang yang merombak dan merusak engkau meninggalkan engkau.

 

49:18. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua berhimpun datang kepadamu. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, sungguh, mereka semua akan kaupakai sebagai perhiasan, dan mereka akan kaulilitkan, seperti yang dilakukan pengantin perempuan.

49:19 Sebab tempat-tempatmu yang tandus dan sunyi sepi dan negerimu yang dirombak, sungguh, sekarang terlalu sempit untuk sekian banyak pendudukmu dan orang-orang yang mau menelan engkau akan menjauh.

49:20 Malahan, anak-anakmu yang kausangka hilang akan berkata kepadamu: “Tempat itu terlalu sempit bagiku, menyisihlah, supaya aku dapat diam di situ!”

49:21 Maka engkau akan berkata dalam hatimu: “Siapakah yang telah melahirkan sekaliannya ini bagiku? Bukankah aku bulus dan mandul, diangkut ke dalam pembuangan dan disingkirkan? Tetapi anak-anak ini, siapakah yang membesarkan mereka? Sesungguhnya, aku tertinggal seorang diri, tetapi mereka ini, dari manakah datangnya?”

49:22 Beginilah firman Tuhan ALLAH: “Lihat, Aku akan mengangkat tangan-Ku sebagai tanda untuk bangsa-bangsa dan memasang panji-panji-Ku untuk suku-suku bangsa, maka mereka akan menggendong anak-anakmu laki-laki dan anak-anakmu perempuan akan didukung di atas bahunya.

49:23 Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu.”

49:24. Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan atau dapatkah lolos tawanan orang gagah?

49:25 Sungguh, beginilah firman TUHAN: “Tawanan pahlawanpun dapat direbut kembali, dan jarahan orang gagah dapat lolos, sebab Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau dan Aku sendiri akan menyelamatkan anak-anakmu.

49:26 Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.”

  

TAK PERNAH MELUPAKAN

Shannon Johnson, seorang ibu di Denver US, ditahan dan terancam hukuman penjara 48 tahun. Ia se-ring meninggalkan anaknya yang masih berumur 13 bulan untuk berendam di bathtub sendirian. Pada September 2010, si kecil tewas tenggelam, ketika si ibu asyik ber-“Facebook” di kamar sebelah. Saat ditanyai, Johnson hanya menjawab, “Itu memang tindakan yang sangat bodoh.” Sungguh mengherankan dan tak dapat dipercaya. Sebab, umumnya seorang ibu pasti rindu mengorbankan apa saja demi membesarkan anak-anaknya.

Ketika Israel mengalami kesesakan dalam pembuangan, iman mereka goyah. Lalu mereka menganggap, segala sengsara yang mereka alami adalah karena Tuhan meninggalkan umat-Nya. Bagai seorang ibu yang meninggalkan bayi yang sedang disusuinya. Namun, sekalipun ada ibu yang lalai seperti Shannon, sekali-kali Tuhan Allah Israel tidak akan meninggalkan mereka, demikian peneguhan Tuhan melalui Yesaya, nabi-Nya, ketika menjawab tuduhan Israel.

Tuhan berkata, Dia “melukiskan Israel di telapak tangan-Nya” (ayat 16). Kata “melukis” ini bisa diterje-mahkan menjadi “tatoo”, yakni lukisan guratan pisau yang takkan terhapus. Demikianlah kasih pemeliharaan-Nya atas Israel. Tuhan tak mengingkari janji-Nya. Bahkan Tuhan akan memakai raja-raja untuk “mengasuh” Israel (ayat 23) dan membawa mereka kembali ke negeri perjanjian untuk kelak membangunnya kembali (ayat 17-21). Apakah Anda dalam kesesakan? Apakah doa Anda serasa tak terjawab? Apakah Anda merasa ditinggalkan Tuhan? Tetaplah teguh, jangan goyah. Tuhan, Penjagamu, tidak terlelap. Ada waktu-Nya, Dia pasti bertindak –SST

NAMA KITA TERLUKIS DI TANGAN-NYA

BIARLAH NAMA-NYA JUGA TERLUKIS KUAT DI HATI KITA

Dikutip : www.sabda.org

 

Iklan

HARUS BERKATA APA

Sabtu, 17 Oktober 2009

HARUS BERKATA APA

Bacaan : Ayub 6:1-14

6:1. Lalu Ayub menjawab:

6:2 “Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!

6:3 Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.

6:4 Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku.

6:5 Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya?

6:6 Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya?

6:7 Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku.

6:8. Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan!

6:9 Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku!

6:10 Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.

6:11 Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?

6:12 Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?

6:13 Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?

6:14. Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa.

HARUS BERKATA APA

Roy Clark dan ayahnya duduk di dalam mobil di halaman parkir rumah duka selama beberapa menit. Sebagai seorang remaja, ia tidak tahu harus memberi jawaban seperti apa ketika ayahnya menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil mengeluh, “Aku tak tahu harus berkata apa!”

Seorang teman gereja mereka mengalami kecelakaan mobil. Ia selamat, tetapi ketiga anak perempuannya meninggal saat sebuah truk menabrak mobil mereka. Apa yang dapat mereka katakan kepada teman mereka pada saat seperti ini?

Di Alkitab, kita membaca bahwa saat Ayub berduka, ketiga temannya datang untuk meratap bersamanya dan menghiburnya. Selama tujuh hari pertama mereka duduk dan menangis bersamanya karena Ayub sangat berdukacita (Ayub 2:11-13). “Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya” (ayat 13). Kehadiran mereka saja sudah cukup menjadi penghiburan baginya.

Akan tetapi, mereka kemudian mulai menguliahi. Mereka berkata bahwa Ayub pasti telah berbuat dosa dan Allah sedang menghukumnya (4:7-9).

Saat Ayub akhirnya dapat menjawab, ia memberi tahu teman-temannya tentang apa yang dibutuhkannya dari mereka. Ia meminta mereka memberinya alasan untuk dapat terus berharap (6:11), agar mereka berbuat kebaikan (ayat 14), dan memberikan kata-kata yang tidak berprasangka (ayat 29,30).

Dengan mengingat kisah Ayub dan teman-temannya, kita akan merasa terbantu saat kita tidak tahu harus berkata apa –AMC

SAAT SESEORANG SEDANG BERDUKA
DENGARKANLAH IA DAN JANGAN MENGULIAHINYA

Sumber : www.sabda.org