BERANI BERSAKSI

Selasa, 2 April 2013

Bacaan   : Kisah Para Rasul 1:6-11

1:6. Ketika rasul-rasul itu berkumpul bersama-sama dengan Yesus, mereka bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apakah sekarang Tuhan mau mendirikan kembali Pemerintahan bangsa Israel?”

1:7 Yesus menjawab, “Bapa-Ku sendiri yang menentukan hari dan waktunya. Itu tidak perlu kalian ketahui, sebab itu hak Bapa.

1:8 Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu. Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Yesus berkata begitu, Ia diangkat ke surga di depan mata mereka, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka.

1:10 Sementara mereka masih memandang ke langit, sewaktu Yesus terangkat, tiba-tiba dua orang berpakaian putih berdiri di sebelah mereka.

1:11 “Hai, orang-orang Galilea,” kata kedua orang itu, “mengapa kalian berdiri saja di situ memandang ke langit? Yesus, yang kalian lihat terangkat ke surga itu di hadapan kalian, akan kembali lagi dengan cara itu juga seperti yang kalian lihat tadi.”

 

BERANI BERSAKSI

“Tolonglah doakan aku, supaya sakit kepalaku sembuh!” kata seorang yang bukan Kristen kepada Damai, seorang sahabat saya. Karena belum berpengalaman berdoa bagi orang yang bukan Kristen, Damai berkata bahwa ia akan mendoakannya di rumah. Esoknya, temannya berkata, “Terima kasih ya atas doanya. Saya sudah sembuh dari kemarin!”

Damai menjadi sangat terkejut, namun mulai merasa bersalah. “Seharusnya itu menjadi kesempatan memberitakan Injil, tapi saya terlalu takut!” katanya. Sejak itu, setiap ada peluang mendoakan orang lain, ia akan terlebih dahulu menjelaskan siapa Yesus kepada orang itu. Sekarang, ia menjadi penginjil yang berani dan memimpin banyak orang kepada Kristus.

Menjadi saksi bagi Yesus adalah tanggung jawab semua orang Kristen. Itu bukan pilihan. Saksi adalah seseorang yang melihat atau mengetahui sesuatu terkait sebuah perkara, dan diminta untuk memberitahukannya. Menjadi saksi tidak memerlukan gelar pendidikan atau jabatan tertentu. Namun, tidak semua orang bisa menjadi saksi Yesus, melainkan hanya mereka yang telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya, mengenal-Nya melalui firman Allah, dan juga melalui pengalaman rohaninya.

Setiap orang percaya telah diberi kuasa untuk bersaksi. Anda sudah diperlengkapi dari tempat mahatinggi. Karena itu, pergunakanlah kuasa Anda. Saksikanlah Kristus yang berkuasa mengampuni dan menyelamatkan orang berdosa, baik melalui perkataan dan tindakan Anda, sehingga mereka mengenal-Nya dan masuk ke dalam terang-Nya. –HT

BERSAKSI ADALAH MENGARAHKAN ORANG LAIN PADA

 KEBAIKAN DAN KEKUASAAN TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Iklan

SETAN KALAH TELAK

Senin, 10 Desember 2012

 Bacaan: Markus 1:21-28

1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

1:22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

1:23. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:

1:24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

1:25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”

1:26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

1:28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

SETAN KALAH TELAK

Apakah Anda percaya dengan keberadaan setan? Ada beberapa kalangan yang tak percaya dan menganggap orang yang disebut kerasukan sebenarnya mengalami penyakit syaraf dan kejiwaan tertentu. Namun, banyak pula yang percaya bahwa setan itu ada. Bahkan, dalam beberapa acara televisi, kerap ditampilkan tayangan mengenai “orang berilmu” yang sedang melawan roh halus alias setan. Orang ini memejamkan mata serta merapal doa dan mantra. Alkitab jelas menyatakan setan itu ada. Tuhan Yesus kerap kali “berjumpa” dengan setan. Dan, dalam setiap kesempatan itu, Dia mampu mengatasi dan menaklukkannya.

