TOK! TOK! TOK!

Jumat, 23 Desember 2011

Bacaan : Lukas 2:1-7

2:1. Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

2:2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.

2:3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.

2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud–

2:5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.

2:6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,

2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

TOK! TOK! TOK!

Tego bingung. Sutinah, istrinya, akan segera melahirkan. Karena kondisi Sutinah yang lemah, bidan kampung merujuknya ke rumah sakit terdekat yang mempunyai program Jamkesmas. Sesampai di sana, Sutinah ditolak karena semua kamar untuk rawat inap sudah penuh. Tego tidak berani membawa Sutinah ke rumah sakit swasta karena tak sanggup membayar, tetapi juga tidak tega melihat istrinya kesakitan. Dengan langkah penuh harap, ia menyusuri setiap lorong rumah sakit, berharap ada satu tempat tidur kosong yang lupa terdata oleh petugas rumah sakit supaya Sutinah bisa segera ditolong.

Langkah penuh harap itu mungkin juga dialami Yusuf sesampainya di Betlehem saat berusaha menemukan tempat menginap, sebab Maria hendak bersalin. Mungkin memang tak ada tempat di rumah penginapan yang mereka datangi. Mungkin juga ada, tetapi bukan untuk mereka. Atau memang ada, tetapi pemiliknya tak mau repot karena melihat kondisi Maria yang hamil tua. Penulis Injil Lukas tidak menjelaskan lebih jauh selain bahwa akhirnya Maria melahirkan anak laki-laki yang dibungkus lampin dan dibaringkan di palungan, karena tak ada tempat bagi mereka di penginapan.

Kali ini, “pintu” itu diketuk lagi. Bukan pintu rumah penginapan, melainkan “pintu hati” kita, sebab ke sanalah Yesus ingin “lahir”. Ada baiknya mengambil waktu memeriksa hati. Jangan-jangan hati kita sesak oleh berbagai urusan sehingga tak ada ruang lagi bagi Yesus. Atau jika ada, ruang kosong di hati kita sudah diperuntukkan bagi hal lain. Atau, kita terlalu sibuk untuk sekadar membuka hati bagi kelahiran Sang Juru Selamat. Tok! Tok! Tok! –SL

ADA BANYAK TEMPAT DI HATI KITA SUDAHKAH YESUS MENEMPATI BAGIAN UTAMANYA?

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-30 Rabu, 24 Agustus 2011

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan

mengampuni dosamu.”

Kebenaran II : tatkala saudara melangkah dengan iman, mulai dirimu

dibaptiskan, apapun penyakitmu, engkau akan sembuh dalam nama Yesus.

Ada orang yang percaya namun tidak baptis, percuma. Sejak engkau mengaku Yesus sebagai Tuhan Yesus dan Juruselamat, maka engkau dibaptis dan akan diberkati.

Banyak orang menganggap baptis : “tidaklah penting” pandangan seperti

ini adalah salah ! Kita harus memiliki langkah iman yang sesuai firman Tuhan

: dosa sudah diampuni, percaya – maka berilah diri kita dibaptiskan dalam

Nama Yesus !

Rasul-rasul dan semua gereja Tuhan sampai sekarang tetap melakukan

baptisan ini karena : PENTING & PERINTAH TUHAN. (Matius 28:19-20

; Kisah 22:16)

– Baptisan = adalah pernyataan iman & penggenapan firman. (Matius 3:15)

– Baptisan = kunci berkat untuk menerima kasih karuniaNya. (Kisah 9 :18)

KEBENARAN III : Rumah Roh Kudus.

I Korintus 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait

Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari

Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Tubuh kita sudah dibeli dan lunas dibayar oleh darah Yesus dalam penebusan

dan pengampunan dosa. Jadi janganlah kita mempergunakan tubuh ini untuk “kegiatan” berbuat dosa. Berhentilah ! berhentilah berbuat dosa supaya tidak ada lagi masalah dalam hidup atau sakit penyakit !

Ada orang Kristen tapi digolongkan ke orang jahat, karena berbuat dosa

lagi, terpancing hawa nafsu , malas beribadah, bersih saja tapi tidak pernah

baca firman, kosong rumahnya, maka iblis datang masuk lebih banyak lagi dan lebih jahat lagi (Matius 12 : 43 – 45)

KESIMPULAN:

JAGALAH DIRIMU TETAP BERSIH TAPI JANGAN SAMPAI KOSONG !

BERHENTILAH BERBUAT DOSA & AKUILAH DOSA-DOSAMU

I Yohanes 5 : 18

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa;

tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat

menjamahnya.

MEMELIHARA MANUSIA ROHANI

I Petrus 1 : 3

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena

rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan

Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh

pengharapan.

Sudahkah kita mengalami kelahiran kembali ? Dan ketika kita mengalami

kelahiran kembali , kita diubahkan menjadi manusia rohani, yang artinya

hidup percaya pada Yesus, dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Istilah kelahiran kembali hanya ada ketika seseorang menjadi percaya dalam Nama Yesus, sehingga orang tersebut mendapatkan predikat sebagai Manusia Rohani.

Manusia alamiah dan manusia rohani ini tidak dapat dipisahkan karena

kita masih tinggal dalam dunia ini. Dan bagaimana memelihara manusia

rohani kita ? Jika manusia rohani kita kuat maka manusia jasmani kita akan

dipengaruhinya, maka milikilah hati yang sungguh untuk memelihara manusia

rohani kita , supaya kita mendapatkan mujijat-mujijat Tuhan.

MAKANAN & MINUMAN ROHANI

Yohanes 6 : 35

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan

haus lagi.

– Manusia rohani harus mendapatkan makanan dan minuman yang rohani,

supaya manusia rohani tetap hidup. Bukan dengan makanan & minuman yang

hanya memuaskan keinginan duniawi saja.

– Apa yang dimaksud dengan makanan & minuman rohani ? Yaitu

Persekutuan yang Baik / Intim dengan Tuhan.

– Bagaimana seumpama kita tidak makan atau minum ? Kita akan menjadi

lemah bukan ? Demikian juga dengan manusia rohani kita jika tidak makan

ataupun minum. Manusia rohani harus menjadi kuat !

– Yohanes 7 : 37 – 39 ; Yohanes 4 : 34

MENDAPAT BAGIAN KERAJAAN SURGA

I Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan