PERJUANGAN SETIAP HARI

Minggu, 21 Oktober 2012

Bacaan : Amsal 16:25-33

16:25. Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

16:26. Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena mulutnya memaksa dia.

16:27. Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.

16:28 Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.

16:29. Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.

16:30 Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan.

16:31. Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.

16:32. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

16:33. Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

 

 

PERJUANGAN SETIAP HARI

Saya berusaha mengendalikan diri. Tetapi, orang itu mulai lagi. Kata-katanya seperti pisau, memutuskan benang-benang yang baru saja mengatupkan luka hati saya. Perih. Saya tidak tahan. Perkataan saya meledak seperti granat tangan. Melukai yang mendengar dan saya sendiri. Sisa hari itu saya gelisah. Saya tahu Roh Tuhan di dalam saya ingin membuahkan pengendalian diri, tetapi saya menolak mendengarkan-Nya. Ini sudah kesekian kalinya, Tuhan. Orang itu harus tahu sakit hati saya. Kalau tidak bagaimana ia bisa berubah? Saya membela diri seperti seorang pahlawan kebajikan. Lalu saya terdiam. Sekarang saya telah menyakitinya, apa bedanya saya dengan dia?

Mungkin Anda pernah mengalami pergulatan batin semacam itu dan mengalami sulitnya mengendalikan diri. Benarlah kata penulis kitab Amsal, merebut kota itu lebih mudah daripada menguasai diri (ayat 32). Merebut kota mungkin hanya perlu waktu satu atau beberapa hari. Tetapi, pengendalian diri membutuhkan perjuangan setiap hari, tak berhenti sepanjang usia kita. Kadang kita berhasil, namun seringkali kita gagal. Kita harus terus menerus “melatih” diri kita (1 Korintus 9:27) untuk lebih mendengarkan tanggapan Roh Kudus daripada diri sendiri agar bisa memberikan respons yang tepat

Apakah kita sedang mengendalikan atau justru dikendalikan oleh kebencian, kepahitan, sikap mengasihani diri, pikiran kotor, kekecewaan, kesombongan, ketamakan, dan berbagai sifat manusiawi kita? Jangan biarkan semua itu bertakhta di hati dan menjadi berhala diri. Mari mohon Roh Kudus menolong kita bertumbuh dan menghasilkan buah-buah pengendalian diri. –ELS

ROH KUDUS MENOLONG KITA MENGENDALIKAN DIRI

KETIKA KITA MENDENGARKAN-NYA SETIAP HARI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

YESUS JUGA MANUSIA

Minggu, 12 Agustus 2012

Bacaan : Ibrani 2:5-18

2:5. Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.

2:6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

2:7 Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

2:8 segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

 

2:10. Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah–yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan–,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

2:12 kata-Nya: “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”

2:13 dan lagi: “Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: “Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”

 

2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.

2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

 

YESUS JUGA MANUSIA

Di televisi beberapa kali terlihat seorang pejabat yang masuk ke perkampungan kumuh, lalu mencoba makan nasi bungkus dan menggendong seorang anak yang kumal. Kesan bahwa ia bersimpati dan merasakan penderitaan kaum miskin telah ia buat dalam sehari itu. Namun, seberapa jauh pengalaman itu membekas dalam hidupnya? Benarkah ia sungguh dapat merasakan penderitaan kaum tertindas dengan tindakan tersebut?

Tuhan Yesus pernah menjadi manusia seutuhnya. Dia memiliki darah dan daging, sama dengan yang dimiliki manusia (ayat 14). Dia mengalami dan melakukan hal-hal yang dialami dan dilakukan oleh manusia pada umumnya. Dia makan dan minum, menjadi letih, menangis dan seterusnya. Dia juga mengalami pencobaan, penderitaan bahkan maut (ayat 9, 18). Penderitaan fisik yang Dia alami di sekitar penyaliban-Nya merupakan penderitaan yang sulit dicari bandingannya. Penderitaan batin juga dijumpainya ketika Dia difitnah, ditolak, bahkan orang-orang terdekat-Nya menyingkir ketika Dia melangkah ke Golgota. Karena ia pernah menjadi manusia, maka seluruh penderitaan dan kegetiran manusia bukanlah hal yang asing bagi-Nya.

