USAHA YANG KELIRU

Senin, 24 Desember 2012

Bacaan: 2 Petrus 1:1-11

1:1. Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

 

1:5. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

USAHA YANG KELIRU

Pernahkah Anda berandai-andai bahwa hidup Anda akan lebih baik jika hal tertentu Anda miliki? Andai aku memiliki pekerjaan tertentu … andai aku punya banyak uang … andai aku menemukan orang yang tepat … andai aku dikaruniai tubuh yang indah … andai jabatanku naik …. Ini adalah pergumulan semua orang. Kita berusaha mencari sesuatu yang akan memenuhkan hidup kita, yang akan menyelamatkan kita dari segala belitan masalah.

Bagaimana kita menanggapi kata Alkitab bahwa segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup sudah dikaruniakan pada kita? (ayat 3). Mungkin itu membuat kita bertanya-tanya. Tuhan, aku sudah lama mengikut-Mu, mengapa aku merasa hidupku masih begini-begini saja? Masalahnya mungkin terletak pada definisi kita tentang hidup. Rasul Petrus menjelaskan bahwa hidup yang berhasil itu tidak ada hubungannya dengan tren dunia, tetapi bagaimana kita dibentuk makin serupa dengan kodrat ilahi (ayat 4). Keberhasilan adalah makin siap menjadi warga kerajaan kekal dari Tuhan sendiri (ayat 11). Dan oleh kasih karunia Tuhan, semua yang kita butuhkan untuk itu telah disediakan di dalam Yesus Kristus (ayat 2-3). Yesus membebaskan kita dari dosa, dan memungkinkan kita mengejar hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup ini (ayat 5-9).

Mungkinkah selama ini kita mencari “Juru Selamat” di tempat yang keliru? Kita mencarinya dalam pekerjaan kita, dalam diri pasangan kita atau sosok pemimpin kita, dalam kepemilikan harta benda kita, dalam pencapaian, bahkan dalam kecanduan kita. Segala sesuatu telah disediakan Allah di dalam Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Sudahkah Anda datang kepada-Nya? –JOE

SEGALA YANG DIBUTUHKAN UNTUK HIDUP YANG BERHASIL

 TELAH DISEDIAKAN ALLAH DI DALAM YESUS, JURU SELAMAT DUNIA.

Dikutip : www.sabda.org

BERDOA UNTUK NERO

Sabtu, 14 Januari 2012

Bacaan : 1Timotius 2:1-7

2:1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul–yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta–dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

BERDOA UNTUK NERO

Ketika Paulus menulis surat kepada Timotius, pemerintahan Romawi berada di tangan Nero, kaisar yang terkenal karena kebengisannya. Pada masa itu, tidak sedikit pengikut Kristus yang dibantai, dibakar, atau dijadikan mangsa binatang buas. Nero bahkan mengambinghitamkan mereka, ketika kebakaran melalap habis kota Roma. Untuk raja yang demikian Paulus meminta umat Tuhan berdoa (ayat 2). Bagaimana perasaan kita jika menjadi jemaat saat itu?

Apakah Paulus mengajak jemaat berdoa bagi pemerintah agar mereka tergerak membuat kebijakan yang baik sehingga mereka tidak dianiaya lagi tetapi boleh hidup tenang dan tenteram? Menarik untuk memperhatikan bagaimana Paulus membawa jemaat melihat apa yang dikehendaki Tuhan dalam doa mereka: Tuhan ingin agar semua orang, termasuk pemerintah, diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (ayat 3-4). Jelas jika pemerintah benar-benar dibawa mengenal Tuhan, tentulah hidup mereka akan berubah, dan negeri yang mereka pimpin bisa tenang dan tenteram; jemaat bisa hidup dalam kesalehan dan kehormatan.

