BLADE RUNNER

Kamis, 28 Februari 2013

Bacaan: 2 Samuel 6:1-22

6:1. Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya.

6:2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.

6:3 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.

6:4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu.

6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

 

6:6. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.

6:7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

6:8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.

6:9 Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: “Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?”

6:10 Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.

6:11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

 

6:12. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

6:13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.

6:14 Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

6:15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.

6:16 Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

6:17 Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.

6:18 Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.

6:19 Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.

 

6:20. Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”

6:21 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, –di hadapan TUHAN aku menari-nari,

6:22 bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”

 

BLADE RUNNER

Tekad Oscar Pistorius sungguh luar biasa. Ia atlet penyandang tunadaksa pertama yang berkiprah di Olimpiade. Sejak 2007 ia sudah berniat untuk berlomba di Olimpiade Beijing 2008, namun gagal. Pada 2011, ia mencatat waktu 45, 07 detik untuk lari 400 meter. Ia pun memperoleh tiket untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2011 dan Olimpiade 2012. Pada 4 Agustus 2012, Oscar, yang kedua kakinya diamputasi, menjadi atlet pertama yang mengenakan kaki palsu dalam pertandingan Olimpiade. Ia disebut orang Blade Runner karena kaki palsunya berbentuk bilah melengkung.

Daud juga memiliki tekad yang begitu besar untuk mengembalikan tabut Tuhan ke Yerusalem. Usaha pertamanya gagal (ay. 1-10). Ia ketakutan, tetapi tidak kehabisan akal. Ia kembali mengangkat tabut itu, kali ini bukan dengan kereta, tetapi diangkut oleh para imam (band. 1 Taw 15:1-2). Ia menari-nari dengan sekuat tenaga selama tabut itu dibawa (ay. 14). Bahkan kali ini setiap enam langkah ada kurban yang dipersembahkan (ay. 13). Padahal, jarak dari rumah Obed Edom sampai ke Yerusalem sekitar 10 kilometer! Ia juga siap dihina oleh istrinya, yang menganggapnya menari-nari seperti orang gila (ay. 22).

Tekadnya itu disertai tujuan yang besar dan keyakinan bahwa apa yang dilakukannya adalah perkara yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Kita masing-masing tentu memiliki suatu tekad untuk mengejar sesuatu. Apakah kita mengerahkan tekad itu untuk mengejar pencapaian yang bermakna dan memuliakan Tuhan? –MRT

ORANG YANG BERTEKAD BESAR UNTUK MENCAPAI TUJUAN LUHUR

 SUDAH MERAIH SEPARUH KEMENANGAN

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

Doa Puasa Raya Hari Ke-38 Kamis, 1 September 2011

22 tahun. Untung saya bodoh, Roh Kudus yang penuh hikmat muncul. Pada

akhirnya pengetahuan itu muncul. Itu tambang.

Pengetahuan dunia itu sejajar dengan pengetahuan Tuhan, anak2

disekolahkan ke Amerika, Sidney. Saya membuat sebuah tesis, similiar dengan

Ps.D. Hikmat Tuhan diakui dunia. Dengan itu, saya dapat gelar Professor.

Roh Kudus menjadi tambang pengetahuan, jika Roh Kudus ada dalam

diri saudara, maka engkau akan menjadi pintar. Dengan adanya hikmat dan

pengetahuan.

Dengan pengalaman yang saya alami, jika Roh Kudus tidak memenuhi

saya, hak tersebut tidak mungkin.

How to pray? Hormati Roh Kudus!

II Samuel 6:11

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang

Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.”

Jika engkau dan seisi rumah saudara menghormati Roh Kudus, maka

engkau diberkati, apa saja yang engkau lakukan akan diberkati. Apa yang

dekat padamu, kerjakan, maka engkau diberkati, karena Roh Kudus menyertai.

Perkataan Immanuel itu benar benar terjadi dalam saudara. Berhati-hati agar

posisi saudara tidak dimurkai Tuhan.

Iman

Iman adalah tambang emas, mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Iman itu tambang, Roh Kudus bukan hanya membuat engkau pandai,

tambang pengetahuan, tapi juga tambang iman.

Jangan kuatir, hormati Roh Kudus, engkau menjadi orang yang diberkati.

Karunia Menyembuhkan

Memang ada tantangan, kemenangan kita adalah penguasaan diri, make

decision. Menyembuhkan ini adalah transformasi, dari jahat menjadi baik,

keluarga yang tidak baik menjadi baik. Jika engkau mengalami mujizat,

saksikan.

Karunia nubuatan

Banyak orang mengartikan menyampaiakan hari depan, dalam bahasa

aslinya adalah special view. Itu nabi nabi. Kita diberikan special view.

Seperti saat membangun Menara Jakarta dengan biaya 2,5 T. Dengan special 

view, saya melihat 2,5 T itu disediakan Tuhan. Jika engkau punya special view,

itu luar biasa. Kadang special view itu bertentangan dengan mata jasmani kita.

Ingat dalam dirimu ada tambang yang selalu diisi.

Orang yang berharap pada Tuhan atau berharap pada mamon. Seperti

pemuda yang kaya itu, diberi pilihan, ikut Yesus atau harta. Pengharapan kita

jangan pada mamon. Seperti Perempuan Sunem, karena dia menghormati,

eliza ada pada rumahnya. Orang yang menghormati Roh Kudus, selalu ada

janji Tuhan yang luar biasa. eliza bilang, tahun depan akan datang membawa

anak.

Iman itu mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Pada akhirnya perempuan

ini punya anak dan makin diberkati.

Pengharapan itu anak, anak harus dipelihara well, tapi jangan menjadi

berhala. Waktu panen, pegawai menyabit, anak itu tiba tiba sakit kepala dan

mati. Karena kaya, pengharapannya pada mamon. Berbahaya. Tapi perempuan

ini sungguh sungguh, dia memeninta eliza datang ke rumah, dan eliza datang,

kemudian anak itu hidup. Itu pengharapan intim dengan Tuhan, mata dengan

mata, mulut dengan mulut, maka pengharapanan itu bangkit.

Gereja yang kaya itu warningnya lebih. Jika kita diberkati secara fisik, tipis

sekali pengharapan pada Tuhan atau mamon.

Gereja yang diberkati juga berbahaya, pengharapannya pada Tuhan atau

mamon. Mari kita bergantung pada Tuhan sampai pada akhir jaman.

KORBAN KRISTUS

Kita masuk tahun ini dengan satu pengertian, kita belajar bergaul dengan

Tuhan.

Kejadian 3:8-10

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan

isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di

manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau

ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku

bersembunyi.”

Keinginan Tuhan untuk bergaul dengan manusia sejak di taman eden.

Alangkah indahnya selalu bergaul dengan Tuhan. Kehendak Tuhan untuk

bergaul dengan Tuhan selalu tetap, tidak berubah, tetapi manusia yang jatuh

dalam dosa sehingga akhirnya Adam dan Hawa terpaksa terusir, ada suatu tirai

tebal yang menghalangi ( Kejadian 3:22-24 )

DitempatkanNYA malaikat dan kerub, sehingga antara Allah dengan

manusia ada batas, tapi kehendak Allah untuk bergaul dengan manusia tetap

sehingga ada suatu jalan, manusia yang pertama (Adam dan Hawa telanjang),

memalukan, dan ada kulit tersembelih untuk menjadi pakaian. Darah adalah

korban, darah yang “cry out,” untuk menutupi aib Adam dan Hawa secara

jasmani. Korban Darah Domba, bukan kulitnya. Dan dinubuatkan suatu hari

Tuhan akan menolong umatnya. ( Ibrani 9:13-14 )

Jika darah anak domba mensucikan secara lahiriah, maka darah Kristus

mensucikan sampai hati nurani kita. (Ibrani 10:19-20 )

Antara Adam Hawa dan Allah ada sekat yang digambarkan blue print,

ada ruang Maha Kudus disitu terdapat tirai yang tebal, walaupun diwakili

oleh imam-imam tapi tetap tidak ada hubungan antara Allah dan manusia,

tetapi tabir ini pecah, ada Allah yang jd manusia, Mesias yang menerjang

keruk, disalibkan. Son of Man, juga Son of God, Yesus Kristus menembus

tirai tersebut. Dia membawa darahNYA sendiri, yang pertama masuk ruang

Maha Kudus, untuk kita bisa bergaul kembali dengan Allah. Darah Kristus

mengembalikan pergaulan kita dengan Allah. Hanya darah Yesus Kristus 

HADIRAT TUHAN DALAM KELUARGA

Shalom, salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, dalam 2 Samuel 6:11-12  dinyatakan demikian “Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkat tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.

Keberadaan tabut Tuhan sangat menentukan kondisi bangsa Israel, ketika kehadiran tabut Tuhan dihargai oleh bangsa Israel maka bangsa itu mengalami ketentraman, keamanan, dan keberhasilan, hal sebaliknya terjadi apabila bangsa pilihan Allah itu tidak menghargai kehadiran tabut Allah. Hal demikian pernah terjadi ketika zaman Saul menjadi raja, maka kemerosotan moral terjadi, penyembahan berhala meningkat , terjadi kekerasan disana-sini, kekacauan semakin menghantui bangsa itu. Terlebih ketika tabut Tuhan direbut oleh bangsa lain, maka tidak ada perkenanan terhadap bangsa Israel.

Pada pemerintahan raja Daud, maka dia berusaha sekuat tenaga untuk kembali menghadirkan tabut Allah itu di pusat pemerintahannya, dengan kata lain dia mengerti betapa besarnya pengaruh Allah dalam menentukan kondisi bangsa yang dipimpinnya.

Dalam pembacaan 2 Samuel 6:11-12 di atas diceritakan sebelum sampai di Yerusalem, maka Daud menyimpannya terlebih dahulu pada keluarga Obed-Edom selama 3 bulan, dan keluaraga ini sangat diberkati Tuhan, bahkan dalam 2 Tawarikh 26 disana diceritakan bahwa anak-anak Obed-Edom menjadi orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya masing-masing, juga disebut sebagai pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan ada tabut Allah dalam keluarga Obed-Edom, dan juga keluarga ini sangat menghargai kehadiran tabut Allah di tengah-tengahnya. Memperlakukan kehadiran Allah dalam keluarga sangat menentukan kebahagiaan, keberhasilan keluarga itu. Demikian juga setiap keluarga kita, peranan kehadiran Allah dan tinggal dalam keluarga sangat penting.

Mengapa keluarga Obed-Edom yang dipilih untuk menyimpan Tabut Allah? Pertanyaan ini serupa dengan Mengapa Maria dipilih untuk mengandung bayi Yesus? Padahal seperti kita ketahui di bangsa Israel, banyak keluarga dari berbagai-bagai suku yang ada, keluarga para Imam, keluarga dari ahli Taurat atau keluarga raja. Hal yang sama juga perlu direnungkan ketika zaman Maria mengandung, banyak perempuan-perempuan cantik yang lain, atau istri pejabat seperti istri Herodes, atau dari salah satu keluarga dari para tokoh masyarakat ketika itu, mengapa yang dipilih Maria? Mengapa yang dipilih Obed-Edom?. Hal ini selain otoritas mutlak di tangan Tuhan, namun juga ditemukan bahwa dari kehidupan mereka ada sesuatu yang sangat luar biasa, yaitu hidup dalam aturan dan perintah Tuhan, bukan hanya mengerti kemauan Tuhan, lebih dari itu mereka menjadi pelaku Firman Tuhan. Sehingga Obed-Edom mendapat anugerah Tuhan dengan kehadiran Tabut Allah ketika itu. Anugrah Allah juga akan dinyatakan kepada kita yang mengerti dan melakukan Firman Allah dengan segenap hati. Setiap kali Allah memeilih dan menetapkan umat-Nya, maka pilihan Allah itu tepat. Ada pujian menyatakan, “…bila Kau yang membuka pintu, tak ada satupun dapat menutupnya, bila Kau yang mengangkat aku, tiada yang dapat merendahkanku…”

Di sisi lain, mari kita melihat ketika ada tabut Allah, atau ketika ada hadirat Allah, apa saja yang ada di dalamnya, antara lain:

ADA FIRMAN ALLAH

Setiap kali kita menikmati hadirat Allah, hendaknya kita menanti Firman Allah, sebab dengan Firman Allah itu, kita semakin dikuat teguhkan, terutama menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan keluarga/rumah tangga, Firman-Mu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku.

ADA PUJIAN PENYEMBAHAN

Dalam hadirat Tuhan, pasti kita akan senantiasa memuji dan bersyukur menyembah Tuhan. Dalam rumah tangga kita, seharusnya ada pujian penyembahan senantiasa kepada Tuhan.

ADA PERSEMBAHAN

Memberikan yang terbaik, segenap tubuh, jiwa, roh kita kepada Tuhan. Dalam Roma 12:1 dikatakan “Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai PERSEMBAHAN yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

ADA KASIH

Setiap kali kita menikmati hadirat Allah, maka akan sangat terasa kasih Allah kepada kita, dan itu akan mengalir dengan munculnya kasih kita kepada seluruh anggota keluarga dan saudara-saudara yang lain.

Saudara yang dikasihi Tuhan, berusahalah untuk menikmati kehadiran Allah dalam keluarga kita, maka Tuhan akan menyatakan kasih anugerahnya kepada kita semua.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien!!

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Gembala Sidang