Kita biasanya menghargai seseorang yang mampu membayangkan penderitaan kita dan bersimpati karenanya. Namun, kita akan lebih merasa dekat dengan seseorang yang pernah merasakan penderitaan yang sama sehingga ia mampu berempati. Tuhan Yesus jauh melampaui semuanya itu karena Dia juga mampu mengenali keluhan-keluhan kita yang tak terucapkan. Kala hidup kita terpuruk, fisik kita ambruk, dan batin kita rasanya remuk, datanglah kepada Pribadi itu. Dia pernah menjadi manusia. –PBS

DIA SANGAT MENGERTI KITA

KARENA DIA PERNAH MENJADI SAMA SEPERTI KITA.

Dikutip : www.sabda.org

SIAPA MAU TOLONG

Jumat, 27 Juli 2012

Bacaan : Yesaya 30:18-26

30:18. Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.

30:22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!”

30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

 

SIAPA MAU TOLONG

Sebuah lirik lagu Ambon bertutur, “Siapa hendak tolong beta, beta ini susah’e.” Lirik ini bercerita tentang kesedihan dan kesusahan orang yang hidup di perantauan, jauh dari sumber-sumber pertolongan yang bisa didapat dan diandalkannya.

Pertolongan. Semua orang yang pernah berada dalam kondisi terdesak dan tanpa daya tahu persis betapa berartinya hal itu. Kitab Yesaya diawali dengan keluhan terhadap bangsa yang tidak setia, hukuman demi hukuman ditimpakan, penindasan diizinkan. Akan tetapi, Tuhan masih mau mendengar seruan mereka dan memperhatikan air mata mereka. Tuhan menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang-orang yang menanti-nantikan-Nya (ayat 18). Tuhan bahkan bersegera untuk menjawab seruan umat-Nya. Ia menunjukkan jalan- Nya (ayat 21) dan memberkati mereka (ayat 23-26). Ada saatnya nanti Dia membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan. Dialah sumber pertolongan itu. Pertolongan Tuhan kian nyata bagi kita saat Dia hadir dalam tubuh insani, turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (lihat Ibrani 4:15), dan menanggung dosa kita. Betapa bersyukur kita memiliki Tuhan yang demikian!

Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk mencerminkan Tuhan di dunia ini, setiap kita yang telah merasakan pertolongan, anugerah, dan kasih-Nya, seharusnya juga menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Tiap hari di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Kiranya kita tidak hanya puas menjadi penonton-penonton yang duduk manis, tetapi menyediakan diri dipakai menjadi saluran berkat, membawa mereka mengenal Tuhan, satu-satunya Penolong yang sejati. –SCL

TUHAN MENOLONG KITA

AGAR KITA DAPAT MENOLONG SESAMA.

TETAP MENYERTAI

Kamis, 17 Mei 2012 

Bacaan : Yohanes 16:1-15

16:1. “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

16:4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (16-4b) “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

 

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

 

TETAP MENYERTAI

Bagaimana perasaan Anda jika ditinggalkan selamanya oleh orang yang Anda hormati dan kasihi? Kebanyakan orang pasti dilanda kesedihan mendalam. Beberapa orang mungkin merasa kehilangan pegangan. Apalagi kalau kepergian itu mendadak.

Tahu bahwa pelayanan-Nya di bumi dalam rupa dan kehadiran fisik takkan berlangsung selamanya, jauh-jauh hari Tuhan Yesus memberitahu para murid- Nya bahwa Dia akan “meninggalkan” mereka (lihat mulai pasal 12). Namun, bukankah Tuhan Yesus berjanji menyertai para murid senantiasa sampai akhir zaman (Matius 28:20)? Jika Dia pergi, bukankah artinya Dia tak lagi menyertai? Di sini Tuhan Yesus menyingkapkan tentang keberadaan Allah Tritunggal. Yesus akan pergi kepada Bapa, sementara Roh Kudus akan turun (ayat 7, 9). Jadi, penyertaan Tuhan tetap berlaku. Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai Penolong adalah Parakletos. Secara harfiah berarti pribadi yang mendampingi atau memberi pembelaan. Itulah Pribadi yang dijanjikan Tuhan Yesus untuk menolong para murid. Banyak hal yang belum betul-betul mereka pahami selama mengikut Yesus, namun Roh Kudus akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran (ayat 12-13). Dia akan menolong mereka memahami dan memberitakan ke seluruh dunia tentang dosa, kebenaran, dan penghakiman (ayat 8-11).

