MENYALAKAN LAMPU

Sabtu, 24 Oktober 2009

Bacaan : Matius 5:13-20

5:13. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

MENYALAKAN LAMPU

Orang-orang sering bertanya kepada saya tentang hal yang paling berkesan saat melayani sebagai pemimpin Moody Bible Institute. Jawabannya adalah, siswa-siswinya. Saya mengagumi semangat mereka bagi Yesus dan cara mereka menunjukkannya kepada dunia di sekitar mereka. Para pemimpin perusahaan yang nonkristiani sering mengatakan kepada saya mengenai etika kerja siswa-siswi Moody yang patut dicontoh. Kepala polisi Chicago pernah berkata, “Saat siswa-siswi Moody kembali ke kampus, daerah di sekitarnya menjadi lebih terang, seperti ada seseorang yang menyalakan lampu di sana.”

Itulah maksud Yesus saat Dia mengatakan, “Kamu adalah terang dunia” (Matius 5:14). Itu adalah kata-kata yang ampuh dalam menggambarkan suatu perbedaan. Harus ada perbedaan yang jelas antara integritas yang dimiliki orang-orang kristiani dan kegelapan dunia yang merajalela.

Yang penting bukan berbicara tentang Yesus, melainkan bagaimana orang melihat kita. Walaupun mereka mungkin tidak ingin mendengar tentang Yesus, Anda boleh yakin bahwa mereka ingin melihat apakah Dia membuat perbedaan dalam hidup kita. Saat Yesus berkata, “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik” (ayat 16). Maksud-Nya adalah sebelum kita berbicara, kita harus dapat menunjukkan bukti dari apa yang kita katakan. Kemampuan kita untuk bersinar bagi Yesus diukur oleh perbuatan baik kita, yang memberikan kesaksian kuat dalam hidup kita. Mari kita menyalakan lampu-lampu kita –JMS

UNTUK DAPAT MEMIMPIN ORANG LAIN KELUAR DARI KEGELAPAN DOSA
TUNJUKKANLAH SINAR KRISTUS DALAM HIDUP ANDA

Sumber : www.sabda.org

Iklan