SANG PENOLONG

Rabu, 10 Oktober 2012

Bacaan : Yohanes 14:12-20

14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

 

14:15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

 

14:18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

 

SANG PENOLONG

Tahukah Anda bahwa Alkitab memuat lebih dari 100 nama, sebutan atau deskripsi tentang Roh Kudus? Ini adalah hasil studi Elmer Towns dalam bukunya Nama-nama Roh Kudus (The Names of The Holy Spirit). Menurutnya, seringkali orang tidak memperhatikan berbagai sebutan itu karena Roh Kudus di pikiran mereka adalah semacam kuasa atau pengaruh supernatural, aktivitas Tuhan yang memberi penghiburan atau kemampuan tertentu, bukan pribadi yang memiliki nama

Dalam bacaan hari ini, kita menemukan salah satu sebutan untuk Roh Kudus, yaitu sang “Penolong”, atau dalam bahasa Yunani: parakletos. Artinya, penolong, penghibur, atau advokat yang mendampingi. Sebutan ini juga diulang Yesus dalam ayat 26, 15:26; 16:7. Yesus berkata, Dia akan memberikan seorang Penolong “yang lain”, atau dalam bahasa Yunaninya allos. Artinya, “yang lain” dari jenis yang sama. Yesus bisa saja menggunakan kata heteros–“yang lain” dari jenis yang berbeda–tapi tidak memilih kata tersebut. Dia dengan jelas menunjukkan bahwa Roh Kebenaran itu adalah Pribadi yang sama seperti diri-Nya. Kehadiran-Nya sama dengan kehadiran Allah Bapa dan Yesus sendiri (ayat 16, 23)

Mungkin selama ini kita memiliki pandangan yang kabur tentang Roh Kudus, kurang melihat kehadiran-Nya, baik dalam Alkitab maupun kehidupan kita. Karena tidak mengenal-Nya, kita pun mengabaikan-Nya dan hanya mencari Dia saat membutuhkan kuasa pertolongan-Nya. Mari mohon Tuhan membukakan mata kita untuk melihat dan mengenal Roh Kudus lebih lagi. –LIT

ROH KUDUS BUKAN SEKADAR KUASA TAK BERPRIBADI,

DIA PRIBADI TUHAN YANG HARUS KITA HORMATI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

TETAP MENYERTAI

Kamis, 17 Mei 2012 

Bacaan : Yohanes 16:1-15

16:1. “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

16:4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (16-4b) “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

 

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

 

TETAP MENYERTAI

Bagaimana perasaan Anda jika ditinggalkan selamanya oleh orang yang Anda hormati dan kasihi? Kebanyakan orang pasti dilanda kesedihan mendalam. Beberapa orang mungkin merasa kehilangan pegangan. Apalagi kalau kepergian itu mendadak.

Tahu bahwa pelayanan-Nya di bumi dalam rupa dan kehadiran fisik takkan berlangsung selamanya, jauh-jauh hari Tuhan Yesus memberitahu para murid- Nya bahwa Dia akan “meninggalkan” mereka (lihat mulai pasal 12). Namun, bukankah Tuhan Yesus berjanji menyertai para murid senantiasa sampai akhir zaman (Matius 28:20)? Jika Dia pergi, bukankah artinya Dia tak lagi menyertai? Di sini Tuhan Yesus menyingkapkan tentang keberadaan Allah Tritunggal. Yesus akan pergi kepada Bapa, sementara Roh Kudus akan turun (ayat 7, 9). Jadi, penyertaan Tuhan tetap berlaku. Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai Penolong adalah Parakletos. Secara harfiah berarti pribadi yang mendampingi atau memberi pembelaan. Itulah Pribadi yang dijanjikan Tuhan Yesus untuk menolong para murid. Banyak hal yang belum betul-betul mereka pahami selama mengikut Yesus, namun Roh Kudus akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran (ayat 12-13). Dia akan menolong mereka memahami dan memberitakan ke seluruh dunia tentang dosa, kebenaran, dan penghakiman (ayat 8-11).

Kenaikan Yesus ke surga tidak membatalkan janji penyertaan- Nya. Roh Kudus, Pribadi yang diutus-Nya, berkenan tinggal dalam hati orang percaya, untuk menolong mereka mengingat, dan memahami pengajaran Yesus (ayat 14), serta memberitakannya. Sudahkah Anda percaya kepada Yesus dan menerima karunia Roh Kudus? Miliki dan bangunlah relasi akrab dengan-Nya. Biarlah Dia menuntun Anda ke dalam segala kebenaran. –YBP

ROH KUDUS DALAM DIRI ORANG PERCAYA

MENERUSKAN PELAYANAN KRISTUS DI DUNIA.

Dikutip : www.sabda.org

BERSYUKUR LAGI

Senin, 6 Februari 2012

Bacaan : Mazmur 42

42:1. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

42:2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

42:3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”

42:4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.

42:5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

42:6. (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.

42:7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.

42:8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

42:9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: “Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”

42:10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: “Di mana Allahmu?”

42:11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

BERSYUKUR LAGI

Dalam berbagai bencana yang menimpa negeri ini-tsunami, gunung meletus, angin puting beliung, tanah longsor, banjir, kapal tenggelam, kecelakaan pesawat terbang, dan sebagainya kita kerap menjumpai berbagai kisah mengharukan dari mereka yang tertimpa bencana. Kisah tentang orang-orang yang dapat terus bertahan di tengah situasi yang berat dan tidak mengenakkan, orang-orang yang mengucap syukur sebab lolos dari maut. Bagi mereka, selalu ada alasan untuk bersyukur.

Mazmur 42 memberikan gambaran mengenai keresahan umat Tuhan ketika dibuang di negeri asing. Bukan situasi yang mudah. Selama tujuh puluh tahun mereka tidak lagi bi sa beribadah di Bait Allah. Nostalgia masa lalu membuat hati tambah pedih (ayat 5, 7). Sangat rindu rasanya un tuk bi sa kembali beribadah di Yerusalem bagai rusa merindu kan air (ayat 2). Bahkan terlontar seruan seolah-olah Tuhan melu pa kan umat-Nya (ayat 10). Akan tetapi, pemazmur tidak mau terbenam dalam kenangan masa lalu. Ia mengarahkan diri menatap ke depan; berharap kepada Allah (ayat 6, 12). Ia memiliki keyakinan yang jelas bahwa dalam keadaan yang berat sekali pun, Tuhan tengah berkarya. Sehingga, ia tetap dapat berkata, ” … aku akan bersyukur lagi kepada-Nya”-Pribadi yang ia kenal sebagai Penolong dan Allah.

Ada masa-masa di mana kesadaran kita akan kehadiran-Nya yang memberi pertolongan mengendur oleh karena larut dalam persoalan, kekalutan, maupun situasi tak menentu. Dalam keadaan seperti itu, mintalah pertolongan-Nya, supaya kita selalu dapat melihat dan mensyukuri apa yang ada. Sebab, di dalam hadirat-Nya, selalu ada alasan untuk bersyukur. –JTI

Kasih dan pemeliharaan Allah tak pernah luntur

Maka, di mana pun dan kapan pun teruslah naikkan syukur

Dikutip : www.sabda.org


BERDIAM DIRI

Selasa, 8 November 2011

Bacaan : Mazmur 46:1-12 

46:1. Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian. (46-2) Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

46:2 (46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

46:3 (46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

46:4 (46-5) Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

46:5 (46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

46:6. (46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

46:7 (46-8) TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

46:8 (46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,

46:9 (46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

46:10 (46-11) “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

46:11 (46-12) TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

BERDIAM DIRI

Henry Weiss yang telah mengubah namanya menjadi Houdini, adalah ahli meloloskan diri dari berbagai perangkap: tali, pintu sel, borgol, dan sebagainya. Namun, suatu kali saat berada di penjara kecil bernama British Isles, ia kesulitan mengutak-ngatik kunci sel tersebut. Biasanya, dalam tiga puluh detik ia dapat membuka kunci sel, tetapi kali ini tidak. Ia pun lelah, frustrasi, dan putus asa. Maka, ia tak lagi berbuat apa-apa. Ia terdiam, lalu menyandarkan diri ke pintu. Anehnya, pintu itu segera terbuka sebab ternyata tidak terkunci! Ketika berdiam diri, ia justru menemukan penyelesaian masalahnya.

Ini mungkin peristiwa langka. Namun, ia mengingatkan kita bahwa dalam hidup yang penuh masalah ini, kita perlu punya waktu-waktu khusus untuk berdiam diri khususnya di kaki Tuhan. Berdiam diri membuat pikiran kita tenang, emosi kita terkendali, dan kita mendapat hikmat Tuhan untuk mengatasi masalah. Sayangnya, kerap kali kita tidak berdiam diri di kaki Tuhan saat masalah datang. Kita malah memikirkan sendiri masalah yang sedang kita hadapi, dan sibuk mencari cara untuk mengatasinya. Hasilnya, kita frustrasi dan putus asa.

Jadi, mengapa kita tidak mencoba menyerahkan semuanya kepada Tuhan? Ketika melakukannya, pemazmur mengalami bagaimana Tuhan bertindak. Dan, ia bersaksi bahwa Allah itu “tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (ayat 2). Jalan keluar serta jawabannya barangkali di luar dugaan kita, bahkan sangat berbeda dengan cara-cara yang sudah kita bayangkan. Jika Dia terbukti dapat selalu menolong, mengapa kita menunda untuk duduk diam di kaki-Nya? –PK

TUHAN TAK PERNAH KEKURANGAN CARA UNTUK MENOLONG KITA

JADI MENGAPA KITA TIDAK MENGANDALKAN DIA?

Dikutip : www.sabda.org

TUGAS DAN PANGGILAN SUAMI

Rabu, 19 Oktober 2011

Bacaan : Kejadian 12:10-20 

12:10. Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.

12:11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.

12:12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.

12:13 Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”

12:14. Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,

12:15 dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.

12:16 Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

12:17 Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.

12:18 Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?

12:19 Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”

12:20 Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.

TUGAS DAN PANGGILAN SUAMI

Hawa tidak dicipta dari tulang kaki, supaya istri tak menjadi budak suami. Hawa tidak dicipta dari batok kepala, supaya istri tunduk dan tidak menguasai suami (Efesus 5:22-23). Hawa dicipta dari tulang rusuk, agar istri menjadi penolong, bahkan pelindung hati suami. Namun secara seimbang, seorang istri sangat membutuhkan kasih sayang dan perlindungan suami, yang menjaganya agar tidak direbut darinya. Dan, seorang suami akan melindungi dan membela istrinya mati-matian, hanya jika ia menyadari bahwa sang istri adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Ketika bahaya kelaparan mengancam hidup keluarganya, Abram memboyong keluarganya ke Mesir. Namun betapa mengejutkan sikap Abram, suami Sarai. Ketika bahaya mengancam, ia malah berlindung di balik Sarai. Ia meminta Sarai tidak mengaku sebagai istri, tetapi sebagai adik Abram walau memang benar Sarai bukan hanya istri Abram, tetapi juga saudara sepupunya. Ia meminta demikian karena takut. Sarai itu sangat cantik. Apabila Firaun tertarik melihatnya dan hendak mengambilnya sebagai selir, maka Abram bisa dibunuh.

Sehebat, sekaya, dan sepopuler apa pun suami, yang terpenting dan diharapkan istri adalah ia bisa melindungi diri dan seluruh keluarganya. Sebab itu, ia tidak boleh hanya mengandalkan kemampuannya sendiri. Jika demikian, maka orang sehebat Abram yang diberi gelar bapa orang beriman pun bisa melarikan diri dari tugas dan panggilannya sebagai kepala keluarga. Sebab, kekuatan sejatinya bukan pada dirinya sendiri, melainkan dalam persekutuannya yang akrab dengan Tuhan, yakni iman. Anda memilikinya? –SST

SEORANG SUAMI MESTI HEBAT TAK HANYA DI TEMPAT PUBLIK

TETAPI JUSTRU TERUTAMA MENJADI HEBAT BAGI ANAK DAN ISTRI

Dikutip : www.sabda.org


MITOS SEORANG PRIA

Selasa, 7 September 2010

Bacaan : Kejadian 2:18-25

2:18. TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

2:21. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

2:23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

MITOS SEORANG PRIA

Pandangan orang secara umum terhadap pria adalah bahwa pria jauh lebih kuat dibanding wanita. Secara fisik bisa jadi begitu, walaupun tidak seratus persen benar. Saya pernah menjumpai wanita-wanita “perkasa” yang mampu mengangkat beban berat naik turun gunung dan masuk keluar desa tanpa alas kaki demi mencari penghasilan tambahan.

