SEKOLAH PADANG GURUN

Senin, 13 Juni 2011

Bacaan : Keluaran 2:10-15; 3:1-4

2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

 

2:11. Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.

2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?”

2:14 Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.”

2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

 

SEKOLAH PADANG GURUN

Eric Wilson, seorang dosen, ingin hidup lebih bahagia. Berbagai cara dicobanya. Ia membaca berbagai buku, mencoba banyak tersenyum, mengucapkan kata-kata positif, dan menonton film komedi. Semuanya tidak menolong. Akhirnya, ia mengarang buku berjudul Against Happiness (Melawan Kebahagiaan). Menurutnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar atau dibuat. Ia akan muncul sendiri setelah kita berhasil menghadapi persoalan sulit, ketidakpuasan, bahkan penderitaan. Jadi, jalan untuk mencapai kebahagiaan ialah harus melalui kesulitan!

Musa menghabiskan masa mudanya di istana Firaun. Hidupnya nyaman, tetapi tidak bahagia. Suatu saat, datanglah jalan yang sulit. Setelah membunuh seorang Mesir, Musa ketakutan lalu melarikan diri ke padang gurun. Hidupnya berubah drastis. Dulu serbaada, kini serba tidak punya. Anak raja Mesir itu kini hanyalah seorang pendatang di gurun Midian. Namun, di padang gurun itu justru Musa belajar banyak tentang kesendirian; tentang kerasnya kehidupan gurun; tentang susahnya menghadapi orang sulit. Tanpa sadar, Tuhan menempatkan dan menempanya di sekolah padang gurun itu untuk mempersiapkannya menjadi pemimpin umat. Musa akhirnya berjumpa Tuhan dan menemukan kebahagiaan ketika menjalani panggilannya.

Kebahagiaan muncul ketika kita berjuang, lalu berhasil. Oleh sebab itu, jangan menggerutu jika Anda sedang ditempa oleh Tuhan dengan melewati “sekolah padang gurun”. Berjuanglah. Syukurilah tiap pengalaman hidup yang sulit. Belajarlah sesuatu dari sana dengan terus meyakini bahwa setelah “lulus” nanti, kebahagiaan menanti! –JTI

TANPA PERJUANGAN, TIDAK ADA KEBAHAGIAAN

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

KESEMPATAN GAGAL

Selasa, 19 April 2011

Bacaan : Kisah Para Rasul 15:36-40

36Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.”

37Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;

38tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

39Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

40Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan

KESEMPATAN GAGAL

Dalam bukunya Growing Kids God’s Way, Gary dan Anne Marie Ezzo mengatakan bahwa orangtua kerap tak memberi kebebasan kepada anak untuk mengalami kegagalan. Umumnya orang tua begitu suka akan kemenangan, hingga agak kehilangan perspektif dan tak bisa menghargai pelajaran yang dapat dipetik dari kegagalan. Maka anak lebih memperjuangkan bagaimana caranya ia tidak gagal dan mengecewakan orangtua, walau untuk itu ia kemudian takut pada tantangan.

Barnabas adalah sosok gembala yang memperhatikan orang-orang yang dibimbingnya. Suatu kali seorang muda bernama Markus menjadi murid bimbingnya. Sayang, Markus ini pernah gagal menjalankan tugasnya ia meninggalkan rombongan misi Paulus hingga mereka kekurangan orang di Pamfilia. Ini membuat Paulus kecewa (ayat 38). Tak heran, ketika Paulus hendak mengadakan perjalanan misi kembali, ia menolak permintaan Barnabas untuk mengajak Markus lagi. Namun Barnabas tetap memperjuangkan Markus hingga ia berpisah dengan Paulus (ayat 39). Oleh kegigihan Barnabas yang tidak menyerah membimbing pribadi yang pernah gagal, Markus menjadi pelayan Tuhan yang berharga.

Ketika orang-orang dekat kita keluarga, sahabat, rekan kerja mengalami kegagalan; gagal memenuhi harapan, gagal menepati janji, gagal mengambil keputusan yang benar, tak ada gunanya kita menunjukkan kekecewaan. Sebaliknya, yang perlu kita lakukan adalah menjadi pendukung yang tetap ada bagi mereka dan tak menyerah mendampingi. Tetap memberinya kesempatan dan kepercayaan baru. Tetap mendukungnya saat ia belajar tentang arti perjuangan, kerendahan hati, serta penyerahan diri kepada Tuhan –AW

SETIAP MOMEN KEGAGALAN SESUNGGUHNYA BISA MENJADI PINTU

UNTUK SESEORANG MEMASUKI BABAK KEDEWASAAN YANG BARU

Dikutip dari : www.sabda.org

HIDUP BENAR

Sabtu, 18 Desember 2010

Bacaan : Mazmur 20:1-10

(1) Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (20-2) Kiranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau!

(2) (20-3) Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokong-Nya engkau dari Sion.

(3) (20-4) Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu, dan disukai-Nya korban bakaranmu. Sela

(4) (20-5) Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.

(5) (20-6) Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

(6) (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

(7) (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

(8) (20-9) Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.

(9) (20-10) Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

HIDUP BENAR

Harold Kushner, seorang penulis ternama, pernah mengemukakan sebuah hukum yang berbunyi: “Anything that should be set right sooner or later will”, artinya: Apa pun yang dikerjakan dengan benar, cepat atau lambat akan terbukti benar”. Ketika saya mencoba menghayatinya dalam relasi saya dengan Tuhan, maka hukum ini dapat diungkap kembali sebagai berikut: tak ada yang dapat menghalangi Allah untuk mengerjakan kebaikan bagi mereka yang dikasihi-Nya.

Hidup dan perjuangan manusia memang bisa jadi penuh lika-liku dan sarat onak duri. Namun suatu saat, semuanya akan jelas dan bermakna. Semuanya akan mengarahkan mata orang beriman untuk melihat kebaikan Tuhan. Di ayat 7, Daud berefleksi demikian: “Sekarang aku tahu …”. Ini mengisyaratkan bahwa sebelumnya Daud pernah merasa tidak tahu, pernah bingung melihat “peta hidup” yang ia jalani. Namun, akhirnya ia tahu sesuatu dan memahami apa yang Tuhan kerjakan di hidupnya. Apakah itu? “Bahwa Tuhan memberikan kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya”. Itulah pengalaman iman Daud dalam lika-liku hidupnya-dari sebagai seorang gembala, menjadi seorang pejuang, dan akhirnya menjadi raja.

Apakah hidup Anda sedang mengalami kesukaran dan perjuangan yang berat? Saking beratnya, Anda tidak mengerti apa maksud Tuhan di balik semua peristiwa yang dialami. Jika demikian, jangan tawar hati dan putus asa. Tetapkan hati dan yakinlah pada janji Tuhan yang akan memberi kemenangan. Asal Anda hidup dengan benar. Melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Maka, hidup benar itu akan Tuhan ganjar –DKL

TUHAN HANYA MEMINTA KITA UNTUK HIDUP BENAR

MAKA DIA AKAN MENGUBAH MASALAH MENJADI JALAN KELUAR

Sumber : www.sabda.org