MENGANDALKAN MANNA

Senin, 29 April 2013

Bacaan   : Keluaran 16:13-36

16:13. Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.”

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

 

16:22. Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.”

16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.

16:25 Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.

16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.”

16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.

16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?

16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.”

16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.

16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

 

16:32. Musa berkata: “Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.”

16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: “Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun.”

16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.

16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.

16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

 

MENGANDALKAN MANNA

Dulu Pak Ronny (nama samaran) pengusaha sukses. Sayang, usahanya bangkrut. Kini ia hidup dengan sederhana. “Dulu saya tidak perlu khawatir akan hidup saya sampai dua atau tiga tahun mendatang. Sekarang, bahkan untuk hari esok, kadang saya harus bergumul. Tapi saya percaya, Tuhan akan memelihara saya sekeluarga sama seperti ketika Dia memberi manna hari lepas hari pada bangsa Israel di padang gurun. Buktinya, sampai hari ini saya sekeluarga masih bertahan, ” katanya.

Saya jadi teringat pada keadaan bangsa Israel di padang gurun. Selama 40 tahun, mereka mengandalkan manna sebagai makanan pokok (ay. 35). Manna ini memiliki beberapa keunikan. Munculnya hanya pada pagi hari. Ketika matahari makin tinggi, manna akan mencair (ay. 21). Orang Israel hanya diperbolehkan mengumpulkannya untuk kebutuhan selama satu hari (ay. 19). Jika ada yang mengumpulkan secara berlebihan, mannanya akan rusak (ay. 20). Baru pada hari keenam, mereka diperbolehkan mengumpulkannya dua kali lipat untuk persediaan pada hari Sabat karena manna tidak muncul pada hari Sabat (ay. 22-23).

Orang mendambakan hidup berkelimpahan. Namun, bagaimana jika Tuhan mengizinkan “kekurangan” mewarnai kehidupan kita? Bagaimana jika persediaan kita hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini atau beberapa hari ke depan. Kisah tentang manna dapat menguatkan kita untuk tidak khawatir. Kita tetap berdoa, mengucap syukur, dan bertekun melakukan tugas kita, dengan percaya bahwa Tuhan senantiasa memelihara kita. –OKS

PERCAYALAH, KETIKA HARI BARU MENJELANG,

 BERKAT BARU SELALU DATANG.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

KENANGAN PERJAMUAN

Kamis, 28 Maret 2013

Bacaan: Lukas 22:14-20 

22:14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.

22:15 Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.

22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.”

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.”

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

 

KENANGAN PERJAMUAN

Sahabat saya di asrama putri gemar menyeduh teh lalu menikmatinya di ruang tamu sore-sore. Ia menawari kami, teman-teman sekamarnya, ikut, dan kami pun asyik menyeruput teh sambil berbagi cerita. Sekarang sahabat saya itu sudah meninggal, namun saya terus mengenang kebersamaan dengannya, khususnya setiap kali saya minum teh. Meskipun ia sudah tiada, keakraban kami dulu seakan hidup kembali, menjadi suatu kenangan yang indah.

Menjelang wafat-Nya, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan para murid. Saat memecah roti dan membagikannya, Dia berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (ay. 19). Perjamuan malam Paskah merupakan kenangan yang sakral, dan umat kristiani meneruskan tradisi ini. Setiap kali kita merayakan perjamuan, kita diajak untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi kita. Artinya, kita sudah ditebus dan dipersatukan dengan Dia. Selain itu, Dia juga mempersatukan kita dengan pengikut-Nya yang lain.

