TOLAK BALA

Selasa, 14 Agustus 2012

Bacaan : Markus 5:1-20

5:1. Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.

5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,

5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.”

5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,

5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”

5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.

5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.

5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.

5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.

5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”

5:20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

 

TOLAK BALA

Apakah Anda termasuk orang yang takut terhadap roh jahat? Mungkin Anda akrab dengan ritual tolak bala yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menjauhkan roh-roh jahat pembawa bencana di suatu daerah. Tradisi ondel-ondel, jathilan, bahkan juga barongsai, yang banyak dianggap sebagai kesenian yang menghibur, juga berakar dari ritual tolak bala.

Alkitab tidak menyangkal keberadaan roh-roh jahat. Dalam bacaan hari ini, Yesus menjumpai seorang yang mengenaskan. Ia terkucil dari komunitasnya karena kerasukan banyak roh jahat. Saking banyaknya, roh jahat itu menyebut diri sebagai Legion (dalam satuan militer Romawi berarti pasukan yang berjumlah 5.000- 6.000 orang). Orang ini awalnya sering dirantai, tetapi ia menjadi sangat kuat hingga semua rantai diputuskannya. Bayangkanlah Anda tinggal di daerah Gerasa. Orang yang paling berani pun mungkin enggan melewati daerah pekuburan dan perbukitan di mana orang yang kerasukan itu berteriak-teriak dan memukuli diri. Betapa angkernya! Namun menghadapi Yesus, roh-roh jahat tidak berkutik. Mereka sujud dengan ketakutan, mengenali bahwa Yesus datang dari Allah Yang Mahatinggi (ayat 7). Mereka tunduk pada perintah Yesus dan keluar dari orang itu (ayat 8-13).

Ketika manusia berusaha menjauhkan roh-roh jahat dengan caranya sendiri, bisa jadi ia justru yang balik dikuasai oleh roh-roh itu. Yesus bukan Pribadi biasa! Dia Allah yang memiliki otoritas yang nyata serta kuasa atas roh-roh jahat. Anda dapat datang membawa ketakutan Anda di hadapan-Nya dan memohon pertolongan-Nya! –LIT

YANG DAPAT MENJAUHKAN ROH-ROH JAHAT

HANYALAH PRIBADI YANG PUNYA OTORITAS ATAS MEREKA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

PEMIMPIN MELAHIRKAN PEMIMPIN

Senin, 30 Juli 2012

Bacaan : 1 Raja-raja 19:19-21

19:19. Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.

19:20 Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawabnya kepadanya: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.”

19:21 Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

 

PEMIMPIN MELAHIRKAN PEMIMPIN

Dalam bukunya 21 Hukum Kepemimpinan Sejati, John Maxwell menuliskan bahwa salah satu karakteristik penting dari seorang pemimpin yang kerap kali dilupakan adalah melahirkan pemimpin untuk masa depan. Banyak pemimpin begitu hebat sewaktu hidupnya. Sayangnya, ketika ia lengser atau meninggal, perjuangannya turut berhenti karena ia tidak memiliki penerus yang akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan.

Ayat bacaan hari ini berkisah tentang bagaimana Elia, sang nabi besar, menyiapkan Elisa yang akan menjadi penggantinya. Ada dua hal yang Elia lakukan dalam proses ini. Pertama, ia memberikan otoritas dan kepercayaan kepada Elisa (ayat 19). Ia melemparkan jubah kenabiannya yang merupakan simbol otoritas kepada Elisa. Kedua, ia melatih Elisa dari bawah–sebagai pelayannya (ayat 21). Padahal menurut beberapa penafsir Alkitab, Elisa adalah orang kaya sebagaimana ditunjukkan dengan banyaknya ternak yang ia miliki. Namun, Elisa merendahkan diri dan “magang” sebagai pelayan Elia. Tampaknya Elia ingin menumbuhkan sikap melayani dalam diri Elisa sebelum kelak ia diresmikan menjadi seorang nabi.

Apakah Anda adalah orangtua dalam keluarga? Apakah Anda seorang pemimpin dalam gereja atau komunitas Anda? Sadarilah bahwa Anda mengemban tanggung jawab untuk menyiapkan pemimpin selanjutnya. Mintalah hikmat dari Tuhan supaya Anda dapat menemukan calon penerus yang terbaik. Lalu, siapkan mereka dengan memberikan otoritas dan kepercayaan. Didiklah mereka melayani lebih dahulu sebelum Anda mewariskan tugas kepemimpinan kepada mereka. –JIM

JADILAH PEMIMPIN YANG SEJATI DENGAN

MELAHIRKAN PEMIMPIN-PEMIMPIN BERMUTU UNTUK MASA DEPAN.