Berbagai cara pengusiran setan juga dikenal dalam praktik Yahudi. Namun, Yesus mengejutkan orang banyak karena Dia melakukannya hanya dengan kata-kata. Cukup dengan sekali hardikan saja (ayat 25). Betapa besar otoritas yang ada dalam diri Yesus! Roh jahat itu ketakutan karena mengenali siapa sesungguhnya Yesus dan tahu tujuan kedatangan-Nya (ayat 24). Ini hanya yang pertama dari sekian peristiwa Yesus mengusir setan yang dicatat dalam Injil. Di kayu salib, Yesus menuntaskan apa yang Dia mulai di rumah ibadah di Kapernaum ini, yakni menghancurkan kuasa roh jahat, setan, dan iblis untuk selama-lamanya.

Setan masih bisa meneror kita hari ini, tetapi sesungguhnya otoritasnya terbatas dan ia tidak berdaya menghadapi Kristus, Tuhan kita. Mengimani kebenaran ini adalah kunci kesaksian kita di tengah dunia yang seringkali takut dan putus asa menghadapi kuasa-kuasa jahat zaman ini. Dunia ini, walau tampaknya masih penuh teror iblis, telah ditaklukkan oleh otoritas Allah di dalam Yesus yang penuh kasih. Wartakan kabar baik ini! –ICW

MENYATAKAN KEMENANGAN MUTLAK KRISTUS ATAS KUASA SETAN

 ADALAH OTORITAS DAN TUGAS GEREJA DI SETIAP GENERASI.

Dikutip : www.sabda.org

KE MANA MENCARI DAMAI?

Kamis, 18 Oktober 2012

Bacaan : Yohanes 16:25-33

16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.

16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,

16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

 

16:28. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

16:29 Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.

16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”

16:31 Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang?

16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.

16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

 

KE MANA MENCARI DAMAI?

Anda tentu sependapat bahwa damai sejahtera adalah hal yang dirindukan semua orang di dunia. Segala cara ditempuh demi damai diperoleh dalam kehidupan pribadi, keluarga, bahkan antar negara. Sebab itu, konselor tak pernah sepi, diplomat selalu sibuk, dan pasukan perdamaian masih saja dibentuk. Sebagai orang kristiani, seberapa sering Anda mengalami damai sejahtera? Jika damai sejahtera adalah buah Roh Kudus yang diam di dalam kita (Galatia 5:22), bukankah seharusnya kita mengalaminya setiap hari?

Ternyata selain menjanjikan damai sejahtera, Tuhan Yesus juga memastikan bahwa masalah besar akan dialami oleh mereka yang menjadi murid-murid-Nya. Lebih tepatnya, mereka akan “menderita penganiayaan”. Hmm…. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa beroleh damai sejahtera? Kepastian berikut diberikan: “Aku [Yesus] telah mengalahkan dunia”. Yesus memegang kuasa tertinggi (Matius 28:18), segala sesuatu diletakkan di bawah kaki- Nya (lihat Efesus 1:22). Sebab itu, tidak ada masalah yang bisa luput dari perhatian-Nya atau terlalu sukar untuk ditangani-Nya

Yesus tidak mengajar murid-murid-Nya bagaimana cara menghindari atau melarikan diri dari masalah, tetapi bagaimana menghadapi masalah dengan memandang dan berharap kepada-Nya. Usaha manusia hanya dapat meredakan masalah dan memberi “damai” sesaat. Kehadiran Roh Kudus memungkinkan kita memiliki damai sejahtera yang melampaui segala akal, dengan mengarahkan kita kepada Pribadi yang memegang kendali atas segara situasi. Badai masalah takkan dibiarkan-Nya melampaui kekuatan kita, namun justru membentuk kita makin mencerminkan Dia. –ELS

DAMAI SEJAHTERA DAPAT KITA ALAMI DENGAN KEHADIRAN ROH KUDUS

DIA AKAN SELALU MEMBAWA KITA KEMBALI MEMANDANG KRISTUS

Dikutip : www.sabda.org

MENYELAMI PIKIRAN TUHAN

Senin, 15 Oktober 2012

Bacaan : 2 Petrus 1:16-21

1:16. Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

 

1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

 