Firman Tuhan hari ini membukakan mata kita bahwa pandangan pria itu makhluk yang lebih kuat tidak selamanya benar-bahkan bisa jadi hanya sebuah mitos. Buktinya, tatkala Tuhan menciptakan seorang pria, Allah mengatakan bahwa tidak baik kalau pria seorang diri saja. Pria butuh seorang penolong, yaitu wanita. Ternyata Alkitab mencatat dengan jelas bahwa Allah menciptakan seorang pria bukan sebagai makhluk super yang bisa segalanya. Pria pun memiliki kelemahan, sehingga ia membutuhkan seorang penolong yang bernama wanita. Itu sudah ditetapkan oleh Allah sejak zaman penciptaan. Ini sebetulnya mempertegas apa yang ditulis dalam Kejadian 1: 27-28, bahwa pria dan wanita sama-sama diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Artinya di mata Allah, pria dan wanita memiliki kedudukan yang sejajar, hanya memang perannya saja yang berbeda.

Pandangan bahwa wanita lebih rendah dan pria lebih tinggi, seharusnya kita tinggalkan. Kita harus memandang baik pria maupun wanita sebagai makhluk ciptaan Allah yang sama-sama bernilai. Itu sebabnya pria dan wanita seharusnya bisa hidup berdampingan dan saling melengkapi. Tak ada pandangan meremehkan atau sikap merendahkan, melainkan keinginan untuk selalu saling menopang –RY

DI MATA ALLAH

PRIA DAN WANITA MEMILIKI NILAI YANG SAMA

Sumber : www.sabda.org

BEDA BUAHNYA

Sabtu, 7 Agustus 2010

Bacaan : Yohanes 14:15-31

14:15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”

14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.

14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

BEDA BUAHNYA

Dua orang mahasiswa lulus dari Chicago-Kent College of Law. Peringkat tertinggi diraih mahasiswa buta bernama Overton. Saat ia menerima penghargaan, ia bersikeras, separuhnya harus diberikan kepada kawannya, Kaspryzak, yang ternyata tidak berlengan. Suatu hari mereka bertemu, dan Kaspryzak menolong Overton menuruni tangga. Sejak itu persahabatan mereka kian karib, dan mereka saling melengkapi kekurangan masing-masing. Misalnya, Overton membawa buku dan Kaspryzak membacanya. Begitu lulus, mereka berencana membuka lembaga hukum bersama-sama.

Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Penolong. Dalam kondisi kita, kitalah yang sepenuhnya lemah dan memerlukan bantuan. Sebaliknya, Dia Allah Yang Mahakuasa, tetapi memilih untuk berkarya melalui kita-bejana tanah liat yang mudah retak. Agar kita dapat menjalankan pelayanan dan pekerjaan rohani, Dia memperlengkapi kita dengan karunia-karunia rohani-Nya.

Setiap orang dikaruniai bakat dan talenta tertentu, tetapi hanya orang-orang percaya yang diperlengkapi dengan karunia rohani. Karunia rohani mengangkat kita ke dalam dimensi yang lebih tinggi-memampukan kita menghasilkan buah-buah rohani yang kekal. Billy Graham, misalnya. Banyak orang yang fasih berbicara seperti atau malah mengungguli dirinya. Namun, berapa banyak pembicara yang menyaksikan orang datang kepada Tuhan dan bertobat setelah menyimak ceramah mereka?

Anda mendambakan buah-buah rohani yang kekal dalam keseharian hidup Anda? Andalkan pertolongan Roh Kudus dalam pelayanan, pekerjaan, dan keluarga Anda! –ARS

KARUNIA ROHANI MEMAMPUKAN KITA

MENJALANKAN PELAYANAN

UNTUK MENGHASILKAN BUAH ROHANI

Sumber : www.sabda.org