Yesus meminta kita untuk mengenang pengurbanan-Nya melalui perjamuan. Kematian-Nya ibarat benih yang ditanam di tanah. Dia wafat untuk menumbuhkan tunas yang baru. Kitalah tunas-tunas itu. Tindakan-Nya untuk memberikan diri bagi kita dapat menjadi pendorong bagi kita agar kita pun berani memberikan diri dalam melayani sesama. Yesus tentu tidak ingin perjamuan itu hanya sekadar menjadi kenangan. Perjamuan Yesus itu menjadi indah apabila kita berani hidup dengan meneladani pengurbanan-Nya. –CKW

PERJAMUAN KUDUS ADALAH KESEMPATAN UNTUK MENGENANG KEMBALI
DAN MENSYUKURI PENEBUSAN KRISTUS YANG SEMPURNA

Dikutip : www.sabda.org

ROSA KUTTY

Jumat, 8 Maret 2013

Bacaan: Daniel 1:1-6

1:1. Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.

1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

 

ROSA KUTTY

Rosa Kutty adalah pelari jarak menengah top India pada era 1990-an. Sempat mengalami patah tulang pada 1992, ia meraih medali emas pada Kejuaraan Federasi Asia Selatan 1996. Pada 1997, ia memecahkan rekor nasional 400 m dan 800 m. Hebatnya, ketika ditawari untuk memakai obat perangsang, ia menolak. “Aku percaya pada Yesus sejak kecil dan Dia senantiasa memberkatiku, ” katanya. “Aku tidak ingin berkhianat pada Yesus.”

Prestasinya terasah secara unik. Rosa kecil setiap pagi harus berlari ke pasar sejauh 5 km untuk menjual buah. Keluarganya yang miskin mengharuskannya membantu keuangan keluarga. Nyatanya, itu cara Tuhan mempersiapkannya menjadi atlet yang dapat bersaksi tentang kebesaran Yesus. Pembentukan Tuhan tidak mudah. Banyak orang mengalami tempaan yang keras. Kadang hikmat Tuhan baru muncul dalam situasi yang sukar dan penuh kepahitan. Kita tidak selalu tahu apakah pengalaman menyakitkan yang kita alami merupakan pencobaan, kesalahan, atau pembentukan untuk memunculkan permata dalam hidup kita. Apakah Daniel muda berpikir akan menjadi orang ketiga dari kerajaan adidaya pada waktu itu? Apakah Daniel melihat pembuangannya adalah jembatan menuju promosinya?

Penderitaan nyatanya tidak sesederhana yang kita perkirakan. Begitu juga kesuksesan dan semua pengalaman hidup kita. Begitu banyak jalan Allah yang tak terselami. Ada waktunya kita berdiam diri sejenak, merenungkan jalan Allah dalam hidup kita, untuk memetik hikmah dan mengucap syukur atas penyertaan-Nya. –MRT

TIAP PENGALAMAN AKAN BERHARGA
SAAT DIMAKNAI BERSAMA TUHAN YANG TERCINTA

Dikutip : www.sabda.org

NYANYIAN YANG MENYEMBAH

Sabtu, 10 November 2012

Bacaan : Kolose 3:12-17

3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

NYANYIAN YANG MENYEMBAH

Agama Kristen adalah agama yang bernyanyi. Julukan ini sangat tepat karena nyanyian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Allah. Sekitar setengah ibadah diisi oleh musik dan nyanyian pujian. Alkitab pun memuat begitu banyak referensi tentang betapa Allah menyukai nyanyian pujian. Namun, sadarilah bahwa tindakan menyanyikan lagu rohani tidak otomatis menjadikan hal tersebut sebagai penyembahan. Seringkali kita memuji Tuhan secara lahiriah tetapi tidak benar-benar menyembah Dia.

