Doa Puasa Raya Hari Ke-31 Kamis, 25 Agustus 2011

MENDAPAT BAGIAN KERAJAAN SURGA

I Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan

kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam

Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

– Perlu kita ketahui bahwa yang tinggal dalam surga adalah manusia rohani

kita, dan bukan manusia jasmani.

– Oleh sebab itu marilah kita memberikan manusia rohani kita untuk

dipelihara oleh Tuhan. Hidup kita dipelihara, istri/ suami / anggota keluarga kita juga turut dipelihara oleh Tuhan. Bagaimana caranya ?

– Kita harus menghormati lawatan/ kehadiran Tuhan. Contoh : Keluarga

Obed edom – menghormati kehadiran Tabut Perjanjian – Seluruh keluarganya diberkati luar biasa oleh Tuhan (II Samuel 6 : 11).

MENGHORMATI ROH KUDUS !

I Petrus 4 : 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

– Hadirnya Roh Kudus dalam manusia rohani kita sama dengan hadirnya

Tabut Perjanjian di rumah Obed-edom. Kita ingin diberkati, dipelihara dalam anugerah Tuhan, maka harus menghormati akan hadirnya Roh Kudus.

– Dengan Roh Kudus kita bisa mengalahkan segala permasalahan kita, Roh

Kudus akan memampukan kita menghadapi berbagai rintangan.

– Kita patut berbangga jika ada Roh Kudus dalam diri kita, artinya kita juga akan mendapatkan pelayanan dari para malaikat. (Ibrani 1 : 14)

– Jangan abaikan manusia rohani kita ! jangan juga abaikan manusia jasmani

kita (kesehatan tubuh) , keduanya harus tetap kita jaga sebagai anugerah

Tuhan. Jangan sia-siakan anugerah Tuhan.

II Timotius 1 : 14 – TETAP PERCAYA PADA-NYA

Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita,

oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

KASIH ITU KEHARUSAN !!

I Korintus 13 : 13

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan

yang paling besar di antaranya ialah KASIH

Orang berpikir: saya akan mengasihi seseorang jika orang itu juga mengasihi saya . Mengapa saya harus mengasihi mereka yang tidak mengasihi saya ??

Apabila kita berbicara tentang KASIH pada hari ini , apakah menurut anda

? Apakah Kasih itu Hukum ? Adat Istiadat ? Sifat yang muncul dari hati

nurani manusia ? atau apakah ada istilah lainnya ?? Banyak orang kristen

menganggap kasih itu hanya Allah saja yang sanggup melakukannya , kita

tidak bisa karena dengan alasan kita penuh dengan kelemahan. Apakah

memang seperti demikian kenyataannya ? Bagaimana kita mempraktekan kasih itu setiap hari ? Dengan hanya ucapan sajakah ? perbuatankah ? Perbuatan yang bagaimana ? dengan uang ? bunga ? permen coklat , dll ?? Kita sudah punya iman, pengharapan … nah sekarang bagaimana kita melengkapinya dengan KASIH ?? Hari ini kita bukan hanya belajar tentang Kasih tetapi HARUS dan HARUS MeNGASIHI … ! AMIN

KASIH ITU PERINTAH !

Matius 22 : 37

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap

hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

KASIH itu Perintah / Keharusan ; dan bukan anjuran yang bisa kita lakukan

atau tidak. Kasih adalah Rambu Hidup yang memang harus kita taati. Kasih

itu adalah firman Allah sendiri, karakter Allah .

Perintah ini tidak dapat dilanggar Namun kenyataannya hal ini seringkali

kita langgar. Kalau tidak menguntungkan kita tidak melakukannya , kita tidak

perlu mengasihi ? Benarkah demikian ?

Kalau seandainya Kasih ini bukan perintah tapi ANJURAN, maka Tuhan

tidak akan mengambil tindakan mengasihi kita. Puji Tuhan Kasih itu bukan

anjuran, tetapi keharusan. Dan Tuhan SUDAH dan SEDANG melakukannya.

KASIH ITU PILIHAN PERTAMA & TERUTAMA

Galatia 5 : 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”


Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-30 Rabu, 24 Agustus 2011

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan

mengampuni dosamu.”

