BUBUK KEPAHITAN

Rabu, 16 Januari 2013

Bacaan: Ibrani 12:14-17

12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

BUBUK KEPAHITAN

Seorang guru hendak mengajarkan sesuatu kepada muridnya. Ia memberikan segenggam tepung biji mahoni untuk dimasukkan ke dalam sebuah cangkir berisi air, lalu menyuruh anak itu meminumnya. Sang murid segera memuntahkan air itu karena tak tahan mencecap rasa pahit yang luar biasa.

Kemudian guru itu kembali memberinya segenggam tepung biji mahoni, kali ini untuk dituangkan ke dalam sebuah telaga bening. Ia menyuruh anak itu mengambil airnya dan meminumnya. Kali ini si murid dapat menikmati air itu, yang tetap terasa tawar dan menyegarkan. “Tepung itu mewakili semua hal buruk dan kepahitan dalam hidup ini. Yang menentukan pengaruhnya adalah seberapa luas wadah yang menampungnya, yaitu hati kita!” kata gurunya bijak.

Penulis surat Ibrani mendorong agar orang-orang percaya tetap bertekun dalam iman, sekalipun banyak kesukaran menghadang dari berbagai sisi, termasuk dari sesama orang percaya. Mengikut Kristus memang tidak menjamin seseorang terbebas dari masalah, bahkan tak jarang menjadikan kehidupan kita kian pelik. Syukurlah, orang percaya telah diberi hati yang baru, hati yang seperti Kristus untuk menghadapinya. Anugerah-Nya memampukan kita untuk menawarkan “bubuk kepahitan” sehingga hati kita tetap manis dan segar.

Apakah Anda bergumul untuk mengampuni orang lain? Apakah Anda kesulitan berdamai dengan seseorang? Apakah gereja mengecewakan Anda? Lihatlah anugerah-Nya–bagaimana Dia mengasihi dan mengampuni Anda tanpa syarat–dan ampunilah mereka yang bersalah kepada Anda. –HEM

KEPAHITAN BUKAN DITENTUKAN OLEH APA YANG KITA ALAMI

MELAINKAN OLEH RESPON HATI KITA TERHADAP PENGALAMAN ITU

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

TAK ADA PENGADILAN?

Kamis, 23 Februari 2012

Bacaan : Habakuk 2:1-20

2:1. Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.

2:2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.

2:3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

2:4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

2:5. Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya.”

2:6 Bukankah sekalian itu akan melontarkan peribahasa mengatai dia, dan nyanyian olok-olok serta sindiran ini: Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya–berapa lama lagi? –dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian.

2:7 Bukankah akan bangkit dengan sekonyong-konyong mereka yang menggigit engkau, dan akan terjaga mereka yang mengejutkan engkau, sehingga engkau menjadi barang rampasan bagi mereka?

2:8 Karena engkau telah menjarah banyak suku bangsa, maka bangsa-bangsa yang tertinggal akan menjarah engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu.

2:9 Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka!

2:10 Engkau telah merancangkan cela ke atas rumahmu, ketika engkau bermaksud untuk menghabisi banyak bangsa; dengan demikian engkau telah berdosa terhadap dirimu sendiri.

2:11 Sebab batu berseru-seru dari tembok, dan balok menjawabnya dari rangka rumah.

2:12 Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan.

2:13 Sesungguhnya, bukankah dari TUHAN semesta alam asalnya, bahwa bangsa-bangsa bersusah-susah untuk api dan suku-suku bangsa berlelah untuk yang sia-sia?

2:14 Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.

2:15. Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia untuk memandang auratnya.

2:16 Telah engkau kenyangkan dirimu dengan kehinaan ganti kehormatan. Minumlah juga engkau dan terhuyung-huyunglah. Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN, dan cela besar akan meliputi kemuliaanmu.

2:17 Sebab kekerasan terhadap gunung Libanon akan menutupi engkau dan pemusnahan binatang-binatang akan mengejutkan engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu.

2:18 Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya.

2:19 Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: “Terjagalah!” dan kepada sebuah batu bisu: “Bangunlah!” Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya.

2:20 Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!

TAK ADA PENGADILAN?

Peristiwa kerusuhan pada 14 Mei 1998 menyisakan kabut kelam dalam sejarah Indonesia. Menjelang Soeharto lengser, keonaran merebak di sejumlah kota, yang terparah terjadi di Jakarta. Perempuan-perempuan keturunan Tionghoa banyak yang diperkosa. Mal-mal dijarah dan dibakar. Banyak warga mati terpanggang. Namun, tak ada yang diadili dalam peristiwa itu. Sampai saat ini.

Benarkah Tuhan acuh tak acuh terhadap kejahatan? Kenapa orang jahat bisa hidup leluasa, sedangkan orang baik malah menderita? Ini adalah juga pertanyaan yang mengganggu nabi Habakuk. Dalam penglihatan, Tuhan menjawab nya. Kejahatan orang Yahudi akan dihukum melalui kedatangan bangsa Kasdim (lihat pasal 1). Dan, karena bangsa itu mendewakan kekuatan sendiri, mereka pun akan ditimpa celaka (ayat 5-19). Tuhan yang kudus tidak membiarkan kejahatan tidak diadili. Dari sisi manusia, adakalanya penghakiman Tuhan terasa lambat, namun Tuhan menegaskan waktunya “sungguh-sungguh akan datang” (ayat 3). Keadilan Tuhan akan ditegakkan. Bahkan, akan tiba saatnya semua orang diadili di hadapan Tuhan (Wahyu 20:12-13).

Anda mungkin pernah diperlakukan tidak adil, padahal Anda berbuat apa yang benar. Dalam kondisi semacam itu, banyak orang putus asa, bahkan tergoda untuk ikut-ikutan bertindak menyimpang. Kitab Habakuk mengingatkan betapa sia-sianya orang yang bermegah atas kejahatan mereka. Maukah kita tetap melakukan apa yang benar meski diperlakukan tidak adil? Orang jahat pasti akan diadili Tuhan. Dengan kepastian yang sama, “orang benar akan hidup oleh percayanya” (ayat 4). –ARS

Hiduplah dengan benar, bahkan dalam situasi sukar

Tuhan Yang Maha Melihat akan membalas pada waktu-Nya

Dikutip : www.sabda.org