TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?

Jumat, 10 Februari 2012

Bacaan : Matius 13:24-30,36-43

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

13:37 Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?

Ketika mengikuti berita dan mengamati berbagai peristiwa tiap hari, kita mendapati kehadiran dan daya rusak kejahatan begitu merajalela. Kita bertanya, “Bagaimana mungkin Tuhan yang baik dan berkuasa mem biarkan kejahatan?” Jika Tuhan Maha baik, Dia ingin mengalahkan kejahatan. Jika Tuhan Mahakuasa, Dia dapat me ngalahkan kejahatan. Tapi, kejahatan ma sih ada di mana-mana. Rabbi Harold Kushner menyimpulkan dalam buku larisnya When Bad Things Happen to Good People: Tuhan ingin agar manusia bahagia, tapi kadang Dia tak cukup berkuasa mendatangkan hal-hal baik yang Dia inginkan.

Pandangan tentang Tuhan yang terbatas gagal memahami bahwa Tuhan belum selesai bertindak terhadap kejahatan. Tuhan Yesus menjelaskan kebenaran ini melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang lalang di antara gandum (ayat 24-30). Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus untuk menerangkan bagaimana kejahatan akan tetap ada sebelum akhir zaman, namun akan tiba saatnya di mana segala kejahatan serta para pelakunya mendapat hukuman yang setimpal (ayat 40-42). Kebenaran Tuhan akan ditegakkan atas seluruh ciptaan.

Tuhan Mahabaik dan Mahakuasa. Fakta bahwa Tuhan belum melenyapkan kejahatan saat ini tidak berarti Dia tidak akan melenyapkannya pada masa yang akan datang. Dia dapat dan akan melakukannya, dalam waktu dan hikmat-Nya (lihat juga 2 Petrus 3:7-12). Apa yang kita pikirkan tentang Tuhan ketika melihat atau mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup? Mari memperbarui pengharapan, penghormatan, dan penundukan diri kita kepada-Nya, Tuhan yang sungguh Mahabaik dan Mahakuasa. –JOO

Kejahatan tak mengubah fakta Tuhan itu Mahabaik-Mahakuasa

Dia akan membereskan kejahatan pada waktu-Nya

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

LALANG DAN GANDUM

Shalom…salam miracle, jemaat yang diberkati Tuhan.

Cerita mengenai panen akhir tidak lepas dari perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Matius 13:24-30, yaitu tentang gandum dan lalang. Bagian menarik dapat saudara temukan dalam ayat 29-30 “tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berbekas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. Ayat-ayat ini berbicara mengenai panen akbar yang akan terjadi pada akhir zaman.

 

Tetapi sebelum panen itu terjadi, terjadi pemisahan antara lalang dan gandum, kedua jenis tanaman itu sama-sama bertumbuh di tempat yang sama. Jadi kedua tanaman ini berbicara mengenai orang benar dan orang fasik yang dibiarkan hidup berdampingan bersama-sama atau orang yang tinggal dalam kegelapan dengan kita yang telah menjadi anak terang. Lalu apa dampaknya? Yang jelas keduanya mempunyai cara dan gaya hidup sendiri-sendiri.

 

Tuhan sengaja membiarkan kita berada di tengah-tengah tetangga yang mungkin setiap hari mengolok karena kekristenan kita. Atau mungkin juga seseorang yang menyebalkan dengan tingkah lakunya, mungkin teman-teman kerja atau bahkan sahabat yang setiap hari menjebak saudara untuk berbuat dosa dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hati Tuhan, atau saudara kecewa dengan arus informasi negatif melalui media massa, tontonan televisi atau internet yang mempengaruhi kejiwaan atau mental anak-anak. Saudara tidak bisa berdoa meminta supaya mereka disingkirkan, dipindahkan dari sekitar saudara atau “diangkat” Tuhan, sebab Tuhan izinkan ilalang itu tumbuh.