MENYELAMI PIKIRAN TUHAN

Mungkin seperti saya, Anda pernah berharap bisa mendengar Tuhan menyatakan diri secara supernatural. Bukankah Tuhan telah berbicara secara langsung kepada Abraham, Musa, dan Paulus; mengutus malaikat untuk memberitahukan rencana-Nya pada Gideon dan Maria; memberi penglihatan khusus kepada Yakub serta Petrus? Namun, kenyataannya, Dia tidak menyatakan diri dengan cara demikian pada setiap orang. Lalu, bagaimana kita bisa menyelami pikiran Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya? Nasihat yang tentu sering kita dengar: bacalah Alkitab! Benarkah Alkitab dapat mewakili pikiran-pikiran Tuhan?

Rasul Petrus tampaknya menghadapi pertanyaan serupa sehingga ia menegaskan bahwa Alkitab tidak dihasilkan oleh manusia (ayat 21). Alkitab dapat dipercaya karena ditulis oleh ilham Roh Kudus (ayat 19, 21). Atas dorongan Roh Kudus juga, para rasul termasuk dirinya, menyampaikan apa yang dinyatakan oleh Kristus sendiri, yang ternyata sesuai dengan nubuat para nabi (ayat 16-19, 21). Ada hal-hal yang belum dinyatakan Tuhan Yesus semasa di dunia karena ketidaksiapan para murid, namun Roh Kudus akan memberitahukan hal-hal itu kepada mereka pada saat yang tepat (lihat Yohanes 16:12-15)

Tanpa membatasi Tuhan yang dapat menyatakan diri dengan segala macam cara, satu hal yang pasti, Dia telah menyatakan Pribadi dan karya-Nya dalam Alkitab. Roh Kudus sendiri yang menuntun penulisan Alkitab dalam sejarah yang panjang dan memeliharanya hingga sekarang. Jika kita memang rindu menyelami pikiran-pikiran Tuhan, mengapa kita tidak bertekun mempelajari karya tulis Roh Kudus ini? –JOE

KARENA DITULIS OLEH ROH KEBENARAN,

KITA DAPAT MEMERCAYAI ALKITAB SEBAGAI FIRMAN TUHAN

Dikutip : www.sabda.org

 

KERINDUAN YUDAS

Kamis, 27 September 2012

Bacaan : Yudas 1:17-25

1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.

1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”

1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,

1:23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,

1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

 

KERINDUAN YUDAS

Anda mungkin pernah membaca syair klasik ini: Jika kebutuhan terbesar manusia itu adalah pengetahuan, tentulah Allah mengutus seorang pendidik. Jika itu kesehatan jasmani, tentulah Allah mengutus seorang dokter. Jika itu uang, tentulah Allah mengutus seorang ahli ekonomi. Jika itu kesenangan, tentulah Allah mengutus seorang yang pintar menghibur. Akan tetapi, kebutuhan terbesar manusia adalah pengampunan, sebab itu Allah mengutus seorang Juru Selamat.

Syair ini kurang lebih menggambarkan keyakinan dan kerinduan Yudas – bukan Yudas Iskariot, tetapi Yudas saudara Yakobus. Kebutuhan akan Juru Selamat lebih dari segalanya. Tanpa hal itu manusia binasa. Sejak awal surat Yudas penuh berisi peringatan tentang penghakiman dan hukuman kekal bagi orang-orang yang menyangkal Yesus (ayat 4-5). Pada akhir suratnya, Yudas mendorong umat Tuhan bukan hanya untuk memperkuat iman, tetapi juga menolong orang yang ragu-ragu atau belum percaya untuk menerima anugerah keselamatan. “Merampas mereka dari api” adalah ungkapan yang sangat kuat. Bayangkan saja menyelamatkan orang dari kebakaran. Tentu tidak bisa dengan santai dan berlambat-lambat. Setiap detik begitu berharga. Tidak ada kesempatan kedua.