Kenaikan Yesus ke surga tidak membatalkan janji penyertaan- Nya. Roh Kudus, Pribadi yang diutus-Nya, berkenan tinggal dalam hati orang percaya, untuk menolong mereka mengingat, dan memahami pengajaran Yesus (ayat 14), serta memberitakannya. Sudahkah Anda percaya kepada Yesus dan menerima karunia Roh Kudus? Miliki dan bangunlah relasi akrab dengan-Nya. Biarlah Dia menuntun Anda ke dalam segala kebenaran. –YBP

ROH KUDUS DALAM DIRI ORANG PERCAYA

MENERUSKAN PELAYANAN KRISTUS DI DUNIA.

Dikutip : www.sabda.org

PENGHARAPAN

Rabu, 9 November 2011

Bacaan : Roma 15:1-13 

15:1. Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.”

15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

15:5. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,

15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

15:7. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

15:8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,

15:9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”

15:10 Dan selanjutnya: “Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.”

15:11 Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”

15:13. Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

PENGHARAPAN

Pada 5 Agustus 2010, tambang emas dan tembaga di Copiapo, Cile, runtuh. Sebanyak 33 penambang terperangkap. Regu penyelamat yang mencari mereka, nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang sedalam 700 meter. Dan, mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung.

Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernapas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Itu sebabnya di tengah impitan dan tahap awal aniaya terhadap jemaat Roma, Paulus menasihati agar setiap orang percaya bergantung kepada Allah sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera. Di tengah tekanan sekalipun, Dia sanggup memberi kekuatan dan pengharapan (ayat 13). Maka, yang kuat dapat menolong yang lemah dan lelah. Dengan kerukunan yang demikian, orang-orang beriman itu memuliakan Allah (ayat 1-6).

Ketika dunia menganggap 33 penambang Cile itu pahlawan, dengan keras Henriques salah satu dari mereka menolaknya. Katanya, “Kita bukan pahlawan, dan jika ada pahlawan, itu adalah semangat yang diberikan Tuhan, yang membuat kami bertahan”. Ternyata, semasa di dalam tambang ia membacakan sejumlah ayat Alkitab kepada teman-temannya, untuk menjaga semangat mereka.

Mari jalani hidup ini dengan penuh semangat. Apalagi untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus: memberkati dan menolong banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam keputusasaan –SST

HIDUP DIBERI AGAR DIJALANI DENGAN PENUH ARTI

MAKA TUHAN MENYALAKAN SEMANGAT AGA KITA MENJADI BERKAT

Dikutip : www.sabda.org

MEMBANGUN DAN MENOLONG

PESAN GEMBALA

1 NOVEMBER 2009

Edisi 98 Tahun 2

MEMBANGUN DAN MENOLONG

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati Tuhan, Galatia 6:2 mengajarkan prinsip tentang membangun dan menolong atau dengan kata lain dengan saling menanggung beban,”Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. Dalam terjemahan Amplified Bible dikatakan demikian “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu serta kesalahan moral yang mengganggu. Dengan demikian kamu memenuhi dan menjalankan secara sempurna hukum Kristus, yang adalah Mesias, dan melengkapi apa yang kurang”.

Kata menanggung berarti juga memikul, maksud ayat ini tidak lain adalah saling menolong. Sementara dalam Roma 14:19 berbunyi: “sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk membangun”.

Kata membangun adalah bagian dari menyokong atau meningkatkan pertumbuhan dalam hal ini pertumbuhan dalam kekudusan, kebajikan, kasih karunia dan hikmat kristiani. Sedangkan menolong berarti membantu seseorang melakukan sesuatu untuk perbaikan keadaannya. Kita harus bertanya kepada diri kita,”apakah hal yang saya lakukan terhadap orang lain ini akan membuat kehidupan kristianinya / kerohaniannya bertumbuh dan menolong dia menjadi kuat?” kalau mengacu dari ayat-ayat di atas kita lakukan bisa membawa orang lain untuk bertumbuh.

