Doa Puasa Raya Hari Ke-33 Sabtu, 27 Agustus 2011

PEMBERIAN MAHKOTA

Yohanes 14:1-3

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga

kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian,

tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk

menyediakan tempat bagimu.

Ada 3 kebenaran :

1. Dirumah Bapa Ku banyak tempat

2. Aku kesana menyediakan temat bagimu

3. Aku tidak main-main, Yesus: Aku datang kembali.

Wahyu 22 :12 ”Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa

upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”

Ada anugerah dan upah. Kita diselamatkan ada cuma-cuma (Salvation is

free gift).

Hanya karya Kristus di kayu salib.

Perbuatan baik tidak akan membawa ke sorga, tapi karya Kristus di atas kayu salib.

Upah di dapat melalui tindakan perbuatan kita setelah diselamatkan.

Walaupun ada upah kita tidak focus pada upah itu karena sudah sangat

cukup kasih karuniaNya, tapi focus mengasihi Tuhan.

Ada 3 upah ( Matius 10:41-42):

Upah nabi (pelaku dan pemberita kebenaran)

Upah orang yang benar ( pelaku kebenaran)

Upah murid ( sedang belajar jadi pelaku kebenaran)

Ada 5 mahkota:

Mahkota kehidupan/Crown of life (Yakubus 1:12). Orang percaya yang

pada waktu hidupnya ada tantangan tetapi tetap setia sampai akhir.

Mahkota kebenaran ( II Timotius 4:8) Orang yang merindukan

kedatangan Tuhan (suka hadirat Tuhan/intim).

Mahkota abadi ( I Korintus 9:25) Ikut dalam pertandingan iman dan

punya penguasaan diri.

 

RAJAWALI MENANTI AJAL

Kamis, 25 Agustus 2011

Bacaan : 2 Timotius 4:6-8

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

RAJAWALI MENANTI AJAL

Seorang rekan misionaris menceritakan pengenalannya akan burung rajawali, yang banyak dijumpai di daerah pegunungan di mana ia menghabiskan masa kecilnya. Menurutnya, jika rajawali sudah lanjut umur dan tahu ia akan mati, rajawali akan terbang dan mencari tempat persembunyian di ketinggian. Di situ ia bertengger di puncak bukit, lalu seolah-olah bersiap menghadapi kematian sambil menatap matahari. Seakan-akan ia mau berkata, “Sekarang saya siap …”

Wajar bila manusia takut menghadapi kematian. Biasanya manusia melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Paling tidak, awet muda. Sebab ketuaan menunjukkan semakin dekatnya kematian. Iman kristiani berbicara tegas tentang kematian. Ke mana kita pergi dan dengan siapa kita akan bertemu se-telah mati, sudah jelas. Kuasa maut telah dipatahkan oleh Yesus (1 Korintus 15:26, 54-55). Dialah kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25). Siapa yang percaya kepada Yesus, kematian adalah keuntungan baginya, karena ia akan berjumpa Yesus (Filipi 1:21-23). Berjumpa di rumah-Nya yang kekal (Yohanes 14:1-3). Paulus bukan hanya mengajarkan hal ini, melainkan menghidupinya sampai ajal menjemput. Kala hukuman mati mengancam, ia melihatnya sebagai akhir yang baik dari pertandingan iman. Ia tahu Siapa dan apa yang menantinya di balik kematian. Maka, kapan pun, ia siap “pergi”.

Bagaimana perasaan Anda tentang kematian? Gelisah? Takut? Menghindar? Pasti beragam. Tergantung usia dan situasi Anda. Yang terpenting, siapkan diri Anda sebab kematian bisa mengunjungi siapa saja, kapan saja. Dengan menjadikan Kristus tumpuan pengharapan, kita sanggup berkata kepada kematian, “Aku siap ….” –PAD

INILAH PEDOMAN DI BALIK KEMATIAN:

SAAT YESUS SIAP MENYAMBUT KITA,

KITA PUN SIAP MENJUMPAI DIA

Dikutip : http://www.sabda.org

SELAMAT JALAN

Jumat, 30 Oktober 2009

Bacaan : 2Timotius 4:1-8

4:1. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

SELAMAT JALAN

Kata kematian yang diucapkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 4:6 memiliki arti penting. Alkitab versi King James menggunakan kata keberangkatan (departure) untuk menggantikan kata kematian pada ayat itu. Kata keberangkatan berarti “melonggarkan” atau “melepaskan tambatan”. Paulus menggunakan kata yang sama saat mendesah, “Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi dan tinggal bersama-sama dengan Kristus” (Filipi 1:23).

Keberangkatan adalah istilah kelautan yang berarti “berlayar” — membongkar sauh, melepas tambatan yang mengikat kita pada dunia ini, dan pergi. Kata itu merupakan kata ganti yang bagus untuk “meninggal dunia”.

Bagi orang percaya, kematian bukan akhir, melainkan awal. Itu berarti kita meninggalkan dunia yang lama ini dan menuju tempat yang lebih baik untuk menyempurnakan tujuan hidup kita. Kematian merupakan saat bersukacita dan bergembira serta berkata lantang, “Selamat jalan!”

Namun, semua perjalanan dipenuhi ketidakpastian, terutama saat melewati lautan yang belum pernah dilayari. Kita lebih takut akan jalan yang kita lalui daripada kematian itu sendiri. Siapakah yang tahu bahaya seperti apa yang menghadang kita?

Namun, perjalanan itu sudah dipetakan. Seseorang telah melaluinya, dan Dia kembali untuk membawa kita melaluinya dengan selamat. Sekalipun kita berjalan dalam lembah kekelaman, Allah selalu menyertai kita (Mazmur 23:4). Tangan-Nya memegang kemudi, sementara Dia membimbing kita ke rumah surgawi yang telah disiapkan-Nya bagi kita (Yohanes 14:1-3) –DHR

ORANG-ORANG YANG TAKUT AKAN ALLAH
TIDAK PERLU TAKUT AKAN KEMATIAN

Sumber : www.sabda.org

PERTANDINGAN IMAN

Selasa, 14 April 2009

Bacaan : 2 Timotius 4:5-8

4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

 

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

 

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

 

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

 

PERTANDINGAN IMAN

Pada Olimpiade Meksiko 1968, Mamo Wolde dari Ethiopia memenangkan medali emas dalam cabang lari maraton. Ia mencatat waktu 2 jam 20 menit 27 detik. Namun, yang menjadi “bintang” justru John Stephen Akhwari dari Tanzania. Ia masuk finis sebagai pelari terakhir, 1,5 jam setelah Wolde. Baca lebih lanjut