Hari ini banyak orang mencela dan mengejek pemerintah, yang memang tidak sempurna. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diminta mendoakan semua orang, termasuk pemerintah kita. Bukan sekadar agar ada keajaiban yang membuat kebijakan mereka berpihak pada kepentingan kita, melainkan juga agar mereka mengenal kebenaran dan diselamatkan. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Mari ambil waktu melakukannya hari ini –ARS

TUHAN, TAK SATU PUN PEMIMPIN YANG BANGKIT TANPA IZIN-MU

BAWALAH MEREKA MENGENAL DAN MELANGKAH DALAM JALAN-MU

Dikutip : www.sabda.org

KETEKUNAN

PESAN GEMBALA

14 FEBRUARI 2010

EDISI 113 TAHUN 3

Shallom… Salam Miracle…

Jemaat Tuhan di gereja Bethany yang diberkati Allah.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus mengalir atas hidup kita di dalam kasih setia-Nya yang selalu baru setiap hari. Mari perhatikan dengan seksama bagaimana hidup kita..!! sebab hari-hari ini kita harus lebih bersungguh-sungguh beribadah, lebih berkonsentrasi dalam melakukan kehendak Allah, lebih menyukakan hati Tuhan dan lebih bisa membawa diri untuk mempermuliakan nama Tuhan.

Mengapa demikian?

Sebab saat ini kita sedang masuk ke dalam era akhir zaman. Pengaruh dunia sekuler demikian maraknya, belum lagi tantangan dan persoalan yang kita hadapi, sehingga tatkala kita lengah, maka hal itu harus melintasi Samaria, padahal ada jalur lain yang mudah ditempuh dan lebih aman secara manusia sebau bisa mempengaruhi dan menggeser iman kita, apalagi jika kita tidak bersungguh-sungguh.

Tuhan Yesus sendiri memberikan suatu peringatan :”waspadalah! Sebab Aku mengutus kamu seperti domba di tengah-tengah serigala, hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Matius 10:16). Sebab bisa saja yang terdahulu menjadi yang terakhir, sedangkan yang terakhir bisa menjadi yang terdahulu.

Jangan menjadi terlena tetapi waspadalah, jangan sampai terbawa oleh arus dunia. Tanda-tanda akhir zaman sudah mulai digenapi. Allah berkehendak supaya hidup kita berkenan kepada-Nya, bukan untuk suatu masa tertentu tetapi untuk seterusnya.

Lalu bagaimana supaya kita berkenan? Salah satu kuncinya adalah bertekun di dalam Dia. Bertekun itu artinya rajin dan setia untuk terus hidup di dalam firman-Nya setiap hari dan setiap waktu, dan hidup dengan mengandalkan Tuhan.

Ada banyak alasan mengapa kita harus bertekun, namun hal yang perlu disadari adalah selama kita menumpang di dunia ini, kita masih bertemu dengan masalah dan tantangan baik besar maupun kecil, dari yang mudah sampai dengan yang sukar. Dan perlu dicatat, kalau hari-hari ini kita diizinkan untuk menghadapi masalah, bahkan masuk ke dalam kesengsaraan, maka hal ini dimaksudkan supaya kita bertekun di dalam Dia, sebab ketekunan itu akan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan kepada Allah (Roma 5:3-4). Dan apabila ketekunan itu menjadi buah yang matang, hal itu akan menghantar kita kepada kesempurnaan, karena-Nya iman yang kita miliki harus kita kerjakan dan bangun dengan penuh ketekunan.

Ada pertanyaan dari seorang penginjil muda kepada pemimpin rohaninya demikian “mengapa injil sekarang susah masuk kepada orang-orang yang mampu atau kaya?” Jawab seniornya demikian “sebab penghasilan mereka tinggi secara otomatis segala kebutuhan terpenuhi jadi everything is fine, bahkan mereka terkadang berkata “buat apa ke gerja?” toh semua serba ada dan tercukupi”.

Jemaat yang dikasihi Tuhan..

Mari kita perhatikan bahwa kita datang kepada Tuhan ukan hanya karena Tuhan mampu menjawab doa-doa kebutuhan sehari-hari kita saja, tetapi ada satu alasan yang jauh lebih penting yaitu supaya kita didamaikan dengan Allah dan diselamatkan. Untuk itu perlu ketekunan, sebab kita harus bersungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada iman kita kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, dan kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada dengan berlimpah-limpah, maka kita dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan Yesus Kristus (2 Petrus 1:5-8).

Pada akhirnya ketekunan kita sebagai orang-orang kudus-Nya akan menghantar kita masuk ke Kerajaan Allah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua..amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Kasih karunia