SAYA TIDAK DITOLONG

Rabu, 5 September 2012

Bacaan : Lukas 7:18-35

7:18 Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,

 

7:19. ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.

7:22 Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

7:24 Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

7:25 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.

7:26 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

7:27 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

7:28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”

7:29 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

7:30 Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

7:31 Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?

7:32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.

7:33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.

7:34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

7:35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

 

SAYA TIDAK DITOLONG

Ketika mengalami kemalangan, berbagai pertanyaan mungkin berkecamuk di benak kita. Mengapa ini menimpa saya? Kalau orang lain ditolong Tuhan, kenapa saya tidak? Mengapa Tuhan yang Mahaadil dan Mahakasih tega membiarkan saya seperti ini?

Mungkin saja pertanyaan serupa terlintas dalam benak Yohanes Pembaptis. Saat itu, ia dipenjara karena keberaniannya menegur Herodes yang mengambil isteri saudaranya, sebagai isteri (lihat Matius 14:3-4). Murid-murid Yohanes bercerita tentang segala mukjizat Yesus. Pertanyaan Yohanes melalui murid-muridnya (ayat 20), menyiratkan ketidakpuasan, seolah ingin menantang Yesus membuktikan keilahian-Nya dengan menyelamatkannya. Namun, Yesus hanya meminta murid-muridnya melaporkan mukjizat yang mereka lihat. Semua itu jelas menunjukkan Dialah Mesias yang dinanti-nantikan. Dia tak perlu membuktikan apa-apa kepada Yohanes (ayat 23).

Mungkin Anda juga sedang bertanya-tanya mengapa Tuhan tak kunjung menolong. Anda mulai meragukan bahwa Dia benar Tuhan yang Mahakuasa, Mahatahu, Mahaadil, dan Mahakasih. Tengoklah kemegahan karya-Nya melalui alam semesta. Renungkanlah kehidupan Yesus yang nyata dalam sejarah, penebusan dosa oleh kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari maut. Tak ada alasan meragukan-Nya ketika kita memercayai kedaulatan-Nya. Kiranya Anda tidak menjadi kecewa dan menolak Tuhan, hanya karena Dia tidak memenuhi keinginan Anda. –HEM

TUHAN ADALAH TUHAN YANG PALING TAHU HAL TERBAIK

 ENTAH SAYA MERASA DITOLONG ATAU TIDAK.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

PENGUJUNG TAHUN

Rabu, 30 Desember 2009

Bacaan : Yakobus 4:13-16

4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,

4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

PENGUJUNG TAHUN

Kita sudah berada di pengujung tahun 2009. Sebetulnya pengujung tahun atau bukan, itu hanya soal penanggalan (kalender). Di dunia ini ada banyak sekali penanggalan; ada kalender Yahudi, kalender Persia, kalender Jawa, kalender Hindu, kalender China, dan sebaginya. Setiap kalender memiliki perhitungan sendiri. Tahun ini seperti yang kita kenal sekarang adalah penanggalan barat (tahun masehi). Kalender ini adalah karya Paus Gregorius XIII tahun 1508 (karena itu sering juga disebut Kalender Gregorius), perhitungannya dimulai dari kelahiran Tuhan Yesus.

Akan tetapi, terlepas kalender apa pun yang digunakan, pemahaman tentang “pengujung tahun” tetaplah sangat penting. Itu mengingatkan kita akan kefanaan hidup ini, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini akan berakhir. Hidup kita, dengan segala suka dan dukanya, kesuksesan dan kegagalannya, cepat atau lambat akan berlalu. Yakobus mengumpamakan hidup ini seperti uap “yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (ayat 14). Ya, betapa ringkih dan rapuhnya hidup kita di dunia ini.

Maka, baiklah kita bijak dalam menjalani hari-hari kita, agar kita tidak salah melangkah, yaitu dengan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap rencana (ayat 15). Jangan berpikir, bahwa kita akan mampu menentukan dan melakukan segala-galanya seorang diri, tanpa Tuhan. Itu adalah sebuah kecongkakan (ayat 16). Sebab, betapa pun hebatnya kita, tetaplah kita ini mahluk yang fana. Mari, dalam setiap langkah, kita selalu ingat dan lekat pada Sang Pencipta. Hanya dengan demikian hidup kita akan terjaga. Selamat menyongsong tahun yang baru –AYA

HIDUP INI BUKAN WARISAN YANG BISA KITA PERGUNAKAN SEENAKNYA

TETAPI TITIPAN TUHAN YANG HARUS KITA PERTANGGUNGJAWABKAN

Sumber : www.sabda.org