MELATIH IMAN

Rabu, 6 Februari 2013

Bacaan: Roma 5:1-11

5:1. Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

 

5:6. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–.

5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

 

MELATIH IMAN

Saya punya teman yang senang berolahraga beladiri. Dia sudah mencapai tingkat tertinggi dan menyandang sabuk hitam. Untuk mencapainya, sudah barang tentu ia harus rela babak belur ketika berlatih. Tak ayal ia mengalami benturan, pukulan, hajaran. Latihan-latihan berat ini berguna sekali untuk melatih ketahanan, ketangkasan, dan kepekaannya dalam menerima serangan. Semakin tinggi tingkatan yang hendak dicapai, semakin berat pula latihan yang harus dijalani.

Ketika kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi di dalam hidup kita sering kali kita merasa masalah itu seakan hendak meremukkan kita dengan hajaran, pukulan, bahkan benturan yang membanting-banting emosi kita. Masalah yang datang silih berganti itu seperti tidak memberikan waktu bagi kita untuk bernapas lega atau sedikit santai menjalani hidup. Nas hari ini mengingatkan, Tuhan ingin kita bertekun di dalam setiap penderitaan yang tengah kita hadapi. Dengan bertekun, kita mengembangkan kehidupan iman yang tahan uji, dan iman yang tahan uji ini menimbulkan pengharapan yang tidak mengecewakan.

Selama kita hidup dan bernapas kita akan selalu menemui masalah yang harus kita hadapi dan kita selesaikan. Masalah itu adalah pelatihan bagi otot iman kita agar semakin kuat, dan menjadi sarana bagi Tuhan untuk menunjukkan kasih-Nya sehingga kita semakin mengenal dan mengasihi-Nya. Selain itu, kita akan semakin terampil di dalam menjalani hidup dan dinamikanya –RE

MASALAH DAN TANTANGAN HIDUP ADALAH AJANG LATIHAN

 UNTUK MENGEMBANGKAN DAN MEMPERKUAT OTOT IMAN

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

JANGKAR YANG KOKOH

Jumat, 11 Juni 2010

Bacaan : Roma 5:1-5

5:1. Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

JANGKAR YANG KOKOH

Dua minggu setelah gempa besar mengguncang Haiti, tim SAR pesimis. Mana mungkin masih ada orang yang bisa bertahan hidup, setelah lebih dari 10 hari tidak makan, tidak minum, dengan tubuh terjepit reruntuhan? Mereka keliru! Emanuel Buteau ditemukan masih hidup. Segera pemuda ini dilarikan ke Rumah Sakit darurat. Setelah pulih, wartawan bertanya, “Apa yang membuatmu bisa bertahan?” Ia menjawab: “Selama terjepit, saya terus berseru memohon pertolongan Tuhan. Pengharapan saya tidak sia-sia. Kuasa-Nya bekerja!”

Pengharapan itu bagai jangkar. Begitu ditancapkan ke dasar laut, kapal menjadi mantap. Punya pegangan. Tidak diombang-ambingkan ombak. Pengharapan membuat orang beriman bisa berjalan mantap, walau janji Tuhan belum genap. Rasul Paulus berkata, kita sudah “beroleh jalan masuk” menuju keselamatan, walau belum sepenuhnya “menerima kemuliaan Allah” (ayat 2). Apa yang meyakinkan kita bahwa kelak kemuliaan Allah itu akan kita terima? Pengharapan! Dengan pengharapan, biar jalan di depan sulit, hati tidak menjadi pahit. Malahan makin tekun dan tahan uji, karena yakin yang terbaik pasti akan datang (ayat 4, 5).

Harapan kita sering keliru. Kadang kita mengharapkan jalan yang mudah. Atau, berharap hidup berjalan sesuai skenario kita. Harapan seperti itu bisa mengecewakan. Namun, pengharapan bahwa kita akan menerima kemuliaan Allah adalah jangkar yang kokoh. Marabahaya bisa datang. Usaha bisa kandas. Cita-cita bisa tidak kesampaian. Namun, pengharapan membuat kita yakin: ini bukan akhir segalanya. Yang terbaik masih akan datang! –JTI

KETIKA ANDA DIOMBANG-AMBINGKAN ANEKA PERSOALAN

JANGAN LUPA TANCAPKAN JANGKAR PENGHARAPAN

KEPADA TUHAN

Sumber : www.sabda.org