PERTAMBAHAN

PERTAMBAHAN          

Shalom..salam miracle

Jemaat yang dikasihi Tuhan di bulan Mei 2012, gereja kita mendapatkan tema KEBAHAGIAAN, dan pada kenyataannya, banyak di antara kita yang menyaksikan tentang pemahaman kebahagiaan dan mendapatkannya, terlebih kita melakukan ibadah pencurahan Roh Kudus selama 10 hari. Kebahagiaan itu semakin dirasakan setiap kita yang bisa menangkap pesan tersebut.

Diakhir bulan Mei, dalam pertemuan ibadah doa malam, saya sampaikan bahwa bulan Juni 2012 merupakan bulan PERTAMBAHAN. Mari kita membaca Kisah Para Rasul 6:7-8 “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda diantara orang banyak.” Dari ayat ini, kita ketahui bahwa jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami pertambahan jumlah (kuantitatif) artinya secara korporat mereka makin bertambah kebersamaan, kesehatian, bertambah baik dalam kekeluargaan, bertambah sumber daya dan kemampuan, sehingga semakin menarik perhatian banyak pihak.

Dari perkembangan jemaat mula-mula tersebut, kekeristenan semakin maju sampai sekarang ini. Jadi jemaat mula-mula setelah menerima pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) semakin hari semakin menjadi berkat dan bertambah-tambah jumlahnya karena Tuhan yang menambahkannya, kita juga merindukan ada PERTAMBAHAN dari segi kuantitas, namun kiranya Tuhan sendiri yang menambahkannya. Menjadi tanggungjawab kita untuk senantiasa mendapatkan perkenanan dari Tuhan, sebab kita tahu dengan perkenanan Tuhan, maka Tuhan yang menambah-nambahkannya. Kunci utama untuk mendapatkan perkenanan Tuhan adalah ketika didiami dan dipakai oleh Roh Kudus, untuk itu ijinkan Roh Kudus senantiasa memenuhi kebutuhan saudara. Selain mendapatkan pertambahan kuantitas, mereka juga mengalami pertambahan kualitas, diwakili oleh Stefanus, yang semula bukan bagian dari Rasul-rasul atau 12 murid Tuhan, tetapi ketika diurapi Roh Kudus, maka kehidupannya semakin luar biasa yakni dengan bertambahnya KARUNIA dan KUASA.

KARUNIA merupakan pemberian Allah (Cuma-Cuma) kepada umat-Nya yang berkenan. Dari hal itu, kehidupan Stefanus mendapatkan pelbagai kecakapan, kemampuan, keahlian dan sebagainya, sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat ketika itu khususnya kepada jemaat mula-mula. Baik tua maupun muda senantiasa menantikan kecakapan Stefanus untuk dapat membantu mereka, itulah karunia yang semakin ditambahkan oleh Tuhan. Dalam gereja kita juga sangat memerlukan pelbagai macam-macam karunia, sehingga semakin lengkap dalam gereja ini. Setiap jemaat merindukan untuk mendapatkan pertambahan karunia-karunia, dengan hal itu semakin melengkapi pelayanan, dengan tujuan utama segalanya kemuliaan bagi Allah.

Berikutnya Stefanus juga mengalami pertambahan KUASA. Apa yang dilakukan oleh ROH KUDUS kepada rasul-rasul, juga terjadi dalam kehidupan Stefanus, dia melakukan banyak mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Bisa kita telaah bahwa Stefanus juga dipakai untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kerasukan setan, terbelunggu kuasa kegelapan. Hal itu sekali lagi kuncinya adalah Roh Kudus. Gereja kita juga merindukan banyak diantara jemaat yang dipenuhi dengan kuasa Allah. Menurut kamus bahasa Indonesia, kuasa adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dan wewenang atas sesuatu, juga memerintah. Mereka mendapatkan pertambahan kualitas. Jadi mendapatkan pertambahan kuantitas dan kualitas.

Bagaimana dapat memperoleh PERTAMBAHAN?

Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” Setiap orang percaya  yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka Roh Kudus masuk dalam kehidupannya dan apabila seseorang semakin terbuka untuk karya Roh Kudus, maka Dia semakin mencurahkan/mengalirkan deras Roh Kudus, sehingga semakin dipenuhi, maka kehidupan orang percaya tersebut akan mengalirkan aliran-aliran air hidup. Menjadi berkat bagi orang lain, semakin mengasihi orang lain, semakin menunjukkan buah-buah dari Allah.

Dalam Mazmur 1:3 dikatakan “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Setiap tanah dan tanaman yang ditanam dan mendapatkan kecukupan kebutuhan air, maka tanah tersebut akan menjadi subur begitu pula tanamannya dan menghasilkan buah yang baik. Begitu pula dalam hal kekristenan, akan semakin berbuah dan buahnya baik, apabila mendapatkan aliran Roh Kudus senantiasa. Menjadi perenungan kita, apakah kita sudah mendapatkan kecukupan AIR HIDUP? Apakah kita sudah menghasilkan buah? Apakah buah Roh itu ada dalam kehidupan kita?.

Kiranya bulan Juni ini setiap jemaat mengalami PERTAMBAHAN sesuai dengan kebutuhan pribadi dalam hal mana mendapatkannya, dan juga sesuai dengan iman percayanya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien.


Iklan

BUKAN SEKADAR LEWAT

Selasa, 5 Juni 2012

Bacaan : Mazmur 1:1-6

1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

 

1:4. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

 

BUKAN SEKADAR LEWAT

Donald S. Whitney mengamati bahwa “banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun.” Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, “Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita … kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita.”

Yang disebut pemazmur “berbahagia” juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.

Seberapa banyak Anda “merenungkan” firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya. –ELS

MAKIN BANYAK MEMBACA FIRMAN, MAKIN KITA AKAN MENGUASAINYA.

MAKIN BANYAK MERENUNGKAN FIRMAN, MAKIN KITA AKAN DIKUASAINYA.

Dikutip : www.sabda.org