Kebenaran II : tatkala saudara melangkah dengan iman, mulai dirimu

dibaptiskan, apapun penyakitmu, engkau akan sembuh dalam nama Yesus.

Ada orang yang percaya namun tidak baptis, percuma. Sejak engkau mengaku Yesus sebagai Tuhan Yesus dan Juruselamat, maka engkau dibaptis dan akan diberkati.

Banyak orang menganggap baptis : “tidaklah penting” pandangan seperti

ini adalah salah ! Kita harus memiliki langkah iman yang sesuai firman Tuhan

: dosa sudah diampuni, percaya – maka berilah diri kita dibaptiskan dalam

Nama Yesus !

Rasul-rasul dan semua gereja Tuhan sampai sekarang tetap melakukan

baptisan ini karena : PENTING & PERINTAH TUHAN. (Matius 28:19-20

; Kisah 22:16)

– Baptisan = adalah pernyataan iman & penggenapan firman. (Matius 3:15)

– Baptisan = kunci berkat untuk menerima kasih karuniaNya. (Kisah 9 :18)

KEBENARAN III : Rumah Roh Kudus.

I Korintus 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait

Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari

Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Tubuh kita sudah dibeli dan lunas dibayar oleh darah Yesus dalam penebusan

dan pengampunan dosa. Jadi janganlah kita mempergunakan tubuh ini untuk “kegiatan” berbuat dosa. Berhentilah ! berhentilah berbuat dosa supaya tidak ada lagi masalah dalam hidup atau sakit penyakit !

Ada orang Kristen tapi digolongkan ke orang jahat, karena berbuat dosa

lagi, terpancing hawa nafsu , malas beribadah, bersih saja tapi tidak pernah

baca firman, kosong rumahnya, maka iblis datang masuk lebih banyak lagi dan lebih jahat lagi (Matius 12 : 43 – 45)

KESIMPULAN:

JAGALAH DIRIMU TETAP BERSIH TAPI JANGAN SAMPAI KOSONG !

BERHENTILAH BERBUAT DOSA & AKUILAH DOSA-DOSAMU

I Yohanes 5 : 18

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa;

tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat

menjamahnya.

MEMELIHARA MANUSIA ROHANI

I Petrus 1 : 3

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena

rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan

Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh

pengharapan.

Sudahkah kita mengalami kelahiran kembali ? Dan ketika kita mengalami

kelahiran kembali , kita diubahkan menjadi manusia rohani, yang artinya

hidup percaya pada Yesus, dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Istilah kelahiran kembali hanya ada ketika seseorang menjadi percaya dalam Nama Yesus, sehingga orang tersebut mendapatkan predikat sebagai Manusia Rohani.

Manusia alamiah dan manusia rohani ini tidak dapat dipisahkan karena

kita masih tinggal dalam dunia ini. Dan bagaimana memelihara manusia

rohani kita ? Jika manusia rohani kita kuat maka manusia jasmani kita akan

dipengaruhinya, maka milikilah hati yang sungguh untuk memelihara manusia

rohani kita , supaya kita mendapatkan mujijat-mujijat Tuhan.

MAKANAN & MINUMAN ROHANI

Yohanes 6 : 35

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan

haus lagi.

– Manusia rohani harus mendapatkan makanan dan minuman yang rohani,

supaya manusia rohani tetap hidup. Bukan dengan makanan & minuman yang

hanya memuaskan keinginan duniawi saja.

– Apa yang dimaksud dengan makanan & minuman rohani ? Yaitu

Persekutuan yang Baik / Intim dengan Tuhan.

– Bagaimana seumpama kita tidak makan atau minum ? Kita akan menjadi

lemah bukan ? Demikian juga dengan manusia rohani kita jika tidak makan

ataupun minum. Manusia rohani harus menjadi kuat !

