KASIH KARUNIA

Jumat, 7 September 2012

Bacaan : Roma 11:33-36

11:33. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?

11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

 

KASIH KARUNIA

Saat saya masih duduk di kelas 6 SD, saya memakai uang tabungan untuk membelikan ayah saya sebuah kado disaat beliau berulang tahun. Ayah tentu sangat senang menerimanya. Namun ketika Ayah melihat saya begitu berbangga hati karena telah membelikan sesuatu, sambil tersenyum beliau bertanya, “Dengan uang apa kamu membeli kado ini?” Saya pun menjawab, “Uang jajan.” Ayah bertanya lagi, “Siapa yang memberimu uang jajan?” Saya pun menjawab dengan tersipu, “Ayah.”

Kira-kira begitulah yang terjadi ketika kita melayani Tuhan. Tidak ada satu pun perbuatan baik kita yang dapat membuat Tuhan “berutang budi” kepada kita (ayat 35). Segala sesuatu yang kita miliki, baik itu talenta, uang, bahkan hidup kita, semuanya berasal dari Tuhan. Tuhan sendiri yang memampukan kita memakai semua itu bagi kemuliaan-Nya. Ayat-ayat yang kita baca adalah sebuah doksologi atau pujian yang menutup penjelasan Paulus tentang karya keselamatan yang begitu agung (pasal 1-11). Masalah pelik dosa telah diselesaikan oleh cara Allah yang tak terpikirkan dan tak terselami oleh manusia (ayat 33). Manusia tak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Jika manusia hidup dan memiliki ini itu, semua adalah kasih karunia semata.

Menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah kasih karunia Tuhan, bagaimanakah seharusnya kita mempergunakan apa yang telah Dia berikan itu? Talenta, waktu, kesehatan, uang, tempat tinggal, … segala sesuatu yang kita miliki. Dengan hati yang melimpah dengan ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan, mari kita memikirkan bagaimana mempergunakan semua itu untuk kemuliaan-Nya. –VTA

SEGALA SESUATU YANG DARI TUHAN

SUDAH SELAYAKNYA DIGUNAKAN UNTUK MEMULIAKAN-NYA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

CERMIN ALLAH

Minggu, 4 Maret 2012

Bacaan : 2 Korintus 3

3:1. Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?

3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

3:4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.

3:5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.

 

3:6. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

3:7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian

3:8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!

3:9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.

3:10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.

3:11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

 

3:12. Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,

3:13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.

3:14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.

3:15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

3:16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

 

CERMIN ALLAH

Mendengar “Just Do It” kita teringat pada sepatu olahraga Nike. Mendengar “Enak Dibaca dan Perlu” kita teringat pada majalah berita mingguan Tempo. Mendengar “Life Is Good” kita teringat pada produk eletronik LG. Kita mengenal produk-produk yang diiklankan, tetapi biasanya tidak tahu orang atau agen periklanan yang mencetuskan kalimat pengingat yang mewakili produk tersebut.

 

Seperti peran agen periklanan bagi produk iklannya, demikianlah kira-kira peran kita bagi Allah. Paulus menggambarkannya sebagai “mencerminkan kemuliaan Tuhan”. Dalam terjemahan lain, misalnya versi King James, dikatakan “memandang kemuliaan Tuhan seperti di dalam cermin”. Manakah yang betul? Paulus memakai istilah bahasa Yunani katoptrizomai yang dapat diartikan keduanya. Ia mengacu pada pengalaman Musa di Gunung Sinai. Di atas gunung, Musa memandang sekilas kemuliaan Allah. Ketika ia turun dari gunung, “cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya” (ayat 7). Dengan memandang kemuliaan Tuhan, Musa memancarkan kemuliaan-Nya. Dengan memandang kemuliaan Tuhan, kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya.

 

Paulus hendak mendorong kita untuk hidup berpusat pada Tuhan. Kita memandang Tuhan antara lain dengan meluangkan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Dia. Selanjutnya, dalam interaksi keseharian dengan sesama, kita mesti mencerminkan kemuliaan Tuhan melalui sikap, pikiran, ucapan, dan tindakan kita. –ARS

MEMANDANG KEMULIAAN ALLAH DAN MEMANCARKANNYA

ADALAH

KEBAHAGIAAN TERTINGGI BAGI MANUSIA.

Dikutip : www.sabda.org

 

ORANG KRISTEN DUNIA

Rabu, 29 Februari 2012

Bacaan : Lukas 24:36-49

24:36. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”

24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”

24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?”

24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

24:44 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”

24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

24:46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

ORANG KRISTEN DUNIA

David Bryant membedakan dua macam orang Kristen. Pertama, orang Kristen duniawi (worldly Christian), yaitu mereka yang sudah di selamatkan, tetapi tidak tertarik membawa keselamatan pada dunia, sebaliknya mereka memandang dunia sebagai sarana bagi keuntungan dan kepentingan pri badinya. Kedua, orang Kristen dunia (world Christian), yaitu orang yang sudah diselamatkan, dan mengarahkan kehidupannya di dunia untuk misi, membawa berita keselamatan kepada segala bangsa.

Dalam pengajaran Tuhan Yesus, kita melihat bahwa keselamatan dan misi adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Perhatikan bacaan kita hari ini. Setelah meneguhkan para murid tentang kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran-kebenaran penting bagi pelayanan mereka selanjutnya. Dia merangkumkan bahwa seluruh isi kitab Taurat, kitab para nabi, dan kitab mazmur menunjuk pada penggenapan keselamatan di dalam Diri-Nya (ayat 46). Namun bukan hanya itu, garis besar Kitab Suci juga adalah tentang bagaimana berita keselamatan ini harus disampaikan kepada segala bangsa (ayat 47).

Orang Kristen duniawi-orang yang puas dengan berkat keselamatan bagi diri sendiri-dan orang Kristen dunia-orang yang merindukan keselamatan itu juga sampai kepada segala bangsa. Dari dua kelompok ini, Anda termasuk yang mana? Gaya hidup dan prioritas macam apa yang harus kita ubah jika kita ingin bertumbuh sebagai orang-orang Kristen dunia-orang-orang yang merindukan agar semua bangsa dapat kembali bersukacita di dalam Tuhan? –JOO

Resep menghasilkan orang Kristen duniawi:

Ajarkanlah keselamatan tanpa misi

Dikutip : www.sabda.org

DIPENUHI ROH KUDUS

Rabu, 15 Februari 2012

Bacaan : Efesus 5:15-21

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

5:21. dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

DIPENUHI ROH KUDUS

Perkelahian dan keributan di pertunjukan musik menjadi berita yang sangat sering diliput media massa. Penyebabnya biasanya sangat sepele, yaitu saling senggol atau saling ejek. Namun, pemicu utamanya adalah karena mereka disinyalir berada di ba- wah pengaruh minuman keras. Minuman itu membuat mereka tidak mampu menguasai diri dan mudah melakukan tindakan di luar kendali.

Memang terasa agak aneh ketika perintah jangan mabuk oleh anggur dikontraskan dengan dipenuhi Roh Kudus (ayat 18). Namun, keduanya memang memiliki pokok pikiran yang mirip, yaitu: sama-sama dikuasai oleh sesuatu. Orang yang berada dibawah kuasa atau pengaruh anggur biasanya tidak dapat menguasai dirinya. Perkataan dan tindakannya akan kacau dan menimbulkan kekacauan. Sedangkan orang yang dikuasai atau dipenuhi Roh Kudus akan makin dapat menguasai diri. Ia akan mampu mengelola hidupnya dengan baik; perkataan maupun perbuatannya akan makin selaras dengan kepribadian Allah. Ungkapan: “Hendaklah kamu penuh dengan Roh Kudus” dalam tatabahasa aslinya meng gunakan kata kerja berbentuk imperatif plural pasif. Artinya, kita tak bisa menghindar, berlaku untuk semua orang, dan tak per lu mantra atau rumus khusus untuk meng-alaminya. Ini adalah suatu kesediaan untuk tunduk pada pimpinan Roh Kudus.

Pikiran, perkataan, dan perbuatan seperti apa yang kita tampakkan dari hidup kita selama ini? Apakah hal-hal tersebut mencerminkan kepemilikan dan kepemimpinan Allah dalam hidup kita? Dia ingin mengarahkan hidup kita untuk mengenali rencana-Nya. Izinkan Dia memimpin hidup kita dengan leluasa. –PBS

Dari buah hidup kita, dapat ditebak siapa penguasanya

Dikutip : www.sabda.org

MANA BISA SEMBUNYI?

Kamis, 10 Januari 2011

Bacaan : Mazmur 139:1-12 

139:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.

139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

139:7. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.

139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,

139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

139:11 Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,”

139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

MANA BISA SEMBUNYI?

Jenny tergesa-gesa mencuci tangannya. Segera setelah itu, ia berlari ke kelas meninggalkan teman-temannya. Bocah berusia empat tahun ini membenamkan kepalanya ke dalam tas ransel besarnya. Tak lama kemudian, suaranya yang lantang membuat saya, yang saat itu berjalan melewati kelasnya yang terbuka, tercengang melihat ulahnya. “Ibu guru, aku sedang sembunyi!” Jenny berpikir jika kepalanya tidak terlihat, maka seluruh tubuhnya pun tidak akan terlihat!

Apa yang Jenny lakukan mengingatkan saya tentang Tuhan Yang Mahatahu. Tuhan mengenal dan menyelidiki kita (ayat 1). Dia tahu apa yang kita lakukan, yang juga dapat diketahui orang lain. Dia tahu keseharian hidup kita: duduk, berdiri, berjalan, berbaring (ayat 2-3). Ia bahkan tahu apa yang orang lain tidak tahu: sesuatu yang tersimpan dalam pikiran kita (ayat 2) serta perkataan yang belum keluar dari mulut kita (ayat 4). Benarlah apa yang pemazmur katakan bahwa kita tidak mungkin dapat bersembunyi dari hadapan-Nya.

Disadari atau tidak, mungkin adakalanya Anda dan saya bertingkah seperti Jenny. Kita berusaha menyembunyikan rapat-rapat kesalahan kita dari hadapan Tuhan. Kita berlari menjauh dari-Nya, berpikir bahwa kita dapat hidup tanpa berurusan dengan Tuhan. Betapa sia-sia hidup seperti itu! Pemahaman bahwa Tuhan Mahatahu seharusnya membuat kita tidak lagi berlari dan bersembunyi dari Tuhan, tetapi justru membawa diri kita untuk senantiasa dikenal dan diselidiki oleh Tuhan. Membuka diri untuk ditegur, diperbaiki, dan dibentuk semakin serupa dengan Kristus –SWS

SELIDIKILAH AKU, YA ALLAH DAN PERIKSALAH HATIKU

UJILAH AKU DAN TUNTUNLAH AKU DI JALAN YANG KEKAL!

Dikutip : www.sabda.org

UJI KELAYAKAN

Jumat, 25 November 2011

Bacaan : Mazmur 139:17-24 

139:17. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

139:19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah,

139:20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.

139:21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?

139:22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

UJI KELAYAKAN

Kita tidak dapat menilai karya kita sendiri secara objektif. Itulah sebabnya, selalu dibutuhkan pihak yang independen dan tepercaya untuk menguji dan menilai. Sebagai contoh, makanan dan obat-obatan harus diuji kelayakannya untuk dikonsumsi, oleh BPOM. Sebuah laporan keuangan dapat dipercaya kelayakan penyajiannya setelah diperiksa oleh auditor independen. Di sini, kualitas dan integritas sang penguji sangat menentukan apakah hasil pengujiannya dapat dipercaya atau tidak.

Demikian pula dengan hati kita. Sesungguhnya kita tak dapat menilai hati kita sendiri. Kita mungkin berpendapat bahwa apa yang kita lakukan sudah memiliki motivasi yang benar. Akan tetapi, belum tentu itu terbukti benar di hadapan Tuhan. Pemazmur juga merasa bahwa apa yang dilakukannya sudah benar, walau demikian ia tetap meminta Tuhan menyelidiki hati dan pikirannya. Semua ini didasari dengan kesadaran bahwa Tuhan itu Mahatahu Dia benar-benar mengetahui segala isi hati dan pikirannya. Dan, karena Tuhan adalah kebenaran maka semua penilaian Tuhan pasti benar. Lebih jauh, pemazmur juga menunjukkan hati yang mau diajar dan dituntun ke jalan yang benar.

Mungkin kita sudah merasa bahwa semua yang kita kerjakan telah kita lakukan dengan cara dan motivasi yang benar, bagi kemuliaan Tuhan. Namun, kerap kali kita tidak menyadari bila motivasi kita perlahan mulai berubah. Maka, kita perlu selalu terbuka di hadapan Tuhan. Mintalah Tuhan melihat hati kita yang terdalam. Dan, apa pun yang Tuhan singkapkan, biarlah kita memiliki hati yang mau ditegur dan mau dituntun ke jalan yang benar –VT

AGAR DAPAT HIDUP BERKENAN DI HADAPAN TUHAN

KITA HARUS SELALU TERBUKA UNTUK DIUJI DAN DITUNTUN TUHAN

Dikutip : www.sabda.org


Doa Puasa Raya Hari Ke-34 Minggu, 28 Agustus 2011

Mahkota kemuliaan (Crown of glory). 1 Petrus 5:4. Orang yang

memperhatikan jiwa-jiwa.

Mahkota sukacita/mahkota pemenang jiwa (1 Tesalonika 2:19)

Mahkota bagi si pembawa jiwa.

Dan untuk mahkota sukacita ini Allah sendiri yang akan memberikan

penghargaan.

Untuk dapatkan mahkota harus ada perjuangan.

Wahyu 3: 11

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak

seorangpun mengambil mahkotamu.”Gereja Bethany Indonesia |82|

MENGATASI KEMANDULAN ROHANI

Yesaya 54:1-17

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat

kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu

dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan

mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat

bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Ada 5 tuntunan Tuhan untuk mengatasi kemandulan:

1. ayat 2 :enlarge (Lapangkan)

Adalah agar kita tidak puas dengan berpikiran kecil.

Pikirkan yang besar, punyai visi yang besar/mimpi yang besar.

– Small vision small result

– Big vision big result

Jangan puas dengan visi kecil, jika kita tidak memperluas visi maka Tuhan

hanya akan memberi visi yang kita inginkan.

2. Stretch ( bentangkan)

Tuhan ijinkan kita mengalami ketegangan-ketegangan untuk mencapai

sasaran

Contoh : Yesus alami keadaan yang buruk untuk proses penebusan dengan

tujuan Kemuliaan. Jangan senang berada di zona nyaman.

3. Lengthen (panjangkanlah)

Roma 8:5 “Sebab mereka hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang

dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari

Roh.”

Punyailah pikiran yang luas.

Memikirkan pikiran-pikiran Kristus (Kolose 3:2, 1 Korintus 2:16)

4. Strengthen (pancangkanlah)

Sukses harus diikuti dengan commitment yang mendalam pada Tuhan,

pada keluarga, pada gereja lokal ( Yohanes 4:34). Tuhan ingin supaya kita

pancangkan patok-patok commitment, karakterdan integritas.

5. Sing ( nyanyikan pujian)

Terus menyanyi jangan mengeluh, tetap nantikan Yesus. Sambil menunggu

hasil kemandulan dilenyapkan pujilah Tuhan, dan Tuhan akan mengubah

yang buruk menjadi yang baik. Tunggu waktu Tuhan, semuanya akan menjadi

baik.

Yesaya 54 : 10

Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi

kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku

tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.