MEMEDULIKAN BAWAHAN

Senin, 15 April 2013

Bacaan   : Bilangan 8:1-26

8:1. TUHAN berfirman kepada Musa:

8:2 “Berbicaralah kepada Harun dan katakanlah kepadanya: Apabila engkau memasang lampu-lampu itu, haruslah ketujuh lampu itu menerangi yang di sebelah depan kandil.”

8:3 Demikianlah diperbuat Harun. Di sebelah depan kandil dipasangnyalah lampu-lampunya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

8:4 Dan beginilah kandil itu dibuat: dari emas tempaan; kandil itu tempaan, baik kakinya maupun kembangnya; sesuai dengan apa yang telah diperlihatkan TUHAN kepada Musa, demikianlah kandil itu dibuatnya.

8:5. TUHAN berfirman kepada Musa:

8:6 “Ambillah orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel dan tahirkanlah mereka.

8:7 Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya.

8:8 Sesudah itu haruslah mereka mengambil seekor lembu jantan muda dengan korban sajiannya dari tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, juga seekor lembu jantan muda yang lain haruslah kauambil untuk korban penghapus dosa.

8:9 Selanjutnya haruslah kausuruh orang Lewi mendekat ke depan Kemah Pertemuan, dan kaupanggil berkumpul segenap umat Israel.

8:10 Apabila engkau telah menyuruh orang Lewi mendekat ke hadapan TUHAN, maka haruslah orang Israel meletakkan tangannya atas orang Lewi itu,

8:11 dan Harun harus mengunjukkan orang Lewi itu sebagai persembahan unjukan dari antara orang Israel di hadapan TUHAN, dan demikianlah mereka diuntukkan melakukan pekerjaan jabatannya bagi TUHAN.

8:12 Setelah orang Lewi meletakkan tangannya atas kepala lembu-lembu jantan muda itu, maka haruslah yang seekor diolah sebagai korban penghapus dosa dan yang lain sebagai korban bakaran bagi TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi orang Lewi.

8:13 Maka haruslah engkau menghadapkan orang Lewi kepada Harun dengan anak-anaknya dan mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan bagi TUHAN.

8:14 Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaan-Ku.

8:15 Barulah sesudah itu orang Lewi boleh masuk untuk melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Pertemuan, sesudah engkau mentahirkan mereka dan mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan.

8:16 Sebab mereka harus diserahkan dengan sepenuhnya kepada-Ku dari tengah-tengah orang Israel; ganti semua yang terdahulu lahir dari kandungan, yakni semua anak sulung yang ada pada orang Israel, telah Kuambil mereka bagi-Ku.

8:17 Sebab semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan, adalah kepunyaan-Ku; pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, Aku telah menguduskan semuanya bagi-Ku.

8:18 Maka Aku mengambil orang Lewi ganti semua anak sulung yang ada pada orang Israel,

8:19 dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus.”

8:20 Lalu Musa, Harun dan segenap umat Israel melakukan yang demikian kepada orang Lewi; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa mengenai orang Lewi, demikianlah dilakukan orang Israel kepada mereka.

8:21 Orang Lewi itu menghapus dosa dari dirinya dan mencuci pakaian mereka, kemudian Harun mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mereka sambil mentahirkan mereka.

8:22 Sesudah itu masuklah orang Lewi untuk melakukan pekerjaan jabatan mereka di Kemah Pertemuan, di bawah pengawasan Harun dan anak-anaknya. Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa mengenai orang Lewi, demikianlah dilakukan kepada mereka.

8:23 TUHAN berfirman kepada Musa:

8:24 “Inilah yang berlaku bagi orang Lewi: setiap orang yang berumur dua puluh lima tahun ke atas wajib bertugas, supaya ia bekerja pada Kemah Pertemuan,

8:25 tetapi jika ia berumur lima puluh tahun haruslah ia dibebaskan dari pekerjaan itu, sehingga tak usah ia bekerja lebih lama lagi.

8:26 Ia boleh membantu saudara-saudaranya di Kemah Pertemuan dalam menjalankan tugas mereka, tetapi tidak usah lagi ia menjabat pekerjaan itu. Demikianlah harus kaulakukan kepada orang Lewi mengenai tugas mereka.”

