MENDOAKAN PENGUASA

Jumat, 17 Agustus 2012

Bacaan : 1 Timotius 2:1-7

2:1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul–yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta–dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

 

MENDOAKAN PENGUASA

Dua berita berlawanan di halaman koran yang sama: 1. Sejumlah warga mengelu-elukan presiden. 2. Para mahasiswa dan demonstran membakar foto presiden dan berikrar menggulingkannya. Itulah dua sikap rakyat terhadap pemimpin yang mereka dapati tak sempurna; yang buruk dalam mengelola negara. Sebagai warga negara sekaligus warga gereja, bagaimana sikap kita?

Paulus menasihatkan Timotius dan jemaat untuk mendoakan para penguasa agar mereka dimampukan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi rakyat, kondusif bagi ibadah dan penyebarluasan berita keselamatan (ayat 2-4, 7). Dengan frase “pertama-tama” (ayat 1), Paulus memberi penekanan bahwa ini adalah sesuatu yang penting; perlu diberi prioritas. Mendoakan penguasa juga merupakan wujud pernyataan iman jemaat, bahwa mereka hanya menyembah satu Allah, yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus (ayat 5-6), bukan kaisar Roma. Nasihat Paulus mengingatkan jemaat bahwa penguasa kejam yang tampak sangat berkuasa itu tetaplah makhluk ciptaan yang lemah dan perlu didoakan.

Kemajuan teknologi informasi kini memudahkan kita melaksanakan panggilan bersyafaat bagi para pejabat daerah, pemimpin nasional, bahkan pemimpin dunia. Mari gunakan mata iman dan mata hati ketika menonton atau membaca berita tentang para pemimpin -positif pun negatif. Merayakan kemerdekaan RI ke-67 hari ini, mari memulainya dengan pemerintah bangsa kita. –ICW

MENDUKUNG PEMIMPIN ADALAH PILIHAN WARGA NEGARA,

BERSYAFAAT UNTUK MEREKA ADALAH KEHARUSAN WARGA GEREJA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

BERDOA UNTUK NERO

Sabtu, 14 Januari 2012

Bacaan : 1Timotius 2:1-7

2:1. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul–yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta–dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

BERDOA UNTUK NERO

Ketika Paulus menulis surat kepada Timotius, pemerintahan Romawi berada di tangan Nero, kaisar yang terkenal karena kebengisannya. Pada masa itu, tidak sedikit pengikut Kristus yang dibantai, dibakar, atau dijadikan mangsa binatang buas. Nero bahkan mengambinghitamkan mereka, ketika kebakaran melalap habis kota Roma. Untuk raja yang demikian Paulus meminta umat Tuhan berdoa (ayat 2). Bagaimana perasaan kita jika menjadi jemaat saat itu?

Apakah Paulus mengajak jemaat berdoa bagi pemerintah agar mereka tergerak membuat kebijakan yang baik sehingga mereka tidak dianiaya lagi tetapi boleh hidup tenang dan tenteram? Menarik untuk memperhatikan bagaimana Paulus membawa jemaat melihat apa yang dikehendaki Tuhan dalam doa mereka: Tuhan ingin agar semua orang, termasuk pemerintah, diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (ayat 3-4). Jelas jika pemerintah benar-benar dibawa mengenal Tuhan, tentulah hidup mereka akan berubah, dan negeri yang mereka pimpin bisa tenang dan tenteram; jemaat bisa hidup dalam kesalehan dan kehormatan.

Hari ini banyak orang mencela dan mengejek pemerintah, yang memang tidak sempurna. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diminta mendoakan semua orang, termasuk pemerintah kita. Bukan sekadar agar ada keajaiban yang membuat kebijakan mereka berpihak pada kepentingan kita, melainkan juga agar mereka mengenal kebenaran dan diselamatkan. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Mari ambil waktu melakukannya hari ini –ARS

TUHAN, TAK SATU PUN PEMIMPIN YANG BANGKIT TANPA IZIN-MU

BAWALAH MEREKA MENGENAL DAN MELANGKAH DALAM JALAN-MU

Dikutip : www.sabda.org