 

Yang penting disini adalah menjaga status saudara sebagai “gandum”. Perbuatan-perbuatan gandum itu terang dan memuliakan Bapa di Surga, senantiasa ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan, juga penguasaan diri. Dan perbuatan-perbuatan terang dari gandum itu membuat heran kelompok ilalang. Seperti yang dikatakan Rasul Petrus dalam 1 Petrus 4:4 “sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka dalam kubangan  ketidaksenonohan yang sama, dan mereka menfitnah kamu.”

Sementara Rasul Yohanes menyampaikan nasehat terhadap mereka yang menutup hati, tidak menjadi terang terhadap saudaranya yang mungkin menyebalkan (1 Yohanes 3:17) dengan teguran, apakah ada kasih dalam orang tersebut? Untuk itu biarlah “terang” senantiasa ada dalam kehidupan kita semua sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Saudara dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain dengan apa yang saudara miliki sekarang ini.

 

Saya mau sampaikan kepada jemaat Tuhan semua sebagai “warga gandum” bahwa saudara mempunyai harga diri sebagai gandum, saudara bukan ilalang!! Bahkan kewargaan saudara disebutkan ada di dalam Surga (Filipi 3:20). Kalau saudara melakukan perbuatan-perbuatan yang memalukan dan senatiasa berbuat dosa, yang sebenarnya saudara sudah mengetahui bahwa itu perkara DOSA, itu berarti saudara menjerumuskan diri sendiri dan masuk dalam kubangan atau comberan. Saya percaya kita semua tidak mau tinggal dan diam dalam kubangan dosa, sebab betapa menyedihkan hal tersebut

Untuk itu pastikan bahwa saudara adalah gandum.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…!!

 

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang

Orang Baik dan Orang Jahat

Kamis, 13 November 2008

Bacaan : Matius 13:24-30

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

 

Orang Baik dan Orang Jahat

ilalang3Gandum dan lalang adalah dua tanaman yang sangat mirip, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Gandum adalah makanan pokok yang sangat berguna bagi manusia, sedangkan lalang sama sekali tidak berguna. Bahkan lalang lebih banyak menyerap sari makanan dari tanah, sehingga mengganggu pertumbuhan gandum. Sayangnya lalang dan gandum baru dapat dibedakan ketika bulir-bulirnya ke-luar. Dan, lalang yang dicabut sebelum waktunya bisa membuat gandum turut tercabut. Satu-satunya cara memisahkan lalang dan gandum adalah dengan menunggunya sampai saat menuai tiba.

Seumpama lalang dan gandum, begitulah orang jahat tetap dibiarkan hidup di dunia ini bersama orang baik, meski mereka membawa penderitaan bagi orang-orang baik. Tuhan mengasihi seluruh ciptaan-Nya, baik yang berbuat jahat atau yang berbuat baik. Dia masih memberi kesempatan kepada yang jahat supaya bertobat, juga memberi kesempatan kepada yang baik untuk terus bertumbuh dalam ketaatan pada firman Tuhan. Justru dengan adanya “lalang”, maka “gandum” ditantang untuk makin tekun bertumbuh, makin tahan uji, dan makin berkualitas.

Hari ini kita diajar mengenal hati Allah yang panjang sabar dan mengasihi seluruh isi dunia ini. Dia bersabar karena segala sesuatu ada waktunya; kasih-Nya menerima setiap orang apa adanya. Kasih-Nya memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berubah dan bertumbuh lebih baik, bukan cepat menghakimi dan menghukum. Allah memiliki kasih yang besar, yang tidak menyerah untuk terus mengasihi. Sebagai “gandum” di ladang-Nya, hendaknya kita terus bertumbuh dalam kasih dan kebenaran yang sejati -MNT

MESKI LALANG HARUS TUMBUH DI ANTARA GANDUM

BIARLAH GANDUM ITU TERUS MERANUM