 

MEMEDULIKAN BAWAHAN

Jika suatu perusahaan ingin mencari karyawan, lazimnya atasan atau wakilnya akan mencari dan menyeleksi calon karyawan yang akan dipekerjakan di perusahaan yang bersangkutan. Setelah mendapatkannya, karyawan ini tentu dilatih, diawasi, dan dijaga prestasi dan sikap kerjanya, agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Demikian pula Allah Israel sewaktu mempersiapkan Harun dengan memaparkan tugas-tugasnya di Kemah Suci. Dia juga mempersiapkan orang Lewi sebelum ditugaskan. Orang Lewi memang berbeda dari suku-suku lain. Mereka membantu imam melayani Allah. Tempat tinggal mereka tersebar di antara suku-suku lain karena Tuhan tidak memberi mereka tanah pusaka. Sebelum mereka memulai tugas pelayanan, Tuhan meminta agar mereka ditahbiskan dengan percikan air dan persembahan kurban penghapus dosa. Penahbisan orang Lewi adalah proses penyerahan mereka kepada Tuhan sebab mereka adalah milik-Nya.Tuhan juga menetapkan masa kerja bagi mereka, yaitu sejak umur dua puluh lima sampai lima puluh tahun.

Dalam tatanan tersebut kita melihat bagaimana Tuhan mengatur pekerjaan hamba-Nya, sampai pada masa kerja mereka. Bila Tuhan, yang Empunya pelayanan, memperhatikan pekerjaan, keterbatasan, dan kesejahteraan pelayan-Nya, tentunya kita pun harus demikian. Jika kita menjadi pemimpin atau atasan, kita juga harus mempersiapkan anak buah kita sehingga menjadi karyawan yang berprestasi, dan terutama memiliki integritas. Tentu saja, jangan lupa memperhatikan kesejahteraan mereka. –ENO

JIKA DIHARGAI SEBAGAI MANUSIA YANG BERMARTABAT,

 KARYAWAN AKAN TERDORONG UNTUK BERKARYA SECARA OPTIMAL.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Iklan

1 TON EMAS

Jumat, 16 Desember 2011

Bacaan : Keluaran 12:35-36, 38:21-31

12:35 Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain.

12:36 Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu.

38:21. Inilah daftar biaya untuk mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Suci, tempat hukum Allah, yang disusun atas perintah Musa, oleh orang Lewi di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun.

38:22 Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, membuat segala yang diperintahkan TUHAN kepada Musa,

38:23 dan bersama-sama dengan dia turut Aholiab, anak Ahisamakh, dari suku Dan, seorang tukang dan ahli, seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, dari kain ungu muda, dari kain kirmizi dan dari lenan halus. —

38:24 Segala emas yang dipakai untuk segala pekerjaan mendirikan tempat kudus itu, yakni emas dari persembahan unjukan, ada dua puluh sembilan talenta dan tujuh ratus tiga puluh syikal, ditimbang menurut syikal kudus.

38:25 Perak persembahan mereka yang didaftarkan dari antara jemaah itu ada seratus talenta dan seribu tujuh ratus tujuh puluh lima syikal, ditimbang menurut syikal kudus:

38:26 sebeka seorang, yaitu setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus, untuk setiap orang yang termasuk orang-orang yang terdaftar, yang berumur dua puluh tahun ke atas, sejumlah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang.

38:27 Seratus talenta perak dipakai untuk menuang alas-alas tempat kudus dan alas-alas tiang tabir itu, seratus alas sesuai dengan seratus talenta itu, jadi satu talenta untuk satu alas.

38:28 Dari yang seribu tujuh ratus tujuh puluh lima syikal itu dibuatnyalah kaitan-kaitan untuk tiang-tiang itu, disalutnyalah kepala tiang itu dan dihubungkannya tiang-tiang itu dengan penyambung-penyambun

38:29 Tembaga dari persembahan unjukan itu ada tujuh puluh talenta dan dua ribu empat ratus syikal.

38:30 Dari padanya dibuatnyalah alas-alas pintu Kemah Pertemuan, dan mezbah tembaga dengan kisi-kisi tembaganya, segala perkakas mezbah itu,

38:31 alas-alas pelataran sekelilingnya, alas-alas pintu gerbang pelataran itu, segala patok Kemah Suci dan segala patok pelataran sekelilingnya.

1 TON EMAS

Pernahkah Anda menghitung berapa banyak emas, perak, dan tembaga yang dikumpulkan bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci? Apabila dihitung dengan konversi takaran masa kini, 1 syikal setara dengan 11, 4 gram, dan 1 talenta setara dengan 34 kilogram. Maka, seluruh emas yang dikumpulkan bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci dan isinya adalah sekitar 1 ton! Dengan harga emas yang kini berkisar Rp400.000, 00 per gram maka nilai emas yang mereka bawa adalah sekitar 400 miliar rupiah! Belum termasuk perak dan tembaga yang juga terkumpul sangat banyak saat itu.

Ini tentu nilai harta yang sangat besar, apalagi bagi sekumpulan orang yang baru saja dibebaskan dari perbudakan. Dari manakah mereka mendapatkan harta sebanyak itu? Alkitab mencatat bahwa harta tersebut mereka peroleh dari Tuhan, melalui orang-orang Mesir: “Dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka” (Keluaran 12:36). Artinya, harta yang mereka persembahkan bagi Tuhan ini sebenarnya berasal dari Tuhan juga.

Apabila direnungkan, bukankah demikian pula asal harta yang kita miliki? Setiap berkat itu datang dari Tuhan. Dan, diberikan kepada kita melalui tangan orang-orang yang Tuhan pakai. Dengan kesadaran seperti ini, selayaknya kita meneladani apa yang dilakukan bangsa Israel. Ketika Tuhan Sang Pemberi berkat itu meminta mereka memberi persembahan, mereka menyerahkan harta yang dimiliki tanpa menahan-nahan. Apabila saat ini ada pekerjaan Tuhan yang menanti uluran tangan Anda, jangan ragu untuk memberi dengan sukacita –ALS

KARENA SEGALA YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN

BERILAH PERSEMBAHAN BAGI-NYA TANPA MENAHAN-NAHAN

Dikutip : www.sabda.org

PIMPINAN TUHAN

Selasa, 20 April 2010

Bacaan : Keluaran 40:34-38

40:34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

40:35 sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.

40:36 Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.

40:37 Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.

40:38 Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

PIMPINAN TUHAN

Pada 2006, saat menjadi ketua Komisi Pemuda, saya merasa kelelahan dengan jadwal pelayanan yang begitu padat. Maka, saya hendak menguranginya dengan mengundurkan diri dari paduan suara. Namun, niat saya itu berkali-kali tertahan. Saya merasa Tuhan ingin saya bertahan di paduan suara. Pada akhirnya saya mengerti mengapa Tuhan menginginkan saya bertahan. Sebab, lewat pelayanan itulah Papa dan Mama mau ke gereja setelah sepuluh tahun saya doakan. Untuk pertama kalinya, mereka datang ke Kebaktian Natal hanya untuk melihat saya bernyanyi.

Ketika Tuhan memimpin langkah kita, kerap kali Tuhan tidak memberitahukan kepada kita rencana-Nya dari awal sampai akhir. Tuhan memimpin kita selangkah demi selangkah. Seperti halnya ketika Tuhan memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Tuhan memimpin mereka melalui keberadaan tiang awan. Jika awan naik dari atas kemah suci, bangsa Israel berangkat; sebaliknya, jika awan itu tidak naik, mereka tidak berangkat (ayat 36, 37). Tuhan sama sekali tidak menjelaskan, mengapa mereka mesti berangkat pada saat itu dan mengapa mereka harus menetap untuk beberapa waktu.

Rencana dan pemikiran Tuhan melampaui apa yang dapat kita pikirkan. Karena itu, kita mesti percaya; percaya kepada Allah dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri (Amsal 3:5). Jika Tuhan memimpin kita melangkah ke tempat baru atau meminta kita bertahan pada situasi yang tidak mengenakkan sekalipun, percayalah Tuhan punya rencana indah. Yang Tuhan minta dari kita adalah ketaatan dan kepercayaan total akan pimpinan-Nya –VT

PIMPINAN TUHAN BAGAI PELITA YANG MENERANGI KEGELAPAN

JIKA KITA MAU MELANGKAH, KELAK KITA AKAN SAMPAI DI TUJUAN

Sumber : www.sabda.org