MASIH BERGERILYA

Senin, 25 Maret 2013

Bacaan: Efesus 4:1-16 

4:1. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

4:8 Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”

4:9 Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

 

MASIH BERGERILYA

Perang Dunia II telah usai. Namun, Letnan Dua Hiroo Onoda, prajurit Jepang yang bertugas di Pulau Lubang, Filipina, tidak percaya. Ia memilih bersembunyi di hutan. Ia menganggap selebaran, surat, foto, atau koran yang dijatuhkan sebagai tipu muslihat musuh. Selama hampir 30 tahun ia terus berjuang sebagai gerilyawan. Pada 1974, seorang mahasiswa Jepang melacak jejaknya dan menemukannya. Namun, ketika diajak pulang, Onoda menolak. Akhirnya, pemerintah Jepang mengutus mantan komandan Onada, Mayor Yoshimi Taniguchi, mendatangi dan memerintahkannya untuk meletakkan senjata. Barulah Onada menurut dan bersedia pulang ke negerinya.

Hidup Onada pun berubah. Ia tidak lagi menyerang para petani Filipina dan, di Jepang, ia menggalang dana beasiswa bagi anak-anak mereka. Pada 1996 ia berkunjung kembali ke Pulau Lubang dan menyerahkan sumbangan sebesar 10.000 dolar untuk sekolah setempat. Ia berterima kasih pada penduduk pulau itu, yang membiarkannya terus hidup selagi ia bersikeras tetap menjadi prajurit gerilya walaupun perang telah usai.

Kesadaran akan identitas diri kita tak ayal memengaruhi perilaku kita. Paulus mengingatkan jemaat di Efesus akan identitas mereka, yaitu umat yang telah dipanggil Tuhan dan dimerdekakan dari belenggu dosa. Ia lalu memberikan beberapa petunjuk tentang cara hidup yang baru, cara hidup yang selaras dengan panggilan itu. Ya, alih-alih terus berkutat dengan dosa, bukankah sepatutnya kita bersukacita merayakan kemerdekaan anugerah-Nya dengan penuh rasa syukur? –ARS

ORANG BERDOSA TAK AYAL PASTI BERBUAT DOSA;
ORANG BENAR DAPAT MEMILIH UNTUK MENJAUHI DOSA

Dikutip : www.sabda.org

 

BUKAN SEKADAR NAMA

Kamis, 13 Mei 2010

Bacaan : Ibrani 1:1-4

1:1. Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,

1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

1:4. jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

BUKAN SEKADAR NAMA

Dalam keseharian hidup berlaku kebenaran: nama bukan sekadar nama, melainkan ada “bobot” wibawanya. Para siswa yang sedang berkelahi akan spontan berhenti ketika nama Pak Hadi, Kepala Sekolah, disebut-sebut sedang mendekat ke arah mereka. Di bidang lain, konsumen juga lebih percaya pada produk yang sudah punya nama. Nama artis yang sedang “naik daun” identik dengan keuntungan besar di bisnis hiburan. Kebaktian Kebangunan Rohani sesak pengunjung karena dilayani oleh pengkhotbah ternama.

Ketika Yesus naik ke surga, ketika karya penebusan-Nya selesai, Dia menerima kembali apa yang semula menjadi milik-Nya, yaitu nama-Nya yang setara dengan Allah. Nama yang mulia, kemuliaan yang rela ditanggalkan-Nya demi menyerupai kita, untuk menggenapi karya penebusan. Nama dengan wibawa tertinggi, penuh kuasa. Nama yang terindah. Yang menggetarkan seluruh alam dan segenap makhluk. Menekuk setiap lutut untuk menyembah dan mengakui kedaulatan-Nya. Nama di atas segala nama!