GEREJA DAN OTORITAS

PESAN GEMBALA

16 MEI 2010

GEREJA DAN OTORITAS

Shallom…Salam miracle…

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, dalam Perjanjian Lama penyembahan selalu berpusat di Tabernakel, Bait Allah atau Sinagoge, tidak ada Gereja seperti yang sekarang ini. Ketika pertama kali Yesus menyebutkan Gereja, Dia juga menyingkapkan tiga hal yang merupakan ciri khasnya di atas fungsinya yang lain. Gereja didirikan oleh Yesus. Gereja harus menang menghadapi lawan dan menang terhadap pintu gerbang alam maut. Gereja memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan.

Matius 16:13-18 mengatakan “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”Jawab mereka:”Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang Sorga dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Petrus mengetahui dari pewahyuan Allah sendiri bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Putera Allah. Inilah kebenaran dimana Gereja dibangun di atasnya.

Karateristik pertama dari Gereja adalah bahwa Yesus yang akan membangunnya. Gereja tidak dibangun oleh manusia, oleh tradisi ataupun program manusia.

Karakteristik kedua adalah bahwa pintu gerbang alam maut tidak akan menguasainya. Dalam The Amplified Bible kita mendapatkan bacaan seperti berikut: “Saya akan mendirikan Gerejaku dan pintu gerbang alam maut (kuasa neraka) tidak akan menguasainya, atau kuat menghadapi gangguan atau bertahan terhadapnya.” Dan Gereja mempunyai kuasa untuk mengikat dan melepaskan “kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga.” (Matius 16:19).

Ada 3 (tiga) hal yang menarik tentang Gereja dan sejak waktu pertama kali Yesus menyebutkan istilah itu:

  1. Gereja akan didirikan oleh Yesus berdasarkan pewahyuan dari Bapa, bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.
  2. Pintu gerbang alam maut tidak akan dapat bertahan terhadap Gereja.
  3. Gereja akan diberikan kunci Kerajaan Sorga dan mempunyai kuasa untuk mengikat dan melepaskan.

Kita telah memperlihatkan bahwa kunci apat diibaratkan sebagai otoritas di bumi ini. Kunci-kunci yang dapat mengunci ataupun membuka pintu-pintu gerbang yang telah kita lihat merupakan pemerintahan atas kesatuan apapun, apakah itu manusia, keluarga, lembaga, kota, bangsa maupun negara. Inilah kunci otoritas yang Allah berikan kepada manusia pada saat Dia menciptakan pria dan wanita di dalam gambar-Nya. Dalam Kejadian 1:26, “berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi.”. Inilah kunci yang dimaksudkan Allah untuk digunakan untuk kebaikan di bumi ini, akan tetapi, ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka menyerahkan kunci itu kepada Setan yang telah datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Kunci otoritas di bawah kontrol Setan menjadi kuci dan alam maut… “Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Wahyu 1:8). Inilah kunci otoritas yang Yesus rebut dari Iblis setelah Dia membebaskan dosa-dosa kita sampai ke alam maut. Ketika Yesus datang mendobrak pintu gerbang alam maut dengan berkemenangan, Dia mengambil kunci otoritas ini dari setan. Setan tidak lagi mempunyai otoritas yang sah di muka bumi ini. Kunci ini adalah otoritas yang Yesus pulihkan bagi manusia sebagai ciptaan yang baru setelah kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya kepada Bapa di Surga. Sejak kunci ini dipulihkan bagi pemiliknya yang asli di bumi ini, kunci itu tidak lagi disalahgunakan sebagai kunci maut dan alam maut. Sekarang kunci itu dikenal sebagai kunci Kerajaan Sorga. “Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga, Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga.” (Matius 16:19).