Bilamanakah suatu nyanyian menjadi penyembahan yang menyenangkan Allah? Ada tiga hal yang dapat kita amati dari nas hari ini. Pertama, nyanyian ini harus dipersembahkan oleh orang-orang percaya. Nasihat Paulus disampaikan kepada orang-orang yang telah menerima Kristus dan dibenarkan oleh-Nya (ayat 12). Hanya orang-orang yang demikian yang dapat memuji Allah atas karya keselamatan-Nya. Orang tidak percaya bisa saja menyanyikan lagu rohani dengan baik tetapi ia tidak sedang menanggapi pribadi dan karya Allah. Ia tidak sedang menyembah Allah. Kedua, nyanyian pujian harus selaras dengan Firman. Perkataan Kristus harus melandasi dan menuntun nyanyian kita (ayat 16). Akhirnya, nyanyian pujian harus ditujukan secara sadar kepada Allah (ayat 17). Melalui nyanyian pujian, kita berkomunikasi dengan Allah.

Marilah melantunkan nyanyian pujian bukan karena kita ikut-ikutan orang lain atau hanya menjalankan kewajiban agamawi. Namun, kita bernyanyi dengan didasari oleh Firman dan iman. Niscaya, pujian kita akan memperkenankan hati-Nya. –JIM

TANPA HATI PENYEMBAHAN, ENGKAU HANYA BERMAIN MUSIK,

BUKAN MENYEMBAH! -BOB KAUFLIN

Dikutip : www.sabda.org

HIDUP PENUH SYUKUR

Sabtu, 15 September 2012

Bacaan : Efesus 5:18-21

5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

 

5:21. dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

 

HIDUP PENUH SYUKUR

Fanny Crosby menulis lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun buta sejak usia 6 minggu, ia tidak mempersalahkan Tuhan atas hal itu. Suatu kali seorang hamba Tuhan berkata kepadanya, “Sayang sekali ya, Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Dia memberikan banyak sekali karunia lain pada Anda.” Fanny menjawab, “Tahukah Anda, seandainya pada saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta agar dilahirkan buta?” Hamba Tuhan itu terkejut. “Mengapa?” tanyanya. “Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan saya lihat adalah wajah Sang Juru Selamat!” Sungguh sebuah hati yang berlimpah dengan rasa syukur.

Paulus mendorong jemaat di Efesus agar hidup sebagai anak Tuhan, antara lain dengan mengucap syukur atas segala sesuatu (ayat 20). Mengucap syukur “atas segala sesuatu” bukan nasihat yang mudah mengingat kesesakan yang sedang dialami sendiri oleh Paulus saat menulis surat ini (lihat pasal 3:13). Bagi Paulus, mengucap syukur merupakan bagian proses pertumbuhan anak-anak Tuhan untuk menjadi makin serupa dengan Kristus. Mengucap syukur tidak hanya menunjukkan seseorang mengalami berkat Allah, tetapi juga menunjukkan kepercayaan yang penuh kepada Allah, yakin bahwa Dia tahu yang terbaik.

Bagaimana dengan ucapan syukur dalam hidup kita? Mengucap syukur atas segala sesuatu berarti lebih dari sekadar ungkapan sukacita, ucapan syukur kita menjadi ungkapan iman bahwa di dalam segala keadaan Allah senantiasa bekerja, berkarya, dan memberikan yang terbaik. –BER

SALAH SATU TOLOK UKUR PERTUMBUHAN ROHANI ADALAH

HIDUP YANG BERSYUKUR DALAM SEGALA SITUASI.

Dikutip : www.sabda.org

HATI PENUH PUJIAN

Selasa, 1 Mei 2012

Bacaan : 1 Tesalonika 5:12-22

5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;

5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

5:14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

 

5:16. Bersukacitalah senantiasa.

5:17 Tetaplah berdoa.

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

5:19 Janganlah padamkan Roh,

5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

HATI PENUH PUJIAN

Pada 1960, Dean Denler, suami Ruth Meyers (penulis 31 Days of Praise), dirawat karena kanker terminal. Saat itulah ia memutuskan untuk membuat kamar rumah sakitnya suatu tempat kediaman istimewa bagi Tuhan. “Aku akan memuji Tuhan sepanjang kekekalan, ” katanya kepada Ruth, “tapi hanya selama waktuku yang singkat di bumi aku dapat membawa kesukaan bagi-Nya dengan memuji Dia di tengah kesakitan.” Ketika meninggal, teman dekatnya berkata, “Kamar Dean menjadi suatu tempat suci, ranjangnya sebuah mimbar; dan semua yang datang untuk menghiburnya diberkati.” Lagu pujian memang tidak menyembuhkan fisik Dean. Namun, orang dapat mencermati bagaimana pujian yang lahir dari hati penuh syukur mengubah cara pandangnya terhadap penyakit; dan membawa orang lain memuliakan Allah.

