TERTIDUR

Senin, 21 Maret 2011

Bacaan : Lukas 22:39-46

39Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

40Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

41Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

42″Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

43Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

44Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

45Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

TERTIDUR

Belum lagi seminggu ibunya meninggal, suami Rina meninggal dalam kecelakaan lalu-lintas. Ini masa yang sangat berat bagi Rina. Setahun kemudian, ia menuliskan pengalamannya selama masa duka itu. “Aku merasa lelah. Setiap kali bangun tidur, aku merasa sedih. Lalu aku tidur lagi. Rasanya nyaman bisa melarikan diri sejenak dari kenyataan untuk memimpikan ibu dan suamiku. Begitulah kuhabiskan waktu beberapa minggu setelah kedukaan itu.”

Tidur adalah kebutuhan. Namun, bisa juga dipakai untuk melarikan diri dari kenyataan. Menjelang Yesus ditangkap, para murid tertidur karena dukacita. Mereka ingin lepas dari beban kesedihan, setelah Yesus berkata Dia akan menderita dan tidak lagi bersama mereka (ayat 14-17). Namun, tidur tidak menyelesaikan masalah. Sejenak kita terbuai mimpi, lalu bangun dengan masalah yang tetap ada. Terus tertidur berarti kehilangan kesempatan. Menunda waktu untuk bertindak. Maka, Yesus menyuruh murid-murid bangun dan berdoa. “Supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan, ” ujar-Nya. Para murid akan dicobai untuk menyangkal Yesus. Mereka butuh perlengkapan kuasa Allah. Ini hanya bisa didapat jika mereka bangun dan berdoa.

Ketika dihantam masalah berat, banyak orang membius diri dengan hiburan, obat-obatan, atau kesibukan agar bisa melupakan masalah. Yang lainnya pasif. Tidak berbuat apa-apa, sambil bermimpi masalah itu akan selesai sendiri. Ini sama dengan tidur! Tuhan siap menolong kita, tetapi kita harus bangun dan berdoa! Berjuanglah menghadapi setiap masalah, sambil memohon kuat kuasa-Nya. Ora et labora –JTI

KITA AKAN MENANG ATAS MASALAH APABILA TIDAK MENGHINDARINYA

MELAINKAN MENGHADAPINYA DENGAN USAHA DAN DOA

Sumber : www.sabda.org

Iklan