Sekali waktu, datang seseorang kepada Saudara dan berkata “saya ingin anda membantu saya”, seringkali yang dimaksudkan oleh orang tersebut adalah bahwa ia ingin Saudara menyetujui pandangannya, maka kita perlu membantunya.

Bentuk lain menolong orang lain adalah dengan membesarkan hatinya. Amsal 12:25, “kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan orang”. Dalam Tesalonika 5:11 dinyatakan bahwa karena itu besarkanlah hati seseorang akan yang lain dan saling membangunlah (saling menguatkan) kamu. Membesarkan hati bersamaan dengan tindakan mendengarkan, merupakan salah satu teknik paling penting dalam menolong seorang yang sedang menghadapi masalah, tekanan, dan krisis, membesarkan hati artinya mendorong untuk maju, membangkitkan semangat seseorang untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Membesarkan hati juga mempunyai arti membantu seseorang untuk mempercayai nilai pribadinya sendiri.

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Kiranya di bulan November ini kita semakin saling membantu dan menolong, maka akan semakin terasa kesatuan kita dan itulah menyenangkan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati… Amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

MENOLONG PESERTA LAIN

Kamis, 26 Maret 2009

Bacaan : Kejadian 14:1-16

14:1. Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah,

 

14:2 bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar.

 

14:3 Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya bersekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni Laut Asin.

 

14:4 Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak.

 

14:5 Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedorlaomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim

 

14:6 dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun.

 

14:7 Sesudah itu baliklah mereka dan sampai ke En-Mispat, yakni Kadesh, dan mengalahkan seluruh daerah orang Amalek, dan juga orang Amori, yang diam di Hazezon-Tamar.

 

14:8 Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan perangnya melawan mereka di lembah Sidim,

 

14:9 melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima.

 

14:10 Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan.

 

14:11 Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.

 

14:12 Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi–sebab Lot itu diam di Sodom.

 

14:13. Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.

 

14:14 Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.

 

14:15 Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.

 

14:16 Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya.

 

MENOLONG PESERTA LAIN

helping_hand_tall

Dalam Olimpiade Seoul 1988, Lawrence Lemieux, atlet layar Kanada, layak menjadi panutan semangat Olimpiade sejati sepanjang masa. Saat berlomba di kelas finn dan berpotensi merebut perak, Lemieux melihat ada peserta lain yang cedera. Ia memutuskan meninggalkan lomba untuk menolong peserta itu. Lemieux akhirnya finis di urutan ke-21. Ia gagal merebut medali kemenangan, tetapi ia dikalungi medali kehormatan Pierre de Coubertin dari Komite Olimpiade Internasional.

Abraham meneladankan sikap serupa. Ketika ia mengetahui bahwa Lot ikut ditawan oleh musuh, ia segera berupaya untuk menolong keponakannya itu. Bisa saja ia bersikap acuh tak acuh, tidak mau direpotkan, dan hanya memikirkan keamanan pribadinya. Namun, ia bergegas mengusahakan pembebasan bagi saudaranya yang terjerat masalah serius itu. Ia mengesampingkan kepentingannya sendiri demi mendahulukan kepentingan orang lain yang memerlukan bantuan.

Ketika ada sesama yang memerlukan pertolongan, terkadang kita tidak cukup hanya bersimpati dan menepuk pundak orang itu untuk memberinya penghiburan. Ada waktunya kita dituntut untuk bertindak secara langsung mengulurkan bantuan. Artinya, kita mesti bersedia “mengotori tangan” kita, mau terlibat dalam situasi tertentu yang kalut dan menyakitkan. Kita meluangkan waktu, tenaga, dan dana untuk mendampingi orang itu mengatasi masalahnya.

Orang-orang yang memerlukan pertolongan ada di sekeliling kita. Bersediakah kita mengorbankan kepentingan pribadi untuk membantu mereka? -ARS

ORANG YANG BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA

BERBUAT BAIK KEPADA DIRINYA SENDIRI JUGA-Seneca

Sumber : http://www.sabda.org