Dengan kunci ini kita bisa menegakkan kehendak Allah dan kerajaan Allah di atas bumi ini. Ini adalah kemenangan yang Yesus ajarkan kepada murid-murd-Nya untuk didoakan, dalam Matius 6:9-10 “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di Sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga.” Sebagai tubuh Kristus, kita menggunakan kunci otoritas yang Allah berikan menurut kehendak-Nya, dan dengan demikian membangun kerajaan Allah di atas bumi ini.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

KARYA YANG SEMPURNA

PESAN GEMBALA

11 APRIL 2010

EDISI 121 TAHUN 3

KARYA YANG SEMPURNA

Shallom… Salam Miracle!

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Dia memberikan otoritas untuk menguasai bumi ini. Melalui dosa, mereka telah kehilangan otoritas ini. Lalu Yesus, manusia yang sempurna itu, Adam yang terakhir hidup dalam segala hal, tepat seperti yang diciptakan Allah di dalam manusia. Yesus mengambil dosa seluruh manusia di atas diriNya dan mati di kayu salib untuk membayar hukuman atas dosa-dosa itu. Dia menderita kematian bagi seluruh umat manusia. Dia telah melepaskan dosa-dosa itu sampai kedalamannya, lalu kuasa Allah sendiri turun atas Yesus. Dia telah mengalahkan Setan dan semua roh-roh jahat pada pintu gerbang Neraka.

Yesus mengambil kembali kunci otoritas itu. Yesus mengambil segala sesuatu yang telah dicuri dari manusia. Segala sesuatu yang tadinya telah diciptakan Allah untuk dimiliki Adam dan Hawa diperoleh kembali dan dierikan kembali kepada manusia oleh Yesus. Ketika Yesus pertama kali berbicara tentang Gereja yang akan dibangun, Dia berkata: “…di atas Batu Karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak menguasainya. Kepada-Mu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga.” Matius 16:18-19.

Penulis kitab Ibrani menyampaikan kedudukan Yesus pada hari ini: “… tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, dimana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Daud juga menubuatkan kedudukan Yesus sebagai berikut: “…Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Jadi disini sangat jelas bahwa Daud menubuatkan Yesus akan duduk di sisi kanan Bapa. Daud dan penulis kitab Ibrani memberitahu kepada kita bahwa Yesus melakukan lebih daripada duduk di sisi kanan Bapa. Yesus sedang menunggu sampai semua musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya.

Siapa yang akan membuat musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya? Yesus sedang menunggu umat tebusan untuk menemukan kembali otoritas mereka dan untuk menunjukkan bahwa Setan adalah musuh yang telah dikalahkan. Karya Yesus adalah sempurna. Dia sedang menunggu musuh-musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya. Yesus telah melakukan segala sesuatu yang Dia harus lakukan, karya-Nya sempurna. Sekarang tanggungjawab ada pada kita.

Kita adalah tubuh-Nya di bumi ini. Kita adalah tangan-Nya dan kaki-Nya, kita adalah orang-orang yang berotoritas di dunia sekarang ini. Rasul Paulus menyampaikan suatu doa yang sangat penting dan berkuasa bagi semua orang kudus. Doanya mencakup posisi Yesus di sisi kanan Bapa, posisi kita dan tanggung jawab kita. Dalam Efesus 1:18-23, “dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

Jadi menurut Rasul Paulus kedudukan Yesus sebagai berikut:

Yesus dibangkitkan dari antara orang mati

Duduk di sisi kanan Bapa di Surga

Jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, penguasa, kerajaan dan kekuasaan

Di atas tiap-tiap nama yang dapat disebut

Segala sesuatu ada di bawah kaki-Nya

Ditetapkan menjadi kepala

Dengan karya Yesus di kayu salib dan oleh peristiwa-peristiwa yang mengikutinya, Setan telah dikalahkan. Setiap roh-roh jahat telah dikalahkan. Yesus mengalahkan mereka dan membawa mereka ke dalam kekosongan. Lukas memberi gambaran kepada kita dengan jelas tentang posisi setan. Dia harus terinjak-injak di bawah kaki kita. Kita juga dijanjikan, bahwa tidak ada sesuatupun yang akan melukai kita dengan cara apapun.

Dalam Lukas 10:19,”Sesungguhnya Aku teah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”. Manusia telah diselamatkan, dibawa masuk, ditebus, diampuni dan dipulihkan secara sempurna ke dalam gambar Allah di bumi ini.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kiranya kasih Allah memenuhi kita semua, dan tetap dukung dalam doa untuk PEMBANGUNAN GEREJA kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua….Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA