TEORI ATAU PRAKTIK?

Senin, 18 April 2011

Bacaan : Yakobus 1:19-27

19Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

20sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

21Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

22Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

23Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

24Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

25Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

26Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

27Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

TEORI ATAU PRAKTIK?

Sebuah humor menceritakan tentang seseorang yang ke surga. Di sana ia melihat sebuah rak berisi benda-benda yang tampak aneh. “Apa itu?” tanyanya kepada malaikat. Jawab malaikat, “Itu telinga dari orang-orang yang ketika hidup di dunia mendengarkan hal-hal yang harus mereka lakukan, tetapi tidak melakukannya. Jadi waktu meninggal, telinga mereka saja yang masuk ke surga sementara bagian tubuh yang lain tidak.” Lalu ada rak yang lain, dan malaikat menjelaskan, “Ini lidah orang-orang yang ketika hidup di dunia memberi tahu orang lain untuk berbuat baik dan hidup baik, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Maka ketika meninggal, lidah-lidah mereka saja yang masuk ke surga dan bagian tubuh yang lain tidak.”

Humor ini mengingatkan kita untuk berhenti menjadi orang kristiani yang hanya suka mendengarkan khotbah atau seminar yang berbobot, tetapi tak pernah melakukan firman Tuhanyang didengar. Berhenti menjadi orang kristiani yang fasih berbicara tentang hal rohani, tetapi tak ada tindakan nyata. Berhenti menjadi orang kristiani yang pandai berteori, tetapi tak pernah mempraktikkannya.

Ada orang kristiani yang bangga dengan pengetahuannya tentang Allah dan hal-hal rohani. Namun, jika tidak dibarengi perbuatan nyata, semuanya sia-sia. Sebab, di surga nanti kita tidak akan ditanya sejauh mana kita memahami Alkitab atau sejauh mana pengetahuan kita tentang kekristenan. Kita tidak sekadar mempertanggungjawabkan apa yang kita ketahui, tetapi apa yang kita perbuat. Tuhan menuntut buah-buah yang nyata yang bisa dirasakan, dinikmati, dan memberkati orang lain –PK

SERIBU PERKATAAN DAN PENGETAHUAN TIDAK BERARTI

TANPA ADA SATU TINDAKAN YANG NYATA

Dikutip dari : www.sabda.org

Iklan

Hanya Perkataan

Rabu, 21 Januari 2009

Bacaan : Matius 25:35-46

25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

 

25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

 

25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

 

25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

 

25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

 

25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

 

25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

 

25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

 

25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

 

25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

 

25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

 

Hanya Perkataan

speaker-1

Suatu hari, seorang pendeta dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk dan tak berdaya untuk membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini:

Saya kelaparan …

dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya

Saya terpenjara …

dan Anda menyelinap ke kapel untuk berdoa bagi kebebasan saya

Saya telanjang …

dan Anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya

Saya sakit …

dan Anda berlutut menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan Anda

Saya tidak punya tempat berteduh …

dan Anda berkhotbah tentang Allah sebagai tempat perteduhan abadi

Saya kesepian …

dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah

tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan …

Puisi ini barangkali membuat wajah kita merah. Bukan karena marah pada sang pendeta, melainkan karena kita sendiri mungkin tak jauh beda dengan pendeta tersebut. Ya, dalam memberi bantuan, kita kerap lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis. Namun, tak ada satu pun tindakan nyata yang kita lakukan. Jika demikian, ingatlah bahwa kita mesti mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan (1 Yohanes 3:8) -PK

SERIBU KATA MUTIARA TIDAK AKAN PERNAH ADA ARTINYAADA SATU SAJA PERBUATAN NYATA

JIKA TIDAK

Sumber : http://www.sabda.org