INDAHNYA TEGURAN

Senin, 20 Februari 2012

Bacaan : Amsal 13:14-24

13:14. Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.

13:15. Akal budi yang baik mendatangkan karunia, tetapi jalan pengkhianat-pengkh mencelakakan mereka.

13:16. Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.

13:17. Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka, tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.

13:18. Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

13:19. Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati, menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal.

13:20. Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

13:21. Orang berdosa dikejar oleh malapetaka, tetapi Ia membalas orang benar dengan kebahagiaan.

13:22. Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

13:23. Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan, tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.

13:24. Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

INDAHNYA TEGURAN

Dalam audisi American Idol, tampillah seorang kontestan yang begitu percaya diri. Ia meyakinkan para juri bahwa ia adalah bintang masa depan. Namun, sewaktu ia mulai bernyanyi, suaranya sedemikian buruk sehingga selang beberapa detik para juri terpaksa menghentikannya. Ia berkata dengan marah, “Bagaimana bisa kalian tidak melihat talenta saya? Selama ini tidak pernah ada yang mengkritik suara saya!” Saya membayangkan, seandai nya sejak awal ada yang berani memberitahu dengan tegas bahwa ia tidak cocok menjadi penyanyi, ia pasti akan mengenal dirinya dengan lebih tepat dan tidak dipermalukan di ajang ini.

Teguran atau kritik tidak selalu buruk. Bahkan, teguran dapat menjadi sarana Tuhan untuk membentuk kita. Kritik bisa mencegah kita terjerumus ke dalam kesalahan yang memalukan di kemudian hari (ayat 14, 17). Menurut penulis Amsal, orang yang terhormat adalah mereka yang tidak pantang terhadap kritik. Mengabaikan kritik sama saja dengan mengabaikan didikan (ayat 18). Bahkan, kritik yang keras bisa jadi adalah bentuk kasih terbaik dari seseorang kepada kita (ayat 24).

Apakah pada waktu-waktu ini Anda sedang mendapat teguran atau kritikan? Bagaimana Anda menanggapinya? Kerap reaksi kita adalah menolak, menjadi tersinggung atau marah, karena yang namanya kritik pasti tidak enak didengar. Mari mengingat keindahan dan keuntungan dari teguran yang baik. Jangan terlalu cepat menutup diri dari teguran. Terimalah dengan rendah hati. Cernalah dengan bijaksana. Bersyukurlah bahwa Tuhan membentuk kita melalui teguran kasih sesama. –JIM

Ketika kita menolak teguran yang baik

kita juga menolak pembentukan dari Tuhan

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-29 Selasa, 23 Agustus 2011

Prinsip Abraham diberkati adalah :

Up flow, In flow, Flow in (still), Flow out

Abraham adalah orang yang berhasil.

Apa yang diterima dari Tuhan:

1. Abraham menerima Kemurahan Tuhan.

2. Abraham menerima Perjanjian dengan Tuhan.

3. Abraham menerima kesetiaan Tuhan.

4. Abraham menerima Kuasa Tuhan.

Iman Abraham – Iman yang Luar Biasa

Ibrani 11 : 8 – 19

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

KUASA KESEMBUHAN & KEBENARAN

LUKAS 5 : 24

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa

mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–: “Kepadamu

Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke

rumahmu!”

Ada seorang lumpuh yang disembuhkan, tidak mempunyai pengharapan.

Kita lihat bagaimana Tuhan menyembuhkan. Titik dimana orang lumpuh ini

bisa disembuhkan. Dan Tuhan katakan “hai saudara dosamu telah diampuni”.

Lalu orang-orang yang berteologia tinggi berpikir bahwa Yesus menghujat

Allah. Tapi Tuhan Yesus mengerti pikirannya, dengan menanyakan: mana

yang lebih mudah mengatakan bangkit berjalan atau dosamu diampuni. Supaya mereka mengetahui bahwa Anak Manusia – Yesus juga berhak mengampuni dan berkata bangkit dan berjalan (bahkan untuk mengadakan penyembuhan

ilahi).

Pengampunan dosa sangat berkaitan dengan pemulihan kita. Dengan

berbagai kelakuan yang tidak sesuai kehendak Tuhan, maka sangat perlu kita

menerima pengampunan dosa dari Tuhan untuk juga menerima kesembuhan-kesembuhanNYA yang ajaib.

KEBENARAN I : Pengampunan DOSA !

Efesus 1 : 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh

penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Kebenaran pertama untuk menerima kesembuhan adalah pengampunan

dosa. Dosa seringkali melahirkan berbagai macam masalah dan sakit.

Walaupun banyak orang menyangkal ketika ia dalam keadaan sakit “merasa”

tidak berbuat dosa apapun. Tetapi sekarang kita mengerti bahwa betapa

pentingnya pengampunan dosa bagi kita semua, baik yang sehat atau dalam

keadaan sakit.

– Diampuni dosanya dan tidak lagi berbuat dosa (Yohanes 8 : 7 -11)

– Melangkah dengan iman : dosa diampuni + kesembuhan (Lukas 5:21- 25)

– Mengucap syukur akan kesembuhan yang dialami (Lukas 17:12-19)

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan


KKR KUASA & KESEMBUHAN (21-22 Oktober 2010)

Hadirilah KKR Kuasa & Kesembuhan

Kota Tarakan penuh kemuliaan Tuhan

“MUJIZAT PASTI TERJADI”

Ps. Christ Hope (Sydney)

Tanggal : 21-22 Oktober 2010

Hari : Kamis & Jumat

Jam : 18.30 Wita

Di : Grand Tarakan Mall Lt.II

Datanglah untuk menerima Kuasa dan Lawatan Roh Kudus yang dashyat.

Gratis (terbuka untuk semua umat kristiani)

Peyelenggara : Dept. Misi & PI Bethany

 

MENGULURKAN TANGAN

Rabu, 10 Juni 2009

Bacaan : Lukas 5:12-16

5:12. Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

5:13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

5:14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

5:15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

 

MENGULURKAN TANGAN

Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun 1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan, para penderita kusta dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka. “Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Allah. Jangan lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati,” kata Gisela.

Pada zaman Tuhan Yesus, para penderita kusta juga mengalami nasib hampir serupa. Mereka diasingkan, berpakaian compang-camping, menutupi muka sambil berteriak: Najis! (Imamat 13:45). Kondisi yang membuat mereka dibenci oleh masyarakat pada umumnya, hingga akhirnya mereka juga membenci diri mereka sendiri. Baca lebih lanjut