Paulus juga berpesan agar jemaat di Tesalonika bersyukur dalam segala hal (ayat 18). Mengapa? Sebab itulah yang dikehendaki Tuhan. Ya, Anda tidak salah baca. Mengucap syukur dalam segala hal adalah kehendak Kristus. Sukacita dan syukur jemaat Tesalonika menjadi teladan bagi banyak orang, bukan karena segala sesuatu lancar bagi mereka (lihat 1 Tesalonika 1:6-9). Penindasan tidak menghalangi hati yang dipenuhi syukur melahirkan pujian bagi Tuhan.

Dalam hal apa atau saat-saat seperti apakah Anda memuji Tuhan bersukacita dan bersyukur kepada-Nya? Apakah pujian Anda kepada Tuhan kerap dipengaruhi keadaan sekitar? Pujilah Tuhan, sebab itulah kehendak-Nya. Itu menyukakan hati-Nya, dan membawa orang lain memandang kemuliaan-Nya. –WIS

BERSYUKURLAH DALAM SEGALA HAL.

TUNJUKKAN BETAPA TUHAN LAYAK DIPUJI DALAM SEGALA SITUASI.

Dikutip : www.sabda.org

Doa Puasa Raya Hari Ke-36 Selasa, 30 Agustus 2011

ABRAHAM KUAT KARENA …

Kejadian 12 : 7

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku

akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di

situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Orang kuat jasmani karena mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga

yang baik. Tetapi bukan berarti rohani akan juga menjadi sehat. Rohani

yang sehat harus juga mengkonsumsi sesuatu yang rohani, yaitu memiliki

persekutuan dengan Tuhan. Abraham adalah pribadi yang dipilih oleh Tuhan

memiliki banyak hal yang luar biasa, ia diberkati dengan harta, jasmani yang

kuat, serta juga berkat rohani yang luar biasa. Abraham tidak pernah kecewa

kepada Tuhan, ia selalu kuat karena memiliki Allah yang Dahsyat. Abraham

benar-benar diberkati oleh Tuhan.

Apakah Abraham kuat karena kekayaannya ? Apakah Abraham kuat karena

sesuatu yang lain ? Marilah kita melihat mengapa Abraham Kuat dalam

Tuhan. Kita akan belajar dan meneladani hidupnya, mengapa ia menjadi kuat

. Abraham tidak mudah kendor, putus asa dan sebagainya. Apakah kita mau

kuat dalam Tuhan ??

KEBIASAAN YANG BAIK

Kejadian 13 : 18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap

di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah

mezbah di situ bagi TUHAN.

Abraham memiliki kebiasaan yang baik dan luar biasa. Dimanapun ia

bertemu Tuhan, selalu mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mempunyai

kebiasaan tidak pernah meninggalkan ibadah dengan Tuhan.

Di gunung, di padang gurun , disuatu tempat – Abraham selalu bersekutu

dengan Tuhan : mengucap syukur, memberikan korban bakaran, dll.

Abraham selalu berbuat yang baik bagi Nama Tuhan.

Kita harus memiliki kebiasaan yang baik tidak meninggalkan ibadah-ibadah yang Tuhan adakan, karena ibadah itu adalah persekutuan yang

indah dengan Tuhan. Setialah dalam Ibadah (Ibrani 10 : 25)

KEYAKINAN YANG BAIK

Kejadian 13 : 14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah