GUNUNG BATU KELUPUTAN

Sabtu, 4 Mei 2013

Bacaan   : 1 Samuel 23:14-28
23:14. Setelah itu Daud tinggal di gua-gua pegunungan di padang gurun Zif. Ia selalu dikejar-kejar oleh Saul, tetapi TUHAN tidak menyerahkannya kepada raja itu.

23:15 Meskipun demikian Daud takut juga, karena Saul berniat hendak membunuhnya. Pada suatu waktu Daud ada di Hores, di padang gurun Zif.

23:16 Yonatan pergi menemuinya ke situ untuk menguatkan kepercayaannya bahwa ia akan dilindungi Allah.

23:17 Kata Yonatan kepadanya, “Jangan takut, engkau tidak akan jatuh ke tangan ayahku. Beliau tahu benar bahwa engkaulah yang akan menjadi raja Israel dan bahwa aku akan mendapat kedudukan di bawahmu.”

23:18 Kemudian Daud dan Yonatan mengikat perjanjian persahabatan di hadapan TUHAN. Sesudah itu Yonatan pulang ke rumahnya, sedangkan Daud tetap tinggal di Hores.

 

23:19. Kemudian beberapa orang dari Zif menghadap Saul di Gibea dan berkata, “Daud bersembunyi di daerah kami dalam gua-gua dekat Hores, di atas Bukit Hakhila sebelah selatan padang gurun Yehuda.

23:20 Kami tahu, bahwa Baginda ingin sekali menangkap dia; sebab itu, datanglah ke daerah kami. Kami menjamin bahwa Baginda pasti dapat menyergapnya.”

23:21 Saul menjawab, “Semoga kamu diberkati TUHAN karena berbuat baik kepadaku!

23:22 Pergilah dan pastikan lagi; periksalah dengan sungguh-sungguh di mana Daud berada dan siapa yang telah melihatnya di sana. Aku mendengar bahwa ia sangat cerdik.

23:23 Jadi periksalah dengan teliti gua-gua yang pernah menjadi tempat persembunyiannya, dan kembalilah ke mari untuk melaporkan kepadaku. Lalu aku akan pergi bersama-sama dengan kamu, dan jika ia masih ada di wilayah itu, pasti akan kucari, walaupun harus kuobrak-abrik seluruh Yehuda!”

23:24 Maka berangkatlah orang-orang itu kembali ke Zif mendahului Saul. Pada waktu itu Daud dan anak buahnya ada di padang gurun Maon, di lembah yang sunyi di daerah selatan padang gurun Yehuda.

23:25 Saul dan tentaranya datang hendak mencari Daud, tetapi orang memberitahukan hal itu kepada Daud, sehingga ia pergi ke gunung batu di padang gurun Maon dan tinggal di situ. Setelah Saul mengetahui hal itu, ia segera mengejar Daud.

23:26 Saul dan tentaranya berjalan di pinggir gunung sebelah sini sedangkan Daud dan anak buahnya di pinggir sebelah sana. Daud cepat-cepat meloloskan diri dari Saul yang sudah mulai mengepung hendak menangkap mereka.

23:27 Tetapi tiba-tiba datanglah seorang utusan menghadap Saul dan berkata, “Hendaknya Baginda segera kembali! Orang Filistin telah menyerbu negeri kita!”

23:28 Lalu Saul menghentikan pengejaran terhadap Daud, dan pergi untuk berperang melawan orang Filistin. Itulah sebabnya tempat itu disebut Gunung Pemisahan.

 

GUNUNG BATU KELUPUTAN

Siang saat kerusuhan Mei 1998 meletus, saya takut pulang sehingga mengungsi ke kantor di Ciawi, 70 km dari rumah. Semalaman saya tidak bisa tidur karena selalu berkomunikasi dengan istri di rumah. Pagi-pagi buta, hari masih gelap, saya memberanikan diri pulang ke rumah diantar sopir. Perjalanan yang mencekam karena mobil saya sendirian meluncur di tol Jagorawi. Saya hanya bisa berserah pada perlindungan Tuhan.

Pengalaman Daud lebih menggetarkan. Tentu tidak mudah bagi Daud menjadi buronan sambil tetap meyakini bahwa kasih dan pemeliharaan Tuhan tidak berubah. Tuhan meneguhkan hal itu lewat dua hal. Pertama, melalui Yonatan, putra Saul, sahabat sejati yang rela menempuh bahaya untuk mengingatkan Daud akan penyertaan Tuhan. Kedua, melalui keluputan yang Tuhan berikan kepada Daud dengan cara yang ajaib. Pada saat Daud dikepung oleh pasukan Saul, orang Filistin menyerbu Israel sehingga Saul menunda penangkapan Daud. Itulah sebabnya orang menyebut tempat itu: Gunung Batu Keluputan. Ya, Tuhan tidak bermaksud menyerahkan Daud ke tangan Saul. (ay. 14).

Tuhan memang tidak pernah lalai memelihara umat-Nya. Dalam setiap masalah yang dihadapi, akan selalu ada jalan keluar. Ingatlah bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Jangan undur bila kita dihadang kesulitan dan tekanan di dalam pelayanan. Bila kita yakin bahwa yang kita kerjakan adalah kehendak Tuhan, pasti Tuhan campur tangan, entah lewat sahabat atau lewat karya-Nya yang melampaui segala akal. –ENO

KITA DAPAT MELANGKAH MANTAP MENUJU MASA DEPAN
KARENA BERPEGANG TEGUH PADA PEMELIHARAAN TUHAN.

 

Dikutip : www.sabda.org

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

PENYEBAB KHAWATIR

Jumat, 24 Agustus 2012

Bacaan : Lukas 12:22-34

12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

12:23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

12:25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

12:26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?

12:27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

12:28 Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

12:29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.

12:30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

12:31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

12:33 Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.

12:34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

 

PENYEBAB KHAWATIR

Seseorang pernah menuliskan demikian: Jika makanan disadari sebagai penyambung hidup -bukan untuk memenuhi dan mengejar selera -masihkah manusia khawatir? Jika pakaian awalnya adalah untuk menutupi ketelanjangan -bukan untuk menghias tubuh -masihkah manusia khawatir? Dalam kenyataannya, rasa khawatir kerap menggeser rasa syukur yang seharusnya ada saat kebutuhan-kebutuhan dasar kita terpenuhi.

Tuhan Yesus, dalam satu kesempatan pengajaran, mengajak para murid untuk mempertimbangkan dua makhluk ciptaan lainnya. Burung gagak yang oleh bangsa Yahudi dianggap najis atau haram (lihat Imamat 11), tidak punya hikmat untuk membuat dan menyimpan makanan seperti manusia, tetapi Tuhan memberi mereka makan (ayat 24). Bunga bakung -yang masuk golongan bunga Anemon liar -tak punya kreativitas menenun bahan pakaian seperti manusia, tetapi Tuhan menghiasinya dengan keindahan yang lebih dari pakaian Raja Salomo (ayat 27). Betapa Tuhan memperhatikan segala ciptaan- Nya, bahkan yang lemah dan luput dari pengamatan manusia. Jika para murid masih meragukan pemeliharaan Tuhan yang demikian detail, tepatlah jika Yesus menyebut mereka sebagai orang yang kurang percaya! (ayat 28)

Kekhawatiran bisa menghantui ketika kebutuhan sudah beralih fungsi untuk memenuhi kehendak dan kepuasan diri. Kita menetapkan standar sendiri dan gelisah ketika Tuhan tidak memenuhinya. Hidup tidak lagi dijalani untuk Tuhan yang menciptakan kita dan bergantung pada pemeliharaan-Nya, tetapi untuk hasrat diri dan cara yang kita ingini. Adakah hal tersebut yang menyebabkan kekhawatiran Anda hari ini? –JAP

KEKHAWATIRAN AKAN BERGANTI KELEGAAN

KETIKA FOKUS PADA DIRI DIALIHKAN PADA TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org