– Yohanes 7 : 37 – 39 ; Yohanes 4 : 34

MENDAPAT BAGIAN KERAJAAN SURGA

I Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan 


PENGARUHNYA SEMAKIN BESAR

Senin, 10 Agustus 2009

Bacaan : Matius 13:31-33

13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

 

PENGARUHNYA SEMAKIN BESAR

Di Indonesia, arus listrik sering padam. Entah karena kerusakan teknis atau pemadaman bergilir. Hal ini sangat meresahkan, karena masyarakat sudah sangat bergantung pada listrik. Dulu, listrik dipakai hanya sebatas menyalakan lampu. Kini, pemakaiannya merambah ke segala bidang. Hampir semua kegiatan memerlukan listrik: mendinginkan ruangan, menjalankan mesin, menonton televisi, menyalakan komputer, dan lain-lain. Pengaruhnya semakin besar. Tidak bisa lagi kita hidup nyaman tanpanya!

Pengaruh atau dampak Kerajaan Surga juga begitu. Ia seumpama biji sesawi. Mula-mula kecil mungil. Tak terasa hadirnya, apalagi dampaknya. Namun, setelah tumbuh, ia menjadi pohon besar tempat bernaung burung-burung. Dampaknya sangat terasa. Burung-burung tak bisa hidup nyaman tanpanya. Kerajaan Surga juga seumpama ragi dalam adonan. Ketika ditaruh sejumput, tampaknya tidak terjadi apa-apa. Namun, perlahan tetapi pasti, 3 sukat adonan (hampir 40 liter) akan dipengaruhi hingga mengembang. Itulah yang terjadi saat kita hidup dalam Kerajaan Surga. Sewaktu baru beriman pada Kristus, mungkin Tuhan dan Firman-Nya belum terlalu memengaruhi hidup. Tetapi, makin lama dampaknya makin besar. Kristus dan Firman-Nya memengaruhi pikiran dan hati. Mewarnai setiap aksi. Menjadi sumber inspirasi.

Hidup dalam Kerajaan Allah tak pernah statis. Ada pertumbuhan. Pengaruh Kristus seharusnya semakin terasa, hingga kita tak nyaman lagi hidup tanpa merasakan hadir-Nya. Seberapa besar Yesus telah memengaruhi cara pikir, sikap, dan tindakan Anda? -JTI

IMAN YANG HIDUP SELALU BERGERAK MAJU

TIDAK PERNAH BERHENTI DI TEMPAT

Sumber : www.sabda.org

Makan Sepuasnya

Kamis, 2 April 2009

Bacaan : Wahyu 4:1-11

Makan Sepuasnya

healthy-life

Sepasang suami-istri menjalani hidup sehat, antara lain dengan melakukan diet ketat, nyaris vegetarian. Alkisah, mereka mencapai umur panjang dan meninggal bersama-sama dalam usia lanjut. Di surga, mereka diundang ke perjamuan yang mewah. Aneka hidangan, yang dulu tak berani mereka sentuh saat masih di bumi, tersaji secara berlimpah. Ternyata di surga mereka tak perlu berpantang makan. Mendengar penjelasan itu, sang suami mengamuk pada istrinya, “Kalau kau tidak memaksaku makan sereal hambar itu, mungkin dua puluh tahun lalu aku sudah sampai di sini, tahu nggak?”

Pernah membayangkan surga seperti cerita di atas? Kita membayangkan surga sebagai tempat untuk melampiaskan keinginan yang kita kekang selama di bumi. Namun, jika kita berfokus pada keinginan diri, itu berarti kita sedang membayangkan surga yang lain dari yang diulurkan Kristus.

Kerajaan Surga disebut juga Kerajaan Allah, bukan Kerajaan “aku”. Surga berpusat kepada Allah sebagai Raja, sang pemegang kedaulatan tertinggi (ayat 8-11). Surga bukan tempat pelampiasan kehendak diri, melainkan tempat kehendak Tuhan digenapi. Di surga, kita dapat melakukan sepuasnya bukan apa yang kita ingini, melainkan apa yang semestinya kita lakukan sebagai anak Allah. Dan, justru dengan mematuhi kehendak Allah itulah kita dipuaskan.

Hebatnya, hidup dengan cara surgawi bisa kita mulai saat ini. Yakni dengan belajar hidup tidak egois atau sekehendak hati. Sebaliknya, kita belajar untuk selalu mempertimbangkan masakmasak; apakah sikap, ucapan, dan tindakan kita selaras dengan kehendak Allah -ARS

KERAJAAN SURGA ADALAH KERAJAAN ALLAH,

BUKAN KERAJAAN AKU

Sumber : http://www.sabda.org