Sadarkah kita bahwa nama Tuhan sedahsyat dan semulia itu? Peringatan kenaikan Tuhan membangkitkan kesadaran kita kembali. Kesadaran yang membuat kita menyanyi memuliakan nama-Nya dengan lebih sungguh. Membuat kita melayani dengan tidak menonjolkan nama dan diri sendiri. Membuat kita tidak gentar akan nama-nama seram yang dekat dengan kuasa gelap. Membuat kita tidak lupa bahwa sementara kita bekerja, bergaul, dan berbicara, nama Yesus sedang kita pertaruhkan di depan semua orang. Sebab, bukankah kita ini surat Kristus yang terbuka, yang terbaca oleh orang-orang di sekitar kita?. –PAD

TIDAK MUNGKIN MENGASIHI YESUS

TANPA MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN NAMA-NYA

Sumber : www.sabda.org

Hujan Dari Allah

Pesan Gembala

8 Februari 2009

Edisi 61 Tahun 2

 

Hujan Dari Allah

Shallom…

Salam Miracle…

Jemaat yang dikasihi Tuhan, beberapa minggu yang telah kita lalui banyak terdengar terjadinya banjir hampir di seluruh Indonesia, hal ini tentunya berkaitan dengan tingginya curah hujan. Di Tarakan, akhir-akhir ini juga sering (hampir setiap hari) mengalami “hujan” yang terdapat dalam Alkitab:

1.    Hujan kedatangan Mesias

Hosea 6:3. “Marilah kita mengenal dan berusaha bersungguh-sungguh mengenal Tuhan; ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita, seperti hujan, seperti hujan akhir musim yang mengairi bumi”.

Fajar akan muncul jika setelah lewat malam hari, dan kita akan melihat fajar berupa:

·        Hujan awal, yaitu benih yang ditabur oleh murid-murid Yesus dan rasul-rasul pada waktu gereja mula-mula. Dasar-dasar pondasi kekristenan mulai dibangun.

·        Hujan akhir, sangat deras, akan terjadi kebangunan rohani yang besar. Semua pondasi kekristenan akan dikembangkan secara luar biasa.

 

2.    Hujan Pencurahan Roh Kudus

Yehezkiel 39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Wajah Allah berbicara tentang kemuliaan hadirat Allah bukan hanya aturan-aturan agamawi, dalam hal ini pujian dan penyembahan akan mewarnai hati setiap generasi. Ada masanya orang bertobat bukan lagi karena khotbah, tetapi pada saat memuji dan menyembah Tuhan.

 

3.    Hujan Berkat

Mazmur 84:6 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Artinya adalah orang-orang percaya akan melintasi dan mengubah lembah baja menjadi berkat. Masalah,pergumulan dan tantangan Saudara akan diubah menjadi berkat bagi Saudara. Bahkan dalam Yehezkiel 34:26 mengatakan, “Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; ITU ADALAH HUJAN YANG MEMBAWA BERKAT.”

Saudara yang akan menjadi berkat bagi sekitar Saudara. Bukan karena shio, garis tangan, atau ramalan-ramalan paranormal, tetapi kehadiran orang-orang percaya di sekeliling mereka, itulah yang akan membawa hujan berkat.  

 

4.    Hujan Pengajaran

Ulangan 32:2,”Mudah-mudahan pengajaran-Ku menitik laksana hujan, perkataan-Ku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan”. Mengimbangi hujan kuasa dan hujan berkat, Tuhan akan membangkitkan pula rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya untuk menyampaikan pengajaran yang hidup dan benar. Untuk mengalahkan ajaran-ajaran dari guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu.

 

5.    Hujan Kebenaran dan Keadilan

Hosea 10:12, “Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.  

Di tengah-tengah dunia yang cenderung menggunakan ketidakadilan atau ketidakbenaran, maka sebaliknya kita makin setia dalam menabur kebenaran dan keadilan. Maka Saudara akan menuai kasih setia, sehingga seisi rumah tangga Saudara akan disebut keluarga bahagia.

 

Marilah kita takut akan Tuhan yang memberi hujan pada waktunya dan yang menjamin kehidupan kita pada minggu-minggu yang tetap untuk panen.

 

Tuhan Yesus memberkati…amien

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA