SYAFAAT ABRAHAM

Senin, 20 Agustus 2012

Bacaan : Kejadian 17:15-22

17:15. Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.

17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”

17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”

17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”

17:22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.

SYAFAAT ABRAHAM

Teka-teki buat Anda: Berapakah anak Abraham? Satu? Dua? Jawabannya: delapan! Ya, anak Abraham secara jasmani ada delapan (1 Tawarikh 1:28- 32). Namun, hanya dua yang disebut langsung sebagai keturunan Abraham, yaitu Ishak dan Ismael. Sisanya disebut sebagai keturunan Ketura, gundik Abraham. Menarik, ya? Kepada dua anak ini Allah menjanjikan berkat yang tidak diberikan kepada saudara-saudara mereka yang lain.

Allah berjanji melalui keturunan Abraham, semua bangsa di bumi akan diberkati (12:3, 26:4). Dalam terang Perjanjian Baru, ini adalah janji tentang Mesias yang akan datang! Rencana Allah sangat jelas untuk menggenapinya melalui keturunan Ishak, anaknya dari Sara. Dua kali Allah menekankan hal ini (ayat 19 dan 21) menunjukkan bahwa rencana-Nya tak dapat diganggu-gugat! Sunat yang diterima Ismael bersama semua hamba laki-laki di rumah Abraham hari itu menunjukkan bahwa mereka juga menaruh pengharapan pada janji Allah. Kelak, mereka pun akan menjadi penerima berkat dari Sang Juru Selamat yang akan datang!

Allah juga secara khusus memberkati Ismael. Keturunannya akan sangat banyak (ayat 20). Kaum muslim berpendapat mereka adalah keturunan Ismael melalui Qaydar (Kedar) dan Nabit (Nebayot). Dan benar bahwa hari ini jumlah mereka sangat banyak! Janji Allah sedang digenapi! Bagaimana awalnya hingga Ismael diberkati? Abraham telah bersyafaat bagi anak ini (ayat 18). Ia mengasihinya dan tak ingin Ismael kehilangan berkat Allah. Adakah hari ini kita juga mengasihi dan mau bersyafaat bagi keturunan Ismael, agar berkat dari Sang Juru Selamat dapat sampai kepada mereka? –JOE

JANJI ALLAH SELALU DITEPATI.

KITA AKAN MELIHAT KAUM ISMAEL DIBERKATI.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

SUNAT HATI

Minggu, 5 Agustus 2012

Bacaan : Ulangan 10:12-22

10:12. “Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

10:13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.

10:14 Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya;

10:15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini.

10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.

10:17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;

10:18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.

10:19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

10:20 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.

10:21 Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri.

10:22 Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit.”

 

SUNAT HATI

Sunat, atau pemotongan kulit khatan pada lelaki, biasanya diidentikkan dengan bangsa Yahudi atau umat muslim. Namun, penelitian mencatat bahwa praktik sunat ternyata dijumpai di antara berbagai bangsa dan sudah ada di Indonesia jauh sebelum pengaruh Islam masuk. Dalam budaya Jawa, ritual sunat dihayati sebagai upaya untuk memurnikan diri dan menghilangkan sukerto, yaitu hambatan, kotoran, atau kesialan manusia yang dibawa sejak lahir. Memang dari aspek medis, kulit khatan bisa menjadi tempat persembunyian kotoran, sehingga ketika dihilangkan, sejumlah risiko penyakit bisa dihindari.

Di Alkitab, sunat pertama kali disebutkan sebagai tanda perjanjian Tuhan dengan Abraham (Kejadian 17). Tak heran, sunat lahiriah ini seringkali dibanggakan orang Yahudi untuk menunjukkan status mereka sebagai umat pilihan Allah. Namun, ada sunat lain yang berulang kali disebutkan dalam Alkitab yang lebih penting dari tanda lahiriah: sunat hati. Ini berarti menyingkirkan kulit khatan hati (Yeremia 4:4), atau hal-hal yang membuat seseorang tidak hidup takut akan Tuhan, tidak hidup mengasihi Dia dan beribadah kepada-Nya (ayat 12-13). Sunat hati berarti mengakui dan menaati Tuhan, menyatakan betapa Tuhan itu kuat dan dahsyat, adil dan kasih, layak disembah oleh semua orang (ayat 17-19).

Secara lahiriah, mungkin kita menunjukkan berbagai indikasi sebagai pengikut Kristus. Pergi ke gereja, membaca Alkitab, rajin berbuat baik. Namun, jika hati kita masih menikmati dosa, diliputi ketakutan, kebimbangan, egoisme, kepentingan diri sendiri, kita harus meminta Roh Kudus menyelidiki hati kita, adakah kita sudah bersunat hati seperti yang Tuhan inginkan? –ITA

ENTAH KITA BERSUNAT SECARA LAHIRIAH ATAU TIDAK,

TUHAN MENGHENDAKI KITA BERSUNAT HATI.

Dikutip : www.sabda.org

ALLAH YANG PEKA

Minggu, 4 September 2011

Bacaan : Keluaran 2:23-25 

2:23. Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.

2:24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

2:25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

ALLAH YANG PEKA

Apakah Tuhan ada? Andaikata Dia ada, mengapa Dia diam saja tatkala banyak bencana terjadi? Mengapa hidup manusia harus penuh dengan berbagai kemalangan? Mengapa kesulitan tidak pernah hengkang dari hidup ini? Demikianlah beberapa pertanyaan mendasar yang dapat muncul di hati orang yang hidupnya tengah dirundung berbagai kesusahan. Lalu, bagaimana menjelaskan hal ini kepadanya?

Dalam kitab Keluaran, kita mendapati kisah tentang Tuhan yang ternyata mau berurusan dengan persoalan manusia. Di sini setidaknya ada empat kata kerja aktif yang ditujukan kepada Tuhan: mendengar, mengingat, melihat, memperhatikan (ayat 24, 25). Tuhan rupanya adalah Allah yang personal, yang melibatkan diri secara pribadi. Dia empatik (turut merasakan) dan partisipatif (turut ambil bagian). Kita patut menaikkan syukur karena boleh mengalami kehangatan pribadi Tuhan kita yang nyatanya begitu peka. Segala urusan manusia di bumi ini, ternyata juga menjadi minat dan perhatian dari Tuhan yang bersemayam di surga.

Apakah kita sedang tidak merasakan kehadiran Tuhan? Jangan-jangan itu terjadi karena kita kurang peka akan kehadiran-Nya yang nyata di depan mata. Apabila demikian yang kita alami, cobalah lakukan hal berikut di tengah kepedihan: arahkan segala sedu sedan kita hanya kepada Dia; dengan memanjatkan doa yang mengantar kita ke pelukan-Nya; dengan membaca firman Tuhan hingga kita tahu apa yang Dia maksudkan dalam setiap peristiwa; dengan menyanyikan puji-pujian. Semuanya akan menghangatkan hati kita sehingga dapat merasakan kehadiran-Nya –DKL

TUHAN YANG BERTAKHTA DI SURGA SUCI

SESUNGGUHNYA ADALAH TUHAN YANG MEMBUMI

Dikutip : www.sabda.org

Doa Puasa Raya Hari Ke-29 Selasa, 23 Agustus 2011

Prinsip Abraham diberkati adalah :

Up flow, In flow, Flow in (still), Flow out

Abraham adalah orang yang berhasil.

Apa yang diterima dari Tuhan:

1. Abraham menerima Kemurahan Tuhan.

2. Abraham menerima Perjanjian dengan Tuhan.

3. Abraham menerima kesetiaan Tuhan.

4. Abraham menerima Kuasa Tuhan.

Iman Abraham – Iman yang Luar Biasa

Ibrani 11 : 8 – 19

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

KUASA KESEMBUHAN & KEBENARAN

LUKAS 5 : 24

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa

mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–: “Kepadamu

Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke

rumahmu!”

Ada seorang lumpuh yang disembuhkan, tidak mempunyai pengharapan.

Kita lihat bagaimana Tuhan menyembuhkan. Titik dimana orang lumpuh ini

bisa disembuhkan. Dan Tuhan katakan “hai saudara dosamu telah diampuni”.

Lalu orang-orang yang berteologia tinggi berpikir bahwa Yesus menghujat

Allah. Tapi Tuhan Yesus mengerti pikirannya, dengan menanyakan: mana

yang lebih mudah mengatakan bangkit berjalan atau dosamu diampuni. Supaya mereka mengetahui bahwa Anak Manusia – Yesus juga berhak mengampuni dan berkata bangkit dan berjalan (bahkan untuk mengadakan penyembuhan

ilahi).

Pengampunan dosa sangat berkaitan dengan pemulihan kita. Dengan

berbagai kelakuan yang tidak sesuai kehendak Tuhan, maka sangat perlu kita

menerima pengampunan dosa dari Tuhan untuk juga menerima kesembuhan-kesembuhanNYA yang ajaib.

KEBENARAN I : Pengampunan DOSA !

Efesus 1 : 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh

penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Kebenaran pertama untuk menerima kesembuhan adalah pengampunan

dosa. Dosa seringkali melahirkan berbagai macam masalah dan sakit.

Walaupun banyak orang menyangkal ketika ia dalam keadaan sakit “merasa”

tidak berbuat dosa apapun. Tetapi sekarang kita mengerti bahwa betapa

pentingnya pengampunan dosa bagi kita semua, baik yang sehat atau dalam

keadaan sakit.

– Diampuni dosanya dan tidak lagi berbuat dosa (Yohanes 8 : 7 -11)

– Melangkah dengan iman : dosa diampuni + kesembuhan (Lukas 5:21- 25)

– Mengucap syukur akan kesembuhan yang dialami (Lukas 17:12-19)

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan


Doa Puasa Raya Hari Ke-28 Senin, 22 Agustus 2011

Kita mengejar hadirat Tuhan.

Tuhan tidak menghapus hukum Taurat tapi menggenapinya.

APAKAH HUKUM TUHAN ITU ?

10 HUKUM TUHAN

1. KeLUARAN 20 : 3

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

• Roh Kudus ada dalam hidup kita, sebab itu jangan ada illah lain dalam hidupmu, artinya : Di Gereja = Tuhan Yesus; di tempat lain = percaya allah-allah lain; mistik, takhayul, ramalan, hongshui, dll.

• Roh Kudus itu memenuhi hidupmu, jangan dicampur supaya Ia tetap

berkenan.

2. KeLUARAN 20 : 4

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di

bawah bumi.

– Menjaga tidak menyembah yang bukan Tuhan. Misal : Patung pahatan,

tempat keramat, pohon beringin, keris, dewa-dewa palsu, dll. Sebab kita harus sadar mereka bukan Tuhan, tapi hanya buatan manusia yang di dalamnya adalah roh jahat (iblis).

3. KeLUARAN 20 : 7

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

• Jangan sebut nama Tuhan dengan sia-sia.

• Dalam hidup sehari-hari, kita janganlah juga isi ucapan dengan makian, keluhan; tetapi tetap “fokus” pada nama Tuhan Yesus yang berkuasa.

• Muliakan Nama Tuhan.

4. KeLUARAN 20 : 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

– MILIKI WAKTU SAAT TEDUH = SABAT dengan Tuhan !

– Buatlah/ rencanakanlah waktu untuk Tuhan, saat-saat kita menghormati dan menghargai Tuhan. 

– Lebih-lebih saat IBADAH RAYA, jangan suka terlambat datang atau

main-main saat ibadah, tidak konsentrasi memuji, menyembah dan mendengar firman Tuhan.

5. KeLUARAN 20 : 12

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang

diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

6. KeLUARAN 20 : 13 Jangan membunuh.

7. KeLUARAN 20 : 14 Jangan berzinah.

8. KeLUARAN 20 : 15 Jangan mencuri.

9. KeLUARAN 20 : 16

Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

10. KeLUARAN 20 : 17

Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau

hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya,

atau apapun yang dipunyai sesamamu.”

10 Hukum Taurat tidak berat bila kita melakukan dengan iman. Jangan biarkan kemurahan Tuhan dilecehkan. Dan Tuhan tidak akan mencobai lebih dari kekuatan kita, dan Tuhan akan menopang kita.

Selama kita berjuang dengan iman, harap dan kasih kita akan menang.

Musuh yang paling utama adalah diri kita sendiri. Tuhan telah menolong kita.

Jika kita hidup kudus maka kita akan diberkati secara luar biasa. Kita sudah suci oleh karena Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita. Kita berjuang terus. Jangan pernah putus asa, bangkit lagi. Kita akan dibangkitkan oleh Yesus.

Jangan kalah dengan dosa.

PRINSIP KEHIDUPAN ABRAHAM YANG BERHASIL

KEJADIAN 12 : 1 – 2

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan

dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang

besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur;

dan engkau akan menjadi berkat.