Jika kita benar meyakini bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus, tidakkah setiap hari adalah kesempatan berharga untuk mewartakan-Nya? Kecuali kita tidak betul-betul yakin api penghakiman tersedia. Kecuali kita merasa manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri di luar Kristus. Kecuali kita yakin bahwa yang terpenting manusia hidup senang sebelum maut menjemput. Apa yang kita yakini tentang kekekalan akan tercermin dalam doa-doa kita, perhatian kita pada sesama, kesaksian hidup kita. –ELS

BERTEMU JURU SELAMAT MEMBUAT HIDUP JADI BERMAKNA.

SUDAHKAH ANDA SENDIRI MENGALAMI-NYA?

Dikutip : www.sabda.org

PERTAMBAHAN

PERTAMBAHAN          

Shalom..salam miracle

Jemaat yang dikasihi Tuhan di bulan Mei 2012, gereja kita mendapatkan tema KEBAHAGIAAN, dan pada kenyataannya, banyak di antara kita yang menyaksikan tentang pemahaman kebahagiaan dan mendapatkannya, terlebih kita melakukan ibadah pencurahan Roh Kudus selama 10 hari. Kebahagiaan itu semakin dirasakan setiap kita yang bisa menangkap pesan tersebut.

Diakhir bulan Mei, dalam pertemuan ibadah doa malam, saya sampaikan bahwa bulan Juni 2012 merupakan bulan PERTAMBAHAN. Mari kita membaca Kisah Para Rasul 6:7-8 “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda diantara orang banyak.” Dari ayat ini, kita ketahui bahwa jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami pertambahan jumlah (kuantitatif) artinya secara korporat mereka makin bertambah kebersamaan, kesehatian, bertambah baik dalam kekeluargaan, bertambah sumber daya dan kemampuan, sehingga semakin menarik perhatian banyak pihak.

Dari perkembangan jemaat mula-mula tersebut, kekeristenan semakin maju sampai sekarang ini. Jadi jemaat mula-mula setelah menerima pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) semakin hari semakin menjadi berkat dan bertambah-tambah jumlahnya karena Tuhan yang menambahkannya, kita juga merindukan ada PERTAMBAHAN dari segi kuantitas, namun kiranya Tuhan sendiri yang menambahkannya. Menjadi tanggungjawab kita untuk senantiasa mendapatkan perkenanan dari Tuhan, sebab kita tahu dengan perkenanan Tuhan, maka Tuhan yang menambah-nambahkannya. Kunci utama untuk mendapatkan perkenanan Tuhan adalah ketika didiami dan dipakai oleh Roh Kudus, untuk itu ijinkan Roh Kudus senantiasa memenuhi kebutuhan saudara. Selain mendapatkan pertambahan kuantitas, mereka juga mengalami pertambahan kualitas, diwakili oleh Stefanus, yang semula bukan bagian dari Rasul-rasul atau 12 murid Tuhan, tetapi ketika diurapi Roh Kudus, maka kehidupannya semakin luar biasa yakni dengan bertambahnya KARUNIA dan KUASA.

KARUNIA merupakan pemberian Allah (Cuma-Cuma) kepada umat-Nya yang berkenan. Dari hal itu, kehidupan Stefanus mendapatkan pelbagai kecakapan, kemampuan, keahlian dan sebagainya, sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat ketika itu khususnya kepada jemaat mula-mula. Baik tua maupun muda senantiasa menantikan kecakapan Stefanus untuk dapat membantu mereka, itulah karunia yang semakin ditambahkan oleh Tuhan. Dalam gereja kita juga sangat memerlukan pelbagai macam-macam karunia, sehingga semakin lengkap dalam gereja ini. Setiap jemaat merindukan untuk mendapatkan pertambahan karunia-karunia, dengan hal itu semakin melengkapi pelayanan, dengan tujuan utama segalanya kemuliaan bagi Allah.

Berikutnya Stefanus juga mengalami pertambahan KUASA. Apa yang dilakukan oleh ROH KUDUS kepada rasul-rasul, juga terjadi dalam kehidupan Stefanus, dia melakukan banyak mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Bisa kita telaah bahwa Stefanus juga dipakai untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kerasukan setan, terbelunggu kuasa kegelapan. Hal itu sekali lagi kuncinya adalah Roh Kudus. Gereja kita juga merindukan banyak diantara jemaat yang dipenuhi dengan kuasa Allah. Menurut kamus bahasa Indonesia, kuasa adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dan wewenang atas sesuatu, juga memerintah. Mereka mendapatkan pertambahan kualitas. Jadi mendapatkan pertambahan kuantitas dan kualitas.

Bagaimana dapat memperoleh PERTAMBAHAN?

Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” Setiap orang percaya  yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka Roh Kudus masuk dalam kehidupannya dan apabila seseorang semakin terbuka untuk karya Roh Kudus, maka Dia semakin mencurahkan/mengalirkan deras Roh Kudus, sehingga semakin dipenuhi, maka kehidupan orang percaya tersebut akan mengalirkan aliran-aliran air hidup. Menjadi berkat bagi orang lain, semakin mengasihi orang lain, semakin menunjukkan buah-buah dari Allah.

Dalam Mazmur 1:3 dikatakan “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Setiap tanah dan tanaman yang ditanam dan mendapatkan kecukupan kebutuhan air, maka tanah tersebut akan menjadi subur begitu pula tanamannya dan menghasilkan buah yang baik. Begitu pula dalam hal kekristenan, akan semakin berbuah dan buahnya baik, apabila mendapatkan aliran Roh Kudus senantiasa. Menjadi perenungan kita, apakah kita sudah mendapatkan kecukupan AIR HIDUP? Apakah kita sudah menghasilkan buah? Apakah buah Roh itu ada dalam kehidupan kita?.

Kiranya bulan Juni ini setiap jemaat mengalami PERTAMBAHAN sesuai dengan kebutuhan pribadi dalam hal mana mendapatkannya, dan juga sesuai dengan iman percayanya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.


NYATA DALAM KEGELAPAN

Kamis, 10 Mei 2012

Bacaan : Ayub 42:1-6

42:1. Maka jawab Ayub kepada TUHAN:

42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.

42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.

42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

NYATA DALAM KEGELAPAN

Gelap kerap diidentikkan dengan hal-hal negatif. Namun, tidak bagi para astronom di Boscha, Lembang. Gelap mutlak diperlukan dalam pengamatan bintang dan benda-benda angkasa nan indah. Sayangnya, pembangunan pemukiman dan gedung-gedung baru membuat langit Bandung dan sekitarnya menjadi makin terang benderang saat malam. Kondisi ini membuat para peneliti khawatir, pengamatan benda-benda angkasa lewat teropong bintang tak lagi bisa dilakukan karena polusi cahaya.

Dalam perjalanan hidup bersama Tuhan, kita pun kerap menolak “gelap”. Kita berharap Dia senantiasa membawa kita berjalan dalam terang. Kenyataannya, ada masa ketika Dia membawa kita berjalan melewati lembah kelam. Lihatlah Ayub. Dalam izin dan kedaulatan Tuhan, Ayub pernah mengalami keadaan yang sangat buruk. Malapetaka menimpanya bertubi-tubi, hingga Ayub berkeluh kesah (Ayub 3). Tuhan pun menyatakan diri-Nya di tengah badai (Ayub 38-41). Tidak semua pertanyaan Ayub dijawab Tuhan. Namun, apa yang dinyatakan Tuhan itu lebih dari cukup bagi Ayub. Ia mengerti. Sama seperti kilau bintang yang tampak paling indah di kegelapan malam, malapetaka yang Ayub alami adalah sarana yang Tuhan pakai untuk menyatakan Pribadi-Nya dalam hidup Ayub yang selama ini luput dari pengamatannya (ayat 5).

Gelap tak selamanya buruk. Keadaan apa pun yang kita alami saat-saat ini dapat menjadi sarana Tuhan menyatakan kasih, kuasa, berkat, dan Pribadi-Nya. Lebih dari itu, Dia rindu kita makin mengenal dan mengalami-Nya secara pribadi, hingga kita dapat mengaku: “… sekarang kukenal Engkau dengan berhadapan muka” (ayat 5 BIS). –OKS

TUHAN MENGIZINKAN KEGELAPAN HADIR DALAM HIDUP ANDA,

SUPAYA TERANG-NYA TERLIHAT MAKIN NYATA.

Dikutip : www.sabda.org