TERUS BERENANG

Jumat, 24 September 2010

Bacaan : Hakim-hakim 8:4-12

8:4. Ketika Gideon sampai ke sungai Yordan, menyeberanglah ia dan ketiga ratus orang yang bersama-sama dengan dia, meskipun masih lelah, namun mengejar juga.

8:5 Dan berkatalah ia kepada orang-orang Sukot: “Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah, dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian.”

8:6 Tetapi jawab para pemuka di Sukot itu: “Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?”

8:7 Lalu kata Gideon: “Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak.”

8:8 Maka berjalanlah ia dari sana ke Pnuel, dan berkata demikian juga kepada orang-orang Pnuel, tetapi orang-orang inipun menjawabnya seperti orang-orang Sukot.

8:9 Lalu berkatalah ia juga kepada orang-orang Pnuel: “Apabila aku kembali dengan selamat, maka aku akan merobohkan menara ini.”

8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.

8:11 Gideon maju melalui jalan orang-orang yang diam di dalam kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbeha, lalu memukul kalah tentara itu, ketika tentara itu menyangka dirinya aman.

8:12 Zebah dan Salmuna melarikan diri, tetapi Gideon mengejar mereka dan menawan kedua raja Midian itu, yakni Zebah dan Salmuna, sedang seluruh tentara itu diceraiberaikannya.

TERUS BERENANG

Dalam film animasi Finding Nemo, Marlin dibantu Dory mencari anaknya yang ditangkap penyelam, dengan berbekal masker selam bertulisan alamat si penyelam sebagai petunjuk. Namun, akibat serangan hiu dan meledaknya ladang ranjau, masker itu hilang ke palung laut. Marlin patah semangat. Dory menyemangatinya sambil bernyanyi riang, “Kala hidup ini mengecewakanmu, kau tahu apa yang perlu kaulakukan? Terus saja berenang, terus saja berenang, berenang, berenang, berenang. Apa yang akan kita laku-kan? Kita berenang, berenang.” Berkat Dory yang pantang menyerah, mereka berhasil menemukan masker itu dan melanjutkan pencarian.

Gideon diangkat Tuhan menjadi hakim untuk memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian. Dengan cara ajaib, Tuhan menyertai pasukan Israel mengalami kemenangan. Namun, kemenangan itu belum tuntas, masih ada raja Midian lain yang mesti ditaklukkan. Mereka bisa saja berleha-leha merayakan kemenangan awal ini, apalagi pasukan sudah kelelahan. Namun, Gideon memilih menyelesaikan pertempuran. Mun-cullah frasa menarik ini: bahwa mereka “masih lelah, namun mengejar juga” (ayat 4). Kalau mereka berhenti, bisa jadi musuh mengerahkan kekuatan yang tersisa dan berbalik menghantam mereka. Gideon pun melanjutkan pertempuran sampai merebut kemenangan penuh.

Keadaan sulit dapat menyurutkan langkah kita dalam menyelesaikan tugas. Mungkin kita perlu rehat dulu ketika lelah, tetapi jangan menyerah. Kita tak akan pernah mengecap sukses jika berhenti di tengah jalan. Diperlukan kegigihan, kesediaan untuk “terus bere-nang” agar dapat mengatasi tantangan dan mencapai tujuan –ARS

KEADAAN SULIT BUKAN UNTUK MEMBUAT

KITA ANGKAT TANGAN

MELAINKAN UNTUK MENINGKATKAN

KEKUATAN DAN DAYA TAHAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan

PRAMUKA

Jumat, 14 Agustus 2009

Bacaan : Markus 8:34-38; 1Korintus 9:24-27

8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

 

1Korintus 9:24-27

9:24. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak

PRAMUKA

Gerakan Pramuka masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1912. Akan tetapi, baru pada tanggal 14 Agustus 1961, gerakan Pramuka Nasional secara resmi diperkenalkan. Hari inilah yang kemudian kita peringati setiap tahun sebagai hari Pramuka.

Gerakan ini dimulai oleh Robert BadenPowell sekitar tahun 1908 di Inggris. Ia adalah seorang tentara yang “terpaksa” melatih para pemuda di daerah di mana ia bertugas untuk membantunya dalam mempertahankan lini pertahanan dari serangan musuh. Melihat kegunaan pelatihan ini, ia terdorong mengadakan pelatihan serupa bagi para pemuda lain. Tujuannya supaya fisik, karakter, dan jiwa para pemuda dibentuk dengan baik. Dengan semangat kedisiplinan tinggi dan pantang menyerah yang berakar dari semangat kemiliteran, gerakan ini terus dipertahankan sampai kini. Semangat tersebut juga menjadi salah satu sebab gerakan ini terus berhasil membentuk para anggotanya menjadi orang-orang tangguh dan berguna.

Semangat untuk disiplin dan pantang menyerah ini juga perlu kita miliki sebagai pengikut Kristus, agar mampu menyangkal diri dan hidup sesuai kehendak-Nya. Dan untuk menjadi orang yang demikian, diperlukan proses panjang dan tak mudah. Kita perlu tekun melatih diri untuk tunduk kepada firman-Nya meski mungkin itu mengganggu kenyamanan kita, membuat kita takut, dan sebagainya. Ketika kita gagal, kita tidak menyerah, tetapi memperbaiki diri dengan belajar dari kesalahan yang sudah terjadi. Dengan begitu, pelan-pelan tetapi pasti, kita terbentuk untuk semakin lama semakin terbiasa hidup sesuai kehendak-Nya -ALS

DIBUTUHKAN KEDISIPLINAN DAN SEMANGAT PANTANG MENYERAH

UNTUK MENJADI PENGIKUT KRISTUS YANG SEJATI

Sumber : www.sabda.org