Abraham adalah orang yang berhasil. Dia adalah Bapa dari orang

beriman. Kita sebagai anak-anaknya berhak menerima janji-janjiNya. Abraham disebut sebagai Bapa orang beriman, berkatnya berlimpah, keturunannya banyak, bahkan masuk sorga.

Abraham dibenarkan oleh Allah, berkali-kali (Roma 4:1-8;16-25). Apa

yang diberikan Allah pada Abraham dan respon dari apa yang diberikan Allah adalah menimbulkan iman. Kita ingin supaya apa yang diterima oleh Abraham, kita juga bisa menerimanya juga. Allah menyediakan beberapa hal, dan Abraham merespon, dan ini membuahkan iman. Apa saja?

Isi understanding daripada iman Abraham. Orang yang berhasil adalah Abraham. Targetnya supaya apa yang dimiliki oleh Abraham kita bisa

memilikinya.

Apa yang diterima oleh Abraham, apa yang disediakan Allah untuk

Abraham:

1. Abraham menerima kemurahan (Roma 4:3, Yohanes 3:16).

2. Abraham menerima Perjanjian dengan Allah (Roma 4:18-19)

3. Abraham menerima kesetiaanNya (Roma 4:20)

• Sehingga Abraham disebut sebagai sahabat Tuhan.

• Tuhan itu setia. Tidak pernah meninggalkan kita, Abraham mengalami berbagai proses Tuhan, Abraham tetap setia

4. Menerima kuasa Allah (Roma 4:21)

Kesimpulan:

Galatia 3:29

“…….jika kamu milik Kristus, kamu adalah keturunan Abraham”

Prinsip Abraham diberkati adalah : 



MASALAHNYA ADALAH DOSA

Selasa, 16 Maret 2010

Bacaan : Nehemia 1

1:1. Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,

1:2 datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.

1:3 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.”

1:4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

1:5. kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,

1:6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

1:7 Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.

1:8 Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa.

1:9 Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.

1:10 Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?

1:11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Ketika itu aku ini juru minuman raja.

MASALAHNYA ADALAH DOSA

Seberapa besar kemampuan manusia dalam menyelesaikan masalah? Manusia memang memiliki kepintaran, sehingga sanggup menyelesaikan banyak permasalahan yang ada di dunia. Buktinya adalah kemajuan teknologi. Teknologi muncul karena ada masalah yang dihadapi manusia. Namun, jika kita bertanya seberapa besar kemampuan manusia dalam menyelesaikan dosa, jawabannya adalah tidak ada. Hanya Tuhan yang sanggup menyelesaikan dosa manusia.

Nehemia sangat menyadari hal tersebut ketika ia harus menyelesaikan permasalahan bangsanya. Nehemia tahu bahwa bangsanya bukan hanya memiliki masalah secara politis, melainkan dosalah yang menjadi akar persoalan dari kehidupan bangsanya tersebut. Oleh sebab itu, hal pertama yang dilakukannya adalah datang kepada Tuhan dan berdoa. Ia mengakui bahwa dirinya serta bangsanya telah berbuat dosa, mengakibatkan mereka dibuang ke Babel. Ia lalu memohon pengampunan dosa. Nehemia sadar bahwa yang sanggup memulihkan kondisi bangsanya adalah Allah sendiri. Ia memohon agar Tuhan mengampuni dan memulihkan Yerusalem.

Berbagai masalah dalam hidup kita tak jarang berakar pada dosa. Jangan hanya berfokus pada masalah itu sendiri, lihatlah lebih dalam kepada dosa yang menyebabkannya. Sebelum kita “membereskan” masalah kita, baiklah terlebih dahulu kita membereskan dosa kita di hadapan Tuhan. Bertobatlah, dan mintalah ampun kepada-Nya. Pemulihan relasi dengan Tuhan ini dapat menjadi dasar dan sumber kekuatan bagi kita untuk menghadapi masalah yang ada-RY

REKONSILIASI DENGAN TUHAN

ADALAH DASAR HIDUP YANG KOKOH

Sumber : http://www.sabda.org

BERJALAN DALAM PERJANJIAN ALLAH

PESAN GEMBALA

31 MEI 2009

Edisi 76 Tahun 2

 

BERJALAN DALAM PERJANJIAN ALLAH

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, firman Allah dalam Ulangan 8:18 mengatakan demikian “Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan KEKUATAN untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan adalah demi peneguhan perjanjian-Nya. Allah telah membuat perjanjian dengan nenek moyang orang Israel (Abraham). Dan, untuk meneguhkannya ia memberikan kekuatan kepada setiap orang Israel untuk memperoleh kekayaan / berkat. Ada beberapa hal yang senantiasa membuat kita bisa memperoleh berkat atau janji dari Tuhan, yaitu:

 

  1. ALLAH INGIN MEM BERKATI KITA

Dia sangat ingin membuat anak-anak-Nya bersukacita dan berbahagia. Dengan penuh kasih Dia ingin merasakan kasih-Nya, seperti orang tua ketika memberikan hadiah ulang tahun kepada anaknya dan ingin melihat anak-anaknya membuka hadiah-hadiah dengan sukacita.

 

  1. PERJUMPAAN DENGAN ALLAH ADALAH HAL YANG TERINDAH

Allah senantiasa melakukan hal yang terbaik bagi kita dengan menyediakan diriNya untuk dapat dinikmati oleh anak-anak-Nya, dan Allah mengusahakan supaya kita berusaha menjumpai-Nya dengan lebih banyak waktu dan tenaga daripada yang kita gunakan untuk mencari hal-hal yang lain.

 

  1. ROH KUDUS MEMAMPUKAN KEINGINAN KITA UNTUK DEKAT DENGAN TUHAN

Roh Kudus sebagai Roh Penolong senantiasa memberikan anugerah-Nya kepada kita semua.

 

Mari kita melihat bagaimana Allah dengan setia menggenapi janji-Nya. Dalam Kejadian 12:1-2 dapat kita pelajari bahwa ketika Abraham membuat perjanjian dengan Allah, Allah berjanji bahwa Ia akan memberkati Abraham, tetapi apa yang terjadi setelah Abraham keluar dari negeri bapa leluhurnya? Ketika tiba di Mesir, di sana dan negeri sekitarnya justru ada kelaparan yang hebat (Kejadian 12:9-10). Tetapi, apakah yang terjadi setelah itu? Abraham justru menjadi sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

 

Kita juga melihat apa yang terjadi dengan Ishak. Allah mengingatkan kepada Ishak supaya ia juga berjalan di dalam perjanjian berkat yang dibuat Allah dengan ayahnya. Ketika Ishak tahu  bahwa Allah ingin memberkati dan ia berusaha untuk berjumpa dengan DIA, maka ia menuai 100 kali lipat di tengah-tengah masa kelaparan, Ishak ber tambah kaya, bahkan sangat kaya sampai orang Filistin menjadi cemburu, sehingga mereka menutup sumur-sumur Ishak. Maka Ishak membuat kemah dan menggali sumur baru. Setiap kali ia menggali sumur, ia merasakan campur tangan Allah sebab Tuhan memberkatinya dengan mata air yang baru. Betapa besar penyertaan Tuhan kepada umat-Nya.

 

Kita juga melihat apa yang dilakukan Allah terhadap Yakub, seperti kepada Abraham dan Ishak Allah juga memberkati Yakub di tengah-tengah msa kelaparan yang hebat. Yaitu dengan cara Allah memakai Yusuf untuk memberkati keluarganya, suatu cara atau skenario Allah yang luar biasa, bahkan bangsa Mesir pun diselamatkan dari kelaparan karena terimbas pengaruh penyertaan Tuhan atas umat pilihan-Nya. Allah senantiasa mengganpai perjanjian berkat-Nya kepada setiap orang-orang benar. Perjanjian Allah adalah kekal dan tidak berubah. Di dalam Yesus Kristus tidak akan berubah, itulah sebabnya sejak Kristus membuat perjanjian dengan Allah, perjanjian tersebut tidak akan berubah selama-lamanya. Jadi, barangsiapa di dalam Kristus, ia telah berada di dalam perjanjian baru. Sebagai ciptaan baru, sekarang tidak ada lagi penghukuman karena pelanggaran Hukum Taurat, sebab semua akibat pelanggaran telah ditanggung oleh Kristus. Apa yang menjadi bagian kita? Sekarang kita tinggal menjalaninya dengan iman. Iman bahwa didalam Kristus, segala janji-janji Allah digenapi (2 Korintus 1:20) dan mentaati perintah Tuhan dengan iman, betapa indahnya kalau kit berjalan dengan ketaatan di dalam Kristus, maka Allah PASTI meneguhkan perjanjian-Nya dengan memberikan berkat-berkat-Nya.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien.

 

 

Gembala Sidang

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA